Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 103


__ADS_3

Pram menciumi kening Kaila saat melihat kelima anggota keluarganya itu bersentuhan cukup lama. "aku sungguh sangat senang, tidak bisa berkata apa-apa lagi, honey" usap pipi Pram disalah satu putranya. Kaila mengangguk tersenyum menatap keempat buah hatinya. Dengan dibantu mommy ia mulai memberikan minuman pertama untuk keempat baby nya secara bergantian, ia tertawa melihat mereka dengan lahap meminum dengan cepat. Pram tertawa melihat kelakuan keempat baby mereka yang baru dilihatnya pertama kali.


"waduh, alamat tidak bisa lagi nih popi" usap pipi Pram melihat baby yang terlihat tidak mau berhenti meminum sumber kehidupannya. Kaila tertawa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Pram yang tidak disaring. Mommy menepuk bahu putranya itu pelan.


"kamu juga tidak bisa menyentuh istrimu selama sebulan lebih kak, karena dia baru dalam masa pemulihan setelah melahirkan, tapi selalu beri dia perhatian dan kasih sayang agar dapat menghasilkan sumber kehidupan bagi keempat baby kailan dengan baik. ibu yang gembira dan sehat akan membuat baby juga akan sehat" kata mommy, Pram dan Kaila mengangguk mengerti.


Setelah ke empat baby mereka kenyang, satu persatu diambil oleh ayah, mommy, daddy dan Kalai untuk mereka peluk. "aaahh, lucu banget, imut dan kecil" pandangi Kalai sambil mengusap pipinya pelan.


"aku belum memikirkan nama keempat baby kita, yang" kata Pram, Kaila meminta air minum. Pram segera mengambilkan dan menawari makan kepada istrinya itu. "sambil jalan aja by, kita pasti akan memberi mereka nama yang baik untuk mereka" kata Kaila menerima suapan dari suaminya. Pram mengangguk melihat ke empat baby mereka yang terlihat tenang.


Kaila segera tertidur setelah memakan habis. Keempat baby diletakkan di box baby kembali karena lebih banyak tidur. Pram menemani mereka tidur karena waktu juga mengharuskan mereka untuk istirahat karena menjelang pagi. Ayah menatap keluarga baru Kaila dan mengusap air matanya yang menetes pelan, tidak menduga akan diberi kesempatan untuk melihat anak-anak nya memiliki keluarga sendiri dan memberinya malaikat kecil yang lucu dan mungil dan akhirnya ikut memejamkan mata setelah lelah melanda mereka beberapa waktu sebelumnya. Kaila terbangun saat mendengar suara baby nya terdengar tidak nyaman. Kaila menyentuh kepala suaminya agar bangun dan mengecek kondisi salah satu baby mereka. Pram segera beranjak dan melihat kondisi mereka. Ia segera mengangkat baby yang sedang gelisah, Kaila segera meraihnya dan mengecek keadaan baby, membuka pakaian dan melihat apa yang tidak pas, "dia pun by" senyum Kaila melihat keadaan baby. Pram tersenyum dan segera memberikan peralatan baby untuk diganti. Kaila menepuk pantat baby nya pelan agar tertidur kembali, "by, kembalikan disana" pinta Kaila, Pram meraih baby dan menaruhnya kembali di box baby.


"tidurlah lagi by, besuk mereka akan lebih membutuhkan mu untuk dipeluk" kata Kaila, Pram mengangguk dan segera tidur disamping istrinya kembali.


Kaila menatap ayah yang tertidur pulas, Kalai yang juga tidak bergerak sama sekali.


6 bulan


"Adipramana" panggil mommy, Adipramana menoleh mendengar suara grandmom nya dan tersenyum menggerakkan tangan dan kakinya cepat, grandmom tertawa lebar meraih dan memeluknya dari dalam tempat baby. "aaahh, kenapa kamu tidak tidur siang, tidak seperti yang lain. Kamu menunggu momi mu bukan" dusel-dusel perut grandmom. Adipramana tertawa geli, Kaila datang dengan membawa botol minuman yang sudah hangat.


"kenapa sebentar mom" serahkan botol Kaila agar mommy memberikannya pada Adipramana, grandmom tersenyum dan segera menaruhnya di mulut cucu kecilnya.


"mommy tidak mau lama-lama diluar. Lebih baik bersama mereka saja disini sweetie. Bentar lagi juga grand dad mereka akan pulang. Mommy jamin" goda mommy di badan Adipramana, Adiwilaga terbangun ketika mendengar suara orang bercakap-cakap, Kaila menekan tempat baby agar bergoyang hingga Adiwilaga kembali tertidur. Sedangkan Adiwijaya dan Adikirana satu-satunya perempuan tidur dengan tenang.

__ADS_1


Mommy tersenyum melihat keempat cucunya terlihat lebih besar dan tenang. "terimakasih sweetie, kalian adalah harta berharga mommy dan daddy, terimakasih telah datang di kehidupan kami" tatap mommy, Kaila beranjak memeluk mommy nya lembut.


"terimakasih mom, selalu menemani Kai dan baby" senyum Kaila, mommy mengusap punggung menantu perempuan nya itu.


"apa mereka tidur" datang daddy pelan, Kaila dan mommy menoleh mengangguk. Daddy segera mendekat dan mengambil alih botol minuman Adipramana dari tangan mommy, mommy menepuk bahu suaminya pelan dan bergeser kearah cucu perempuan nya yang terlihat cantik sekali seperti anak perempuannya yang telah pergi selama-lamanya lebih dulu.


"dad, apa sudah selesai urusannya" senyum Kaila menatap kedua orangtuanya. "ada Sam yang mengurus, sekarang ada Pram dan Jack juga Mark. Kita mempekerjakan lebih banyak orang untuk mengerjakan berbagai pekerjaan agar kita tidak menghabiskan waktu bekerja" senyum daddy mengusap perut Adipramana. Kaila mengangguk tersenyum.


"ayahmu pasti merasa kehilangan disana, karena mereka berempat tidak bersamanya, apa kamu baik-baik saja sweetie" tatap daddy, Kaila mengangguk pelan tersenyum.


"baru tiga bulan dad, ayah masih bisa menahannya. mungkin kalo sudah lebih dari 6 bulan maka tidak akan kuat jika tidak kesini" jawab Kaila. Daddy tertawa kecil melihat keempat cucunya yang mirip dengan kedua orangtuanya. "semoga mereka tidak dingin seperti popinya" lihat daddy, "mereka anak-anaknya dad, pasti ada yang mirip" kata Kaila mengelus tangan Kirana. Daddy menciumi pipi ketiga yang lain.


"mom, aku ingin tinggal di Indonesia" tatap daddy ke istrinya. "aku juga ingin seperti itu dad" kata mommy mengangguk.


"sudah saatnya kita berkumpul dengan yang lain kan, mereka juga pasti ingin bersama dengan keempat cucunya. Dan aku rasa tidak baik terlalu lama di negeri orang" senyum mommy. Kaila tersenyum memeluk mommy.


"terimakasih mom, Kai tahu pasti berat untuk melepaskan semua kenangan disini" kata Kaila.


"dulunya memang begitu, sweetie setelah mereka datang itu semua tidak berarti. Mereka membuat semuanya terlihat lebih berwarna dan mommy akan sangat senang melihat mereka dikelilingi oleh banyak orang yang sayang dan mencintai mereka sepenuh hati" senyum mommy, Kaila mengangguk mengerti.


"jangan beritahu suamimu dulu. Nanti dia tidak akan mau disini" kata daddy, Kaila mengunci bibirnya dengan jemarinya. Daddy dan mommy tertawa pelan melihat kelakuan putrinya itu. Para pekerja rumah sedang bermain dengan ke empat baby keluarga Bagaskara, mereka memberi makanan pendamping karena usia mereka sudah bisa diberi makanan pendamping. Kaila tertawa melihat keempat baby itu saling mengunyah makanan dengan semangat, Pram memeluk istrinya. "yang" bisik Pram, Kaila menatap paras suaminya. "ada apa, mau makan juga" tanya Kaila mengerutkan dahinya. Pram mengangguk meraih jemari istrinya menuju kedalam. Mommy melihat Pram geleng-geleng kepala, "dasar anak itu. Udah punya anak 4 juga masih kayak sepasang kekasih" kata mommy. Daddy tersenyum meraih bahu istrinya untuk menuju ke empat jagoan kecil mereka.


"kenapa kesini, katanya mau makan. Ayo ah, ntar ditungguin krucil" heran Kaila melihat suaminya yang mengunci pintu ruangan pribadi mereka. "aku pingin makan kamu, yang. Mereka makan dan pasti akan kekenyangan, ada mommy dan daddy yang melihat mereka, ada pekerja rumah yang menjaga mereka" dekati Pram mengusap pipi Kaila. Kaila bergerak menjauh, "aahh, honey" tahan pinggang Pram dan mengecup bibir istrinya, Kaila tersenyum membalas ciuman suaminya.

__ADS_1


"kamu banyak menghabiskan waktu dengan anak-anak" hela nafas Pram menyatukan kening mereka.


"benarkah, aku kira dirimu yang terlalu sibuk berada diluar" usap pipi Kaila.


"hhmmm, berarti aku juga tidak menyadari hal itu. maafkan aku honey, aku benar-benar tidak menyadarinya dan aku juga tidak mengatakan kepadamu secara langsung apa yang ada di pikiranku" kata Pram, Kaila tersenyum menarik tubuh Pram hingga terlentang di ranjang.


"akan aku buat kamu terbang" kata Kaila melepas t-shirt Pram, Pram tertawa membuka kancing baju istrinya.


"sayangnya aku hanya bisa menatap bagian kenyal ini sekarang" usap Pram, Kaila meraba perut suaminya yang masih sama seperti dulu. "dua tahun lagi juga kamu akan menikmatinya, kak" senyum smirk Kaila, mereka tertawa lepas kemudian saling menyentuh sama lain, beberapa kali Kaila menjerit merasakan sensasi yang ditimbulkan oleh sentuhan Pram. Kaila mencengkeram rambut Pram saat dirinya dihentak hingga kedalam. "aahhh" jerit Kaila bercampur *******, Pram semakin menghujam dalam-dalam saat istrinya terbuai kenikmatan. "kenapa jadi kamu yang keseringan terbang sih, yang" senyum Pram mengusap rambut istrinya yang terlihat berkilauan terkena keringat. "hhmm" dehem Kaila mengerucutkan bibirnya, Pram segera menyambar mulut istrinya itu dan ********** hingga dalam.


"kebiasaan, dengan mulutmu begitu banyak laki-laki yang akan menganggap mu penggoda" kata Pram, Kaila menggeleng pelan. Mereka kembali bergerak seirama, dengan Pram mengikuti gerakan Kaila yang terlihat lembut, Pram menekan pinggang istrinya agar tidak bergerak dan mendesis pelan mengeluarkan suara. "tahan, yang" pejam mata Pram merasakan sensasi yang luar biasa. Kaila menahan dengan kedua tangannya. "luar biasa, yang" terengah-engah Pram menyelipkan anak rambut Kaila kebelakang telinga nya. "hhmm, kamu juga by, semakin ganas"senyum Kaila melepaskan penyatuan mereka dan berbaring disamping suaminya.


"kayaknya anak-anak telah tidur dengan nyenyak. Mommy pasti menemani mereka dan tentu saja daddy tidak bisa jauh-jauh dari Kirana. Orang tua itu nggak liat yang bening dikit" gerutu Pram, Kaila tertawa lebar mendengar suaminya menggerutu.


"itu granddad nya honey, besuk akan ada banyak pengawal untuk putrimu saat mereka semua tumbuh dewasa, jangan berpikir jika anak Kalai, Icha, Davi tidak akan melindungi Kirana. Jangan terlalu membebaninya, ia bisa melakukan apapun sendiri, beri dia ruang untuk dirinya sendiri" kata Kaila. Pram menghela nafasnya panjang, "kenapa kita berpikir terlalu jauh sih, yang. Dia baru 6 bulan" toleh Pram, Kaila mengangguk. "tentu, tapi sifat posesif mu bertambah kepada Kirana juga" kata Kaila, Pram menatap langit-langit ruangan pribadi mereka.


"is that bad" tanya Pram pelan, "tidak, selama itu membuatnya nyaman. Jika dia bersikap memberontak karena kelakuanmu dan kakak-kakaknya maka aku tidak akan tinggal diam" kata Kaila duduk dan berjalan pelan menuju bathroom. "honey, jangan seperti itu. Kamu tau aku selalu melakukan yang terbaik untukmu" ikuti Pram, Kaila melambaikan tangannya tidak mau menanggapi omongan suaminya.


Hai .... Hai .... Hai ..... all readers terimakasih telah berkunjung ke karyaku. Sekedar mengingatkan bahwa novel ini akan segera berakhir.


Tentang cerita si kembar empat mungkin akan di novel baru lainnya (tapi nggak janji kalau segera ya, hehehehe) nikmati keseruan keluarga kecil Pramudya Bagaskara dulu. Thanks all.


Luv .... Luv ..... Luv .... U all readers sekebon pisang goreng terimakasih banyak semuanya.

__ADS_1


Stay healthy all


__ADS_2