
"kita habiskan makanan ini lalu segera mandi, sore nanti kita ngumpul bareng adakan acara barbeque an bersama keluarga ditaman" kata Kaila minum teh Pram tadi. "kamu serius kan honey" pegang bahu Pram kuat hingga membuat Kaila meringis kesakitan. "maaf...... maaf..... honey, aku minta maaf" usap-usap Pram dibahu Kaila merasa bersalah, Kaila tersenyum menggeleng "habiskan makanannya kak, aku kenyang" minum air putih Kaila. Pram mengangguk memakan makanan dengan cepat. Kaila menunggu Pram menyelesaikan makannya sambil melihat para pekerja menyelesaikan pekerjaannya. "apakah bisa nanti makanannya Indonesia" pandang Kaila, Pram mengangguk mantap.
"persiapan pernikahannya apakah sudah selesai" tanya Kaila tenang, Pram tersedak mendengar perkataan kekasihnya, Kaila menyodorkan gelas air Pram segera meneguknya. "sudah selesai" jawab Pram akhirnya setelah menguasai dirinya sendiri, "ceritakan detailnya, aku ingin tahu bagaimana kamu mengatur semuanya" pandang Kaila sambil bertopang dagu. "well.... akad nikah kita akan dirumah ini ditaman belakang, hanya akan disaksikan oleh keluarga dan kerabat dekat saja, jika kau ingin pernikahan yang lebih mewah aku akan mengubahnya segera atau kita akan melakukannya nanti saat kita mengadakannya di Indonesia, dimana keluarga besar kita ada disana" pandang Pram meminta pendapat Kaila.
"aku ingin saat kita melakukan janji seumur hidup bersama nanti berlangsung sakral, hanya orang yang benar-benar mengerti dan memahami perjalanan kita hingga sekarang yang melihat dan memberikan restunya kepada kita saat kita bahagia nanti" kata Pram pelan. "semua sudah diatur oleh orang yang berkompeten aku hanya mengikuti dan berdiskusi dengan mereka yang lebih ahli, aku ingin kita segera menikah dan hidup bersamamu jika orang tahu lebih banyak maka aku takut hidupmu akan berubah dan membuatmu tertekan" elus rambut Pram, Kaila memutar bola matanya malas. "sejak awal kamu sudah membuatku tertekan kak, suka memaksakan kehendak dan anehnya aku kayak di cucuk hidung dengan segala aturan mu" kata Kaila, Pram tersenyum lebar "itu karena aku tidak mau kamu pergi dariku, jika kamu tidak ada maka aku akan sangat menderita" usap pipi Pram.
"jika memang semua persiapan sudah selesai, mari kita menikah secepatnya bisa nggak" tanya Kaila, Pram berdiri tegak. mendengar Kaila yang berkata dengan santai menopang dagunya melihat Pram yang kaget, "aku tidak masalah dengan pernikahan yang sederhana tanpa kemewahan hal itu tidak berarti bagiku" kata Kaila melihat Pram yang nampak panik, Pram berjalan meninggalkan Kaila keluar tanpa sadar ia hanya menatap kepergian Pram dengan santai. "bisakah membawa potongan buah segar yang ada kekamar saya" senyum Kaila menatap para pekerja yang memandangnya takjub.
"tentu saja nona, nanti akan saya antar ke ruangan tuan Pram" angguk seorang pekerja hormat. "terimakasih" senyum Kaila. Pram tiba-tiba kembali dan mengangkat tubuh Kaila yang membelakangi dirinya, Kaila secara refleks melingkarkan tangannya keleher Pram. para pekerja yang melihat tingkah laku tuan mudanya hanya tersenyum malu, sikap tuannya yang romantis terhadap nona muda membuat para pekerja melihat dua sisi yang berbeda. sejak kepergian nona muda adik tuan mudanya rumah terasa sepi, sunyi seperti tidak ada kehidupan sebuah keluarga didalamnya, tapi semenjak kabar Kaila akan datang mereka melihat banyak perubahan ada kehidupan kembali dirumah keluarga Bagaskara.
"maaf, yang. aku panik tadi dan meninggalkanmu disini aku tidak bisa berpikir tadi" kata Pram menatap Kaila yang tersenyum. Pram bergegas membawa Kaila ke dalam kamarnya untuk segera membersihkan dirinya, Pram kemudian berlari menuju kamar orang tuanya. "tuan muda, tuan dan nyonya ada dimeja makan bersama tuan Prayoga" datang paman Din tiba-tiba saat Pram melangkah meninggalkan Kaila yang sedang membersihkan badan di kamarnya. Pram menoleh dengan cepat dan mengangguk berlari turun untuk menemui ketiga orang tuanya.
"dad, mom, yah" kata Pram terengah-engah akibat berlarian kesana-kemari, "aahhh..... Kaila mana, apakah dia baik-baik saja, bagaimana keadaannya, apakah dia sudah sadar" tanya mommy beruntun saat Pram sedang mengatur nafasnya. "honey, duduk dulu, biarkan kakak minum dan kemudian baru menjelaskan kepada kita" senyum daddy. Pram meminum teh herbal mommynya dan menarik nafas panjang merasa lapang. Pram segera memeluk mommy nya erat, "Pram..... kak ada apa, apakah terjadi sesuatu yang buruk" kuatir mommy melihat reaksi Pram, Pram menggelengkan kepalanya dan tersenyum lebar. "tidak mom, Kaila baik-baik saja, tadi pagi salah seorang pekerja membersihkan ruang tengah dan Kaila mau berbicara dengannya kemudian ia diminta Kaila membawanya kerumah belakang dan makan disana" geleng Pram. "oh.... God... syukurlah Kaila baik-baik saja" tutup mulut mommy dan menaruh tangan kanan di dadanya lega.
"Kaila sudah tau rencana pernikahan kami, dia setuju untuk menikah denganku walau tahu kenyataan pahit kemarin, itu membuatku ketakutan akan kehilangannya. aku sangat takut sebelumnya" kata Pram bergetar, mommy menangis bahagia. "oh.... God.... terimakasih" tak percaya mommy mendengar ucapan putranya. daddy memeluk ayah. "kita akhirnya ber besan" tepuk-tepuk punggung daddy bahagia, ayah tersenyum bahagia.Pram tertawa menyaksikan kebahagiaan keluarganya. "Kaila ingin nanti sore kita berkumpul bersama semuanya ditaman belakang barbeque an bareng-bareng dia meminta makanan Indonesia" ucap Pram gembira, bahkan lusanya Kaila ingin pernikahan dilakukan seperti rencana sebelumnya dia menyukai pernikahan yang sakral dan private" senyum lebar Pram menjelaskan kepada orangtuanya. "oh.... God...." terhenyak mommy tidak menduga hati Kaila yang terlalu baik memaafkan kesalahan mereka dimasa lalu.
"mom, are you Ok" tanya Pram mengkuatirkan mommynya. "mommy baik-baik saja kak, Kaila sekarang dimana kenapa kamu meninggalkannya sendirian. jika terjadi apa-apa dengannya selama kamu kesini bagaimana. kamu tau kan, Kaila masih belum stabil kesehatannya" pandang mommy menyadarkan Pram yang lupa saking senangnya. "oh..... Gosh.... kenapa aku tidak berpikir kesana, segera kabarin Joe minta dia kemari memeriksa Kaila" seru Pram berlari menuju kamar nya kembali, daddy tertawa melihat kepanikan Pram.
"untung kamu bertemu dengan Kaila jika tidak aku rasa tidak akan ada yang membuatmu jungkir balik seperti itu" gumam daddy mengusap dagunya melihat kelakuan anaknya, ayah tertawa mendengar daddy mengutuk Pram. daddy menoleh, "terimakasih kasih Yoga, kamu memiliki puteri yang sangat berharga dan kami sangat beruntung menjadi orangtuanya juga" tepuk bahu daddy. ayah tersenyum lebar, "terimakasih telah menerima putri kami menjadi bagian dari keluarga Bagaskara" angguk ayah terharu. "apa maksudmu Ga, justru kami yang berterimakasih setelah apa yang terjadi, kalian masih mau menganggap kami sebagai keluarga, terimakasih Yoga, kamu dan kedua Putri mu adalah orang-orang yang baik" hela nafas daddy.
"kita hanya pelaku dan Tuhan yang mempunyai skenarionya" kata ayah, mereka tertawa bahagia. "paman Din" panggil mommy. "ya.... nyonya" dekat paman Din menunduk hormat. "tolong siapkan segala sesuatu untuk barbeque nanti sore ditaman" pandang mommy, "baik nyonya" angguk paman Din.
__ADS_1
"aahhh...... satu lagi, tolong besuk rumah akan ada acara penting jangan sampai tercium media, keamanan dilipat gandakan karena akan ada orang-orang yang keluar masuk mempersiapkan tempat pernikahan Pram dan Kaila lusa" kata mommy lagi.
"baik nyonya akan saya perhatikan lebih detail" angguk paman Din hormat.
"lakukan yang terbaik ya..... paman ini acara yang sangat penting untuk keluarga kita" senyum mommy. "baik nyonya, akan saya kerjakan dengan sebaik baiknya" angguk paman Din hormat dan segera undur diri dari ruang makan.
mommy menoleh kearah dua pria yang sedang asyik berbincang. "honey, tolong aku untuk menghubungi sekretaris mu dan Saka apakah sudah siap semuanya untuk besuk" tatap mommy. "aku disini mom, semuanya sudah beres jangan kuatir" duduk Saka disamping mommy. "ah syukurlah kamu ada disini, mom jadi lega" kata mommy. "oh ya...... bagaimana keadaannya Icha kemarin mom tidak bisa melihatnya" pegang punggung tangan mommy. "dia masih tidur mom, semalam dia pingsan melihat Kaila yang histeris" minum kopi Saka setelah seorang pekerja menaruh cangkir kopi didepannya, Pram datang mendekat. "siapa yang pingsan" duduk Pram. "mana Kaila" tanya ayah saat melihat Pram yang sendirian datang. "Kaila tidur, yah. abis mandi tadi waktu sampai kamar dia sudah tertidur, aku mandi sebentar" jawab Pram, "Icha yang semalam pingsan tidak kuat melihat Kaila yang histeris seperti itu" jawab Saka pelan.
"kamu tau sendiri Icha saat dibandung gimana dia ketemu dengan Kaila bagaimana mereka berdua ngobrol dan ketika tahu semuanya mereka nangisnya udah kayak apa aja" kata Saka, Pram manggut-manggut.
"kapan" tanya ayah merasa tidak tahu dengan kejadian itu. "waktu Pram minta ijin bawa Kaila riding ke Bandung, yah" ingatkan Pram. "ahhh.... iya.... ayah ingat" angguk Ayah.
"jangan lupa nanti sore ada acara dirumah Kalai, Arga, Davi dijemput kesini" pandang Pram. "tinggal nyuruh sopir doang Pram" kesal Saka menatap Pram yang tergelak. "makanya hubungi sopir" tatap Pram kesal, Saka berdehem kesal.
senja tiba
Kalai, Arga, Davi dan beberapa keluarga telah tiba dijemput oleh sopir keluarga Bagaskara, mommy melihat Kalai masuk rumah. "selamat sore tante" salam Kalai memeluk mommy Pram lembut. "Kal, sudah datang. panggil mommy aja" senyum mommy membalas memeluk Kalai. Kalai tersenyum dan mengangguk. "dimana Kai, mom" celingukan Kalai tidak melihat keberadaan saudari kembarnya maupun Icha.
"mungkin masih tidur, karena semalaman dia tidak bisa istirahat kalo Icha ada ditaman belakang" senyum mommy, Kalai mengangguk.
"mom, terimakasih mau menerima kami sebagai keluarga" senyum Kalai.
__ADS_1
"oh.... God..... Kal jangan berkata begitu justru kami yang merasa beruntung menjadi bagian dari keluarga Prayoga, kalian orang-orang yang sangat baik" geleng mommy memeluk erat Kalai.
"kalian dengan hati yang baik mau menerima kami yang bersalah itu merupakan anugerah terindah dari Tuhan" kata mommy berkaca-kaca.
"no mom jangan seperti ini, semua takdir Tuhan kami ikhlas menerima semuanya" geleng Kalai. mommy tersenyum hangat.
"oh ya.... mom ini kebaya yang akan mommy pakai saat akad nanti" serah box Kalai.
"so beautiful" senyum mommy melihat dari luar.
"apakah kalian akan memakai kebaya juga" pandang mommy.
"kita semua mom" angguk Kalai, beberapa pekerja membawa beberapa kotak kebaya.
"ini untuk mommy kak Saka, mommy kak Arga, mommy Icha" jelas Kalai. "dan ini kebaya Kaila" perlihatkan Kalai, mommy menyentuh kebaya Kaila.
"seperti berada di Indonesia kalo kayak gini" senyum mommy sumringah, Kalai tersenyum dan mengangguk.
"kalo gitu kita k etaman belakang. biar mereka yang meletakkan box-box ini kekamar yang sudah dibersihkan" kata mommy, Kalai mengangguk. mereka beriringan menuju taman belakang.
hai..... hai..... hai..... all readers terimakasih telah berkunjung ke karyaku, terimakasih banyak atas dukungannya.
__ADS_1
luv..... luv..... luv..... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya.
stay healthy all