
"Kai" ketuk ayah di kaca mobil, Kaila menggeliat pelan melihat ayah sebentar dan segera membuka pintu tengah mobil. "jam berapa, yah" pejam mata Kaila, "jam 7 pagi" senyum ayah merapikan rambut Kaila. "jam berapa kalian sampai" bimbing Ayah keluar mobil, "jam 12, tidur jam 3" peluk Kaila. "pantes Pram masih tidur, seharian belum tidur dia" duduk ayah dikursi dapur, Kris mendekat. "bangun ooooiii......" sentil kening Kris. "ini udah bangun dodol, tapi nyawa belum terkumpul, Kris" usap kening Kaila, ayah tertawa melihat kelakuan mereka. "kayak begini ini nih.... yang bikin ayah kangen ngumpul di proyek bukan karena kerjaannya aja yang berat, tapi ngliat kelakuan kalian ini bikin beban ayah ilang" pandang ayah tertawa."ayah mu kesambet jin iprit Kai" bisik Kris didekat telinga Kaila, "ishhh.... sembarangan, ayah aku tuh.
ayah bukan kesambet jin iprit, tapi badut mampang" geleng Kaila serius.
Kris, Kaila dan Ayah tertawa terbahak-bahak. "kalo ada kalian berdua ngumpul, pagi-pagi udah berisik aja" datang Arden. "kak Arden pulang hari ini" senyum Kaila menatap Arden. "pasti lah, emang kayak kalian jomblo, kagak laku-laku" sombong Arden karena sudah mempunyai istri dan dua anak. "ish.... kagak tau dia, Kris kasih tau berapa banyak yang ngantri buat kita" tantang Kaila sombong. "kagak ada Kai" garuk-garuk kepala Kris, mereka tertawa terbahak bahak.
"kasihan anak ayah iiihhhh..... cantik kagak jelek iya" peluk Ayah, Kris dan Arden tertawa mendengar perkataan ayah, Kaila mengerucutkan mulutnya kedepan.
"minumnya pak" letak penjaga kantin.
"makasih mbak" angguk Ayah.
"yah, mau kekamar mandi" kata Kaila berdiri. "diruangan ayah aja, ajak Pram sekalian" minum kopi Ayah. Pram turun dari mobil. "kenapa Kai" pandang Pram.
"mau ke toilet, bersih-bersih" jalan Kaila menuju mobil.
"pagi" salam Pram.
"pagi Pram, makasih sudah menemani Kaila, biasanya Kris yang bertugas menjemput Kaila jika sudah dekat lokasi" senyum Ayah, Pram tersenyum mengangguk. "ikut" tanya Kaila sesaat setelah dekat, Pram mengangguk, "ruangan siapa Kai" masuk Pram, "kalo ayah kemari biasanya dipake ayah kalo nggak kak Arden atau Kris" jawab Kaila. "aku duluan ya kak" masuk kamar mandi Kaila, Pram merebahkan tubuhnya kembali di tempat tidur kecil yang ada di dalam ruangan. "kak, mau kekamar mandi nggak terus pulang" tepuk pipi Kaila. Pram mengerjapkan matanya sadar dan segera beranjak kekamar mandi. "bathtools nya masih ada dikamar mandi" ketuk Kaila mengingatkan. "Ok" sahut Pram dari dalam, Kaila menyiapkan pakaian Pram dan keluar dari ruangan.
"yah, Kaila pulang dulu" duduk Kaila disamping dan memeluk ayahnya. "emangnya Pram mengajar hari ini" toleh ayah menyuapi Kaila. "Kai belum nanya yah, tapi Kai sudah janjian sama temen-temen ada diskusi jam 4" jawab Kaila mengunyah makanannya. "jika tidak sempat nggak usah kesini Kai. selesaikan semua urusanmu baru kamu kesini" angguk Ayah menyuapi Kaila kembali. "siap yah, rencananya dua minggu lagi Kaila naik yah, sama temen-temen ke Jawa" pandang Kaila.
"sama Davi" tanya Kris.
"pasti" angguk Kaila, "jika disini sudah bisa terkondisikan dan ayah mengijinkan langsung cuss" minum Kaila.
"memangnya hanya ayah saja yang ngasih ijin" suap ayah, "kan biasanya ijin sama ayah, baru berangkat" pandang Kaila mengerutkan keningnya. "tuh laki-laki yang ada disampingmu, nggak minta ijin" tanya Arden menatap Pram yang sudah membersihkan diri. Kaila tersenyum.
"kak, kemarin sudah liat baby girl. lucu, imut" liatin layar Kaila.
"kapan ada acara dirumah" tanya Kaila.
"mungkin minggu depan Kai" jawab Arden.
__ADS_1
"moga bisa kerumah kakak nanti pada saat acara" angguk Kaila tersenyum. "harus Kai, ingatkan waktu Anzy lahir. kamu kena badai di gunung dan nggak bisa dateng" tatap Arden, Kaila terdiam mengunyah makanannya.
"pulang sekarang Kai" sentuh bahu pram. Kaila menoleh dan mengangguk, Kaila memeluk ayahnya erat, "pulang dulu yah" kata Kaila berpamitan. "hati-hati" elus rambut Ayah. "kita ke apartement dulu Kai, mau mandi terus ke kampus" ujar Pram melihat Kaila. "Ok" angguk Kaila meringkuk untuk tidur kembali. "honey, are you Ok" sentuh kening Pram, "aku agak sedikit pusing kak" pejam mata Kaila. "kerumah sakit ya" tanya Pram panik, Kaila menggeleng. "kayaknya it's my periode" pejam mata Kaila, Pram mengangguk mengerti. "Kai" elus rambut Pram, Kaila membuka matanya pelan. "kak, tolong belikan pembalut ya..." pinta Kaila, "Ok.... aku akan membelinya didepan nanti" angguk Pram membawa tubuh Kaila untuk keluar dari mobil. Kaila segera melingkarkan tangannya ke leher Pram dan bersandar padanya karena lemas. Pram segera menekan tombol box ajaib yang membawa mereka ke unit apartementnya.
"gimana Kai" kecup Pram kuatir. "badanku lemas, perutku terasa sakit kak" jawab Kaila lirih. "pembalut apa yang harus ku beli" buka pintu apartemen Pram dengan kaki. "yang ada sayapnya, apa aja" geram Kaila ditempat tidur. "Ok" ujar Pram segera keluar apartement. "aaaahhhh....." erang Kaila merasakan sakit diperutnya.
"Cha, bilang sama Bram, aku minta maaf nggak bisa ikut" lirih Kaila menahan sakit. "kamu kenapa, Kai" kuatir Icha mendengar suara Kaila yang kesakitan. "hari pertamaku" kata Kaila menahan sakit perut. "ya.... aku mengerti, jangan kuatir. cepat sembuh" tutup Icha segera.
"Kai" ngos-ngosan Pram, membawa belanjaan pesanan Kaila sekantong gede. "tolong aku membuka pakaian dan ke bathroom kak" kata Kaila menahan nyeri yang menusuk di perutnya. Pram segera meletakkan bawaannya dan membawa tubuh Kaila ke bathroom, mendudukkan Kaila diatas closet, membuka satu persatu pakaian yang dikenakan Kaila. "biar aku buka sendiri" cegah Kaila menahan tangan Pram yang akan meraih pengait celana jeans Kaila, Pram mengangguk dan bergegas keluar, Kaila segera menyalakan shower dan mengatur suhu hangat, bergegas membersihkan diri. dibawah guyuran air hangat. Pram menunggu dengan gelisah didepan pintu bathroom, "kak, tolong ambilkan underwear panties dan pembalutnya" buka pintu bathroom Kaila kecil. Pram segera mengambil satu merk pembalut didalam kantong belanjaan dan mengambil panties didalam walk closet. "ini" angsur tangan Pram dari balik pintu, Kaila segera mengambil dari tangan Pram, sesaat kemudian pintu bathroom dibuka lebar oleh Kaila. "tolong ambilkan t-shirt dan Jogger kak" ucap Kaila dengan wajah yang terlihat kesakitan dan pucat. Pram segera membawa tubuh Kaila ke ranjang, kembali masuk kedalam walk closet untuk mengambil pakaian Kaila, Kaila melepas bathrobe dan memakai pakaian yang diambilkan Pram, berbaring meringkuk diranjang. Pram menyelimuti tubuh Kaila.
"kakak pergi aja, aku tidak apa-apa. ini biasa terjadi saat hari pertama periodeku setiap bulan, aku hanya akan tidur seharian" pejam mata Kaila, Pram beranjak menuju bathroom, menyelesaikan segala urusannya di dalam kamar dan meninggalkan Kaila yang sudah dia pastikan tertidur.
waktu menunjukkan pukul 4 sore, Pram bergegas meninggalkan kampus, hatinya tidak tenang saat meninggalkan Kaila sendirian di apartementnya.
"pak pram" panggil Dewi saat Pram keluar dari ruangannya dengan tergesa-gesa, Pram mendengus kesal.
"ada apa bu Dewi" tanya Pram dingin.
"pulang bareng yuk pak" senyum Dewi mendekati Pram.
"istri. sejak kapan pak Pramudya sudah punya istri" terkejut Dewi menatap kepergian Pram dengan tidak bisa berbuat apa-apa. Pram segera berjalan dengan cepat dan melajukan motornya dengan tergesa-gesa.
"honey" buka pintu Pram pelan. "hmmm....." gumam Kaila lirih.
"gimana, masih sakit" tanya Pram mendekati Kaila.
"udah agak mendingan kak" jawab Kaila.
"aku bersihin badan dulu, nanti aku temeni ya" lalu Pram ke bathroom dan segera menghilang dari balik pintu.
"ingin apa honey" kecup Pram dikepala Kaila yang selalu memejamkan matanya.
"hanya ingin tidur" gumam Kaila pelan. Pram mengelus-elus perut Kaila.
__ADS_1
"apakah selalu seperti ini jika datang periode nya" tanya Pram.
"hmm....." dehem Kaila pelan.
"bolehkah aku menyelesaikan pekerjaan sambil menunggumu" tanya Pram.
"hmm......" dehem Kaila pelan. Pram beranjak mengambil gadget untuk memulai meet nya dengan staf nya. Pram sesekali melihat Kaila yang merintih kesakitan, tangannya secara refleks mengusap-usap perut Kaila yang sakit. "kak, minum air putih hangat" pinta Kaila lirih, Pram meletakkan gadgetnya dan berlari ke pantry mengambil minuman untuk Kaila. Pram mengangkat kepala Kaila sedikit agar mudah untuk minum.
"I'm sorry, my wife sick. she has her period" ucap Pram kembali meet dengan staffnya sesaat kemudian.
"honey, nggak mau makan. ini jam 8 malam" kecup pipi Pram.
"tidak, aku hanya ingin tidur" gumam Kaila, "kalo gitu aku keluar sebentar, mau makan ya" pamit Pram.
"hmm....." dehem Kaila. Pram beranjak keluar ruang tidur meninggalkan Kaila untuk makan malam.
Pram meraba-raba sampingnya namun tidak mendapati Kaila ada disana, Pram segera membuka matanya dan bangun. mencari sosok Kaila di dalam bathroom, walk closet hingga akhirnya ia keluar kamar, di lihatnya Kaila sedang di pantry melakukan sesuatu. Pram bersandar di dinding, merasa lega melihat Kaila. Pram memeluk Kaila dari belakang. "udah bangun kak" toleh Kaila terkejut. Pram menghirup aroma Kaila yang menenangkan, menempel rapat ditubuh Kaila. "hmm....." gumam Pram pelan mengelus perut Kaila dari balik T-shirt nya. "apakah masih sakit" tanya Pram, Kaila menggelengkan kepalanya. "hanya saat hari pertama periode, selalu seperti itu" jawab Kaila. "lepas" pandang Kaila. Pram tersenyum segera melepaskan tangannya, Kaila membawa makanan kemeja.
"makan" senyum Kaila. "honey, kamu suka mie instan" pandang Pram melihat Kaila yang memakan mie instan. "it's just simple food dan rasanya menakjubkan" angguk Kaila meniup-niup mie instan rebusnya. Pram meraih mangkuk didepannya dan mulai memakan. "enak" angguk Pram, Kaila tersenyum. "aku ada kuliah pagi ini, kakak ke kampus juga kah" tanya Kaila.
Pram mengangguk. "ngomong-ngomong, itu pembalut segitu banyaknya mau buat apa kak. bisa buat buka toko kelontong lho khusus pembalut" pandang Kaila. Pram tergelak mendengar perkataan Kaila. "penjaga toko juga menanyakan hal yang sama, aku panik melihatmu kesakitan. jadi semua yang bersayap aku beli" geleng kepala Pram. "tau nggak honey, itu pengalaman pertamaku membeli that" senyum Pram menatap Kaila. "dan kamu tau, banyak mata wanita menatapku kayak makhluk alien ketika mengambil that things" tawa Pram, Kaila tersenyum lebar.
"good, jadi punya pengalaman berharga untuk membelikan istrimu kelak kak" jawab Kaila memakan mie instan tenang. Pram menatap Kaila sesaat, "kamu adalah istriku Kai" kata Pram, Kaila menatap sekilas Pram dan terdiam karena tidak mau membahasnya terlalu panjang dengan Pram, yang pada akhirnya hanya akan membuatnya tambah kesal.
hai hai hai... para readers, love you all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak hehehehehe..
selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat.
ciehhh... udah kayak mau tampil dikondangan aja nih hahahaha...
dukung yaaa... karya pertama ku.
love...love...love all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
__ADS_1
thanks a lot pisang sekebon...😘