
jam dinding menunjukkan pukul 4.45 pagi, Pram menggeliat dan mengerjapkan matanya berulang kali menyesuaikan dengan cahaya lampu ruang rawat Kaila, menoleh menatap Kaila yang masih tertidur nyenyak. Pram meraih botol mineral dan meneguk setengahnya sebelum beranjak kekamar mandi membersihkan diri dan memulai kewajiban pagi harinya, setelah selesai Pram menghampiri tempat tidur pasien Kaila dan membacakan doa untuk triplets diperut Kaila, mengecup kening Kaila. Pram membuka pintu dan melihat ketiga penjaganya yang masih setia menunggu didepan ruangan.
"belilah sarapan sebelum ganti, agar jika Kaila sadar merasa senang" kata Pram, mereka mengangguk patuh, seorang penjaga beranjak meninggalkan tempatnya untuk membeli sarapan.
Pram menatap Kaila yang masih tidur, segera bergegas untuk membuat dirinya segar sebelum Kaila bangun. Kaila membuka matanya pelan, menyesuaikan dengan cahaya lampu ruangan, melihat ruangan yang sepi. "hubby" panggil Kaila pelan namun tidak ada sahutan dari Pram. Kaila melihat selang infus yang tergantung disebelahnya, menghela nafas sesaat menyadari bahwa dia sedang dirawat sekarang.
"kak penjaga" seru Kaila, salah satu penjaganya membuka pintu lebar dan berdiri didepan pintu setelah mendengar panggilan Kaila.
"kami disini non" senyum penjaga mengerti jika Kaila baru saja bangun dan mencari keberadaan tuan mudanya. "apa ada yang bisa saya bantu non Kaila" sapa penjaga ramah. Kaila melihat jam dinding yang sudah menunjukkan hampir pukul 7 pagi, "udah sarapan kak" tanya Kaila memejamkan mata sesaat.
"sudah non, tadi tuan Pram sudah meminta kami untuk membeli sarapan, jika nona bangun agar merasa lega" angguk penjaganya. Kaila mengangkat jemari tangan nya keatas, "gitu dong kak, nggak usah nunggu diberitahu harusnya segera beli sarapan jangan sampai telat, kalian adalah tulang punggung keluarga, aku tidak mau sampai kalian kenapa-kenapa" toleh Kaila ke arah pintu, penjaga Kaila hanya bisa tersenyum dan menunduk hormat tanda segan kepada Kaila yang memperlakukan mereka dengan sangat baik, tidak hanya dengan pekerja yang bekerja pada mereka saja tetapi pada keluarga para pekerja juga.
Pram keluar dari kamar mandi dan melihat interaksi yang terjadi antara istrinya dan penjaganya. "honey" dekati Pram mengecup kening Kaila, Kaila melihat Pram yang terlihat segar sehabis bersih-bersih badan dan penjaga Kaila segera menutup pintu kamar kembali.
"habis mandi by, aku panggil dari tadi ternyata dikamar mandi, aku kira ditinggal sendiri. trus manggil kak penjaga diluar, aku mau mandi badanku sudah lengket dari kemarin nggak mandi " kata Kaila menatap Pram lekat. Pram menghela nafasnya panjang. "bentar, aku tanya perawat dulu. apakah kamu boleh bergerak turun atau tidak" pencet tombol Pram, Kaila memajukan bibirnya kedepan tanda tidak suka.
"aku caplok tuh mulut, dikondisikan" pandang Pram, Kaila nyengir mendengar ungkapan Pram yang menafsirkan lain.
"sus, istri saya boleh mandi sendiri nggak udah lengket badannya" tanya Pram langsung saat seorang suster membuka pintu. "sebentar, saya akan tanyakan kepada dokter Nisa dulu tuan, karena beliau yang bertanggung jawab atas perawatan nona Kaila" jawab perawat yang datang dan segera keluar kembali untuk menghubungi dokter Annisa.
__ADS_1
Pram menyodorkan air mineral ke Kaila yang segera meneguknya pelan. "triplet baik-baik saja, dokter Nisa bilang kamu kecapekan Kai, jika kamu tidak membatasi aktifitas maka kejadian ini akan berulang kembali" genggam tangan Pram hingga membuat Kaila terdiam lama. "kamu harus menghentikan kegiatan jika alarm tubuhmu mengatakan stop Kai, jangan terlalu memaksakan badanmu jika waktunya harus istirahat" kata Pram. Kaila mengusap perutnya memberi rasa tenang kepada triplet.
"maafkan momi yang tidak ingat dengan kalian jika sudah melakukan sesuatu, kalian jagoan momi yang kuat" kata Kaila. "juga jagoan daddy, mulai hari ini daddy akan lebih ketat mengawasi momi kalian" pandang Pram menatap Kaila lama. "don't by, sudah cukup kamu memperhatikan selama ini, jangan lebih lagi" geleng Kaila memejamkan mata dan mendesah panjang memikirkan jika Pram akan bersikap over protective kepadanya.
"jadi ingat untuk istirahat sendiri sebelum aku mengingatkan honey. tidak hanya triplet taruhannya, tapi kamu juga. kamu mau aku jadi gila jika kamu kenapa-kenapa" tanya Pram. Kaila menganggukkan kepalanya mengerti dan akan bersikap hati-hati lagi. "maafkan aku by" pandang Kaila, Pram mengangguk dan tersenyum. "berusaha untuk menjaga tubuhmu honey, temani aku dan anak-anak sampai nanti" pandang Pram mengelus tangan Kaila, Kaila mengangguk pelan.
perawat kembali kekamar dan mengatakan bahwa dokter Nisa memperbolehkan Kaila untuk mandi asalkan hati-hati dan menjaga kondisi badannya, nanti dokter Nisa akan datang agak siang karena ada urusan sebentar. Kaila mengucapkan terimakasih dan segera beranjak dari bed pasiennya setelah dilepas jarum infus dari tangannya
"perasaan akhir-akhir ini sering banget ditusuk oleh jarum infus, by" jalan Kaila pelan, Pram membantu Kaila ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang dari kemarin sore belum menyentuh air. "karena kamu bandel" jawab Pram tegas, Kaila tertawa tanpa suara hanya memperlihatkan deretan gigi putihnya. Pram menggosok punggung Kaila menggunakan sabun karena seringkali Kaila merasa lelah saat membersihkan tubuhnya. "by, ayah.." tanya Kaila menahan badannya dengan tangan didinding kamar mandi saat Pram memberikan sabun ke badannya di bagian belakang.
"ayah langsung lari kerumah sakit tadi malam aku minta untuk pulang agar tidak ikutan sakit, mungkin bentar lagi kesini" kata Pram membasuh badan Kaila dengan menyalakan shower dan segera menjauh agar tidak terkena air. Kaila segera membersihkan badannya dengan guyuran air yang membuatnya segar kembali.
"Ayah sudah sampai honey, beliau menunggu didalam" kata Pram meletakkan pakaian Kaila dan membantunya memakai pakaian. "Ayah" peluk Kaila saat melihat Ayahnya sudah menunggunya keluar dari kamar mandi. Ayah tersenyum melihat Kaila yang lebih baik kondisinya daripada kemarin. "sudah mendingan Kai" elus punggung ayah melihat Kaila yang tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "maafkan Kai yah, membuat ayah kuatir semalam" jawab Kaila.
"jaga dirimu baik-baik Kai, kamu bawa anak lebih dari satu jangan sembrono" sentil kening Ayah pelan. Kaila tersenyum lebar.
"bawa apa yah, makanan bukan" lihat Kaila kearah paperbag diatas meja. Pram mengeluarkan beberapa kotak makanan didalam paperbag, Kaila duduk disamping Pram untuk melihat apa saja makanan yang dibawa ayahnya. "tadi bik Sum sudah kedepan, ayah disuruh bawa semuanya" kata Ayah mengambil jajanan pasar. Kaila menunjuk bubur kacang hijau untuk dimakannya pertama kali, Pram meraih bubur menyuapi Kaila. "laper banget kah Kai" tanya Ayah menatap Kaila yang lahap menyantap bubur kacang hijau, Kaila hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara.
"Kai bangun pukul 7 yah, semalam tidur nyenyak makanya pagi hari kelaperan" jelas Pram menatap Kaila yang antusias memakan bubur kacang hijaunya "by, makan juga. aku udah selesai dengan buburnya mau makan jajan pasar aja" geleng Kaila. Pram mengangguk dan melanjutkan makan bubur kacang hijau Kaila. Ayah manggut-manggut mendengar jawaban Pram. "Kalai nggak ikut yah" tanya kaila meminum coklat dingin yang dibikinin bik Sum. "sebenernya mau ikut, tapi ada panggilan dari klinik. mungkin nanti kalo sudah selesai urusannya pasti kemari" jawab Ayah.
__ADS_1
"Ayah naik mobil sendiri" tanya Kaila mencomot makanan kecil. "nggak hanya kamu aja yang nggak boleh nyetir Kai, semenjak kecelakaan Ayah sudah nggak pegang stir lagi. nggak suamimu, nggak suami Kalai sama aja" hembus nafas Ayah, Kaila tertawa pelan.
"padahal dulu sering ngeluh capek kalo nyetir jarak jauh setiap hari ya, yah. sekarang keinginan itu terpenuhi kita malah mengeluh nggak boleh nyetir sendiri" kata Kaila, ayah tertawa pelan.
"kak penjaga sudah ada makanan" ingat Kaila menatap Ayah. "ya elah Kai, udah. mereka ganti jaga. tadi ayah bersama mereka. bik Sum udah menyiapkan bekal" pandang ayah menyeruput kopi hitamnya.
"nanya doang yah, siapa tau kak Pram lupa mengecek anak buahnya" kata Kaila. Pram dengan tenang makan sarapannya tanpa menjawab Kaila. "mereka sudah mengkondisikan keadaan mereka sendiri Kai, tidak aku suruh pun mereka akan tertib melakukan semuanya jika aku selalu ngomong mereka malah akan merasa terkekang. mereka juga sudah sangat segan kepadamu yang selalu memperhatikan mereka" senyum Pram menatap Kaila. "karena mereka selalu bersamaku sih by, jika mereka kenapa-kenapa aku juga yang akan repot karena tidak bisa kemana-mana" tawa Kaila, Pram mengelus bahu Kaila.
"aku tahu kamu peduli dengan orang lain siapapun itu, aku tidak keberatan asal mereka tidak memanfaatkan mu untuk berbuat yang merugikan dirimu. karena jika itu terjadi berarti siapapun itu tidak sayang nyawanya sendiri" pandang Pram. Kaila mengangguk dan menyodorkan coklat dinginnya.
"minum by, nggak usah banyak ngomong. nggak kliatan citra CEO dingin nya" senyum Kaila, Pram memeluk Kaila dan menciumi pipinya yang terlihat chubby, Kaila tertawa terbahak-bahak berusaha menjauhkan wajah Pram dari pipinya. Ayah hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat kekonyolan mereka yang terkadang nggak ada jaim-jaimnya dihadapan orangtua.
"anak kalian pasti ngakak liat orangtuanya kayak gini nggak ada wibawa-wibawanya padahal kalo ketemu orang senyum aja mahal banget" kata Ayah menatap mereka berdua. "iisshh, itu mah kak Pram yah, kalo Kai selalu senyum takut pada lari client nya. nggak dapet duit dong Kai nanti, rugi bandar kalo dah gitu" kata Kaila tertawa kecil. "mana mau kamu dikasih duit banyak, yang ada sedekahnya tambah banyak bikin makin tambah banyak uang yang masuk ke perusahaan. daddy aja sampai geleng-geleng kepala liat cara kerja kamu yang beda dari biasanya, kenapa nggak dari dulu aja kamu jadi mantunya, kan nggak usah repot-repot menggaji orang ketiga. begitu lihat laporan perusahaan di Indonesia, daddy tidak habis pikir dengan semua itu" minum coklat dingin Pram.
hai .... hai ..... hai ..... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak, selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung ya... karya pertama ku.
luv ..... luv .... luv .... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
thanks a lot pisang sekebon...😘
__ADS_1