Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 39


__ADS_3

"paman Din" panggil mommy saat tiba diruang tengah melihat mereka yang tidur dengan nyenyak, "ada yang bisa saya kerjakan nyonya" datang paman Din dari arah belakang menundukkan badannya. "apakah mereka tidur terlalu larut kenapa pada tidur diruang tengah" pandang mommy menatap pemandangan yang lama tidak dilihat sejak Tara pergi selamanya. "tuan muda dan yang lainnya tidur setelah pukul 3 pagi nyonya" jawab paman Din sopan. "apakah Kaila tidur dikamar Pram" tanya mommy. "iya nyonya, tuan muda tidur disofa sedang nona muda diranjang tuan muda" angguk paman Din mengiyakan. mommy tersenyum senang mendengar Pram masih bisa menjaga diri sesuai adat timur mereka.


"tolong, black tea ku paman" pandang mommy tersenyum. paman Din mengangguk mengundurkan diri.


"pagi mom" senyum Kalai duduk disamping Mommy.


"pagi Kal" senyum mommy membalas salam Kalai.


"apakah tadi malam kamu ikut begadang juga Kal" tanya mommy memakan makanan yang disiapkan para pekerja.


Kalai menggeleng "tidak mom, aku tidak kuat untuk tidur terlalu malam, tapi tadi malam masih ada Kaila, Icha, Davi, kak Pram, kak Saka dan kak Arden yang betah mengobrol" jawab Kalai.


"ahh..... anak-anak itu tidak ingat waktu" geleng-geleng kepala mommy penat melihat kelakuan mereka yang sudah dewasa tapi seperti anak-anak.


"ahh.... Kalai, apa kamu mau ikut mommy sebentar" ingat mommy akan sesuatu.


"tentu saja mom, Kalai akan ikut mom hari ini" senyum Kalai mengangguk.


"beritahu suamimu, jika hari ini agak sedikit sibuk" angguk mommy beranjak dari duduknya Kalai mengangguk dan meminum tehnya segera.


"ayah" senyum Kalai melihat ayahnya berjalan ke arah mereka.


"sudah bangun Kal" kecup rambut ayah, Kalai tersenyum. "ayah tidak melihat Kai" tanya ayah melihat sekitar yang masih sepi, para pekerja membawakan minuman dan sarapan untuk ayah.


"dia mungkin masih tidur yah, maklum pada begadang semalam Kalai sudah terlalu capek jadi tidur duluan" jawab Kalai.


"hhhmmmm..... anak itu kalo udah saling ketemu jadi lupa istirahat" senyum Ayah.

__ADS_1


"yah, hari ini Kalai mau ikut mommy kak Pram sebentar" senyum Kalai, "udah ijin sama Arga belum, dia sekarang suamimu Kal, ijin dulu sama Arga" jawab ayah setelah menyeruput kopi hitamnya. "iya yah, Kalai pasti ijin nggak akan lupa" angguk Kalai mengerti.


"ruangan Pram dimana ya paman Din" tanya ayah sopan melihat paman Din yang berdiri menunggu mereka sarapan.


"mari saya tunjukkan tuan Yoga" angguk paman Din membungkukkan badannya sopan, menghormati besan tuannya, ayah mengangguk dan mengikuti langkah paman Din yang membawanya ke ruangan kamar tuan mudanya. "disini tuan" isyarat tangan paman Din menunjukkan ruangan kamar Pram.


"terima kasih paman Din" angguk ayah sopan. paman Din mengangguk hormat dan segera mengundurkan diri.


"Kai..... Kai..... ini ayah boleh masuk ya" ketuk pintu ayah seraya membuka pintu kamar Pram dan segera membuka pintunya lebar, ruangan kamar Pram sangat luas berwarna hitam dan dark grey, tentu karena kamar laki-laki nuansa maskulin sangat terlihat saat masuk. ranjang yang besar terlihat seperti memeluk Kaila yang tidur dengan meringkuk, Pram berada disofa tengah tidak jauh dari tempat tidur, tidak terusik melihat Ayah yang lalu-lalang memeriksa bagian-bagian kamar tidur Pram, menatap taman belakang dari jendela besar yang ada diruangan Pram.


ayah tersenyum melihat Kaila yang nyenyak sekali tidurnya bagai bayi yang tidak pernah kehilangan kasih sayang, mendekati anak bungsunya dan mengelus rambut putrinya yang berantakan diranjang terlihat sangat cantik, Kaila menggeliat pelan mengerjapkan matanya melihat siapa yang membangunkannya. "lima menit lagi yah" tutup cover bed Kaila melihat ayahnya yang duduk di sampingnya, ayah tertawa merasa lucu melihat anak perempuan nya yang selalu begitu jika dibangunkan setiap harinya. "tidur jam berapa Kai" elus punggung ayah. "jam 3 an yah" jawab Kaila, ayah rebahan disamping Kaila. "ruangannya lega ya... Kai" toleh Ayah, Kaila membuka cover bednya melihat ayahnya.


"lega..... kapan kamar Kaila gede yah, ayah emang udah renovasi rumah, kok Kai nggak tau" jawab Kaila memicingkan matanya tanpa sadar sedang berada dimana, Pram yang berada disofa terusik dengan suara orang yang mengobrol didekatnya, dilihatnya ayah dan Kaila sedang mengobrol di ranjangnya, Pram segera duduk dan melihat dengan jelas bahwa itu benar-benar mereka berdua, ia segera berjalan pelan menuju bathroom untuk membersihkan dirinya. "kamarnya Pram gede banget ya.... Kai" senyum Ayah, Kaila membuka matanya pelan, merasa heran. "emang ayah tahu kamar kak Pram, ayah pernah kesana" tanya Kaila menutup mukanya dengan kedua tangannya. "lha.... ini ayah sedang tiduran di ranjangnya" jawab ayah tertawa mendengar putrinya yang masih belum sadar sepenuhnya. "aaahhh..... ayah mah bo ong, udah aaah..... sana Kai mau tidur lagi bentar, yah hari ini kuliahnya agak siang" tutup cover bed Kaila memejamkan matanya kembali.


"dasar, anak ini suka sembarangan, buka mata nya lebar-lebar makanya Kai..... kita ini dikamar nya Pram lho, bukan dirumah. ini rumahnya orang" ujar ayah tertawa memeluk putrinya yang tertutup rapat dengan cover bed, Kaila segera membuka cover seraya membuka matanya lebar-lebar menoleh kearah samping dimana ayahnya berada mengamati keadaan disekitarnya, "aahhh....." acak rambut Kaila, "Kai lupa yah...... kalo dirumah orang" usap wajah Kaila yang terlihat sangat lelah. "makanya keseringan begadang sih kamu sampai lupa jika saat ini kita dirumah orang. untung yang punya rumah baik, lha kalo nggak..... kita dijadiin kelinci percobaan" kata ayah menggoda putrinya. Kaila menatap ayahnya cengo.


"pagi Pram...... sudah segar aja, nih anak yang numpang dikamar malah belum bangun apalagi mandi, seingatnya dia sedang ada dikamarnya" goda ayah melirik putrinya.


"nggak papa yah, biar dia istirahat lebih lama dulu lagian bentar lagi juga jadi kamarnya" senyum Pram, ayah tertawa mendengar candaan Pram. Kaila yang kembali merebahkan dirinya tidak terusik dengan interaksi ayah dan Pram, dia malah kembali tertidur seperti anak kecil yang di dongengkan kedua orang tuanya. Ayah mengelus rambut putrinya itu, "jaga Kaila untuk ayah ya.... Pram" pandang ayah, Pram mengangguk segera.


"sekarang anak-anak ayah sudah mempunyai orang yang menjaga dan melindungi mereka dengan baik jadi membuat hati ayah lebih tenang" kata ayah pelan memandang Pram yang duduk disisi yang lain. "maafkan Kaila yang kadang sangat menyusahkan mu, tapi sebenarnya dia anak yang sangat baik, semoga dia menjadi orangtua yang baik juga untuk anak-anaknya kelak" senyum ayah. "sejak dia kehilangan momi nya, pribadi Kai cenderung menjadi tertutup. dia seperti nyaman dengan dirinya sendiri, seperti membatasi dirinya, menarik diri dari kehidupan sosial sekitarnya" ujar ayah pelan, "melarikan diri ke gunung, hibernasi istilah dia. suka sunyi, tenang dan sepi" tawa ayah mengingat istilah Kaila saat ditanya kenapa suka naik gunung.


"maafkan kami sekeluarga yah" kata Pram menundukkan kepalanya dalam meminta maaf mewakili daddy dan mommy nya, ayah tersenyum dan menggeleng pelan. "tidak Pram jangan begitu, Tara juga korban ayah tahu bagaimana keadaan mommy mu setelah Tara pergi waktu itu, dia lebih menderita dari kami kehilangan anak dengan keadaan yang tidak disangka, kami bertiga justru menjadi lebih kuat dari sebelumnya" hembus nafas ayah.


"ayah juga sebenarnya merasa bersalah karena tidak bisa mengantar mommy saat itu, karena sedang di Bogor" ucap ayah lirih merasa bersalah.


"ayah lebih tenang saat tahu kamu menyukai Kaila, sebenarnya daddy dan ayah memang mau menjodohkan dirimu dengan salah satu putri ayah, agar lebih memperkuat hubungan keluarga kita. tapi sebelum kita lebih detail membahasnya kalian sudah lebih dulu bertemu dan menyukai satu sama lain walau dengan tragedi Arga" tawa ayah pelan. Pram ikut tertawa pelan melihat Kaila yang selalu terlihat menarik di mata nya.

__ADS_1


"rahasia yang dibuat Tuhan memang yang paling sempurna, ayah dulu melihat Arga saat diperkenalkan Kaila merasa Kaila tidak akan pas dengan Arga, mungkin karena karakter Kaila yang keras. ayah malah berkeinginan Arga buat Kalai karena karakter nya yang cenderung lembut dan ternyata..... woolaaa..... ternyata apa yang Ayah pikirkan sekarang menjadi kenyataan" kata ayah tertawa dan menggelengkan kepala. "hidup memang penuh misteri" kata ayah mengelus kepala Kaila berulang kali.


"ayah tidak bisa selalu menjaganya, makanya ketika dia berteman dan dekat dengan seseorang ayah secara alami akan mencari informasi diam-diam. apakah temannya akan membawa pengaruh positif apa tidak padanya, dan ayah bersyukur Kaila bertemu dengan teman-temannya yang baik, selalu memberi support kepadanya. jika dia salah melangkah entah apa yang terjadi pada keluarga Ayah" hela nafas Ayah berat.


"Pram akan selalu menjaga Kaila yah, dia adalah nafas Pram sekarang" kata Pram mantap. "Pram meminta ijin yah..... untuk menemani Kaila sampai ajal menjemput kami berdua, ijinkan Pram menggantikan ayah untuk membimbing Kaila mejadi istri Pram dan momi bagi anak-anak kami kelak" tunduk Pram hormat. ayah tersenyum menatap Pram. "ayah ijinkan Pram, jaga Kaila selama kamu bisa, jika kamu tidak sanggup lagi menjaganya kembalikan pada ayah maka dengan tangan terbuka ayah akan menerima Kaila kembali. jangan sakiti dia, kembalikan dia pada ayah saja" kata ayah bergetar. Pram memeluk ayah Kaila yang terlihat berat melepaskan putrinya kepada laki-laki yang baru saja dikenalnya.


"Pram berusaha melakukan yang terbaik untuk Kaila yah, Pram akan selalu menjaganya" jawab Pram menahan airmata didepan ayah. ayah menepuk bahu Pram dan mengangguk.


"kamu memang seperti yang ayah harapkan" kata ayah.


"biarkan Kaila beristirahat dulu, Kalai tadi pergi dengan mommy mu. Arga mungkin sedang menunggu ayah karena tidak ada Kalai" ajak Ayah keluar kamar, Pram mengikuti langkah mertuanya keluar dari kamar, sebelumnya mengecek sekali lagi keadaan Kaila yang masih tidur di ranjangnya, Pram segera menutup pintu kamarnya pelan.


setelah dirasa tenang, Kaila membuka matanya, menitikkan air matanya mendengar pembicaraan Pram dan ayahnya barusan membuat Kaila menjadi seorang perempuan yang beruntung dikelilingi laki-laki yang menghargai dirinya dan Kalai, ia segera bangun dan menuju bathroom, berendam menyandarkan bahu dan menatap kedepan dimana pemandangan luar jendela kaca yang besar memberikan kenyamanan kepadanya. sendirian, sunyi, sepi dan hening.


"Kai" tepuk-tepuk pipi Pram membangunkan Kaila yang tertidur di bathtub, Kaila membuka matanya cepat. "aku tertidur lagi" tanya Kaila melihat Pram yang mengangguk dan keluar. Kaila membilas tubuhnya, memakai bathrobe dan keluar kamar, Pram menunggu didepan pintu bathroom, meraih jemari Kaila dan membawanya ke walk closet. Kaila duduk di sofa panjang sedangkan Pram mengambil pakaian yang akan dikenakan Kaila yang terlihat mulai menggigil kedinginan. Pram menyerahkan underwear Kaila untuk dipakainya sendiri segera membalikkan badannya dan menunggu Kaila selesai. "jam berapa sekarang kak" pandang Kaila kedinginan. "jam 11 pagi" jawab Pram segera mengangkat tubuh Kaila kebawah untuk segera sarapan.


"kenapa Kaila" tanya ayah melihat Pram yang setengah berlari membawa Kaila keruangan makan. "Kaila ketiduran lagi di bathtub yah.... kayaknya lebih dari dua jam" kata Kaila kedinginan. "lagi..... kamu sering ketiduran Kai" duduk ayah sambil mengusap-usap punggung tangan Kaila. Pram memberikan minuman jahe hangat kemulut Kaila yang segera meminumnya sampai habis. "lagi kak" pinta Kaila, Pram mengisi cangkir dengan minuman jahe lagi, Kaila segera menghabiskannya.


hai hai hai... para readers, love you all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak hehehehehe..


selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat.


ciehhh... udah kayak mau tampil dikondangan aja nih hahahaha...


dukung yaaa... karya pertama ku.


love...love...love all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..

__ADS_1


thanks a lot pisang sekebon...


__ADS_2