
"kita satu mobil karena ayah dan Kalai membawa mobil sendiri-sendiri" toleh Arga melihat Pram dan Kaila mendekat, Pram menyuruh penjaganya mengeluarkan mobil ber seat enam "kita naik ini aja ya" pandang Pram Kaila masuk setelah Davi masuk dan duduk dibelakang Arga didepan Pram dan Kaila duduk ditengah "jangan lupa beli mawar putih Kai tadi Kalai pesan untuk mengingatkanmu" kata Arga memasang seat beltnya. "iya kak hampir lupa aku, nanti mampir ke toko bunga dalam perjalanan kesana" angguk Kaila hampir saja lupa untuk membeli bunga dulu
"halo sayang" sapa Arga "ini kita hampir sampai diarea pemakaman. Kaila akan membeli bunga ditempat toko bunga biasanya." jawab Arga "iya, hati-hati luv U" tutup Arga "Kalai juga dalam perjalanan ke pemakaman" kata Arga.
"didepan toko bunganya sudah nampak" kata Kaila mengangguk mendengar ucapan Arga mobil menepi Pram dan Kaila turun untuk membeli bunga mawar putih untuk momi nya "kamu mau beli bunga yang lain honey" tanya Pram Kaila menggeleng "just this" angkat Kaila membawa beberapa tangkai mawar putih kehadapan penjual "do you like white rose" pandang Pram. "my mom by, aku suka bunga dipuncak gunung worth to get it" toleh Kaila membayar bunganya
"makasih kak atas pembelian mawar putihnya" senyum penjual yang biasanya melayani keluarga Kaila jika akan berkunjung ke makam momi nya Kaila tersenyum mendengar ucapan penjual bunga langganannya. mobil kembali melanjutkan perjalanan setelah Pram dan Kaila masuk tidak berapa lama mobil mereka tiba disekitar area pemakaman belum lama mobil mereka parkir ditempat lapang didepan area pemakaman mobil ayah dan Kalai beriringan masuk dan parkir disamping mereka Kalai keluar dan mencium tangan Arga suaminya. ayah berjalan paling depan diikuti oleh anak dan menantunya mereka berdoa bersama dan menaruh mawar putih ditengah batu nisan momi nya. Kaila dan Kalai meneteskan airmata mengenang momi nya. Pram dan Arga mengusap-usap punggung istrinya masing-masing.
"Kalai dan aku akan pulang" tatap Arga membukakan Kalai pintu mobil "see U at home" peluk Kalai. Kaila membalas pelukan Kalai "ayah berada dibelakang mu" kata ayah, Kalai mengangguk "aku akan mengantar Davi pulang dulu" lambai Kaila ayah mengangguk Pram menutup pintu mobil mereka beriringan keluar dari area pemakaman.
"Kai kapan wisudanya" tanya Davi, Kaila menoleh "aku lupa Dav menanyakannya kapan by" kata Kaila menatap Pram "kayaknya 2 bulan lagi karena jadwalnya begitu" pandang Pram menyerahkan coklat dingin Kaila segera meminumnya dan memegangnya erat "kenapa honey" pegang bahu Pram Kaila tersenyum menggeleng Pram menatap Kaila yang selalu melihat keluar jendela kaca mobil Pram dan Davi mengobrol selama perjalanan Kaila sama sekali tidak ikut bersuara hanya sesekali tersenyum dan tertawa mendengar candaan mereka berdua.
"thanks Kai, mas Pram atas tumpangannya minggu depan aku akan naik gunung" pandang Davi kearah Kaila yang mengangguk dan tersenyum. Davi melambaikan tangannya membalas Kaila yang sedang murung Pram meraih jemari Kaila menatapnya lekat Kaila hanya menyandarkan kepalanya ke kaca samping mobil "kita ke apartement dulu honey" usul Pram bertanya pada Kaila namun Kaila tidak menjawabnya karena sedang asyik melamun menatap malam yang sebentar lagi datang.
tiba di basement apartment.
"honey" sentuh bahu Pram Kaila menoleh dan mengangguk turun dari mobil. Pram meraih jemari Kaila dan menariknya untuk mengikuti jalannya ke seberang jalan mencari makanan kecil "apa yang kamu mau baby" tanya Pram membuka pintu supermarket. Kaila melihat kearah kanan dan menarik tangan Pram agar mengikutinya saat mereka tiba di supermarket sudah mencuri perhatian orang-orang sekitar apalagi jika mereka lebih lama tinggal disitu semakin membuat Kaila merasa tidak nyaman akan tatapan orang yang melihatnya seperti beda, Pram mengikuti langkah Kaila kemanapun dia mau.
"coklat dingin sudah, pastry aja by lebih mengenyangkan perut atau cake" tanya Kaila meminta pendapat Pram "aku lebih memilih this tidak terlalu sweet or this" pandang Pram menunjuk cake pilihannya. Kaila meminta penjaga untuk mengambilkan dua cake itu "kita pulang by, sudah semua" ujar Kaila melihat sekitar yang mulai penuh Pram mengangguk dan membayar semua pesanan Kaila memberikannya pada penjaga yang menantinya didepan supermarket Pram melingkarkan tangannya dibahu Kaila dan merapatkan tubuh Kaila padanya memberi rasa hangat dan nyaman untuk Kaila.
__ADS_1
"apa yang mengganggumu honey jangan seperti ini" tanya Pram pelan Kaila menggeleng menatap sekitarnya dimana orang-orang sudah banyak yang keluar rumah untuk menikmati weekend "just wanna in bed hold you tight by" jawab Kaila lirih, Pram mempercepat langkahnya agar segera sampai di apartement dan memberi instruksi kepada para penjaganya bahwa mereka akan berada di apartement malam ini "aku akan menaruh di tempatnya bersihkan badanmu dan berbaringlah nanti aku akan menyusul" kata Pram. Kaila hanya mengangguk dan berlalu menuju kamar dan membersihkan tubuhnya memakai joger Pram dan t-shirt dark blue Pram masuk dan membersihkan badannya Kaila keluar kamar mengambil cake dari dalam lemari pendingin dan coklat dinginnya menyalakan TV duduk bersandar disofa empuknya.
"honey" duduk Pram disamping Kaila melingkarkan tangannya dibahu sofa dibelakang Kaila, Kaila menoleh menyandarkan kepalanya dibahu Pram. Pram yang mengecupi rambut Kaila berulang kali mengusap bahu Kaila yang tenang menonton TV hingga Kaila tertidur nyenyak Pram mengangkat tubuh istrinya kekamar mengecup kening Kaila dan meninggalkannya dikamar menuju ruang kerjanya untuk memulai meeting dengan beberapa pegawainya. "by" panggil Kaila Pram segera berlari keluar ruang kerjanya dan menuju kamar. "ada apa honey" dekat Pram melihat Kaila yang bercucuran keringat Kaila menggeleng Pram mengambil t-shirt pengganti untuk Kaila memakaikannya segera "aku bermimpi kamu dan semuanya pergi jauh meninggalkanku" kata Kaila berkaca-kaca Pram memeluk tubuh Kaila erat. "tidak apa-apa honey itu hanya mimpi saja aku disini menemanimu bersama triplet tidak akan ada yang terjadi" kata Pram menangkup pipi Kaila yang mengangguk Pram menghapus airmata Kaila menggunakan t-shirt Kaila yang basah tadi.
"mau minum coklat dingin dan menemaniku bekerja diruangan ku" tanya Pram, Kaila mengangguk dan berjalan turun dari ranjang diikuti Pram dibelakangnya Pram membawa cake dan coklat dingin Kaila dari lemari pendingin keruang kerjanya Kaila duduk diatas meja memandang Pram yang sedang mengadakan meeting dengan para asistennya dan Saka meminum coklat dinginnya melihat sekeliling ruangan kerja Pram yang lebih kecil daripada kamar tidurnya.
Kaila meraih jemari Pram dan mengayunkannya ke kanan dan ke kiri Pram menatap kaila dan tersenyum kaki Kaila iseng menarik dan membuka t-shirt Pram meraba dan menyusuri perut sixpack Pram yang menggeram pelan melihat tingkah Kaila yang malah semakin bersemangat berbuat iseng pada Pram, tersenyum kecil melanjutkan aksinya menggoda tubuh Pram dengan kakinya bergerak turun menuju ke sesuatu Pram. ia sebisa mungkin menahan gejolak yang timbul dari dalam dirinya akibat kelakuan istrinya yang menggodanya, Kaila tertawa memperlihatkan giginya tanpa mengeluarkan suara menatap pram yang terlihat blingsatan karena sentuhannya.
Kaila mengibaskan tangannya kebadan nya seperti orang kepanasan membuka t-shirt yang dipakaikan oleh Pram tadi akibat basah oleh keringat dingin saat tidur tadi dan hanya menyisakan bra hitam yang terlihat menggoda Pram hanya memandang Kaila tidak percaya, istrinya berbuat seperti itu. Pram refleks membuka mata dan mulutnya lebar sementara Kaila mengikat rambutnya model bun sehingga tampak leher mulus putih Kaila. Pram menggeram menahan diri dan menggelengkan kepalanya melihat penampilan isterinya, tangannya terulur untuk menyentuh benda kenyal kesukaannya dan mengusapnya lembut Kaila menggigit bibirnya dan memejamkan mata menikmati sentuhan Pram "kita lanjutkan besuk pagi" pandang Pram kepada peserta meeting dilayar dan menutupnya segera, Pram bergerak merapat agar lebih leluasa mengabsen bagian atas tubuh Kaila hingga istrinya mengerang pelan Kaila tertawa saat Pram mengangkat tubuhnya dan membawanya ke kamar tidur mereka.
"kamu satu-satunya perempuan yang mampu menggodaku honey" ujar Pram lembut ******* bibir Kai dengan cepat Kaila melingkarkan tangannya dileher Pram "habis kamu malam ini Kaila Dara Bagaskara" usap rambut Pram sayu Kaila tersenyum manis.
mereka saling berpelukan dibawah cover tebal hingga akhirnya tertidur bersama sampai pagi. suara dering ponsel membangunkan tidur panjang mereka "punyamu, yang" gerak Pram mengangkat tangannya yang melingkar diperut istrinya Kaila bergerak meraih ponselnya diatas nakas dekat dengan ranjang melihat layar ponselnya terlihat nama Kalai dilayarnya.
"hallo Kal ada apa" tanya Kaila menggeser tanda hijau untuk menerima panggilannya.
"hallo Kai kamu dimana" tanya Kalai cepat.
"di apartement kak Pram kenapa memangnya Kal, ada apa" tanya Kaila. Pram memeluk tubuh Kaila dan memainkan benda kenyal kesukaannya
__ADS_1
"mama Arga jatuh dari kamar mandi sekarang ada dirumah sakit kami ada dirumah sakit sekarang" kata Kalai memberitahu.
"ya Tuhan baiklah kami akan segera kesana kirim detailnya lewat chat aku akan membersihkan tubuhku dulu" kaget Kaila menutup segera ponselnya, Pram melihat Kaila "ada apa honey" tanya Pram Kaila menoleh menatap Pram.
"mama kak Arga jatuh di bathroom honey sekarang dibawa kerumah sakit, Kalai dan yang lainnya sedang dirumah sakit sekarang" kata Kaila, Pram membuka matanya lebar dan segera duduk bersandar "kapan kejadiannya" tanya Pram Kaila menggeleng karena tadi tidak sempat bertanya akibat saking paniknya mendengar berita dari Kalai.
Pram mengangkat tubuh Kaila dan membawanya menuju bathroom untuk membersihkan diri segera mengisi bathtub dengan air hangat mencampurnya dengan sabun aroma terapi agar tubuh mereka tenang, Kaila masuk kedalam bathtub menyandarkan kepalanya. Pram masuk kedalam menyusul Kaila "kemari honey, aku akan menggosok punggungmu" pinta Pram meraih tangan istrinya, Kaila bergerak memunggungi Pram agar menggosok punggungnya.
"jangan terlalu memikirkan banyak hal Kai berbagilah denganku biar aku yang memikirkannya untukmu, jauhkan segala pikiran buruk mu dari kejadian apapun, tidak ada hubungannya mimpi buruk mu tadi malam dengan kejadian mamanya Arga hanya kebetulan yang terjadi." bisik Pram mengusap lembut punggung Kaila hanya mengangguk pelan menikmati perlakuan Pram yang selalu memanjakan dirinya mereka berendam sambil berbincang-bincang membilas tubuhnya dibawah shower setelah Kaila merasa kedinginan. Pram mengeringkan rambut Kaila menggunakan handuk kecil terlebih dahulu sebelum mengeringkannya menggunakan pengering rambut.
"udah honey" kecup rambut Pram berulangkali Kaila membuka matanya mereka beranjak menuju pintu ajaibnya.
"by, mau pake polo t-shirt aja" tanya Kaila memperlihatkan polo putih Pram tersenyum dan mengambilnya, Kaila meraih celana coklat muda untuk padu padan nya, memakai gaun coklat muda sewarna dengan Pram yang segera memeluk Kaila dan mencium lembut bibirnya "it's oke honey" usap Pram menatap Kaila yang tersenyum mengangguk memeluk Pram erat "kita kerumah sakit sekarang honey" tanya Pram Kaila mengangguk dan mengikuti langkah Pram keluar dari walk closet.
hai..... hai.... hai..... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa.... karya pertama ku.
luv.... luv....luv..... ut all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
thanks a lot pisang sekebon...😘
__ADS_1