
"hubby" teriak Kaila. Pram berlari menuju kearah bathroom pribadinya dimana Kaila berada. "kenapa honey" buka pintu Pram melihat Kaila yang masih duduk di closet dan jongkok tepat didepannya "ada darah yang keluar by" kata Kaila pucat dan gemetar mencengkeram lengan tangan Pram yang melihat kedalam closet terdapat darah segar, ia segera membasuh organ vital Kaila dan memakaikan underwear nya kembali, memegang bahu Kaila agar tidak jatuh dan memastikan tidak ada yang keluar lagi. Pram mengangkat tubuh Kaila, membaringkan ditempat tidur berjalan keluar dari kamar, meraih ponselnya yang diletakkan dimeja kerjanya untuk menghubungi Saka dan pengawal yang masih ada diparkiran sambil mengusap pipi Kaila yang terlihat pucat.
Saka bergegas masuk tanpa mengetuk pintu bersama Icha dan Davi, "Kai" pegang tangan Icha mengusap-usap tangan Kaila. Davi meraih minyak kayu putih dari kotak obat yang ada diruangan pribadi Pram dan menyerahkannya pada Icha yang segera membalurkan minyak kayu putih ke tangan dan kaki Kaila yang menangis tanpa suara, beberapa kali menyeka airmata yang turun terus menerus. Davi mengambil tissue dari ruangan Pram, membawanya masuk dan meletakkannya didekat Kaila. Pram menatap Kaila dengan sedih, mengelus rambut dan sesekali mencium keningnya menguatkan hati Kaila.
penjaga segera masuk dan memberitahu bahwa mobil telah siap didepan.
Pram menatap Kaila dan mengecup keningnya pelan. "aku, Saka dan Davi akan mengangkat tubuhmu pelan-pelan agar tidak terjadi goncangan sekecil apapun, maafkan aku harus membawamu dengan mereka" pandang Pram, Kaila mengangguk mengerti. "Dokter Nisa sudah aku hubungi untuk menyiapkan tindakan. katanya kamu hanya kecapekan dan mengakibatkan pendarahan. itu kadang terjadi pada ibu hamil, apalagi kamu bawa kembar tiga" usap Pram menenangkan Kaila yang mengangguk pelan.
Pram memandang Saka dan Davi agar mendekat dan membantunya mengangkat tubuh Kaila. Saka memegang kepala dan bahu Kaila, Pram berada ditengah memegang punggung bawah hingga ke paha bagian atas Kaila agar tidak terguncang ketika dipindahkan sedangkan Davi membantu bagian bawah. Icha dan pengawal segera membuka jalan agar terbuka lebar ketika mereka bertiga membawa Kaila keluar dari ruangan, Icha meraih ponsel Kaila dan segera menyusul langkah mereka.
Tio dan beberapa asisten lainnya segera membantu ketika mengetahui kondisi Kaila yang tidak baik-baik saja dan dipapah keluar untuk dibawa kerumah sakit, Icha segera menghubungi Kalai dan ayahnya, menghubungi mama dan papanya kalo mungkin tidak pulang karena Kaila dibawa kerumah sakit sekarang dan meminta Tio untuk mengambil mobil Saka yang masih ada di basement parkiran, Tio mengerti dan segera pergi mengambil kendaraan Saka. mobil Pram melaju dengan tenang, agar Kaila tidak terguncang.
Pram menghubungi rumah, meminta bik Sum agar menyiapkan beberapa pakaiannya dan Kaila untuk dibawa kerumah sakit sesegera mungkin, sedangkan Saka dan Icha mengikuti mobil Pram dari belakang, penjaga Kaila berada didepan untuk berjaga-jaga keadaan jalan agar Kaila tidak terhambat dengan kemacetan.
__ADS_1
tiba dirumah sakit, dokter Nisa telah menunggu didepan lengkap dengan tempat tidur yang membawa Kaila langsung kekamar VIP. mengecek kondisi Kaila dan ketiga bayinya, memberikan penanganan lebih lanjut untuk Kaila hingga ia akhirnya tertidur tanpa mendengar lagi kebisingan yang ada disekitarnya, dari kejauhan terlihat Kalai dan Ayah berlarian keruangan rawat Kaila untuk mengetahui kondisi Kaila, disusul oleh orangtua Saka yang sedang berada di Indonesia, dokter Annisa tersenyum melihat kekhawatiran yang besar dari keluarga Kaila.
"Kaila sudah lebih baik saat dibawa kemari dia kelelahan sehingga terjadi pendarahan, saya beri tindakan untuk membuat dia beristirahat agar badannya benar-benar istirahat, kondisi ketiga jagoan Kaila baik-baik saja. jika telat dibawa kesini, maka sebelum waktunya untuk melahirkan harus dikeluarkan terlebih dahulu" terang dokter Annisa dihadapan keluarga besar Kaila.
"apakah bisa terjadi lagi jika dia kelelahan dok, kemarin memang baru datang dari Jogja karena dia sendiri yang memintanya dan hari ini seharian dia belum istirahat, selalu diingatkan tapi dia tidak mau mendengarkan" hembus nafas Pram menyesal membiarkan Kaila begitu saja, Ayah menepuk pundak Pram tersenyum. "tidak apa Pram, dengan kejadian ini Kaila dapat belajar untuk mendengarkan orang lain jika apa yang dilakukannya berakibat kurang baik" kata Ayah mengerti bahwa Kaila memang keras kepala.
"tentu saja tuan Pram, hal ini bisa terjadi lagi jika nona Kaila kelelahan jadi biarkan dia istirahat dulu, mungkin besuk pagi baru dia akan bangun, pendarahannya sudah berhenti" senyum dokter Annisa, mereka mengangguk dan mempersilahkan dokter Annisa untuk keluar dari ruang rawat inap Kaila.
dering ponsel Pram berdering, ada panggilan dari kedua orang tuanya. "hallo mommy" pandang Pram lelah, duduk disamping tempat tidur Kaila memperlihatkan kondisi Kaila terkini. "is she okay now" tanya mommy, Pram mengangguk mengelus rambut Kaila. "the baby" tanya mommy pelan. "they okay mom, they are really strong children" kata Pram menghembuskan nafas. Pram mengarahkan layar ponselnya kesemua orang yang menjaga Kaila dirumah sakit, didalam ruang inap ada Ayah, Kalai, Saka, Icha dan kedua orang tua Saka.
"apa mommy harus kesana sekarang kak" tanya mommy. Pram menggeleng, "no mom, sebentar lagi kita juga akan kesana. tunggu kami disana saja kami disini baik-baik dan ditemani semua keluarga di Indonesia. papi dan mami Saka juga langsung datang kemari ketika mendengar Kaila masuk rumah sakit" geleng Pram menatap mommynya. "kalo begitu kamu istirahat dulu kak, besuk akan mommy hubungi lagi disana sudah malam kan. istirahat sejenak kak jika kamu sakit maka Kaila tidak akan ada yang menjaga" senyum mommy menenangkan Pram yang sedang cemas dan panik. Pram hanya bisa menganggukkan kepalanya lemah dan segera mematikan panggilannya dengan mommy.
"ayah dan Kalai pulang saja dulu, biar Pram yang menjaga Kaila. besuk pagi jika Kaila bangun ayah ada disini, nanti Ayah nggak bisa tidur jika disini malah akan sakit dan Kaila jadi sedih" pandang Pram. Ayah hanya bisa mengangguk menatap Kaila yang terlihat tenang saat tidur, keluarga mereka berbincang-bincang lama baru kemudian satu persatu pamit pulang.
__ADS_1
"Cha, kita pulang dulu ya besuk pagi aku antar kerumah sakit lagi, biarkan Kaila istirahat dulu. jika kita disini maka istirahatnya akan terganggu karena pasti akan mengobrol tiada henti" pandang Saka lembut mengingatkan Icha yang tidak mau pergi. Icha hanya dapat menghembuskan nafasnya panjang.
"mas Pram, aku pulang dulu. besuk aku kesini, sampaikan maaf ku untuk Kaila jika saat nanti dia bangun aku tidak ada disini menemani" kata Icha, Pram mengangguk. ketika pintu dibuka, penjaga Kaila juga akan mengetuk pintu untuk memberikan pesanan Pram. "maaf tuan Pram, ini titipan dari bik Sum" letak penjaga Kaila. Pram mengangguk dan beranjak dari tepi tempat tidur pasien. "berapa orang yang menjaga diluar" tanya Pram sebelum penjaga kaila keluar ruangan rawat inap Kaila. "ada tiga tuan" jawabnya menunduk hormat. Pram menganggukkan kepala.
"ketika pagi, ayah kesini. kalian harus bergantian minta untuk tambahan penjagaan selama Kaila sakit. shift tiga kali dalam sehari" pandang Pram dingin, penjaga Kaila menganggukkan kepalanya dan segera keluar sesaat Pram selesai memberi perintah. ia segera masuk kekamar mandi dan membersihkan dirinya sehingga terlihat lebih segar. sesaat melihat Kaila yang masih saja tertidur, meraih ponselnya dan mengirim chat ke penjaga Kaila yang berada di luar agar membelikan minuman dan makanan kecil disekitar rumah sakit. Pram merebahkan dirinya disofa panjang, menyalakan siaran TV tapi tidak melihatnya karena sibuk dengan smartphonenya untuk mengecek beberapa hal penting yang harus diselesaikannya segera, tidak lupa untuk sesekali menoleh melihat kondisi Kaila.
terdengar ketukan dari arah pintu, Pram beranjak dari sofa menuju pintu, penjaga Kaila menyodorkan paper bag kearah Pram. "terimakasih, kalian jaga diluar dengan baik" kata Pram. penjaga Kaila mengangguk dan duduk didepan kamar inap pasien Kaila, Pram meminum air mineral, setelahnya menyeruput coklat dingin Kaila.
"maafkan aku honey, tidak menjagamu dengan baik. cepatlah sadar dan kita jaga ketiga anak kita baik-baik" ucap Pram mengelus perut Kaila dan mengecup kening Kaila. Pram kembali menyandarkan tubuhnya disofa panjang dan mencoba mengistirahatkan tubuh agar tidak tegang.
hai .... hai ..... hai .... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini, jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung ya... karya pertama ku.
luv .... luv .... luv .... all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
__ADS_1
thanks a lot pisang sekebon...😘