Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 68


__ADS_3

rumah keluarga Triastomo terlihat lebih sibuk daripada biasanya, beberapa pekerja sedang menata lantai bawah untuk mengadakan sebuah acara "mau diletakkan dimana ini non" tanya mas Han "sana aja mas ditata disana, yang lainnya diajak kesini semua ya.... mas Han jangan ada yang dibelakang biar makan bareng-bareng" kata Kaila "baik non." angguk mas Han Kaila menaruh beberapa barang didekat pembakaran. "honey" kata Pram turun dari lantai atas rumah ayah, Kaila menoleh menyeka keringatnya "jika begini aku melarang barbeque an" pandang Pram Kaila tertawa. "kalo begitu aku pergi dulu by, ketemu besuk ya...." lambai Kaila berjalan meninggalkan teras rumah Pram mengejar Kaila dan mengangkat tubuhnya.


"aku ikut kamu mau kemana" tanya Pram mengecup bibir Kaila berulang kali Kaila tertawa lebar geli atas tingkah Pram "turunin by, tambah berat aku tuh" senyum Kaila. Pram menggeleng dan mendusel dileher Kaila "jangan disini Kai banyak yang jomblo" seru Icha, Kaila dan Pram menoleh kearah suara itu berasal terlihat Icha, Davi dan Saka sedang menurunkan bawaan dari dalam mobil Pram menurunkan Kaila pelan "by bantuin mereka" pandang Kaila. Pram mendekati mobil Saka ikut membantu mereka.


"mama yang bawain nanti juga kesini kalo papa pulang kerja" kata Icha sebelum Kaila sempat bertanya yang macam-macam Kaila tertawa menganggukkan kepala "kalo dipikir-pikir yang sebenarnya anaknya itu kamu atau aku sih Kai perasaan jika kamu kenapa-kenapa heboh banget nyokap gue" kata Icha nggak habis pikir Kaila memeluk Icha erat "maaf ya Cha jadi merepotkan mami mu dan kamu" senyum Kaila. Pram menggerakkan tangannya kekiri dan kekanan agar jangan membuat Kaila menangis Icha mengerti maksud Pram.


"iiissshhh..... apaan sih Kai mami gue kan udah nganggep loe itu anaknya juga apanya yang merepotkan nih mami gue bikinin salad buah buat lu Kai..... eh salah buat triplet" geleng-geleng Icha mengingat-ingat Kaila tertawa sambil mengeluarkan air mata. "makasih yaa..... aku makan dulu salad buahnya" tawa Kaila mengambil salad dari tangan Icha duduk disofa dan memakannya dengan lahap "kelaperan Kai" tanya Davi Kaila mengangguk pelan.


"kamu nggak ngasih makan mas kenapa bisa Kai kelaperan gitu" cerocos Icha Saka menyentil kening Icha "dia akan makan jika memang dia mau jika tidak maka seharian bisa tidak makan itu kemauan anaknya" pandang Saka, Icha mengerucutkan bibirnya kedepan dan duduk disamping Kaila sambil melipat tangannya "kedua Bagaskara itu memang sebelas dua belas sikapnya, dingin, nggak pengertian" gerutu Icha kesal "bener banget" kata Kaila mengiyakan Icha yang menggerutu sambil menyuapi Icha salad buah yang dibawanya tadi Icha segera mengunyahnya. "kapan-kapan harus kita kerjain mereka kita ngilang aja beberapa hari biar mereka tau rasa" pandang Icha menatap Kaila.


"Ok kapan jangan kasih tau Davi nanti lapor lagi sama mereka nggak seru kalo mereka tau kita dimana" angguk Kaila.


"eh dodol..... kalo gue nggak ngasih tau noh para bodyguard yang dibayar laki lu pada yang laporin lu dimana" jongkok Davi dibelakang sofa tempat duduk mereka berdua mereka menoleh cepat dan saling memandang "oh iya..... kok aku lupa ya.... ada banyak yang ngikutin" tepuk jidat Icha menyadari sesuatu "trus gimana ngakalin nya Dav" duduk menyamping Kaila agar dapat berdiskusi bertiga "agak sulit sih karena mata-mata mereka banyak tersebar dimana-mana" kata Davi mengetuk dagunya berulang kali.


"kita liburan ke Labuhan Bajo aja" seru Icha Kaila menutup mulut Icha agar jangan kencang-kencang ngomongnya Icha menyadari dan meminta maaf kelupaan. Davi berpikir agak lama "jangan sekarang, aku masih belum menemukan cara" geleng Davi menyerah karena idenya buntu "jangan berpikir untuk menjauh atau melarikan diri jika mereka tidak menemukanmu sesaat jangan lupa hacker yang akan menemukan keberadaan kalian dimanapun kamu berada" duduk Saka disamping Icha memberi isyarat dengan tangannya yang membentuk pistol dan menembak Icha "bang" ujar Saka meniup ujung telunjuknya.


"apalagi kamu udah tau mbawa triplet diperut mau macem-macem aja" kata Pram Kaila menoleh dan berdiri "aku mau kedalam bentar gerah mau mandi dulu" anjak Kaila menuju box tersembunyi dan bergerak naik. "marah tuh kai" pandang Davi Icha mengangguk menghela nafas panjang. "bujuk sana mas ngapain masih disini yang bikin marah kan situ" kata Icha lebih memilih memandang Saka daripada Pram.


"yang bikin kami marah itu kalian berdua nggak usah merencanakan yang nggak-nggak kenapa sih Cha ada aja ide kalian kalo udah berdua kadang kita tuh sampai nggak ngerti padahal kalo kalian ngomong, minta kami pasti ijinin" kata Saka nggak habis pikir.


"nggak usah ngerti apa yang kami mau nggak ada gunanya,l nggak penting buat kalian kan" pandang Icha tajam beranjak dari tempat duduknya saat melihat Kalai mendekat "Kaila mana" tanya Kalai saat Icha mendekat kearahnya "barusan kekamar nya mau mandi gerah katanya" kata Icha memakan kue basah. "kalo gitu kita bikin minuman yuk Cha biar mereka pada ngumpul aja sendiri" raih lengan Kalai ke Icha mereka pergi kedapur.


"pada kenapa" duduk Arga disamping Pram "Kaila dan Icha marah mereka berencana untuk liburan berdua tanpa sepengetahuan pawangnya" jawab Davi Arga manggut-manggut. "susah ya.... kalo cewek udah ngambek. didiemin aja malah dikira nggak peduli kalo di baikin malah dicuekin" minum Arga sambil bergumam.


"kita ajakin liburan aja gimana naik kapal mereka kan belum pernah liburan naik kapal pesiar" tanya Davi, mereka saling menoleh satu sama lain "nggak terlalu beresiko juga terhadap kehamilan Kaila cuacanya bagus bisa ajak beberapa orang pergi liburan pasti seru kan" kata Davi antusias mereka tertawa bahagia seperti menemukan sesuatu yang briliant "bagus juga ide mu Dav kamu mau ikut Pram atau aku aja" pandang Arga tertawa Davi ikutan tertawa.


"jadi ikutan nebeng keluarga Prayoga nih aku" kata Davi bercanda "Ok next trip kita planning lagi, sekarang kita barbeque an aku harus membujuk momi nya triplet dulu" angguk Pram beranjak dari tempat duduknya dan menuju box tersembunyi menuju kamarnya "rumah ini jadi kliatan gede banget kalo dijadiin satu" lihat Davi seksama "honey" buka pintu Pram Kaila tidak tampak dikamar dibukanya pintu bathroom, walk closet Kaila tidak ada, Pram mencari diruangan triplet dan lainnya.


"honey.... Kai..... yang...." cari Pram ke beberapa tempat lainnya "kenapa Pram" tanya ayah Pram mendekat "liat Kai nggak yah" tanya Pram ayah menunjuk ketiga gadis yang sedang tertawa terbahak bahak membahas sesuatu Pram menghela nafasnya panjang "aku kira Kai menghilang dan nggak ketemu" desah Pram lega "dia nggak akan bisa jauh darimu Pram walau nanti ada laki-laki yang mencoba mendekatinya nggak akan membuatnya berpaling jauh didalam hatinya sudah ada namamu" tepuk bahu ayah sambil berlalu Pram tersenyum mendengar ucapan mertuanya.


"Kai" dekat Pram Kaila menoleh "darimana by, aku turun kamu nggak ada" kecup pipi Kaila, Pram mengelus punggung Kaila lembut "aku tadi kekamar bentar aku naik kamu turun" jawab Pram tersenyum Kaila mengangguk.


"aku mau jagung manis tuh by, yang barusan dibakar" tunjuk Kaila melihat Arga sedang membakar jagung dan beberapa sayuran hijau beberapa orang masuk dan melakukan beberapa persiapan sebuah panggung kecil dihias dan diisi dengan alat-alat musik seperti mau manggung, mereka penasaran dan mendekat kearah panggung.


"ada apa" tanya mereka bingung "permisi kami akan mengamen hari ini, diacara keluarga Bagaskara dan Bimantara" kata Andra, mereka melihat dari dekat "buat yang tadi pagi sidang tugas akhir ini lagu untukmu Kaila Dara Prayoga" kata Dedy, vokalis band Andra and the back Bone mereka berteriak kegirangan mendengar intro lagu sempurna.


...sempurna...


Kau begitu sempurna


Di mataku kau begitu indah


Kau membuat diriku

__ADS_1


Akan selalu memujamu


Di setiap langkahku


Ku 'kan selalu memikirkan dirimu


Tak bisa ku bayangkan


Hidupku tanpa cintamu


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku, lengkapi diriku


Oh sayangku kau begitu sempurna


Sempurna


Saat diriku lemah dan terjatuh


Kau bisikkan kata


Dan hapus semua sesal ku


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku, lengkapi diriku

__ADS_1


Oh sayangku kau begitu sempurna


Sempurna


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku, lengkapi diriku


Oh sayangku kau begitu


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku, lengkapi diriku


Oh sayangku kau begitu


Sayangku kau begitu sempurna


Sempurna


mereka bertepuk tangan dengan semangat mendengar lagu sempurna berakhir beberapa maid dan para pengawal membawa kursi dan sofa untuk mereka duduk sambil mendengarkan band Andra and the back Bone manggung. Kaila memeluk Pram dan mengecup bibirnya "makasih honey aku senang sekali" senyum Kaila ceria Pram tertawa melihat kebahagiaan Kaila menggenggam erat jemari Kaila, Kalai tertawa bahagia melihat penampilan band legenda Indonesia memeluk Arga melantunkan lagu-lagu band Andra and the back Bone.


Icha melihat dengan antusias dan bersemangat sampai sering berjingkrak-jingkrak mengikuti irama lagu band Saka tertawa melihat Icha yang seperti anak kecil diberi mainan baru lupa kalau tadi dia marah-marah kepadanya dan Pram, Icha memeluk Saka beberapa kali saat mengikuti irama lagu, Davi bersemangat didepan band seperti nonton konser sendiri. "siapa yang punya ide untuk memanggil mereka by" tatap Kaila "tuh, cecurut satu yang didepan" kata Pram mengisyaratkan Davi, Kaila tertawa lebar "luv U honey" rentang tangan Kaila lebar Pram masuk dalam pelukan Kaila. "luv U more honey, mom of triplet" cium kening Pram Kaila tertawa lebar.


"kedepan by, kita nonton konser" tarik tangan Kaila untuk mendekat, Pram mengikuti Kaila "aahhh.... Kai ikutan" berdiri Icha mengikuti Kaila, mereka antusias mengikuti lagu Andra. Kalai akhirnya tidak kuat untuk tidak mengikuti mereka "aissshhh..... kenapa gadis-gadis ini nggak ada yang bisa tenang sih" gereget Saka, Arga mengangkat bahunya tanda tidak bisa berkata apa-apa lagi dia membiarkan Kalai berjingkrak-jingkrak bersama Icha didepannya sedang Kaila ditahan Pram agar tidak ikutan Arga tertawa terbahak-bahak melihat pemandangan didepannya Saka menoleh cepat "kenapa" tanya Saka heran "aku nggak membayangkan bisa sampai di moment ini bersama mereka" isyarat dagu Arga melihat mereka Saka tersenyum mengangguk "love will guide you home Ga" kata Saka lirih Arga mengangguk membenarkan "love will guide we home" kata Arga menirukan ucapan Saka.


"aku sudah transfer bagian ku" pandang Arga, Saka mengangguk mengecek aplikasi banking nya "makasih Ga, Pram tadi sudah memberikan bagiannya" angguk Saka "nanti setelah acara, aku langsung transfer ke manager mereka" kata Saka.


"kalo diajak nonton konser kemana-mana mereka pasti mau tuh" kata Arga "nggak juga soalnya leadernya baru hamil pawangnya lebih galak" senyum Saka menggeleng Arga tertawa lebar memang benar jika hanya Kalai yang pergi pasti dia tidak akan mau Icha jika Kaila tidak ada tidak mau. susah jadinya..... hmmmm.....


malam yang menggembirakan kan guys.... kasih vote dunk biar semangat... semangat kakak....


hai.... hai..... hai..... all readers luv U all sekebon pisang biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak, selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat dukung yaaa... karya pertama ku.

__ADS_1


luv..... luv..... luv.... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..


thanks a lot pisang sekebon...😘


__ADS_2