
"besuk kalo aku sidang kalian harus datang ya" pandang Icha Kaila dan Kalai mengangguk "jangan lama-lama Cha sidangnya keburu anakku gede diperut aku mungkin susah jalannya" pandang Kaila, Icha mengangguk dan tertawa "ke kantin yuk ajak ayah liat kalo kita hangout di kampus" pandang Icha "ayok.... cuss" angguk Kalai di iyakan Kaila mereka segera beranjak menuju kantin. ayah berjalan dengan kalai sedangkan Pram menahan tubuh Kaila agar tidak berlari kecil menuju kantin Icha dan Davi mengekor dibelakang mereka tertawa bahagia merasakan kebahagiaan bersama dengan orang-orang yang menganggap mereka keluarga "ayah mau pesen apa jangan sungkan" kata Icha "trus siapa nanti yang mbayar" goda ayah terkekeh "ayah juga lah" balas Icha mereka tertawa mendengar jawaban Icha Pram segera membelikan istrinya beberapa box kemasan coklat dingin siap saji menaruhnya dimeja.
"makasih by.... luv U" senyum Kaila menyeruput coklat dinginnya Pram tersenyum menatap Kaila "aaaahhh.... seger banget tadi rasanya panas dingin saat mau sidang sekarang lega banget" kata Kaila melepaskan semua penatnya saat sidang tadi "kalian mau melihat pabrik manufaktur jam berapa" tanya ayah sambil mencomot bakso Kalai "ayah, pesen sendiri aja jangan gangguin Kalai" jauhkan mangkuk Kalai dari ayah yang menggeleng tidak mau "bentar lagi yah nanti Saka akan menjemput kami disini" jawab Pram.
belum lama pram menjawab ayah terlihat Saka sudah berjalan kearah mereka "pucuk dicinta ulam pun tiba panjang umur tuh anak baru aja di omongin udah nongol aje" pandang Davi dari kejauhan "kalian ada kelas nggak" tanya Kaila menatap Icha dan Davi "ada.... emang dirimu udah jadi pengangguran" goda Icha meledek Kaila yang barusan sidang tugas akhir, Kaila nyengir "iya.... ya.... sekarang aku jadi pengangguran, mahasiswa bukan..... punya pekerjaan kagak...." kata Kaila sadar akan statusnya Icha dan Kalai tertawa pelan "kamu udah ganti status menjadi istri Pramudya Bagaskara dan ibu dari tiga baby Kai, you're in the next level, yang" hibur Pram melihat Saka menyalami ayah ketika sampai dan Icha mencium tangan Saka.
"dah selesai sidangnya, selamat Kai sudah lulus kuliah jadi pengangguran dong" salam Saka Kaila membalas salam dari Saka"makasih kak, sama aja kayak kekasihnya ngatain pengangguran juga" senyum Kaila melihat Icha yang nyengir memakan bakso kuah pedas "ayah jadi berasa sugar daddy dikelilingi gadis-gadis muda gini" topang dagu satu tangan A
ayah menatap ketiga anak gadisnya yang sedang asyik ngobrol dan makan makanan mereka masing-masing "sabar yah bayangkan aku yang sudah menemani mereka bertiga dari sekolah sampai kuliah gini" kata Davi menepuk-nepuk lengan ayah.
"lha.... Kalai kamu emang dasar nggak bisa pisah dari mereka tapi sebenarnya ayah berterima kasih kepadamu karena mau menjadi teman yang baik dan melindungi gadis-gadis usil kayak mereka" senyum ayah menatap anak-anaknya Davi tertawa "gimana ya.... yah, terlalu nyaman sih berteman sama mereka nggak ribet banget kayak temenan sama temen cowok aja. mereka juga bisa diajak hangout sama temen-temen cowok yang lain nggak ada jaim-jaimnya" pandang Davi melihat mereka yang ngakak bareng dengan lepasnya. "iya.... ya.... Dav, kok ya mereka dapat pasangan yang pada lurus semua ya nggak kayak mereka yang jumpalitan, apa ya.... yang membuat mereka ngliat anak gadis ayah" senyum ayah mereka tertawa kecil.
"ho..... oh ya.... yah baru sadar lho kalo pasangan mereka orang yang setipe lurus" angguk Davi senang melihat sahabatnya sudah menemukan belahan jiwanya "lha kamu kapan Dav, ayah tunggu kabar baiknya" tanya ayah menatap Davi. "Davi pingin kerja dulu yah, nyenengin mama sama papa sambil nyari pasangan kayak mereka yang menerima Davi apa adanya" isyarat dagu Davi menatap tiga gadis sahabatnya, ayah menepuk-nepuk pundak Davi pelan "ayah doain semoga kamu mendapat gadis yang baik Dav kamu juga anak yang baik walau ini kota besar tapi kamu sudah menunjukkan pada kedua orang tuamu bahwa didikan mereka dari kecil masih kamu jaga dan junjung tinggi selama ini mereka pasti bangga padamu. ayah aja bangga lho punya anak laki-laki sepertimu" pandang ayah Davi tersenyum lebar dan mengangguk.
"tawaran magang masih berlaku Dav, di perusahaan kami jangan lupa" toleh Pram tiba-tiba Davi tersenyum mengangguk "siap big bos" kata Davi menatap Pram. "ini udah jam 11 lebih mau berangkat sekarang" tatap Saka, Pram mengangguk "berapa lama perjalanan" pandang Pram kearah Saka "kurang lebih satu jam" jawab Saka, Pram menatap Kaila "Kai, jadi ikut ke area pabrik nggak" tanya Pram menatap Kaila yang sedang bersenda gurau bersama Kalai dan Icha membahas hal yang tidak tidak jelas, Kaila mengangguk pelan.
__ADS_1
"girls, aku ikut laki ku bentar ya nanti malem jangan lupa barbeque an dirumah" tatap Kaila mereka mengangguk "Dav, nanti malam kerumah kita barbeque an bareng" kata Kaila, Davi memberi isyarat dengan jemarinya tanda Ok "yah jangan lupa nanti sama Kalai beli buat barbeque an nanti malem" salam Kaila sebelum pergi diikuti Pram dan Saka, ayah mengangguk.
"tekor dong ayah hari ini udah dipalak disini nanti malam juga" canda ayah melihat Kaila yang tertawa pelan. "gampang nanti biar triplet yang gantiin nemenin ayah" tawa Kaila melambaikan tangan ayah tertawa mendengar ucapan Kaila yang membuatnya senang. "honey kita satu mobil dengan Saka atau mau sendiri" tanya Pram "jadi satu aja by, gede kan mobilnya" tanya Kaila menatap Pram "dia bawa mobil yang lumayan sih" jawab Pram mengarahkan pandangan ke mobil Saka, Kaila mengikuti arah mata Pram menuju.
"Ok, kalo naik itu kliatan garang dong" lihat Kaila tertawa "kamu pake gaun honey, nggak terlalu tinggi untuk naik turun" geleng Pram tidak suka. "baiklah kita ganti baju dulu aja" pandang Kaila "memang kamu bawa ganti" tanya Pram menatap Kaila "tidak, ayo ah berangkat pake mobil sendiri aja" jalan Kaila kearah mobil Pram yang terparkir tidak jauh dari mobil Saka. Pram mengikuti langkah Kaila dan masuk kedalam mobil, penjaga mengambil alih kemudi untuk mengantar mereka ke tujuan, Kaila meminum coklat dinginnya sampai habis.
"by, aku mau tidur dulu" kata Kaila memejamkan mata Pram memberikan bantalan panjang untuk Kaila bersandar di bodi mobil Kaila tersenyum menatap Pram sejenak yang selalu sigap membuatnya nyaman dan mulai tidur tak lama kemudian mobil mewah Pram mengikuti mobil Saka yang berada didepan Pram mengelus-elus perut Kaila yang masih rata.
tiba ditempat area pabrik
"terimakasih, iya bu saya ikut rombongan tadi habis dari kampus trus diajak kesini" angguk Kaila duduk dan tersenyum "sudah kuliah tho mbak, kayak masih anak sekolah aja si mbak nih" tawa ibu itu Kaila mengangguk dan tersenyum.
"adiknya mas yang itu mbak" tanya salah satu ibu yang lain menunjuk Pram Kaila menoleh menatap Pram "yang pakai baju biru itu kan bu" tanya Kaila memastikan. "iya mbak, kayaknya mbak dari tadi dekat dengannya daripada yang satunya" angguk ibu itu Kaila tersenyum "itu suami saya bu" geleng Kaila ibu melihat Kaila tidak percaya "sudah nikah mbak, masak sih.... masih muda gini cantik banget sudah nikah" pandang ibu yang lain, Kaila tertawa pelan.
"sudah jodoh bu susah menolaknya" jawab Kaila pelan mereka tertawa, bersenda gurau bersama "honey" datang Pram mendekat kearah Kaila "we are going now" tatap Pram, Kaila mengangguk "kita bergabung sebentar dengan mereka lalu kita pulang ini juga udah jam 3 sore" ujar Pram meraih jemari Kaila yang tersenyum mengangguk
__ADS_1
"ibu-ibu saya permisi dulu terimakasih sudah mau mengobrol dengan saya dan terimakasih sudah mau mengerti akan ada pabrik di daerah sini" senyum Kaila sedikit menundukkan kepalanya, ibu-ibu itu tertawa dan melambaikan tangannya "kau tampak bahagia my wife" senyum Pram ketika mereka berdua saja Kaila memandang Pram dan tersenyum "mereka mengira aku adikmu by, karena lebih banyak berinteraksi denganmu daripada kak Saka" pandang Kaila Pram menoleh menatap Kaila kesal sedang Saka yang mendengarnya tertawa kecil "memang kita salah mencari jodoh Pram, kebayang besuk juga aku akan dikatain seperti itu jika jalan dengan Icha" pandang Saka sedih menatap Pram.
"aku bilang kamu suamiku mereka nggak percaya katanya aku ini cantik banget kenapa buru-buru nikah pasti banyak yang antri suka" goda Kaila menatap Pram yang menghela nafas panjang. "sabar..... sabar Pram anakmu udah tiga sekali lahir udah dapet tiga jangan terpancing emosi" gumam Pram pelan, Saka dan Kaila tertawa ditahan melihat Pram yang kesal tapi tidak bisa menentang Kaila "yang penting aku sayang padamu by, bukan orang lain" kata Kaila menenangkan suaminya dengan mengelus pipinya, Pram tersenyum menatap Kaila lembut "dasar bucin akut" pandang Saka menatap mereka berdua.
"oh.... Ok.... kak aku bilang Icha aja suruh nyari cowok lainnya. biar Saka Bagaskara tau kalau seorang Fritscha Prasodjo bisa mendapat laki-laki manapun yang dia mau" kata Kaila meraih ponsel dari saku nya "ayolah Kai, don't do that I'm not seriously" dekat Saka seketika berada disamping Kaila "jangan terlalu dekat Ka" pandang Pram menyuruh Saka menjauh dari Kaila yang tertawa pelan tidak enak dengan orang-orang disekitar mereka.
"see.... keluarga Bagaskara kalo sudah bucin lupa sama orang lain" pandang Kaila menatap Saka dan Pram "ayo, yang. jangan dengerin orang bucin satu ini" ajak Pram mendekat kearah para pekerja dan penduduk sekitar. Kaila dan Saka saling berpandangan dan menggelengkan kepalanya Pram tidak sadar apa kalo dia juga bucin banget sama Kaila hehehehe...
"kak, aku pulang dulu jangan lupa nanti malam ada acara barbeque an dirumah, nginep aja sekalian bilang om dan Tante dulu" tatap Kaila sebelum masuk mobil "ah iya kak, jemput Icha dulu aku suruh nginep juga Davi jangan lupa" ingat Kaila sebelum masuk.
"iya.... ada lagi nggak my Lil' sister sebelum aku pergi" tanya Saka menundukkan wajahnya di kaca mobil, Kaila tertawa pelan dan menggeleng "nggak kak makasih sebelumnya dan makasih juga menemani dan membantu kerjaan kak Pram selama ini" kata Kaila. Saka tersenyum lebar mengangguk mobil Pram meninggalkan area balai desa disusul mobil Saka yang buat off-road. "mau tidur lagi" tanya Pram melihat Kaila yang memposisikan tubuhnya bersandar nyaman dipojokkan mobil, Kaila menatap suaminya menggelengkan kepala.
hai...... hai..... hai..... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat, dukung yaaa.... karya pertama ku.
luv..... luv..... luv..... all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
__ADS_1
thanks a lot pisang sekebon...😘