
senja telah tiba, tampak langit sudah berwarna kemerahan diujung barat. "Kak, aku mau melepas kebaya dulu dengan mereka karena banyak item yang harus dilepas" pandang Kaila, Pram mengangguk mengerti. ketiga gadis itu bergegas menuju kamar yang dijadikan ruangan mereka tadi pagi untuk melepas segala pernak-pernik yang melekat di diri mereka sejak tadi pagi.
"makasih kak atas kerja samanya hari ini, semoga kita berjumpa dilain kesempatan" senyum Kaila menundukkan kepala sedikit, tanda menghormati team work acara hari ini. "terimakasih nona Kaila, semoga kita masih bisa ketemu lagi di Jakarta" senyum pemimpin team. "apa kalian dari Jakarta" tanya Kaila terkejut mendengar perkataan pemimpin team.
"iya nona, pak Bagaskara mempercayai kami untuk mengurusi acara pernikahan ini dan kami sangat merasa terhormat untuk mengemban tugas ini" angguk pemimpin team. "berarti kalian sengaja diterbangkan kemari" tanya Icha yang berada disebelah Kaila.
"iya nona Icha kami semua sengaja ke London untuk mengurusi pernikahan putra tunggal keluarga Bagaskara" angguk pemimpin team. Icha, Kaila dan Kalai saling berpandangan satu sama lainnya tak percaya.
"tentu saja dengan kesepakatan sebelumnya, karena hal ini merupakan privacy keluarga Bagaskara. kami sudah biasa menangani pernikahan seperti ini untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan" senyum pemimpin team melihat mereka bertiga yang tidak menyangka akan hal ini.
"aaaahhh..... begitu rupanya, semoga kita selalu bisa mempercayai kerjasama dengan kalian ya kak" angguk Kaila tersenyum.
"tentu nona Kaila, kami berharap demikian. semoga di event selanjutnya nona akan selalu mengingat kami untuk kembali bekerjasama" angguk pemimpin team hormat, Kaila mengangguk dan tersenyum ramah.
"honey, kenapa lama" masuk Pram kedalam ruangan. "kami masih belum menyelesaikan semua kak" senyum Kaila melihat Pram yang tidak sabaran. "kalo begitu aku keatas dulu untuk membersihkan diri" senyum Pram berlalu keluar ruangan.
"suamimu nggak nyari juga Kal" manyun Icha, Kalai memperlihatkan sambungan ponselnya kepada Icha yang memajukan bibirnya melihat sahabatnya sudah mempunyai pasangan semua yang memperhatikan mereka. "sejak kapan team kakak berada di London" tanya Kaila, pemimpin team menoleh dan duduk tidak jauh dari Kaila.
"sejak 3 hari yang lalu nona kami sudah harus mempersiapkan segala sesuatunya secepat mungkin dikarenakan kami memiliki kerjasama dengan team lain disini, jadi kami lebih mudah untuk melakukan segala sesuatu yang diharapkan keluarga Bagaskara" senyum pemimpin team.
"aku menyukai hasil yang kakak lakukan" senyum Kalai.
__ADS_1
"terimakasih nona Kalai, saya sangat menghargainya dan kalian adalah salah satu client favorit kami yang menyenangkan jika tidak ada kerahasiaan maka kami akan memperlihatkan pada laman website organizer kami agar publik mengetahui pernikahan keluarga Bagaskara, mengingat ini juga baru pertama kali kita bertemu tapi kalian menghargai kinerja kami sejauh ini membuat kami merasa senang dan bahagia. jika kalian merasa puas dan senang maka pasti keluarga Bagaskara juga merasa puas juga dan kepercayaan itu tidak ternilai harganya" senyum lebar pemimpin team.
"aaahhh...... jadi pingin nikah juga kalo gini" rajuk Icha merasa terharu, mereka tertawa mendengar perkataan Icha yang melow.
"ada apa kak" pandang Kaila menatap ponsel nya. "udah belum" pandang Pram tanpa memakai baju. "kenapa memangnya buru-buru" tanya Kaila datar. "aku ingin mengajakmu naik motor, mumpung disini" kata Pram mengelap rambutnya dengan handuk sehingga terkesan macho.
"kenapa nggak dari tadi ngomong kalau mau riding sih kak, bentar aku selesaikan duluan" semangat Kaila ketika diajak untuk naik motor lagi. Pram mengangguk mematikan ponselnya dan melempar keatas ranjang untuk mengambil baju ganti. "bisakah segera menyelesaikan ini dulu" senyum Kaila malu-malu.
"tentu saja Kai ini sudah hampir selesai, suamimu itu unik yaa.... biasanya pada langsung melaksanakan malam pertama, lha ini..... malah ngajakin naik motor dimalam pertama kenapa nggak ke gunung sekalian" kata stylist yang kemayu itu, Kaila tertawa "nggak boleh naik motor kak sama ayah, makanya semangat kalo ada yang ngajak naik motor" kata Kaila, "kalo naik gunung Kaila sering naik gunung lho kak, kemarin dia ke Jogja dulu mendaki gunung dulu trus langsung terbang kesini dia nggak tau kalo diajak nikah" kata Icha antusias.
"what..... kamu sering naik gunung Kai" terkejut sang stylist tidak percaya melihat dengan seksama Kaila yang terlihat feminim. Kaila tersenyum dan menggeleng "nggak sering kak, cuman sesekali doang ikutan temen" jawab Kaila. "temen yang sering ngajak yang tadi tuh kak, kecil tinggi agak gelap kulitnya, ganteng" kata Kalai.
"kamu juga ikutan kal" toleh stylist segera, Kalai menggeleng "nunggu dirumah aja kak kalo Icha nemenin di penginapan jadi saat naik dan turun gunung Kaila ada yang njagain" senyum Kalai.
"maafkan aku ya... semuanya, sungguh aku menilai kalian dari tampak luarnya" kata stylist tidak enak hati kepada mereka bertiga.
"iiihhhh..... kak santai aja lagi nggak papa kan kita udah kenal" lambai tangan Kaila hingga ponsel Kaila berdering lagi. "isshhh..... ini anak nggak liat orang repot kali ya....." gerutu Kaila beranjak dari duduknya. "safe flight ya kakak-kakak semua. maafkan kami jika melakukan banyak sekali kekurangan selama kalian disini, selamat jalan semoga sampai Jakarta dengan selamat saya pamit dulu" senyum Kaila sambil beranjak keluar ruangan setengah berlari. "terimakasih nona Kaila, selamat jalan" angguk pemimpin team hormat menatap kepergian Kaila.
"lama banget sih, yang" lihat Pram dari sofa, Kaila berlalu menuju bathroom. 20 menit kemudian pintu bathroom terbuka dilihatnya Pram sudah tertidur diranjang, Kaila menyingkirkan cover yang menghalangi kaki Pram dan menaikkannya hingga ke dada suaminya menuju walk closet mencari t-shirt dan celana joger Pram segera keluar kamar dan membiarkan Pram untuk istirahat.
"lho Kai, katanya pergi jalan" lihat mommy, Kaila duduk dekat mommy memeluknya dari samping. "yang ngajak udah tidur duluan mom waktu Kaila tinggal membersihkan diri tadi" jawab Kaila pelan, mommy ketawa, "nggak nyangka malam pertama ditinggal tidur" ucap mommy. Kaila nyengir beringsut pindah tempat duduk mengambil cake puding.
__ADS_1
"pada kemana mom, sepi banget" lihat Kaila kesekeliling rumah. "pada istirahat Kai, jangan lupa segera istirahat jangan terlalu malam tidurnya" titah mommy. "siap mom" hormat Kaila kepada mommy yang tersenyum menatap Kaila, Kaila beranjak keluar rumah. "mumpung cuacanya cerah gini, hang out aja sama yang lain kali yaa pasti asyik nih" rentang tangan Kaila keatas meregangkan tubuhnya karena seharian memakai heels. Kaila berjalan seorang diri mengitari kediaman Bagaskara yang cukup luas, ia melangkahkan kaki menuju lantai bawah, dilihatnya beberapa mobil yang jarang tampak wara-wiri di Indonesia. "buat apa coba punya banyak mobil yang cuman dipajang doang, mubazir tahu uangnya, mending buat di bagiin di panti aja" pandang Kaila mengitari mobil-mobil yang ada. dia berhenti disalah satu mobil yang kecil namun menarik hatinya. "wooowwww..... little bumblebee....." senyum Kaila mendekat, mengagumi terlebih dahulu membuka pintu untuk melihat interior dalamnya.
"like it" coba kemudi Kaila melihat beberapa tombol dan mencoba menyalakannya. "woowww..... silent banget" senyum Kaila merasa mendapatkan hadiah yang tak disangka-sangka. "like it honey" masuk Pram tiba-tiba disamping Kaila.
"oohhh..... gosh..... habis jantungku tahu kak" lonjak Kaila setengah berteriak saking kagetnya. Pram tersenyum mengecup bibir Kaila sekilas. "let's riding this night with this baby" pandang Pram, Kaila menoleh cepat. "it's Ok with that" kerut Kaila tidak percaya memandang suaminya. "tentu saja Kai kenapa nggak. it's all yours now, apapun milikku juga milikmu kan" senyum Pram memakai seat belt dikursi penumpang, "jangan bercanda kak, kita pake ini malam ini" kata Kaila membelalakkan mata tak percaya. Pram tersenyum lebar. "kita just argue with this or let's ride" isyarat kepala Pram untuk segera pergi saja. "ooohhhh..... Ok" angguk Kaila patuh menyalakan kembali mesin mobil, memakai seat belt nya dan mengendarai pelan-pelan meninggalkan garasi, gerbang terbuka lebar saat mobil melewatinya. "wooowww...... daebak" tawa Kaila menirukan scene di drama korea yang sering ditonton icha dan dirinya, Kaila benar-benar merasa gila saking senangnya, Pram tertawa melihat Kaila seperti anak kecil yang diimingi coklat langsung senang tak terkira. "do you love it honey" pandang Pram mengelus pipi Kaila. "like it, hanya suka aja karena cintaku hanya untukmu" senyum Kaila lebar menggoda Pram, Pram tertawa ngakak. "setelah menikah kamu banyak nge gombal Kai dan ngomong nggak jelas" toleh Pram, Kaila nyengir. "itu karena diajari kamu kak, kan ada mentor nya" tawa Kaila, mereka tertawa bahagia.
"kenapa tadi nggak nge bangunin" tanya Pram, Kaila menggeleng, "tidurmu nyenyak banget kak, aku tidak tega" geleng Kaila. "aku tau beberapa hari ini kamu tidurnya kurang karena mengurus diriku yang terlalu labil, thanks kak" senyum Kaila tulus menatap Pram. "aku tidak merasa begitu, yang" geleng Pram mengelus pipi Kaila yang mengangguk tersenyum.
"kita kemana nih kak" pandang Kaila, "makan malam aja gimana" tanya Pram menawarkan pada istrinya "ayo aja kalo aku mah tapi street food ya.... bosen makan high terus" pinta Kaila menaik turunkan alis. "kakak nggak malu kan, aku pake baju biasa gini" tanya Kaila, Pram menoleh. "it's fine honey. you looks beautiful as always" senyum Pram, Kaila memutar bola matanya jengah Pram tertawa mengacak rambut Kaila gemas.
"pingin makan kamu sekarang Kai" lirih Pram menatap Kaila. "yah..... nggak jadi street food kalo gitu udah naik mobil sekeren ini juga" manyun Kaila menatap Pram. Pram tersenyum mengecup bibir Kaila yang mengerucut kedepan. "didepan sana parkirnya, kita jalan aja" beri arahan Pram, Kaila menepikan mobil tidak jauh dari jalan yang dipenuhi penjual makanan.
"kasih tau kak yang halal agar aku tidak salah makan" buka seat belt Kaila dan keluar, Pram menggenggam jemari Kaila agar tetap berada disisinya. "mau coba apa dulu" pandang Pram. "halal food pokoknya" jawab Kaila, Pram mengangguk. mereka beberapa kali berhenti dibeberapa penjual makanan, memastikan yang mereka makan adalah makanan halal, Kaila duduk dibangku jalan akibat kekenyangan. "duduk dulu kak, perutku kekenyangan. susah jalan" cengir Kaila. "untung pake joger, yang. jadi nggak sakit banget perutnya" elus perut Pram.
"he em..... bisa-bisa nggak bisa jalan" angguk Kaila menyandarkan kepalanya ke bahu Pram. "jam berapa kak" tanya Kaila merasa mengantuk, Pram menatap jam tangannya. "9 malam" jawab Pram cepat, "pulang kak, aku merasa sangat mengantuk" kata Kaila menguap. "jelas mengantuk, habis makan banyak" sentil Pram di kening Kaila, Kaila nyengir, "ayo kak" berdiri Kaila mereka beranjak meninggalkan tempat itu.
hai..... hai..... hai...... para readers, luv U all sekebon pisang biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak
selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata
dukung yaaa... karya pertama ku.
__ADS_1
luv.... luv.... luv.... U all readers sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
thanks a lot pisang sekebon...