
Pram melihat istrinya yang terkapar tidak berdaya karena siklus bulanannya "honey" elus pipi Pram membangunkan Kaila yang menggeliat pelan dan menatap Pram. "apa mau makan sesuatu" tawar Pram melihat Kaila yang meringkuk seharian Kaila menggeleng pelan Pram beranjak meninggalkan Kaila karena dia butuh tidur.
"ayah, Kaila tidak bisa pulang hari ini kerumah dia dapat siklus bulanannya" hubungi Pram memperlihatkan Kaila yang tidur nyenyak "dia dapat baru sore hari jadi mungkin sampai besuk dia hibernasi" senyum Pram ayah tertawa melihat Kaila yang dapat julukan dari Pram "tidak apa kalo nggak gitu dia tidak akan berhenti" angguk ayah mengerti. "semoga setelah ini dia dapat hamil siapapun yang duluan nanti ayah pasti senang Kalai juga belum ada tanda-tanda" kata ayah Pram tersenyum.
"sabar yah, semoga ini bulan terakhir Kaila dapat siklusnya sudah 1 tahun lebih kita menikah" angguk Pram ayah menganggukkan kepala. "usia mereka juga masih 22 yah itupun belum genap mungkin mereka masih ingin bersenang-senang Kaila masih sedikit lagi menyelesaikan tugas akhirnya teman-temannya malah banyak yang belum maju yah" kata Pram. ayah tersenyum "makasih ya nak sudah menjaga Kaila dengan sangat baik" kata ayah. "ayah jangan seperti itu Kaila sudah menjadi tanggung jawabku yah jika dia kenapa-kenapa aku yang akan sakit nantinya" geleng Pram.
"by" panggil Kaila lirih pram menoleh "yah sudah dulu ya... kaila membutuhkan sesuatu dia bangun" kata Pram mengakhiri sambungan dengan ayahnya yang mengangguk dan mematikan ponsel. Pram segera mendekati Kaila dan duduk ditepi ranjang. "perutku sakit sekali bisakah kita kerumah sakit" ringis Kaila menahan perutnya yang sakit sekali. Pram berdiri dari sisi Kaila masuk kewalk closet dan mengambil beberapa baju mereka berdua ke dalam tas untuk dibawa kerumah sakit.
"aku mau kekamar mandi dulu membersihkan semuanya kayaknya darahku keluar terlalu banyak" kata Kaila meringis menahan nyeri, Pram mengangkat tubuh Kaila dan membawanya ke bathroom darah Kaila keluar disela kakinya ada yang berupa gumpalan-gumpalan hitam pekat dan darah segar. Pram segera membuka pakaian Kaila dan mendudukkannya di closet membersihkan semua pakaian yang terkena darah yang keluar Kaila membersihkan dirinya.
"tunggu sebentar, yang. aku akan mengambil pakaian bersih" kata Pram keluar dengan cepat. Kaila bergerak menuju shower membasahi tubuhnya mulai membersihkan tubuhnya, darah dan gumpalan hitam keluar sangat banyak disela-sela kakinya Kaila berulang kali membersihkan area sensitifnya setelah mengeluarkan darah haid. "honey" lihat Pram menunggu Kaila dibalik tirai shower. "aku tidak apa-apa by, darah keluar terlalu banyak untuk ukuran siklus bulanan setelah aku selesai mandi kita kerumah sakit kandungan" kata Kaila membuka tirai shower yang menghalangi mereka berdua, Pram melihat tetesan darah mengalir disela kaki Kaila dan sesekali gumpalan darah hitam pekat juga keluar.
"sekarang kita kerumah sakit" kata Pram mengangkat tubuh istrinya yang mengenakan bathrobe menuju pintu apartement turun memakai box ajaib menuju basement untuk kerumah sakit. penjaga Kaila tengah menunggunya didepan pintu mobil segera membawa mereka berdua menuju rumah sakit terdekat.
"bagaimana kondisi istri saya dok" tanya Pram setelah dokter memeriksa Kaila, ia tersenyum melihat kecemasan pasangan pasien kecilnya "dia baik-baik saja tuan....." tanya dokter tidak menyelesaikan kalimatnya, Pram menghela nafasnya pelan. "Pram.... Pramudya Bagaskara" katanya pelan melihat Kaila yang berjalan dibantu oleh suster yang ada di ruangannya. dokter terdiam sebentar dan memandang kedua orang pasangan itu "apakah Bagaskara yang itu" tanya dokter memastikan jika ada kemungkinan salah mengenali orang. Pram membantu Kaila untuk duduk disebelahnya "masih sakit honey" pandang Pram mengelus bahu Kaila yang menggeleng dan tersenyum. Pram tersenyum melihat Kaila tidak seperti tadi.
__ADS_1
"iya dok, saya Bagaskara yang dokter maksud ini istri saya Kaila dara Bagaskara" angguk Pram dokter itu tersenyum lebar ketika mengetahui orang yang ditanganinya adalah orang penting yang sangat sulit ditemui. "aaahhh.... begitu rupanya, baiklah tuan Pram kalau begitu saya akan menjelaskan secara rinci kesehatan istri anda nyonya Kaila" angguk dokter tersenyum lebar.
"mungkin ini merupakan pertama kalinya nona Kaila mengalami ini betulkan" tanya dokter. "benar dokter Annisa" baca name tag Kaila cepat, dokter tersenyum menatap gadis cantik yang terlihat sederhana namun memiliki aura yang istimewa. "perkenalkan nama saya Annisa nona bisa memanggilku kak Nisa" senyum dr Nisa Kaila mengangguk tersenyum manis. "baiklah dok itu terdengar lebih nyaman untuk kami" angguk Kaila. dr Nisa mengangguk mengiyakan.
"apapun yang akan kita bicarakan tetap akan menjadi privacy kalian berdua tidak akan ada yang mengetahuinya selain kita" kata dr Nisa mengerti arti tatapan Pram yang dingin dan mengintimidasi, Pram mengangguk pelan begitu pula Kaila "jika boleh saya tahu berapa lama anda telah menikah" tanya dr Nisa sambil meneliti diagnosis Kaila tadi. "satu tahun lebih dua bulan dok.... maksud saya kak Nisa" senyum Kaila. "apa jika nona Kaila mendapat siklus bulanan selalu kesakitan diawal" tanya dr. Nisa Kaila mengangguk. "saya bisa seharian berada ditempat tidur kak" jawab Kaila. dr Nisa mengangguk.
"begini, tidak ada yang perludikhawatirkan mengenai banyaknya darah yang keluar hari ini diawal siklus bulanan nona Kaila" geleng dr Nisa seraya menopang dagunya dengan kedua tangannya diatas mejanya. "Kai.... panggil saya Kai saja kak biasanya begitu" kata Kaila cepat dr Nisa mengangguk dan tersenyum. "kamu baik-baik saja Kai rahimmu menyesuaikan dengan kondisimu setelah menikah jika sebelumnya menikah dinding rahimmu masih tersisa darah siklus bulanan mu selama ini" terang dr Nisa. "rahimmu sekarang telah bersih dari sisa-sisa darah kotor yang menempel didinding rahim jadi kemungkinan kamu tidak akan begitu kesakitan lagi setelah ini saat siklus bulanan mu datang lagi berita baiknya lagi rahimmu sudah siap untuk dibuahi" senyum dr nisa lebar Kaila dan Pram saling berpandangan dan menatap dr Nisa kembali.
"Kaila sudah siap hamil Pram" kata dr Nisa relaks tanpa takut memanggil mereka seperti mereka adalah teman lama Kaila dan Pram membelalakkan matanya terkejut lalu tertawa lebar. "honey" kecup Pram disetiap inci paras istrinya menandakan kegembiraan yang tidak disangka-sangka Kaila menangis bahagia tidak bisa berkata apa-apa lagi dr Nisa menautkan kedua tangannya didepan dada dan bersandar dibagian belakang kursinya tersenyum menunggu kedua orang yang spesial itu saling meluapkan kegembiraan yang tidak mereka duga sebelumnya.
"terimakasih kak atas penjelasannya kami akan kembali lagi saat kami akan memiliki anak. "baiklah kalau begitu, akan aku beri resep untuk penyubur kandungan ya Kai jadi kalian akan dapat memulainya kapanpun kalian mau tanpa harus bertemu denganku dan satu lagi bisakah aku meminta no. ponselmu jika sewaktu-waktu kamu membutuhkan diriku" senyum dr Nisa Kaila tertawa renyah melihat tingkah dr Nisa yang seperti bertemu dengan artis idolanya.
"seharusnya aku yang meminta no. ponselmu kak karena aku pasti akan membutuhkannya saudara kembar ku pasti akan segera meminta konsultasi padamu" angguk Kaila mengeluarkan ponselnya menempelkan barcode ponselnya "sudah kak" lihat layar ponsel Kaila. "kamu kembar Kai" pandang dr Nisa kearah Kaila tidak percaya bahwa gadis yang begini cantik ternyata ada dua, Kaila menganggukkan kepalanya "iya kak namanya Kalai. kami sama-sama menikah dengan rentang waktu yang tidak lama dia juga belum hamil kak" angguk Kaila tertawa.
"begitu rupanya, kalau begitu mari kita abadikan moment dulu" berdiri dr Nisa tertawa mendekat kearah Kaila dan berdiri disampingnya Kaila mengangguk tersenyum, suster perawat mengabadikan moments mereka bertiga. "terimakasih kak atas waktunya yang sangat lama" senyum Kaila menyodorkan tangannya untuk memberi salam, dr Nisa menyambutnya dan tersenyum.
__ADS_1
"sama-sama Kai aku tunggu kabar baiknya ya.... " angguk dr Nisa sedikit menunduk tanda menghormati Pram dan Kaila, suster perawat mengantar mereka ke luar ruangan praktek dokter dan memberitahu alur pemeriksaan hingga pembayaran terutama jika besuk akan memeriksa bisa mengatur jadwal sebelumnya via telepon. Kaila mengangguk dan tersenyum mengucapkan terimakasih kepada suster. Pram menggenggam jemari tangan istrinya selama dia berbicara dengan suster sambil melihat penjaganya untuk melakukan pembayaran, penjaga kemudian bergerak mengikuti perintah tuannya.
"udah dibayar by" toleh Kaila setelah selesai berbicara dengan suster perawat Pram mengangguk "tinggal menunggu obat yang diresepkan dokter Nisa tadi" duduk Pram. "kita kerumah ayah atau mau kembali ke apartement" tanya Pram merapikan rambut Kaila. "ke apartement aja aku masih ingin tiduran karena banyak darah yang keluar tadi, jaraknya juga lebih dekat" geleng Kaila Pram mengangguk setuju "honey, bagaimana kalo kita bangun rumah disamping ayah jadi kita tetap dirumah kita tapi ayah juga bisa kemana aja" pandang Pram.
Kaila memandang Pram mengernyitkan keningnya "memang ada lahan kosong sebelah ayah" tanya Kaila "nggak kemarin habis ayah pulang dari kejadian ban kempes ada yang datang kerumah nawari sebelah rumahnya mau dijual karena udah pensiun jadi dia ingin tinggal di daerah pedesaan gitu" jelas Pram. "pasti udah dibeli kan" telisik Kaila menatap Pram lekat Pram tersenyum lebar "udah jalan juga pembangunannya" kata Pram. "trus kenapa harus tanya sekarang" tanya Kaila tersenyum Pram menatap istrinya merasa bahwa dia marah tapi tidak mau Pram tahu.
Pram memeluk Kaila "jangan marah honey aku sebenarnya ingin memberitahu sejak awal tapi kata ayah biar jadi kejutan saat kamu lulus ujian" tatap Pram, Kaila menganggukkan kepala mengusap kepala suaminya "tidak apa by, kamu sudah melakukan yang terbaik untukku aku senang jika kita bisa bersama ayah senang lagi jika daddy dan mommy mau tinggal bersama kita seru kan, jadi satu kompleks cuman milik kita" kata Kaila Pram merenung sesaat mendengar ucapan Kaila yang memberinya ide bagus. "don't kak, nggak usah kepikiran omonganku tadi stop..... sampai disini aja" geleng Kaila mengerti tatapan Pram yang pasti akan mendengar ucapannya barusan Pram tersenyum.
"mau beli apa honey" tutup pintu mobil Pram Kaila menggeleng mobil melaju sedang, jalanan Jakarta terlihat masih ramai lancar. "jika di London tetap nyaman ya by" lihat jalanan Kaila. "tidak juga enakan disini banyak orang yang tersayang berada mengelilingi kita" kata Pram "kamu juga beberapa kali naik gunung saat kita menikah merasa lebih enak mana" senyum Pram. Kaila menoleh "lebih enak disini" jawab Kaila. "tentu saja kamu pasti lebih nyaman di Indonesia" kata Pram, Kaila tertawa kecil mengerti arah pembicaraan suaminya.
"hubby bangun katanya mau mengajar hari ini terus mau kekantor" tepuk pipi Kaila, Pram menggeliat pelan melihat sosok istrinya yang duduk ditepi ranjang meraih pinggangnya dan menelusup untuk tidur kembali.
hai..... hai..... hai...... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat.dukung terus yaaa... karya pertama ku.
luv..... luv..... luv.... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
__ADS_1
thanks a lot pisang sekebon...