
hari ini Kaila mulai bekerja jadi asisten Pram selama dua bulan menunggu wisuda dari mulai menyiapkan semua perlengkapan Pram sebelum ke kampus dan bekerja hingga mengikuti kemana saja Pram pergi, kalau dipikir-pikir sama aja dia jadi istrinya Pram, nggak ada yang berubah. hanya saja sekarang harus ikut Pram ke perusahaan tempat yang sebenarnya tidak pernah mau dia masuki, tempat yang membuatnya memiliki trauma tersendiri membuatnya tertawa sendiri memikirkan semua itu dipikirannya "ada apa honey" tanya Pram melingkarkan tangannya diperut Kaila dari belakang Kaila menoleh mengelus tangan Pram yang melingkar diperutnya
"aku menertawakan diriku sendiri by" jawab Kaila berbalik menatap Pram yang mengerutkan kedua alisnya menatap Kaila heran "kenapa aku dengan mudah dapat kamu peralat untuk menjadi asisten pribadimu by, padahal itukan kewajiban ku sebagai istri" tawa Kaila Pram tersenyum lebar menyatukan hidung mereka "karena aku tidak bisa jauh darimu honey setelah menikah aku tidak mau didekati perempuan lain makanya aku memintamu menjadi asisten pribadiku dimana saja tentu secara profesional aku akan memberikan salary sesuai dengan standar perusahaan ku" kecup bibir Pram lembut "baiklah, aku mengerti jika saat ditempat kerja aku akan bersikap seperti pegawai mu" angguk Kaila paham
"no honey, just like this. kamu jangan merubah apapun itu termasuk panggilan mu kepadaku" geleng Pram mencium bibir Kaila lagi "by, jangan begini ini udah waktunya masuk kerja nanti kita terlambat" pandang Kaila mencoba melepaskan pelukan Pram "terlambat honey, kamu sudah membangunkan yang tidak seharusnya bangun pagi ini" jawab Pram mengangkat Kaila keluar dari walk closet dan membawanya ke ranjang mereka Kaila tertawa pelan dengan refleks melingkarkan tangannya dileher Pram mencium bibir Pram dengan agresif.
Pram tersenyum lebar melihat ke agresifan istrinya yang membuatnya semakin menginginkan lebih "U look hot by" pandang Kaila menangkup kedua pipi Pram yang menatapnya sayu tanpa banyak kata Pram mencium bibir Kaila penuh dengan hasrat. Kaila dibuat melayang oleh Pram pagi hari ini, dimana dia diperlakukan dengan lembut dan penuh kehati-hatian. Kaila merasakan sensasi yang luar biasa setiap kali bersatu bersama suaminya, hentakan demi hentakan yang diciptakan oleh Pram membuat Kaila menggila, mendesah, menggeram dan berteriak dalam waktu yang hampir bersamaan. Pram memainkan dan mengisap benda kenyal kesukaannya, permainan pagi itu membuat mereka bermandikan peluh, Kaila benar-benar dibuat terlena oleh perlakuan Pram.
"by" serak Kaila lemas karena beberapa kali mengeluarkan kenikmatan dari dirinya Pram mengecup bibir Kaila mengerti dan mempercepat tempo permainannya sampai pada akhirnya berteriak menggeram mengeluarkan kenikmatan yang dimilikinya Kaila mendesah panjang menikmati sensasi duniawi Pram terkapar disamping Kaila dan menutupi tubuh mereka dengan cover bed Kaila memejamkan matanya tertidur Pram memeluk Kaila dan ikut tertidur.
jam menunjukkan jam 10 saat Kaila bergerak pelan melihat Pram yang juga tertidur memeluknya "by, bangun nggak jadi kerja" telusuri wajah Kaila menggunakan jari telunjuknya Pram menggigit jari telunjuk Kai saat sampai di bibirnya Kaila tersenyum pelan Pram membuka matanya "istriku yang cantik plus asisten pribadiku tidur jadi aku juga harus ikut tidur" raih badan Pram agar Kaila merapat padanya Kaila berlindung dileher Pram yang mengelus punggung Kaila yang tidak memakai pakaian sehelai benang pun
"kita jadi berangkat gak by, mumpung semangat nih triplets" dongak Kaila Pram mencium bibir Kaila lembut "jadi pingin gini terus Kai, nyaman banget" kata Pram menciumi bibir Kaila yang kenyal "ayo ah by, kita berangkat, kan mau nebeng pake Bumblebee baruku" goda Kaila Pram tertawa lebar berpaling membelakangi Kaila.
"by, ayo" rajuk Kaila memeluk dari belakang Pram menggesekkan punggungnya dengan pelan karena benda kenyal kesukaannya menempel dengan sempurna dipunggung nya segera duduk ditepi ranjang karena mau tidak mau harus datang ke perusahaan hari ini ada meeting penting yang harus dihadirinya kalau sudah begini rasanya malas sekali keluar dari kamar, Pram menghela nafas panjang "ayo honey, kita mandi aku angkat dibelakang" toleh Pram memberi isyarat untuk naik ke punggungnya. Kaila segera naik dan melingkarkan tangannya keleher Pram yang menahan pantat Kaila agar tidak melorot mereka bergegas untuk membersihkan diri.
__ADS_1
"honey, haruskah aku memakai baju formal untuk masuk kerja" tanya Kaila saat Pram mengeringkan rambutnya dengan pengering rambut "tidak pakailah pakaian yang membuatmu nyaman seperti biasa berangkat kuliah" geleng Pram mematikan mesin pengering mengecup ubun-ubun rambut Kaila, mereka berjalan menuju walk closet untuk berganti pakaian Pram memakai pakaiannya dengan cepat saat melihat Kaila kesulitan memakai underwear bra nya Pram mendekat untuk membantunya mengecup pundak kaila yang polos "aku keluar dulu jika melihatmu seperti ini aku tidak yakin akan berangkat meeting" desah kasar Pram menyugar rambut pergi meninggalkan Kaila yang tertawa pelan memilih rok berwarna putih selutut dan kemeja berwarna hijau lumut keluar dari walk closet dilihatnya Pram sedang duduk disofa menunggunya keluar tersenyum melihat Kaila yang selalu cantik.
"kita sarapan dulu nggak honey" tanya Pram beranjak dari duduknya "langsung berangkat aja by, pasti bik Sum sudah menyiapkan coklat dingin untukku" geleng Kaila merasa tidak enak karena terlambat bekerja dihari pertamanya Pram meraih jemari Kaila dan berjalan keluar kamar menuju rumah ayah, "non, ini bekalnya selama ngantor semangat ya non" serah bik Sum tersenyum Kaila tertawa pelan mengangguk dan melambaikan tangan.
"let's work triplets with U daddy" elus Kaila diperutnya dan berdoa sebelum menjalankan mobilnya Pram tersenyum memasang seat beltnya disamping Kaila Pram mengambil coklat dingin Kaila menyeruputnya setengah kemudian disodorkan ke Kaila yang meminumnya sampai habis sambil bersenandung lagu mengikuti irama box music dimobil Pram ikut memainkan gerakan drum dengan kaki dan tangannya Kaila tertawa lebar tanpa bersuara suasana siang yang menyenangkan bagi mereka sepanjang jalan mereka menggila bersenandung dan memainkan gerakan alat-alat musik.
sampai di pelataran parkir kantor satu jam kemudian "tepat makan siang nih by" keluar Kaila dari kursi kemudi Pram meraih jemari Kaila untuk membawanya menuju box ajaib khusus petinggi perusahaan, Kaila mengekor langkah Pram dengan tatapan para pegawai kantor yang baru melihat mereka yang mereka tahu hanya Saka yang menjadi pemimpin perusahaan.
box ajaib membawa mereka naik ke lantai 2 tempat ruangan Pram dan Saka berada, Pram melewati beberapa orang yang menunduk hormat padanya sembari heran melihat Pram yang berkunjung hari ini dengan membawa seorang gadis yang seperti anak sekolah Pram berjalan tanpa menoleh maupun tersenyum Kaila mengikuti langkah Pram dengan ringan.
"kita akan meeting sebentar lagi dengan Junot dan stafnya karena ini meeting terakhir sebelum kita melaksanakan projek terbaru" terang Saka menyodorkan paper garis besar projek baru mereka Pram membacanya sekilas dan memberikannya kepada Kaila untuk dipelajari lebih lanjut sebelum meeting dimulai Kaila membolak-balik beberapa lembar paper yang disodorkan Pram mengerutkan alisnya sesaat menggelengkan kepalanya setelah merasa ada yang janggal dalam perjanjian itu.
"jika terjadi kesalahan maka kita yang akan menanggung kerugian mereka sebagai pihak ketiga tidak akan mengalami kerugian apa-apa" perlihatkan Kaila memberi lingkaran pada klausul perjanjian. Pram dan Saka segera merapat melihat points yang ditunjuk oleh Kaila Pram menatap Saka mereka tersenyum senang karena mereka punya asisten yang mumpuni "kenapa kalian memandangku seperti itu apa ada yang salah denganku" tanya Kaila melihat mereka berdua "tidak honey kamu sangat jeli aku mencintaimu" geleng Pram, Saka mendesis pelan. Kaila tertawa pelan melihat tingkah polah mereka pintu diketuk dari luar seorang sekretaris masuk memberitahu bahwa perusahaan dirgantara telah datang untuk menemui mereka, Saka memberi tahu untuk menunggu mereka diruang meeting, sang sekretaris mengangguk dan melirik sekilas Kaila yang duduk diantara mereka berdua mereka bertiga segera berdiri dan keluar dari ruangan Pram menuju ruangan meeting.
Junot beserta staffnya berdiri ketika melihat Pram, Saka dan Kaila menganggukkan kepala sedikit dan tersenyum kepada Kaila, Junot memandang Kaila yang terlihat semakin cantik Pram berdehem pelan agar Junot mengalihkan perhatian pada Kaila Junot tersenyum tertahan melihat isyarat Pram yang posesif terhadap Kaila padahal staff Junot yang juga ikut meeting adalah anak muda yang sebaya dengan Kaila menatap Kaila tanpa berkedip sekretaris Saka segera memulai meeting siang ini.
__ADS_1
"maaf pak Pramudya kemarin ada kesalahan dalam klausul perjanjian pemuda ini yang salah mengetik" kata Junot meminta maaf atas kesalahan pengetikan klausul, pemuda itu menyodorkan klausul yang baru dan menundukkan kepala tanda meminta maaf atas keteledorannya, Pram melihat sekilas dan menyerahkannya pada Kaila yang melihatnya dengan seksama kemudian mengangguk tanda tidak ada masalah, Pram dan Saka mengangguk tanda setuju dengan Kaila sekretaris Saka hanya mengamati interaksi kedua orang atasannya itu dengan asisten Pram yang baru yang tidak dia ketahui sebelumnya yang ia tahu bahwa Saka memintanya memberi tahu yang lainnya bahwa Pram memiliki asisten tambahan yang akan mengurus segalanya.
"baiklah kalau begitu apakah pengerjaannya nanti sesuai dengan jadwal yang sudah terlampir minggu depan akan dimulai pelaksanaannya kan" tatap Pram tajam pemuda itu mengangguk dan menjelaskan secara detail apa saja yang akan mereka kerjakan, Pram mengangguk tanda mengerti Saka dan Kaila menyimak presentasi yang mereka ajukan selama sesi itu beberapa kali Kaila meminta penjelasan lebih detail pengerjaan soft sistem yang mereka perkenalkan pemuda staff Junot pun dengan senang hati menjelaskan lebih mendalam program yang menjadi andalan mereka nantinya kepada Kaila yang terlihat antusias terhadap karya mereka sehingga mereka berinteraksi seperti layaknya seorang teman diiringi dengan canda tawa yang membuat suasana meeting menjadi lebih cair dan rileks.
"jika ada pertanyaan mengenai projek baru ini silahkan hubungi mereka berdua saja karena memang mereka yang bertanggung jawab mengenai hal ini" kata Junot, Kaila memandang Pram meminta ijin, Pram mengangguk karena tahu projek ini memang harus dihandle oleh orang yang tepat seperti Kaila yang lebih bisa fokus kesatu projek saja sedangkan Pram dan Saka yang akan menangani berbagai keputusan penting perjanjian lainnya "baiklah kak jika ada apa-apa mereka bisa menghubungiku dulu sebelum ke kak Pram atau kak Saka" senyum Kaila akhirnya memberi jawaban "Ok, kalau begitu projek ini deal yaa.... karena Kaila sudah mau menghandle" tanya Junot "kalo itu terserah mereka berdua kak aku hanya asistennya saja" geleng Kaila tersenyum tidak berani mengambil keputusan yang memang bukan wewenangnya, Junot memandang Pram meminta kepastian.
"baik, karena projek ini memang memiliki nilai keuntungan yang tinggi kita sepakat untuk kerjasama" jawab Pram, Junot tersenyum senang karena projek nya ini diakui oleh Pram dan Saka "terimakasih atas kerjasama nya pak Pramudya semoga kita bisa kembali lagi di projek yang lainnya" senyum salah satu pemuda staff Junot Pram mengangguk "dan sebagai terima kasihku kepadamu Kaila aku memesan makan siang khusus untukmu" kata Junot memandang Kaila yang menunjuk dirinya sendiri kepada Junot, Junot menganggukkan kepalanya seseorang mengetuk pintu ruang meeting seorang pekerja pantry membawa pesanan yang dimaksud oleh Junot "tadi aku memesan makanan Turki untukmu" kata Junot memandang Pram, Kaila melihat Pram terlebih dahulu "makanlah aku tahu kamu lapar" kata Pram memandang Kaila tersenyum, sekretaris Saka hanya melongo melihat Pram yang tersenyum kepada bawahannya seumur-umur baru kali itu melihat Pram seperti itu karena memang dia terkenal dingin terhadap siapapun.
pekerja pantry membagikan makanan kepada semua orang yang berada diruangan setelah itu pamit mengundurkan diri, Kaila menyeruput coklat dingin yang segar terasa di tenggorokan nya hingga menghabiskan setengah cup coklat dingin. Kaila memandang Pram yang sedang asyik mengobrol bersama Saka dan Junot dia menunggu hingga mereka sedikit longgar berbicara, Pram menatap Kaila sesaat dan menyuruhnya untuk mendekat Kaila menggeser kursinya untuk berada disisi Pram yang kemudian membuka box makanan Kaila yang masih utuh menunggu Pram menyuapinya, Saka agak bergeser memberi ruang untuk Kaila makan yang juga ikut membuka box makannya.
hai..... hai..... hai..... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak, selamat menikmati cerita pertama kalang di sini jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat, dukung yaaa..... karya pertama ku.
luv..... luv..... luv.... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
thanks a lot pisang sekebon...😘
__ADS_1