Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 57


__ADS_3

sebulan kemudian


Kaila mematikan alarm yang berdering dari ponselnya dia mengatur alarm jam 8 pagi agar tidak telat melakukan sesi bimbingan tugas akhir ke mas Ari salah satu dari tiga pembimbing yang akan mengujinya nanti saat sidang tugas akhir Kaila meregangkan otot badan sebelum beranjak sepenuhnya kebathroom, meminum air mineral yang tersedia disamping nakas ranjangnya dilihatnya Pram masih tertidur dengan nyenyak tanpa terganggu oleh Kaila yang sudah bangun dengan langkah pelan Kaila menuju bathroom untuk membersihkan badannya yang terasa penat.


Kaila memilih berendam didalam bathtub untuk merilekskan otot tubuhnya yang remuk redam akibat aktifitas mereka semalam setelah dirasa segar Kaila memakai bathrobe keluar dari bathroom. dilihatnya Pram masih meringkuk dengan nyenyak dibalik cover bednya, Kaila berlalu menuju walk closet untuk memakai pakaian kebesarannya jeans belel, t-shirt putih dan kemeja abu-abu kemudian melangkah menghampiri ranjang dan duduk ditepi. "honey, ayo bangun aku ada janji dengan mas Ari menyerahkan beberapa bab terakhir tugas akhir ku" elus rambut Kaila. Pram menggeliat pelan membuka matanya perlahan.


"jam berapa janjiannya dengan mas Ari" tanya Pram menatap Kaila yang sudah rapi "jam 9 aku kemarin kan sudah minta ijin" kata Kaila menuangkan air putih untuk Pram yang duduk ditepi ranjang menerima gelas air putih Kaila meneguknya hingga habis menyerahkannya kembali kepada istrinya. "aku siapkan pakaianmu dulu by, mandilah dulu setelah itu kita berangkat" kata Kaila beranjak dari sisi ranjang. Pram menurunkan kedua kakinya dan melangkah menuju bathroom untuk membersihkan dirinya Kaila menaruh pakaian yang akan dikenakan Pram nanti kemeja putih, jeans khaki yang lembut dan sepasang sneakers hitam ber strip putih, kaila melangkahkan kaki keluar walk kloset dan memulai merapikan tempat tidur sehabis Pram bangun.


Kaila merebahkan setengah badannya diranjang menunggu Pram selesai mandi sambil mengecek beberapa chat yang datang dari teman-temannya, Icha memberitahu bahwa dirinya sudah dikampus dari pagi karena ada kelas dia akan menunggu Kaila nanti. Davi sedang ada diruang BEM dengan Bram hingga mengiriminya foto mereka berdua Kaila tersenyum lebar melihat tampang mereka yang konyol. Pram melihat Kaila yang senyum-senyum sendirian menatap layar ponselnya. "kenapa honey" kata Pram tiba-tiba didepan wajahnya mengukung Kaila, Kaila tertawa lebar menghindari cipratan air dari rambut Pram yang mengenai wajah dan kemejanya.


"by, jangan dekat-dekat agak jauh aja sana basah nanti bajuku" dorong Kaila tertawa, Pram tidak bergeming semakin mendekatkan bibirnya ke bibir Kaila memberikan sentuhan dengan lembut, Kaila menutup matanya melingkarkan kedua tangannya dileher Pram yang memandang Kaila, mengelus bibir Kaila. "mau lagi honey" sentuh pipi Pram, Kaila membuka matanya dan mengangguk pelan Pram melepaskan bathrobe nya dan pakaian Kaila ke bawah ranjang mereka melakukannya lagi di pagi hari menikmati nikmatnya rasa duniawi berdua. Pram melakukannya dengan lembut dan pelan menikmati sentuhan dan rangsangan yang diberikan Kaila kepadanya, entah mengapa akhir-akhir ini Kaila selalu meminta lebih seakan-akan tidak lelah melakukannya setiap saat setiap waktu. kenikmatan tubuh Kaila merupakan sebuah candu baginya untuk merasakan hal itu lebih dan lebih lagi. Pram tentu saja senang sekali karena setiap malam tidak pernah absen melihat tubuh istrinya yang semakin lama semakin berisi.


Pram memompa tubuh Kaila semakin cepat hingga mereka melepaskannya secara bersama-sama ia menggeram panjang menandakan telah mencapai puncaknya Kaila pun merasakan hal yang sama segera mencengkeram punggung Pram dan mendesah pelan, Pram mencium kening Kaila lembut. "terimakasih honey, luv U more" senyum Pram. Kaila tersenyum, "luv U too hubby" pandang Kaila. Pram menyentuh benda kenyal kesukaannya, Kaila tersenyum mengatur nafas. "mau bersih-bersih aja atau mau langsung berangkat" tanya Pram melihat Kaila.


"bersih-bersih aja by, aku terlalu lelah untuk mengguyur badanku lagi" geleng Kaila Pram mengangkat tubuh Kaila menuju bathroom mendudukkan Kaila diatas closet membersihkan area sensitif Kaila secara lembut, Kaila menahan hasratnya yang kembali timbul. "by" ujar Kaila menahan tangan Pram yang mengusap area sensitifnya dengan sabun "hhhmmm.... kenapa, yang. apa ada yang sakit" tanya Pram kuatir berhenti sesaat. "aku menginginkannya lagi" ujar Kaila pelan menyatukan kening mereka berdua dengan nafas memburu, Pram terkejut melihat Kaila yang berhasrat lagi.


"are U sure honey kamu tidak apa-apa" senyum Pram Kaila mengangguk pelan mencium bibir Pram penuh gairah. Pram membersihkan sisa-sisa sabun yang masih menempel di area sensitif Kaila juga membersihkan dirinya sendiri Pram membawa Kaila kebawah guyuran shower air hangat untuk kembali melakukannya ia mengangkat satu kaki Kaila agar memudahkan Pram melakukannya Kaila bersandar didinding dan menikmati sentuhan yang Pram berikan hingga tak lama dia menjerit merasakan kenikmatan Pram menahan tubuh Kaila agar tidak terjatuh karena badannya lemas ia kembali memompa miliknya untuk bergerak lebih cepat menuju kenikmatan yang diinginkannya bersama Kaila hingga tak lama mereka sama-sama merengkuh kenikmatan dunia lagi saling mencumbu satu sama lainnya.


Pram membantu Kaila membersihkan dirinya agar cepat selesai memakaikan Kaila bathrobe dan dirinya sendiri Pram memakai baju yang disiapkan oleh Kaila. Kaila menuju walk closet untuk mengambil pakaian yang baru memakai kemeja putih dipadu rok selutut warna khaki warna sama seperti yang dipakai suaminya. serta sneakers putih ber strip hitam. Pram masuk mengambil salah satu koleksi jam mahalnya dan memakainya segera melihat Kaila yang sedang merapikan kemejanya.


"you looks beautiful as always babe" senyum Pram melihat Kaila yang selalu mempesona Kaila mengecup bibir Pram lembut "you too honey" usap bibir Kaila membersihkan sisa Saliva mereka. Kaila meraih tas jinjingnya yang berisi paper tugas akhirnya, Pram membuka pintu apartement agar Kaila keluar dengan bebas, mereka menuju box ajaib untuk turun kelantai basement, alarm mobil Pram terbuka dari jauh Kaila segera masuk setelah Pram membuka pintu untuknya mobil meninggalkan parkiran dan menuju jalanan yang padat di ibukota Jakarta.


"by besuk aku naik mobil dari daddy ya.... aku ingin naik mobil sendiri" pandang Kaila. Pram mengangguk dan tersenyum. "boleh tapi aku yang nebeng nanti" kata Pram. Kaila menatap Pram lekat benar-benar tidak bisa diganggu gugat kalo sudah begitu akan sia-sia jika mereka kembali berdebat Kaila memilih diam saja. "turun di biasanya honey" tanya Pram, Kaila mengangguk "ah iya.... aku lupa honey kita belum sarapan kan" ketuk kening Kaila dengan telapak tangannya. "nggak papa honey, nanti bisa dikantin kampus kan" elus rambut Pram. "baiklah" angguk Kaila menurut. Pram tersenyum menepikan mobilnya dipinggir jalan tidak terlalu jauh dari kampus. "aku kuliah dulu by" salam kaila mencium tangan Pram yang mencium bibir Kaila sekilas. "tunggu aku pulang ya... honey" pandang Pram Kaila memberi isyarat dengan jemarinya memberi tanda Ok, Pram melajukan mobilnya masuk ke kampus.

__ADS_1


Kaila berjalan pelan melewati gerbang kampus berpapasan dengan Dewi pegawai bagian tata usaha yang juga sedang berjalan menuju kantor kampus "tumben Kai jalan kaki biasanya naik mobil sendiri" senyum Dewi menyapa Kaila. Kaila tersenyum mengangguk, "nebeng ayah mbak bosen naik mobil sendirian" jawab Kaila mereka berjalan pelan. "oh ya.... Kai dengar-dengar kamu jadi satu-satunya mahasiswi bimbingan mas Pram ya.... gosipnya sudah beredar lho" tawa garing Dewi basa-basi.


Kaila tersenyum "benarkah mbak malah baru tau kalo saya satu-satunya mungkin karena tema yang saya ambil sesuai spesifikasi keahlian mas Pram jadi langsung dibimbing sama dia" jawab Kaila menatap Dewi.


"tapi banyak lho yang mengajukan untuk bimbingan mas Pram semuanya ditolak cuma kamu aja yang bimbingan sama dia" geleng Dewi merasa heran.


"masa sih mbak malah nggak tau saya kemarin pas awal-awal bimbingan, mas Pram yang nawarin didepan kelas lagi jadi saya tidak tahu menahu mengenai mahasiswa yang lain mbak" senyum Kaila.


"tapi herannya ya Kai kenapa pihak rektorat juga tidak bertindak apapun mengenai hal ini" kata dewi.


"duh mbak kalo itu Kai nggak ngerti Kai hanya mahasiswa biasa aja nggak ada yang ngaruh sama Kai" senyum Kaila Dewi melihat Kaila dari atas kebawah.


"iya.... ya.... Kai, kamu kan tahunya shoping aja ya" pandang Dewi tersenyum.


"nah itu mbak Dewi tau. enakan shopping kan mbak daripada ngurusin hal yang nggak penting buat Kai" angguk Kaila tertawa Dewi ikutan tertawa.


"bener mbak, apalagi itu Kai sama sekali nggak tau mas Pram kan orangnya dingin jadi kalo nggak debat dia nggak akan bicara panjang" kata Kaila. "iya sih kebiasaannya emang dingin banget kalo bicara sesekali tapi kalo pas ngajar beda apalagi kalo baru diskusi" angguk Dewi mengiyakan perkataan Kaila.


"Kai" lambai Icha dari kejauhan Kaila membalas lambaian tangan Icha. "maaf mba, temen saya menunggu saya dari tadi saya kesana dulu ya" senyum Kaila berpamitan Dewi mengangguk Kaila berjalan menuju tempat Icha berdiri.


"tumben jalan sama uler keket" tanya Icha menatap Kaila yang tertawa pelan. "ketemu pas jalan masuk tadi" senyum Kaila berjalan bersama Icha. "katanya jam 9, Kai. ini udah molor 1 jam" kata Icha melihat Kaila. "maaf Cha big bos lama bangunnya sehabis bangun nggak langsung berangkat nggak sempet sarapan juga" kata Kaila menatap Icha.


"mau sarapan sekarang Kai, ini udah siang nanti cacing di perutmu sakit lho" kata Icha menggoda Kaila, seketika Kaila mencengkeram lengan Icha kuat. "Kai, kenapa kamu kenapa" panik Icha melihat Kaila. Icha memegang bahu dan memapah Kaila menuju bangku taman depan terdekat. "kepalaku sakit sekali Cha" kata Kaila memegang kepalanya yang berdenyut hebat. "Kai, aku belikan teh panas dulu ya.... bisa sendiri kan jangan kemana-mana yaa..." berdiri Icha menopang badan Kaila yang terlihat lemas, Kaila merogoh tas jinjing yang berisi paper tugas mengambil ponselnya dan menekan nomer satu di panggilan cepatnya.

__ADS_1


Pram baru saja masuk kelas saat panggilan Kaila masuk. "hallo, yang" tanya Pram yang sedang didepan kelas. "by, tolong aku sakit kepala" kata Kaila menggeram menahan sakit, Pram langsung berlari keluar kelas tanpa memperdulikan mahasiswanya yang berteriak memanggilnya.


"kamu dimana Kai" tanya Pram berlari kedepan.


"hallo mas kami ada di taman depan sebelah kiri" kata Icha mengambil alih ponsel Kaila Pram berlari cepat menuju taman dan melihat Kaila sedang dipeluk oleh Icha. "kenapa Kai" kata Pram meraih tubuh Kaila yang lemas. "kami baru saja bertemu dan berjalan beberapa langkah dia tiba-tiba merasakan sakit kepala yang hebat katanya dia belum sarapan aku mau membelikan teh panas tapi tidak bisa meninggalkannya sendiri dalam keadaan begini" panik Icha tidak tega melihat Kaila yang meringis kesakitan.


"honey, kita kerumah sakit sekarang" kata Pram "Cha, aku minta tolong temui Dewi dan bilang hari ini aku tidak bisa mengajar dan tolong berikan tugas Kaila ke mas Ari, bilang dari Kaila karena aku yang memintamu menyerahkannya jelaskan keadaan Kaila kepadanya" pandang Pram, Icha mengangguk cepat dan segera pergi melakukan apa yang diminta oleh Pram.


Pram menghubungi penjaganya yang berada diluar kampus, mereka segera berlari menuju Pram yang memberi instruksi kepada mereka beberapa tugas bersamaan setelah Pram selesai mereka berlarian kearah yang berbeda, dua penjaga mengambil mobil Pram dan segera membuka pintu untuk bos dan istrinya kerumah sakit penjaga yang lain segera membuka jalan agar perjalanan menjadi lancar, Kaila pingsan saat masuk kedalam mobil Pram memeluk Kaila erat. "honey.... sayang.... kuatkan sampai rumah sakit" usap-usap punggung Pram, Pram menghubungi ayah.


"hallo yah, kaila pingsan saat sampai di kampus ini dalam perjalanan menuju rumah sakit jika Pram tidak bisa dihubungi tanya sopir ayah untuk menghubungi penjaga Kaila" tutup Pram. sampai rumah sakit Pram segera mengangkat tubuh Kaila keatas brankar yang membawa keruang gawat darurat. dokter jaga segera melakukan penanganan.


maaf para readers


part 58 ini seharusnya sebelum 57. karena part ini oleh pihak mangatoon kemarin tidak lulus sensor karena mengandung unsur pornografi, padahal sudah mengajukan untuk yang part selanjutnya.


alhasil part 56 dan 57 tertukar posisinya...


maafkan ya readers 🙏🏻🙏🏻


hai.....hai.....hai...... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak


selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa..... karya pertama ku.

__ADS_1


luv.... luv.... luv.... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..


thanks a lot pisang sekebon...😘


__ADS_2