
"yah jangan lupa abis kerja langsung ke makam momi" ingat Kalai ayah menganggukkan kepala "kamu berangkat kuliah jam berapa Kal" pandang Kaila sambil meminum coklat dingin bikinan bik sum "1" jawab Kalai "mau pulang dulu apa ketemu disana" tanya Kaila memastikan "ketemu disana aja ya.... bawa bunga mawar nanti Kai" ingatkan Kalai Kaila mengangguk "Pram nggak ngajar hari ini" tanya ayah Kaila menggeleng "hari ini katanya mau libur tadi bangun melaksanakan kewajiban dulu trus tidur lagi" jawab Kaila memakan nasi kuning.
"tadi malam sampai jam berapa kalian melanjutkan acaranya" minum ayah "jam 1 an kayaknya yah.... nggak begitu pasti Kai langsung tertidur tau-tau udah dikamar aja" kata Kaila
"Icha tidur disini nggak" tanya ayah "disini yah, diruangan rumah barat kak Saka dikamar sebelahnya. Davi disofa didepan TV" kata Kalai menyebut rumahnya yang disebelah barat dan rumah Kaila disebelah timur "baguslah anak itu bersemangat sekali kalo ada acara." kata ayah "belum bangun dia" tanya Kaila menghabiskan sarapannya Kalai menggeleng. "mungkin kecapekan, biarkan saja nanti juga bangun sendiri" jawab Kalai "kita jadi pergi liburan habis dari tempat momi" tanya ayah "kemungkinan yah karena tadi malam kita terlalu bersemangat sih jadinya tepar semua" kata Kaila ayah tersenyum "nggak papa besuk kita bisa malming sekeluarga" goda ayah mereka tertawa bertiga.
"makannya kembali lagi ke formasi awal ya.... yah hanya kita bertiga ayah ke proyek Kai dan Kal ke kampus yang berbeda, rutinitas sehari-hari keluarga Prayoga" pandang Kalai, Kaila tersenyum dan meneteskan airmata "wish momi here" seka airmata Kaila menatap ayah dan Kalai, ayah mengelus punggung tangan Kaila "doain momi di sepertiga malam kalian saat sujud itu yang dia butuhkan dan jangan lupa bersedekah agar kita selalu dalam lindungan kebaikan dari Tuhan" kata ayah menggenggam jemari tangan anak-anaknya menguatkan satu dengan yang lainnya "kita selalu diberi kemudahan dan kelancaran oleh Tuhan disetiap kesempatan hargai hidup kalian syukuri apapun yang Tuhan berikan kepada keluarga kita baik itu sedih, gembira, tawa, nangis" kata ayah Kaila menganggukkan kepalanya sambil meneteskan airmata.
"lewat momi Tuhan mempertemukan kalian dengan jodoh kalian laki-laki baik yang selalu mencintai dan menyayangi kalian dan bonusnya tajir melintir" goda ayah Kaila dan Kalai tertawa "seiring waktu kamu melepaskan sakit mu karena Arga hanya demi kebahagiaan Kalai dan Arga, Kalai melepaskan sakitnya kehilangan momi hanya demi kebahagiaan kamu dan Pram kita punya porsi sendiri-sendiri saat melakoni kehidupan. Tuhan sudah mengaturnya sedemikian rupa hanya tinggal kita akan bersyukur dan membuat kita bahagia atau menyalahkan takdir Tuhan kepada kita dan membuat kita terpuruk" tatap ayah memberikan wejangan.
"tidak ada yang kebetulan di dunia ini semuanya diatur oleh Tuhan dengan skenario kuasanya tanpa kita sadari tanpa kita mengerti jalannya takdir membawa kita kemana karena Dia yang menjadi sutradara terbaik dalam mengatur kehidupan. orang nggak akan pernah bisa mengetahui hari esok seperti apa, bagaimana dan kenapa kita sampai detik ini" kata ayah.
Kaila menghapus airmatanya yang terus turun "anak cengeng ini kalo gini terus ayah bisa dimarahi Pram" lihat ayah, Kaila tersenyum pelan dengan mata dan hidung yang memerah "udah ah.... ayah berangkat dulu" kata Ayah menghabiskan kopi hitamnya dan beranjak dari tempat duduk kebesarannya, Kaila dan Kalai memberi salam kepada ayah. "ayah berangkat dulu ya..." lambai tangan ayah, Kaila dan Kalai membalasnya "aku kembali kekamar dulu Kal mau tidur lagi sebentar" pandang Kaila melihat Kalai yang sudah menyelesaikan makannya "Ok, aku juga akan istirahat sebentar. nanti ketemu di makam momi ya Kai" angguk Kalai. Kaila memberi tanda Ok dengan jemarinya, Kaila kembali masuk kedalam cover bed dan menata alas tidur untuk kembali memejamkan matanya "honey, aku mau melaksanakan kewajiban jumat dulu" kecup Pram, Kaila bergerak pelan Pram meninggalkan Kaila sendiri. "Kaila belum bangun Pram" tanya Saka duduk dan mengambil makanan untuk dirinya sendiri Pram menggeleng meminum air mineral hingga habis.
__ADS_1
"bik buatin coklat dingin yang biasa Kaila minum" pandang Pram duduk bik Sum mengangguk "buat Kaila" tanya Saka Pram menunjuk dirinya sendiri "lagi pengen panas banget diluar. Icha juga belum bangun" tanya Pram "sebelas dua belas kalo sama Kaila kalo tidur mereka anteng begitu ketemu langsung kayak nggak ketemu bertahun-tahun" makan Saka. Pram mengangguk menyetujuinya "ini tuan, coklat dingin buat non Kaila" letak bik Sum dimeja. Pram tersenyum "buatku bik dia masih tidur" minum Pram. bik Sum mengangguk dan mengundurkan diri, Arga datang mendekat dan duduk disamping Pram.
"istriku ke kampus kita ketemu di makam momi nanti sore katanya tadi sebelum berangkat" kata Arga mengambil makanan. "jadi cuman kita bertiga nih yang makan siang kali ini disini" pandang Saka sambil makan. "tadi pagi juga cuman bertiga kata Kal, ayah, Kai dan Kal" makan Arga "nggak papa lebih tenang saat begini menikmati time of boys" jawab Pram menikmati makanannya "aku ditinggal aja" hempas Davi duduk disamping Saka "lupa kalo ada anak bawang disini" kata Pram Davi nyengir "karena paling muda dan tampan makanya kalian iri" goda Davi, mereka tersenyum garing "iyalah tampan, sampai nggak laku-laku umur segini" sindir Saka, Davi tersenyum kecut. "iya, semenjak sama mereka cewek-cewek jadi nggak pede deket sama aku apa karena aku kurang garang kali ya dikira ngondek karena keseringan jalan sama Kai dan Icha" ambil piring Davi untuk dirinya sendiri.
"bisa jadi" angguk Saka sarkas, melihat Davi dari atas kebawah "dikondisikan matanya bang gue normal tau" kata Davi nggak suka ketika Saka memindai tubuhnya, mereka tersenyum kecil melihat Davi yang keki dengan Saka.
"belum nemu tulang rusukmu yang hilang itu aja jawabannya jika udah dengan sendirinya kamu akan terus mengikuti dan dipertemukan dengannya secara sadar atau tidak" kata Pram memberi saran. "iya, mode senyap tau-tau udah dilamar aja, gerak cepat" kata Davi menyindir Pram dan Arga yang dia tidak tahu kejadiannya antara mereka berempat "itu baru namanya laki-laki sejati nggak usah banyak omong tapi langsung eksekusi" jawab Arga tau arah perkataan Davi mengenai hubungan mereka berempat dimasa lalu sebelum mereka menikah "kita berjalan dan melangkah di koridor masing-masing aja Dav saat Kaila bersama Arga aku tau diri. sekarang aku bersama Kaila pun Arga juga bisa menempatkan dirinya dan Kalai kita tahu porsi masing-masing itukan yang membuatmu selalu bertanya-tanya kenapa bisa sampai seperti sekarang" senyum Pram menatap Davi yang mengangguk.
"Pram tahu dari Kaila dan aku bagaimana kami berhubungan dulu kamu juga sebenarnya tahu Kaila dan aku bagaimana dulu, apa kamu melihat Kaila memperlakukanku seperti dia memperlakukan Pram sebelum mereka menikah" pandang Arga "nah itu yang membuatku heran deh Ga kenapa ketika kamu menjalin hubungan dengan Kaila selama dua tahun kurang itu nggak seperti Pram yang hanya hitungan bulan mendekati Kaila bertahun-tahun aku berteman dengannya tidak pernah Kaila memperlihatkan perasaan yang begitu berbeda kepada seorang pria" topang dagu Davi ketika mendengar pembicaraan mereka, Arga menoleh kearah Pram.
"banyak kejadian yang nggak seperti kamu memandangnya saat itu Dav, dia tidak mungkin meminta bantuan mu untuk menjauhkannya dari laki-laki yang ingin mendekatinya secara diam-diam dibelakang mu kan karena kamu sahabat laki-laki satu-satunya yang bisa dia percaya dan aku adalah orang lain yang kebetulan membantunya" minum Arga.
"Kaila dan Kalai tau pasti porsinya aku maupun Pram, ayah juga akan bertindak jika kita melakukan hal yang membahayakan kedua putrinya. jangan jadi bodoh Dav dengan melihat sepanjang ini kamu pasti sudah bisa mengetahuinya" senyum Arga, Davi menganggukkan kepalanya "karena Kaila telah melihat Pram dari sisi yang berbeda makanya dia tidak bisa menjauh dari Pram sekuat apapun dia berlari" pandang Saka mengambil kesimpulan setelah sekian lama diam mendengarkan mereka mengangguk berbarengan.
__ADS_1
"that's the answer kebetulan aku menemukan hati yang lebih aku jaga dari Kaila dan ketika itu terjadi Kaila secara tidak sadar sudah menemukan pria yang tepat untuknya rasa sakitnya mungkin karena rasa nyaman yang sudah lumayan lama kita jalani tiba-tiba harus pergi tak berbekas" kata Arga.
"tulang rusukmu yang hilang akan menemukanmu dan dipertemukan dengan mu jika memang sudah waktunya itu aja sih menurutku" minum coklat dingin Pram "iya, mereka bertiga terlihat lebih bahagia sekarang" angguk Davi mengerti setelah mengenal ketiga pria ini lebih lama.
"berarti secara tidak langsung kamu setuju jika Icha menikah denganku Dav" pandang Saka dingin Davi mendengus pelan "kita pulang sekarang kak" datang Icha sudah berpakaian rapi mereka menoleh melihat Icha yang mendekat Kaila keluar dari box tersembunyi "makan dulu Cha" duduk Kaila disamping Arga. Icha duduk didepan Kaila disamping Davi. Davi dan Arga bertukar posisi dengan Pram dan Saka Pram memberikan coklat dinginnya kepada Kaila yang langsung meminumnya sampai habis "bik.... tambah lagi coklat dinginnya Kai sudah bangun" kata Pram "udah selesai makannya" tanya Icha menatap mereka semua, Saka mengangguk. "ini sudah jam 2 lebih Cha" lihat Saka kearah penunjuk waktu yang ber ornamen klasik dipojok ruangan Icha mengangguk "aku pulang dulu ya Kai tidak ikut ke makam momi karena baru siklus bulanan siang ini" pandang Icha meminum air putih banyak Kaila mengangguk mengerti "kita sekalian berangkat saja biar Kalai aku hubungi dijalan nanti" kata Arga "non ini ada puding" kata bik Sum meletakkannya di meja Kaila tersenyum mengucapkan terimakasih "tau aja bik kalo mau yang seger-seger" kata Davi mengambil puding satu "Cha ayah ngajak hangout besuk malam" makan puding Kaila "aku diajak nggak" tanya Saka usil, kedua perempuan itu menoleh menatap Saka dan menggeleng "kita hanya akan mengantar mereka nanti tenang aja" kata Pram Kaila menggeleng. "kami hanya berempat dengan ayah it's girls time with dad" senyum Kaila memandang Pram. "what..... no....." geleng Pram "so, protes ke ayah sana" kata Kaila mengangkat bahunya, Pram tersenyum masam. "baiklah kita lanjut di chat aja nanti" angguk Icha beranjak dari duduknya.
"kita pulang sekarang kak Saka Bagaskara" toleh Icha tersenyum melihat Saka segera beranjak dari tempat duduknya "antar Icha pulang dulu" kata Saka pamitan mereka mengangguk "kamu nggak pulang Dav" tanya Kaila Davi menggeleng "aku ikut ke makam dulu" kata Davi Kaila tersenyum "kita mau berangkat sekarang" tanya Arga menghabiskan minuman teh nya Pram mengangguk.
"aku habisin pudingnya sebentar kak nanti aku nyusul kedepan" ujar Kaila memakan pudingnya, Davi beranjak dari duduknya dan mengikuti Arga yang berjalan kedepan, Pram menunggu Kaila menyelesaikan makannya "mau honey" senyum Pram Kaila menyuapi Pram puding yang dimakannya "mau dibawa juga pudingnya" tanya Pram Kaila menggeleng. "coklat dinginnya aja by" kata Kaila berjalan pelan. Pram membawa botol coklat dingin Kaila diatas meja.
hai..... hai.....hai..... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa... karya pertama ku.
luv..... luv.... luv.... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
__ADS_1
thanks a lot pisang sekebon...😘