Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 11


__ADS_3

"non... non kai" ketuk kamar bik Sum beberapa kali namun Kaila tidak kunjung terbangun. "belum bangun juga bik" datang ayah di depan pintu kamar Kaila, "belum pak, dari tadi bibik bangunin non Kaila, tapi belum bangun juga" geleng bik Sum segera menepi. "ya udah biar saya saja yang bangunin bik, siapin teh manis buat dia" angguk ayah mengerti. segera membuka pintu kamar dan masuk, "Kai.... Kaila..." elus kepala ayah. "hmm....." gumam Kaila pelan, "ditungguin Pram tuh didepan katanya mau riding berdua" belai ayah lembut. "apa" geliat Kaila namun kembali menutup badannya dengan cover bed. "naik motor" ulang ayah kembali. "siapa, motor apa" ulang Kaila tidak mau diganggu tidurnya. "Pram kesini sebentar, Kaila nggak mau tuh naik motor" goda ayah melirik Kaila yang masih tidur. Pram segera beranjak dari tempat duduknya setelah mendengar suara ayah Kaila.


"baiklah om, kalo begitu aku pulang aja ya" goda Pram melipat kedua tangannya didepan dadanya dipintu kamar Kaila, Kaila segera membuka cover bednya dan menatap kedua laki-laki itu bergantian, ayah dan Pram hanya tersenyum melihat Kaila. "tunggu-tunggu dulu, ada yang hilang di part ini. Kaila nggak ngerti deh yah, ada apa ini. pagi-pagi. barusan Kaila tidur lagi. hari ini nggak ada kuliah dan itu berarti, Kai bisa rebahan seharian kan" garuk-garuk kepala Kaila kehilangan kebebasannya untuk tidur. "kamu aja deh yang ngejelasin Pram, ayah mau keluar untuk ngopi ganteng diruang tengah" senyum ayah keluar meninggalkan mereka berdua, "Ayah" panggil Kaila tidak terima, ayah hanya melambaikan tangannya tidak menanggapi perkataan Zivannya.


Pram berjalan mendekat disisi ranjang Kaila menatapnya lembut "mandi gih honey, segera siap-siap aku tunggu dimeja makan" dekat Pram mengusap rambut Kaila, "siap-siap buat apa kak" bingung Kaila tidak mengerti arah pembicaraan kedua laki-laki yang dari tadi membicarakan hal yang tidak dia ketahui sebelumnya. "ikut naik motor nggak" senyum Pram menggoda Kaila. "ha.... sekarang.... naik motor... beneran..." buka mata Kaila lebar-lebar merasa terkejut karena ayah beneran memperbolehkannya untuk naik motor dengan Pram. "hmmm..... ayahmu memberi ijin kamu boleh riding tapi hanya denganku, tidak boleh dengan yang lain. makanya buruan membersihkan diri gih sana, nanti keburu ayah nggak ngijinin lagi" angguk Pram tersenyum. Kaila segera melompat dari ranjang berlari kekamar mandi yang ada dikamarnya.pram tertawa lebar melihat kelakuan Kaila yang seperti anak kecil memperoleh permen. "Kai beneran udah bangun" toleh ayah melihat Pram yang keluar dari kamar Kaila, "sudah langsung lari ke kamar mandi dan hampir jatuh saking senangnya" senyum Pram mengangguk duduk. ayah tertawa senang "anak itu selalu bersemangat ketika sesuai dengan hatinya" minum kopi ayah, "jaga Kaila untuk ayah ya.... Pram, seperti Kalai yang dijaga oleh Arga" pandang ayah tulus saat mengatakannya, "dengan jiwa dan raga Pram, om" angguk Pram tegas. "terimakasih, hanya kamu yang bisa menemaninya, untuk saat ini mungkin hatinya belum menerima, seiring waktu dia akan tahu bahwa kamu yang terbaik untuknya" angguk ayah. "siap om..." angguk Pram segan.


"pagi yah.." peluk Kalai yang baru saja tiba dari rumah orangtua Arga. "tumben pagi-pagi dah kesini Pram" datang Arga sesaat kemudian menyusul Kalai. "iya, mau ngajak Kaila ketemu temen-temen" senyum Pram meminum kopi hitamnya yang disediakan bik Sum. "waaahhh.... asyik tuh kedengarannya, kemana nih ridingnya" kepo Kalai duduk mengambil cake basah yang ada dimeja makan. "ada deh" senyum Pram mengedipkan matanya sebelah sambil meminum kopinya, Kalai tertawa lebar mengangguk.


"waa..... lengkap nih semuanya" datang Kaila dan duduk disamping Pram, "ini non teh manisnya" letak bik Sum segera setelah melihat Kaila, "makasih bik" angguk Kaila tersenyum menatap bik Sum. "mau cake ini Kai" tawar Kalai menyodorkan nya kedepan Kaila, "Ok" angguk Kaila segera mengambilnya. "kita abadikan moments selfie dulu yuk, mumpung formasi lengkap" usul Kalai melihat mereka semua. "ishh...bukannya kemarin sudah posting waktu nikahan ya, sampai belibet tuh yang pada komentar" minum teh Kaila menggeleng. "lagi dong, biar seru. formasi lengkap keluarga Prayoga yang paling update" kekeh Kalai menatap Kaila. "ya... ya... ya..." sahut Kaila bergabung untuk mengambil moments.


"mas Han sini sebentar" panggil Kalai ketika Han, sopir ayah melintas didekat mereka. "siap non... mau ambil gambar kan" angguk paham Han mendekat. Kalai tersenyum mengangguk memberikan tanda iya dengan jemarinya, Han segera mengambil moments kebersamaan keluarga Prayoga.


"hari ini kemana Kai" tanya Kalai menatap Kaila yang tengah asyik memakan cake basah nya. "ngikut kak Pram aja" kunyah Kaila, "emang Pram ngajak kamu ikut" goda ayah menaik turunkan alis matanya. Kaila tertawa pelan, "ikut boleh nggak kak" naik turunkan alis Kaila menggoda Pram, "emang kamu mau ikut aku terjun ke sumur" goda Pram balik. "makasih, kak" geleng Kaila mengerucutkan bibirnya yang penuh dengan makanan, mereka tertawa melihat ekspresi Kaila.


"bentar.... bentar... deh... tumben kalian sama an outfitnya. t-shirt putih, jeans hitam, sneakers hitam" lihat Kalai dengan seksama, Kaila juga segera melihat Pram dengan seksama. "kamu ya kak, ishh...ngikut yang muda" cibir Kaila memandang Pram dari atas ke bawah. Pram mengulurkan tangannya mengacak rambut Kaila gemas. "udah belum sarapannya, ayo berangkat... dah jam 7 nih" liat jam Pram lalu menatap Kaila. "bentar" minum teh Kaila dengan sekali tegukan. "yah, berangkat dulu. makasih sudah ngijinin" peluk Kaila merasa senang.

__ADS_1


"om, Ga, Kal. kami pamit pergi dulu" pamit Pram beranjak setelah Kaila berjalan cepat keluar dari rumah. "iya, hati-hati. titip Kaila kak, suka ngilang kalo nggak digandeng" goda Kalai, Kaila tertawa melambaikan tangannya. "pakai ini Kai" sodor paperbag Pram saat Kaila datang, Kaila mengambil dan membukanya "jaket kak" pegang Kaila, "hmmm.... biar nggak masuk angin" angguk Pram membantu Kaila memakainya. "helmetnya" sodor Pram, Kaila segera mengikat rambutnya, Pram membantu Kaila memakai helmetnya juga. "udah pas" buka kaca helmet Pram, Kaila mengangguk memberi tanda Ok dengan jemarinya. "jika ingin memberitahu sesuatu tepuk punggungku, agar aku tahu.


jika ingin berbicara buka dulu kacanya" ingatkan Pram untuk safety riding, Kaila mengangguk paham.


"saat kita mengendarai motor, rapatkan tubuhmu padaku dan ikuti gerakan motor agar bebanmu selaras dengan beban ku" pesan Pram, Kaila kembali mengangguk. "kita naik itu kak" tunjuk Kaila memastikan motor yang mereka pakai. "iya kenapa" angguk Pram menatap pujaan hatinya, "wow..." kagum Kaila menatap motor Ducati milik Pram yang terparkir sempurna dihalaman rumah Prayoga. "terima aku ya... ya..." naik turunkan alis Pram, "jadi berangkat nggak" lipat kedua tangan Kaila di dada kesal. "tukang ngambek, cantik-cantik kok ngambekan" naik Pram, kaila memutar bola matanya kesal, segera naik dibelakangnya. "siap honey" toleh Pram kekiri, Kaila meemberi isyarat dengan jemarinya tanda Ok.


Pram start engine motornya, Kaila segera merapatkan badan ke punggung Pram yang sudah melajukan motornya memulai perjalanan. "Kai, kita ke Bandung ya...." ajak Pram, "Ok kak" angguk Kaila mengerti. Pram melajukan motor dengan hati-hati. "Kai, kita berhenti dulu" kata Pram, Kaila memberi isyarat dengan jemarinya tanda setuju. "sampai mana nih kak" tanya Kaila turun dari motor, "Bandung kota" jawab Pram. "ahhh..." regang badan Kaila merasakan pegal di punggungnya. "lumayan asyik naik motor" senyum Kaila. "iyalah asyik, orang perginya sama laki-laki ganteng" lepas helmet Pram dan juga helmet Kaila, "lepas jaketnya" pandang Pram, Kaila segera membuka resleting jaket hitamnya, Pram meraih jaket Kaila dan merapikannya diatas motor.


"ayo kita makan dulu" raih jemari Pram, mereka berjalan menuju sebuah cafe. "duduk disitu aja sebentar" tunjuk Pram, Kaila mengangguk dan duduk di tempat yang ditunjuk Pram. "aku pesan makanan sebentar, jangan kemana-mana" elus kepala Pram, Kaila tersenyum menatap keluar melihat beberapa desain bangunan Bandung.


"baru sampai bro" toleh Junot, "bangun kesiangan" cengir Saka melihat Junot. "Tigor kenapa belum nampak ya... tumben telat. biasanya paling rajin datang" tanya Saka melihat sekeliling. "hot coklat" order Saka kemudian saat penjaga cafe menanyakan mau pesan apa. "hai, Saka" angguk saka melihat Kaila, Kaila mengangguk pelan. "minum Kai" sodor Pram. "makasih kak" ambil Kaila meminum teh manisnya.


"tumben bawa boncengan. biasanya solo karir melulu" senyum-senyum Saka, Junot melihat Tigor datang. "kemana kita hari ini" tanya Saka meminum coklat panasnya, "melihat pemandangan kota Bandung dan cewek cantiknya" datang Tigor sambil tersenyum. "siapa nih cewek cantik disebelah kau Pram" goda Tigor. "Kaila" jawab Pram tenang, "wo...ho...ho..ho..." heboh Tigor melihat Pram dan Kaila bergantian. "Pramudya yang terkenal dingin dekat dengan gadis" tawa Tigor membahana. "dia Tigor, teman seperjuangan kuliah di London" kenalkan Pram. "Tigor, mengenal Pram luar dalam" goda Tigor menatap Kaila dan Pram bergantian. Kaila tertawa "berarti tau ukuran kak Pram dong" balas Kaila, Tigor tertawa terbahak-bahak mendengar serangan balik dari Kaila. "aku suka gaya mu.." tawa Tigor manggut-manggut. "mau makan apa Kai" elus rambut Pram didepan yang lain, "mmm.... let's see the menu" lihat daftar menu Kaila, "ada mie instan nggak sih pingin itu" senyum Kaila. "pake telur nggak" angguk Pram menatap Kaila yang mengangguk cepat


"tumben makan instan" tatap Pram, "kangen gunung" jawab Kaila sambil melihat ponselnya karena ada panggilan untuknya, "ya" sapa Kaila.

__ADS_1


"dirumah nggak kai, mau mampir" sapa Davi.


"aahhh... maaf baru di Bandung Dav" jawab Kaila. "oh... begitu, Ok deh... nggak papa. see U soon" salam Davi menutup panggilannya.


"Kenapa" kerut Pram menatap Kaila, "Davi mau mampir ke rumah" jawab Kaila. "ada perlu apa" tanya Pram meminum teh manis Kaila. "just wanna see his friends. is that problem" angkat bahu Kaila nggak suka. "no" geleng kepala Pram.


"sampai besuk kalian disini kan" tanya Tigor membuat mereka mengalihkan pandangan kearah Tigor. "rencananya sih gitu. malam di Bandung juga nggak kalah dengan Jakarta selalu asyik" angguk Pram, "as your wish" senyum Junot. "rese kau Junot, di otak mu cuma ************ aja" tawa Tigor mengerti isi otak Junot.


"kau tau Kaila, Pram baru kali ini mengajak seorang gadis ketemu kita" kata Tigor mengajak Kaila untuk mengobrol sesaat Pram memesan makanan untuk Kaila. "biasanya dia yang diajak ya.." senyum Kaila mengerti arah pembicaraan Tigor. "ya" senyum Tigor menatap Kaila, "dia nggak pernah menanggapi gadis-gadis yang mengejarnya, nggak sekali dua kali ada gadis yang mengejarnya namun tidak pernah diliriknya" angguk Tigor. "entah kenapa dia bisa bertekuk lutut kepadamu" senyum Tigor. "mungkin dia menganggap ku gadis yang menyedihkan untuk ditolong" senyum Kaila menatap Pram yang berada jauh darinya.


hai... hai...hai... all readers, terimakasih banyak telah mendukung karya pertamaku


luv.... luv... luv... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya.


stay healthy all

__ADS_1


__ADS_2