Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 13


__ADS_3

kaila segera naik ke tempat tidur, merebahkan diri disamping Pram. "hmmm.... terasa nyaman banget" pejam mata Kaila menikmati ranjang yang memanjakan punggungnya, "nggak laper Kai" tanya Pram sambil mengelus rambut Zivannya yang tergerai berantakan. "jauhkan tanganmu kak.... tanganmu tuh keseringan mampir di badanku" halau tangan Kaila kesal. Pram tersenyum lebar kembali membelai rambut Kaila, "nggak tau kenapa ya... Kai, bawaannya jika didekatmu pingin selalu menyentuh badanmu" miring badan pram menyingkirkan anak rambut di paras Kaila.


"saat kita pertama bertemu dikampus waktu itu, aku sudah ingin memelukmu erat, merasa tersiksa, rasanya nggak enak, beneran" hembus nafas Pram di leher Kaila. "jauh-jauh sana kak...." halau tangan Kaila mendorong tubuh Pram agar menjauh darinya, "makanya halalin yuk Kai" rengek Pram memeluk tubuh Kaila, "udah kak.... " jengah Kaila menepuk punggung tangan Pram yang memeluknya erat. "hmmm... tidak sesuai dengan image mu kak, yang dingin kayak es" buka mata Kaila menoleh menatap lekat mata Pram.


"just follow my heart Kai" lepas Pram memandang langit-langit kamar, "hatiku terasa sakit ketika mengetahui kamu punya seseorang. dan aku berusaha untuk melupakanmu but I Haven't strength to stay away from you" desah nafas Pram merasa tidak bisa berbuat apa-apa. "apa kamu percaya padaku Kai" toleh Pram namun Kaila hanya terdiam tanpa bersuara. "jika Arga tidak mencintai Kalai dan meninggalkanmu, don't know with me" senyum Pram merasa beruntung karena Arga meninggalkan Kaila sehingga dirinya dapat mendekati Kaila tanpa merasa bersalah, "ishhh.... seneng banget melihatku menderita kak" kerucut bibir Kaila, Pram tergelak sesaat. "sebenarnya antara sedih dan senang sih Kai seperti dua sisi mata uang, senang karena melihatmu berpisah dengan Arga dengan begitu aku bisa memiliki mu, namun disisi lain melihatmu terpuruk waktu itu seperti separuh nyawaku hilang" toleh Pram, Kaila terdiam mendengarkan.


"hmmm..... aku juga tidak tahu saat itu, antara sedih melihat pengkhianatan atau merasa lepas dari hubungan yang menyesakkan" jawab Kaila setelah sekian lama terdiam. "trus kenapa sampai harus menyiksa diri sampai di bukit" sahut Pram menoleh, "karena disana hening tempat yang aku perlukan untuk menakar hati, hanya untuk memastikan bahwa segalanya telah selesai" senyum Kaila lebar. "sudah selesai" tanya Pram. "Yap.... already done" angguk Kaila tersenyum. Pram menoleh menatap Kaila.


"lalu bagaimana dengan kita" tatap Pram menopang kepalanya dengan tangan kiri. "kita..." kerut Kaila tidak mau menanggapi perkataan Pram yang tidak bisa dijawabnya, "nothing" balik badan Kaila menatap keluar bungalow. "Kaila Dara Prayoga" lingkarkan tangan Pram diperut Kaila dari belakang sambil menggelitiknya, Kaila tertawa kegelian.


"ampun... kak... ampun... nggak lagi" nggak kuat Kaila merasa geli, Pram memeluk Kaila erat. "luv U Kaila dara Prayoga" kecup Pram di tengkuk Kaila. "sayangnya aku belum memiliki rasa apapun kepada laki-laki lain kak, maafkan aku" ucap Kaila pelan. Pram menghela nafas mendengar perkataan Kaila yang masih didengarnya. "Kai..." panggil Pram pelan namun Kaila hanya terdiam. Pram membalikkan badan Kaila menatapnya lama menunduk mengecup bibir Kaila pelan sesaat, menatap Kaila kembali ia mengusap bibir Kaila sesaat kembali memberikan sentuhan lembut dibibir Kaila, memperdalam sentuhan, Pram menjelajahi sampai kedalam dengan lembut, tanpa memberi jeda Kaila, hingga kehabisan nafas.


"nafas Kaila..." bisik Pram mengusap bibir Kaila menyatukan kening mereka, segera Kaila menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Pram mengusap perut Kai dibalik t-shirt nya, menjelajah mengusap benda kenyal Kaila yang tanpa penghalang. "aahhh" desah Kaila merasakan sensasi tangan Pram yang membuatnya terlena "kak... don't..." buka mata Kaila sayu. "aku tidak akan berbuat lebih sebelum kamu menerima ku dan kita menjadi halal Kai" kecup kening Pram. "hmmm..." pejam mata Kai merasakan sensasi tangan Pram di dibalik t-shirt nya, Pram mengangkat sedikit t-shirt Kaila keatas mengecup lembut perut Kaila beberapa kali, Kaila mengusap-usap rambut Pram, ciuman Pram merambat naik memberi tanda cinta di benda kenyal Kaila. "ahhh... kak..." remas rambut Kaila, Pram memberi sesapan di benda kenyal candunya dengan lembut, Kaila merasakan perasaan yang berbeda dan hanya mendesah pelan menahan keinginan yang timbul tiba-tiba.


"Pram" panggil Tigor dari pintu depan, Pram mengumpat kesal mendengar suara Tigor yang datang disaat yang tidak tepat, Kaila mengusap rambut Pram lembut, Pram memberi sentuhan pada bibir Kaila sebelum keluar dari kamar, Kaila menuju ke bathroom, membuka t-shirt menghela nafasnya panjang ketika melihat banyak tanda cinta dari Pram, ia segera memakai underwear bra dan t-shirt kembali untuk keluar menemui teman-teman Pram diruang tengah. "apa kita mengganggumu Pram" tawa Tigor masuk begitu Pram membuka pintu dengan terlihat kesal. "sangat mengganggu" sungut Pram sarkas. Tigor dan yang lainnya tertawa terbahak- bahak mendengar kekesalan Pram yang mereka tahu. "cuman bertiga aja" keluar kamar Kaila melihat teman-teman Pram. "apakah punya teman di Bandung" tanya Tigor meletakkan beberapa minuman kaleng dimeja. "ada bang, banyak rata-rata cowok" angguk Kaila meraih ponselnya. "jangan coba-coba Kai" tatap Pram tajam, Tigor dan Kaila tertawa bersamaan, "Kaila sayang" sapa Icha setelah Kaila menerima panggilan videonya.


"kenapa" lihat Kaila dilayar ponselnya.

__ADS_1


"aku kesepian, dirumah nenek dibandung, nemenin mama" sungut Icha.


"kebetulan Cha, aku ada di Bandung nih" senyum-senyum Kaila.


"apa .... yang bener kamu Kai, ihhh..... kenapa nggak ngomong-ngomong sih" pandang Icha merasa kesal melihat Kaila,


"mana aku tahu kamu juga lagi di Bandung Cha, nggak bilang-bilang juga.... aku share lokasinya, naik taksi ke sininya" tawa Kaila melihat Icha yang marah-marah.


"gimana mau ngasih tau, setiap pulang kuliah langsung ngacir pulang" pandang Icha menutup panggilan videonya.


"kak, Icha mau kesini kebetulan dia ke Bandung nemenin mamanya nengok neneknya" jelas Kaila sambil melihat ponselnya. "Icha sahabatmu dikampus" minum Pram. "hmmm...." jawab Kaila sembari duduk dihadapan Pram. "temen mu cewek kan Kai" tanya Junot sambil melihat TV. "iya kak memang kenapa" angguk Kaila melihat Junot, "seru dong ... gimana kalo nambah cewek lagi" naik turunkan alis Junot. "jangan macam-macam jika ada Kaila" seru Pram. "tidak pak dosen" geleng Junot menghela nafasnya panjang. "CEO Dirgantara keok sama seorang Pramudya" tawa Tigor melihat Junot yang tidak berkutik didepan Pram. "sialan lu, hidup mati ku ditangan dia sekarang. bisa gagal projek didepan mata" kata Junot melempar kacang, Tigor tambah terbahak-bahak. Kaila melihat ponselnya yang menampilkan notifikasi panggilan. "dah sampai Cha" tanya Kaila berjalan ke pintu depan


"tunggu disitu bentar, aku udah jalan keluar nih" jalan Kaila agak cepat. Pram mengamati Kaila dari jendela besar dan lebar.


"Cha" buka pintu Kaila, "aaaa.... Kai sayang, kangen" peluk Icha hingga tubuh mereka bergerak kekiri dan kekanan. "lebay sih Cha, orang baru ketemu kemarin" lepas Kaila memutar bola matanya jengah. "tumben kamu ke Bandung, tau gitu kita bareng aja sama mama" tepuk bahu Icha kesal. "kalo ada kamu kan lebih asyik, hangout bareng kita" senyum Icha lebar,


"eh bentar-bentar.... tumben kamu nginep disini" liat Icha kekanan dan kekiri melihat keluarga Kaila, " sama temen kesininya" angguk Kaila mengerti. "temen yang mana, kenapa aku nggak dikenalin" kerut Icha mengikuti Kaila, "ada banyak didalam ishhh.... bawel banget. nanti aku kenalin" toleh Kaila berjalan pelan kembali kedalam. "kamu nggak macem-macem kan Kai" berhenti Icha tiba-tiba, "oh God.... Cha.... apaan sih. masak iya aku macem-macem sih Cha, kayak nggak kenal aku aja, ya enggaklah. kamu pikir teman mu ini sudah gila apa, ngelakuin hal-hal nggak bener" pandang Kaila. Icha tergelak menganggukkan kepalanya. "nih bungalow gede banget Kai, buat party aja asyik nih" liat-liat sekitar Icha, "kita muter yuk cha, pingin keliling. belum semuanya aku liat" kata Kaila mendorong bahu Icha kedepan. "nanti temen mu nyari kita lagi Kai" protes Icha menoleh kebelakang. "enggak, mereka sedang asyik sendiri" geleng Kaila mendorong Icha agar maju terus kedepan.

__ADS_1


"kamu baru menyepi Kai" toleh Icha menatap Kaila yang terdiam, "kelihatan kah" senyum Kaila masam, Icha hanya menganggukkan kepalanya. "kita duduk dulu disana Cha, kayaknya asik sambil liat Bandung" tunjuk Kaila, mereka menuju sofa besar untuk berbaring dan menatap pemandangan malam kota Bandung.


"ada apa Kai" sentuh bahu Icha menoleh melihat sahabatnya yang hanya terdiam. "just listen Cha. don't judge or say anything" toleh Kaila memastikan Icha untuk mengikuti aturannya. Icha mengangguk tanda setuju dengan memberi isyarat mengunci mulutnya dengan jemarinya.


Kaila menghirup udara dan menghembuskan kuat-kuat.


"aku sudah berpisah dengan Arga, Cha" senyum Kaila menatap panorama Bandung dimalam hari. Icha menutup mulutnya dengan tangannya untuk tidak menyela. "aku berpisah karena Arga memilih mencintai Kalai saudara kembarku" senyum Kaila tipis. Icha seketika membelalakkan matanya terkejut namun tidak mengeluarkan suara. "dan yang paling menyedihkan, aku mendengarnya secara tidak sengaja saat keluar dengan kak Pram sehabis kuliah" hela nafas Kaila menatap Icha.


"ingatkan saat aku diminta ngumpulin tugas anak-anak yang lain, setelah itu kita ingin nongkrong dicafe biasa kak Pram ngumpul bareng teman-teman nya dan ketika kesana tidak sengaja aku mendengar dengan telingaku, melihat dengan mata kepalaku sendiri mereka berdua sedang membicarakan waktu yang tepat untuk memberitahukan semuanya kepadaku" senyum sinis Kaila. Icha menatap Kaila dan menggelengkan kepalanya beberapa kali seakan tidak percaya apa yang sedang dikatakan oleh sahabatnya. Icha melihat ketenangan yang dilakukan Kaila saat ini, tidak terlihat emosi maupun sakit hati sama sekali atas perbuatan saudara kembarnya dan Arga kekasihnya sejak bangku sekolah.


hai hai hai... para readers, love you all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak.


selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat.


dukung yaaa... karya pertama ku.


love...love...love all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..

__ADS_1


thanks a lot pisang sekebon...😘


__ADS_2