Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 83


__ADS_3

Pram menatap Kaila sedang melepas baju yang akan dipakai besuk di acara 4 bulanan triplet, dindin memastikan semuanya sudah dia rapikan tadi hingga para pekerja membawanya kembali kedalam paperbag "pisahkan punyaku dan Kalai, punya Icha dan kak Mita nanti akan diantar" senyum Kaila melihat pekerja rumahnya membawanya kedalam. pekerja itu mengangguk hormat sebelum mengundurkan diri kedalam "silahkan kak diminum dulu, maaf Kalai hari ini tidak bisa menemui kak dindin karena harus pergi dengan suaminya" kata Kaila mempersilahkan dindin untuk minum dan makan kudapan dindin mengangguk dan segera meminum minuman yang telah disediakan.


"aaahh.... iya.... satu lagi tadi saya lupa nanya kepada Kalai apakah sudah melakukan pembayaran untuk gaun yang tadi dibawa kak dindin apa belum" tanya Kaila dindin mengangguk "sudah non, kemarin sudah selesai semuanya ini saya hanya mengantarkannya saja" jawab dindin Kaila tersenyum menganggukkan kepala 'karena tugas saya sudah selesai maka saya akan pamit, terimakasih atas kerjasamanya dan semoga lain waktu saya bisa mendesain kembali" pamit dindin, Kaila tersenyum dan mengangguk salah seorang pekerja kembali mengantar kepergian dindin keluar rumah.


"honey, ayo tidur" raih jemari Pram Kaila mengikuti langkah Pram "Kai" panggil ayah. Kaila dan Pram berhenti sesaat "kenapa yah" tanya Kaila mendekat melepaskan tautan tangan Pram "kekamar ayah bentar" isyarat ayah agar Kaila mengikutinya Pram menghela nafasnya panjang menuju kamarnya sedangkan Kaila mengikuti ayahnya "kenapa yah" tanya Kaila duduk di ranjang ayah, ayah mengeluarkan sesuatu dari dalam laci nakas dan memberikannya pada Kaila.


"ini tanda cinta kami jika cucu pertama kami lahir" serahkan Ayah kepada Kaila yang memandang pemberian kemudian menatap Ayah "kami berdua dulu berjanji siapapun yang memberi kami pertama kali seorang cucu kami akan memberikannya hadiah ini" kata Ayah Kaila menggeleng "jangan yah, ini adalah kenang-kenangan ayah dan momi" kata Kaila berkaca-kaca, Ayah memeluk Kaila erat dan mengecup rambutnya pertanda sangat menyayangi putri kecilnya.


"dulu momi sering berkata jika kamu pasti yang akan memberi kami cucu untuk pertama kali ayah tidak lupa akan perkataan momi mu itu seringkali diucapkan jika hanya berdua, momi tidak sekalipun menyebut Kalai entah mengapa padahal kalian kembar dan momi tidak pernah membedakan kalian mungkin itu firasat momi sebagai seorang ibu yang ayah tidak akan bisa mengerti" pandang Ayah Kaila meneteskan air mata tanpa henti "momi menyiapkan ini jauh-jauh hari sebelum mengalami kecelakaan dia berpesan agar memberikan padamu jika sudah ada ruh didalam perutmu, Tuhan memang Maha Adil dia tidak hanya memberi kami satu cucu untuk pertama kalinya tapi tiga sekaligus" senyum Ayah.


"momi membelinya tiga sekaligus, aneh bukan.... Ayah saja sampai tidak tahu harus berkata apa semuanya bukan kebetulan ternyata Tuhan menyiapkan kejutan yang tidak disangka-sangka" hembus nafas Ayah "Ayah hanya menyampaikan pesan dari momi mu kepadamu bukan menyembunyikan dari Kalai tapi Ayah tidak mau hatinya terluka karena hal ini kamu mengerti kan Kai" pandang Ayah mengelus rambut Kaila yang mengangguk sambil menghapus airmatanya yang terus menetes "Kai tidak tahu harus berkata apa yah" peluk Kaila sambil menangis deras Ayah tersenyum meneteskan airmata.

__ADS_1


"hanya ini hadiah yang bisa kami berikan kepada cucu pertama kami maafkan jika ini tidak seberapa bagimu Kai" hapus airmata Ayah. Kaila menangis semakin deras mengingat pengorbanan kedua orang tuanya untuknya dulu hingga sekarang "Ayah harus bersiap untuk pergi ke proyek, jangan menangis lagi kasihan anak-anakmu kalo ibunya sering menangis mereka laki-laki semua" hapus airmata Ayah di pipi Kaila segera mengangguk menghapus air matanya dengan t-shirt nya. Ayah mendengus melihat tingkah Kaila yang jorok Kaila tertawa kecil keluar dari kamar ayah menuju lantai atas. Pram menoleh melihat Kaila yang sembab "ada apa honey" tanya Pram menatap Kaila yang masuk ke bathroom, Pram menegakkan punggungnya menunggu Kaila yang belum keluar dari bathroom.


"Ayah memberikan hadiah dari momi buat triplets belinya nggak hanya satu tapi tiga sekaligus momi yakin kalo aku duluan yang ngasih cucu" hempas tubuh Kaila ditepi ranjang, Pram memegang tiga cincin kecil yang terlihat sama "momi udah beli kayak gini" pandang Pram Kaila mengangguk membenarkan ucapan Pram "itu dibeli ketika aku masih sekolah kelas 10" ujar Kaila Pram menatap Kaila tidak percaya "saat itu aku belum kenal kak Arga" kata Kaila seperti tahu arah pembicaraan mereka, Pram tersenyum senang mendengar perkataan Kaila "honey ayo kita tidur dulu" tarik Pram lembut Kaila merebahkan tubuhnya dan menatap langit kamar "by, aku kayak Dejavu waktu Ayah memberiku sesuatu buat triplet tadi, dulu sepertinya aku dulu pernah mengalaminya" terawang Kaila, Pram memejamkan mata sambil mengusap-usap perut Kaila yang tampak membuncit.


"Kaila mau sampai jam berapa" ketuk Ayah, Kaila membuka pintu kamarnya dan berjalan keluar "ayo yah, Kai udah siap" kata Kaila meraih lengan Ayah dan berjalan kebawah mereka menunggu diruang tengah menanti Kaila yang terakhir sendiri.


"bisa satu mobil nggak" tanya Ayah, Arga mengangguk dan memberi isyarat penjaganya untuk mengambil mobil dari garasi. Pram memberikan Kaila coklat dinginnya Kaila segera meminumnya sampai habis "bolehkah aku mengendarai sendiri" tanya Kaila memandang Arga karena itu mobilnya "boleh, lakukan yang menurutmu mampu kamu lakukan" angguk ayah cepat tanpa menatap dua menantu laki-lakinya. "c' mon Kai, kita didepan kayak biasanya" senyum Kalai menepuk bahu Kaila pelan dan berjalan kemobil, Kaila tersenyum riang Ayah melingkarkan kedua lengannya ke bahu kedua menantunya yang hanya terbengong mendengar perkataan ketiga orang itu.


"masa yah, sampai segitunya" tanya Kaila "lihat saja besuk apalagi jika anak Kalai perempuan, nggak kebayang gimana triplet memperlakukan teman laki-lakinya kelak" terawang Ayah Kalai dan Kaila tertawa lebar "bisa jadi yah, kayak kak Arden dulu kalo kita ketemu cowok" tawa Kalai.


tiba di panti anak-anak

__ADS_1


Icha melambaikan tangannya melihat Kaila dan Kalai yang berjalan mendekat, Mita sudah duduk bersama kedua anaknya yang bermain bersama anak-anak yang lain "dah lama Cha" tanya Kaila melepas alas kakinya "belum, ini juga masih jam 5 kurang" geleng Icha meraih tangan Kaila membantunya duduk ditempatnya Pram membenarkan baju panjang Kaila agar tidak mengganggunya saat bergerak, Kaila tersenyum dan mengelus pipi Pram sesaat mereka duduk bersama dengan penghuni panti yang lainnya bersama-sama berdoa untuk keselamatan dan kelancaran kandungan Kaila yang sudah masuk dalam empat bulan. mendoakan semua anak-anak agar selalu diberi kebahagiaan, kesehatan dan selamat dunia akhirat.


kebahagiaan keluarga Prayoga dibagi bersama anak-anak yang menghuni panti mereka semua bergembira dan terlihat bahagia karena mendapatkan banyak kesenangan yang tidak setiap hari mereka dapat rasakan, kedatangan keluarga Prayoga sedikit mengobati rasa rindu akan hadirnya sebuah keluarga. Dirga Prayoga tersenyum lebar melihat kedua anaknya bercengkerama dengan beberapa anak panti. seorang Dirga Prayoga yang mempunyai dua anak perempuan yang selalu membuatnya merasakan kasih sayang Tuhan begitu luar biasa hingga detik ini.


kesedihan, kesengsaraan, kehilangan tergantikan dengan beribu-ribu rasa syukur yang tidak pernah akan habis dipanjatkan kepada Tuhan saat ini, kebahagiaan yang tidak dapat diukur dengan gemerlapnya raga duniawi, kebanggaan mempunyai keluarga yang masih selalu bisa membahagiakan orang lain disekitar jauh dari kata mewah saat menjalani keluarga kecil bersama istri dan kedua anak kembarnya. semua dijalani dengan ikhlas, selalu bersyukur dan tidak memandang orang yang selalu memandang duniawi, kebahagiaan adalah hati yang lebih bersyukur atas segala yang ditentukan Tuhan.


hai ..... hai ...... hai ..... all readers luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak, selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa ...... karya pertama ku.


luv ..... luv...... luv U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..


thanks a lot pisang sekebon...😘

__ADS_1


__ADS_2