
"ayah beruntung memiliki menantu yang menyayangi anak Ayah begitu hebat membuat hati ayah menjadi tenang" kata ayah mengusap perut Kaila yang segera memeluk ayahnya erat. "kami juga senang memiliki Ayah" cium pipi Kaila membuat ayah tertawa. "sore gini ngapain ya, yah. jalan sore yuk" anjak Kaila memakai alas kaki nya berjalan keluar rumah, Ayah mengikuti dari belakang. "ke kompleks sebelah yuk Kai, lama nggak main kesana" kata Ayah.
"ayo yah, mumpung cuman berdua, besuk kemana-mana harus berlima" kata Kaila, ayah tersenyum lebar menggenggam jemari Kaila dan menuju belakang rumah. "lewat belakang aja biar lebih cepet" kata Ayah. Kaila mengangguk, mereka berjalan kebelakang rumah, seorang penjaga Kaila segera mengikuti langkah mereka "kak bilang sama kak Pram aku sama ayah main kebelakang sekarang dia masih tidur nanti jika bangun nanya saat aku belum pulang" pandang Kaila, penjaga Kaila menganggukkan kepalanya mengerti.
"ke sana yuk Kai, lama tidak bercengkrama dengan bapak-bapak" kata Ayah. "ini mah ndengerin ayah ngobrol" manyun Kaila. Ayah tersenyum menyapa seseorang Kaila juga ikutan tersenyum menyapa. "kapan lagi kita ngobrol kalo nggak dadakan kayak gini bentar lagi juga kamu lama tinggal di luar mungkin baru beberapa tahun bisa pulang kesini" kata ayah. "tidak yah, mungkin hanya 6-1 tahun kita benar-benar tinggal disana menunggu triplets untuk bisa perjalanan jauh" kata Kaila. "apa kamu tidak ingin triplet mendapat pendidikan yang lebih baik darimu Kai, mereka berhak untuk mendapatkan yang terbaik lho" kata ayah, Kaila terdiam lama.
"sore pak Prayoga, lama tidak kelihatan" datang seorang bapak seumuran dengan ayah menghampiri mereka dan mengobrol cukup lama, ada beberapa orang yang segera bergabung dengan mereka sehingga tambah rame dan seru saat mengobrol. Kaila mengabadikan beberapa moments ayah berkumpul dengan tetangga mereka.
"non, duduk disini" dekat penjaganya melihat Kaila yang terlalu lama berdiri, Kaila tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "kita keliling aja kak, siapa tau ketemu jajanan enak" tunjuk Kaila, penjaganya menuruti Kaila. "yah, Kai keliling bentar nggak lama" kata Kaila, ayah mengangguk karena Kaila aman bersama penjaganya.
"kak, bawa uang nggak" cengir Kaila malu, penjaganya tersenyum dan menyerahkan sejumlah uang yang ada didalam kantongnya. "makasih kak" senyum Kaila mengangguk, melihat kerumunan anak-anak yang sedang bermain dan tidak jauh disebelah mereka terdapat penjual roti keliling dan minuman. "bang, rotinya dong" senyum Kaila melihat penjual roti. "yang mana non" tanya penjual membuka penutup rotinya. "siapa yang mau roti" seru Kaila memanggil anak-anak kecil yang sedang bermain, mereka segera mendekat kearah Kaila dan berebut untuk mengambil roti. Kaila tertawa melihat mereka yang antusias mengambil roti.
"jika sudah mendapat roti, minta sama bang penjual ice cream untuk kalian ya, nggak usah berebutan semuanya dapet antri satu-satu jangan rebutan" ingatkan Kaila, mereka mengangguk dan segera berbaris mengantri didepan penjual ice cream. Kaila tersenyum melihat mereka yang senang dan berbincang dengan keras. "udah semuanya" tanya Kaila melihat penjual roti yang sudah sepi anak-anak yang tadi berebut mengambil roti.
"sudah non, ini masih ada beberapa roti" angguk penjual memperlihatkan tempat rotinya.
"ada yang belum kebagian roti nggak" seru Kaila melihat anak-anak itu. "ada kak, mereka yang disebelah sana nggak berani mendekat" tunjuk seorang anak didalam antrian ice cream. Kaila menoleh dan melambaikan tangan kepada beberapa anak yang hanya melihat dari kejauhan untuk mendekat. "ayo, kesini" senyum Kaila. mereka segera mendekat kearah Kaila dan mengambil beberapa roti yang masih tersisa, "sekarang ikut antri untuk mendapat ice cream ya bareng yang lain" kata Kaila. mereka mengangguk dan segera mengikuti antrian yang sudah ada.
"udah habis non" kata penjual roti. Kaila mengangguk dan tersenyum.
"berapa jadinya semua roti tadi bang" tanya Kaila menatap penjual roti. "totalnya 300 ribu non" jawab penjual Kaila memberikan uang 1 juta kepada penjual.
"terimakasih bang, semoga anak-anak abang sehat dan bahagia punya bapak yang hebat seperti abang" senyum Kaila menyerahkan uangnya. penjual roti tersenyum dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Kaila dan mendoakan kelancaran Kaila saat melahirkan, Kaila mengamini doa penjual roti dan segera beralih ke penjual ice cream keliling.
"sudah hampir selesai ya" tanya Kaila mendekat dan melihat antrian yang tinggal 5 anak lagi, penjual ice cream mengangguk. Kaila menunggu sambil melihat anak-anak yang sedang berjejer memakan ice creamnya dengan semangat.
"jika kalian sudah selesai makan nanti temui kakak sebentar ya, ada hadiah buat kalian. tapi jangan lupa cuci tangan dulu sehabis makan" senyum Kaila, mereka mengangguk senang.
"non ada panggilan dari tuan" serah ponsel penjaga Kaila.
"hallo, by. aku ada disebelah kompleks" beritahu Kaila.
__ADS_1
"aku kesana sekarang" tanya Pram.
"iya, sekalian money" bisik Kaila, Pram tertawa lebar.
"kebiasaan, nggak bawa. pasti pinjem penjaga mu lagi" keluar kamar Pram.
"right" tawa Kaila membenarkan perkataan Pram dan menutup panggilan.
"kak, masih ada anak-anak lain nggak" toleh Kaila ke kanan dan kiri, penjaga Kaila juga melakukan hal yang sama.
"kayaknya pada ngumpet non, pada takut liat non kali" goda penjaga yang membuat Kaila tertawa terbahak bahak mendengar candaan penjaganya.
"iya ya kak, karena perutnya yang buncit, kayak cacingan" kekeh Kaila, penjaga tertawa kecil dari jauh tampak Pram diantar oleh penjaga lainnya menggunakan buggy car.
"yang" hampiri Pram melihat sekeliling Kaila yang banyak terdapat anak kecil yang sedang asyik makan ice cream keliling. "kebiasaan jelek, nggak bawa uang" serah amplop coklat Pram ke Kaila yang tersenyum nyengir. "tunggu disini aja by, aku kesana sebentar" kata Kaila, menunjuk penjual ice cream. "berapa semuanya tadi bang" tanya Kaila tersenyum.
"semuanya jadi 200 non" jawab penjual ice cream keliling. Kaila menyerahkan uang 1 juta kepada penjual ice cream keliling yang juga mendoakan kebaikan untuk Kaila.
"sudah semua makannya" tanya Kaila menatap anak-anak yang sedang memakan makanannya.
"tidak usah buru-buru. kakak tungguin" jawab Kaila mencari tempat duduk, seorang ibu yang melihat Kaila kesusahan segera mengambil kursi dari dalam rumahnya.
"terimakasih ibu, semoga ibu selalu diberi rejeki melimpah dan sehat selalu" senyum Kaila mengucapkan terimakasih, ibu itu tersenyum dan menjauh dari Kaila yang sudah dikerumuni anak-anak.
"antri didepan kakak nanti baru akan kakak kasih hadiahnya. mau nggak" seru Kaila.
"mau" teriak mereka bersemangat dan segera berdesakkan untuk membuat barisan, Pram tersenyum melihat pemandangan didepannya.
"ayah kemana" tanya Pram kepada penjaga Kaila.
"ada di gang sebelah sana tuan, ngobrol bersama bapak-bapak yang lain" jawab penjaga Kaila, Pram mengangguk mengerti. Kaila terlihat senang ketika anak-anak berbaris dan segera memberi mereka uang untuk ditabung hingga antrian anak-anak sudah habis.
__ADS_1
Pram mendekat dan membantu Kaila untuk berdiri dari duduknya "by, ibu yang punya bangku mana" tanya Kaila, ibu yang punya kursi segera mendekat untuk mengambil kembali kursinya.
"makasih ibu, sudah meminjamkan kursinya untuk saya" salam Kaila sambil menyelipkan uang tanda terimakasih kepada ibu yang membantunya, ibu itu tersenyum dan mengangguk berterimakasih.
"kita jemput ayah sebelum pulang" kata Pram membantu Kaila naik buggy car. Kaila mengangguk, "pinjam berapa ke penjaga" tanya Pram.
"2 juta ya kak" tanya Kaila menatap penjaganya yang menganggukkan kepalanya.
"ganti dirumah aja kalo nanti ketemu orang nggak cukup uangnya" jawab Kaila. Pram mengangguk. "ayah kalo ngobrol lupa punya anak yang sedang buncit perutnya" hela nafas Kaila.
"bukannya kebalik ya,anaknya yang suka lupa kalo ninggalin ayahnya jika udah asyik main" pandang Pram ke arah Kaila yang tersenyum lebar. "like father like daughter berarti by" angguk Kaila memegang perutnya yang mengeras tiba-tiba, "ada apa" kuatir Pram yang melihat Kaila sedikit meringis. "perutku tiba-tiba saja mengeras membuat sedikit nyeri" pandang Kaila.
"aku antar pulang ya, biar penjaga mu yang menjemput ayah" pandang Pram mengusap perut istrinya, Kaila menggelengkan kepalanya. "it's oke by, hanya sesaat saja. sekarang sudah tidak apa-apa mungkin triplets sangat antusias jika bertemu dengan banyak orang" kata Kaila. Pram menatap Kaila seksama, Kaila mengangguk tersenyum. "jangan memaksa honey" kata Pram, Kaila tertawa dan mengelus bahu Pram.
tiba ditempat ayah, Pram segera turun dan mengobrol sebentar dengan beberapa bapak-bapak yang sedang mengobrol dengan ayah. "Kaila nggak turun Pram" toleh ayah, Pram menggelengkan kepalanya. "dalam perjalanan kesini Kaila tadi agak kram perutnya mungkin terlalu semangat untuk berjalan dan bermain dengan anak-anak di gang sebelah sana yah" senyum Pram, ayah menoleh menatap kaila cepat.
"kalo gitu kita pamit pulang aja, kasihan Kaila" kata ayah kuatir, Pram mengangguk dan segera berpamitan kepada bapak-bapak yang lain. "yah, titipan Kaila" sodor Pram kearah ayah.
"oh iya, titip buat rumah ibadah ya pak, maaf Kaila tadi kelamaan main sama anak-anak" senyum ayah menyerahkan amplop coklat.
"tidak apa-apa pak Prayoga, nak Kaila sudah lama tidak bermain kesini, terima kasih atas amal Shodaqoh nya, semoga keluarga pak Prayoga selalu diberi kebaikan dan rejeki yang melimpah" terima seorang bapak, Pram dan Ayah mengamini doa bapak tersebut dan segera pamit untuk pulang.
"gimana Kai" tanya ayah duduk didepan Kaila. "nggak papa yah, hanya sesaat tadi sekarang udah nggak papa mungkin triplets baru berganti posisi jadi berebut naruh kaki" senyum Kaila mengelus perutnya. "nggak bawa makanan by" tanya Kaila, Pram menggelengkan kepalanya. "bentar lagi nyampe rumah Kai, sabar" kata Ayah, Kaila mengangguk meringis.
"bik Sum bikinin Kaila coklat dingin sama cake atau cemilan. anaknya kelaparan" masuk ayah terlebih dahulu, bik Sum bergegas kebelakang, seorang pekerja rumah lainnya setengah berlari kearah Kaila yang mau duduk diruang tengah meletakkan nampan didepan Kaila.
Pram mengambil gelas coklat dingin Kaila untuk segera diminum habis oleh istrinya. "enak banget" kata Kaila menyerahkan gelasnya sambil menyandarkan bahunya ke sandaran sofa, Pram menaikkan kaki Kaila dan mulai memijitnya pelan, Kaila tersenyum menikmati pijitan suaminya yang membuat kakinya nyaman. "mau makan apa, yang" pandang Pram, Kaila menunjuk puding coklat kesukaannya. Pram mendekatkannya ke Kaila. ayah datang mendekat dan duduk disamping Kaila. "capek Kai" tanya ayah melihat Pram yang memijit kaki Kaila.
Kaila menggeleng, "kak Pram selalu the best yah" kata Kaila memberi tanda cinta ala Korea kearah Pram yang masih memijitnya pelan, Ayah tersenyum.
hai ..... hai ..... hai ..... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini, jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa... karya pertama ku.
__ADS_1
luv ..... luv .... luv .... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
thanks a lot pisang sekebon...😘