Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 58


__ADS_3

tiba dirumah sakit Kaila segera ditangani oleh dokter jaga. Pram menunggu dengan cemas apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya Pram hanya berjalan mondar-mandir selama Kaila diperiksa akhirnya dokter jaga yang ditunggunya keluar dari ruangan. "maaf mas sebaiknya saya rujuk ke poli kandungan ya.... saya tidak begitu yakin dengan diagnosa saya makanya saya rujuk ke poli kandungan yang lebih berkompeten untuk menjawabnya" pandang dokter jaga itu "siapa dokter kandungan yang sedang jaga dok" pandang Pram dingin. "saya lihat jadwalnya dulu mas, mari ikut sebentar ke ruang jaga didepan." jawab dokter jaga "hari ini ada dokter Annisa yang stand by" lihat jadwal dokter jaga, Pram mengangguk dengan cepat.


"suster jaga yang akan menghubungi bagian poli kandungan silahkan anda mengikuti kami untuk pindah kebagian poli kandungan dengan dokter Nisa" jelas dokter jaga Pram mengangguk mengikuti langkah brankar yang membawa Kaila kebagian poli kandungan.


"ada apa tuan Pram" kata dokter Nisa mengetahui jika Kaila dibawa ke ruangannya setelah menerima panggilan dari ruang IGD. "tadi istri saya pingsan dok setelah masuk kampus saat bersama dengan temannya" jawab Pram pelan. "saat berangkat ke kampus dia tidak sarapan" tambah Pram melihat dr Nisa segera memindahkan tubuh Kaila ketempat tidur khusus kandungan. Dokter Nisa segera memeriksa denyut nadi Kaila mengernyit sedikit dan menyuruh para perawat untuk melakukan pemeriksaan, seorang perawat membuka sedikit perut Kaila dan memberikan gel sebelum dilakukan USG oleh dokter, Pram berdiri tidak jauh dari Kaila hanya dia laki-laki satu-satunya diruangan itu.


dokter Nisa memutar alat USG disekitar perut Kaila dan menemukan titik lebih dari satu yang sangat kecil sampai-sampai tidak terlihat, dokter Nisa tersenyum dan menatap Pram sesaat. "apakah setelah Kaila dibawa kemari sebulan kemarin dia belum mendapatkan siklus bulanannya tuan Pram" pandang dokter Nisa Pram mengingat dengan cepat "sepertinya belum dok karena pembalutnya masih rapi didalam bathroom" ingat-ingat Pram heran dengan pertanyaan Dokter Nisa yang tidak ada hubungannya dengan keadaan Kaila saat ini, Dokter Nisa kembali tersenyum lebar mendengar jawaban Pram yang seperti tidak yakin. "mendekatkan tuan. anda boleh melihat dari dekat disamping Kaila" pandang Dokter Nisa sesaat sebelum kembali ke layar TV diatasnya.


"anda lihat ada tiga titik di rahim istri anda" tunjuk Dokter Nisa sambil mengarahkan pena sinar ketitik-titik yang dia maksud Pram mengangguk mengiyakan.


"nah ini adalah bakal bayi anda berdua selamat nona Kaila sedang hamil kembar tiga mungkin karena yang dibawanya ada tiga membuat tubuhnya beradaptasi lebih berat di kehamilan trimester pertamanya" senyum Dokter Nisa menjelaskan dengan detail kenapa Kaila sampai jatuh pingsan saat ini.


"dan kandungannya saat ini memasuki usia 3 minggu" hitung Dokter Nisa menggunakan tabel kandungan. Pram terhuyung sesaat kakinya seperti tidak menapak sempurna diatas lantai dia mencengkeram kuat tepi tempat tidur Kaila yang masih pingsan setelah mendengar perkataan Dokter Nisa tadi. "hari ini Kaila harus dirawat dulu untuk memastikan kondisinya baik-baik saja karena perubahan hormon kehamilan dia akan dibawa keruang inap terbaik yang tuan inginkan" senyum dokter Nisa melihat wajah Pram yang seakan tidak percaya atas perkataannya barusan mengenai Kaila.


Pram hanya mengangguk dan mengikuti perawat yang menunjukkan jalan kepada Pram agar Kaila segera dibawa keruang inap, dokter Nisa tersenyum lebar melihat pasiennya hamil dan sehat-sehat saja. perawat kembali mendorong brankar Kaila menuju ruangan yang terbaik dirumah sakit itu. "by" sadar Kaila saat akan dibawa keruang inap rumah sakit Pram menatap Kaila lembut dan tersenyum.


"kamu tadi pingsan saat dikampus sekarang kita akan menginap sebentar di rumah sakit saat kondisimu sudah membaik tunggu sampai kita diruangan honey" elus pipi Pram Kaila mengangguk pelan menggenggam tangan Pram. tiba diruang rawat inap Kaila segera dipindahkan ke bed pasien oleh Pram berganti memakai baju pasien diberi infus cairan agar badannya kuat.


"silahkan istirahat nona Kaila semoga anda nyaman selama berada dirumah sakit ini" undur diri perawat yang menemani mereka dari bagian poli kandungan. "by, aku kenapa harus rawat inap" tanya Kaila saat perawat meninggalkan ruangan rawat inap mereka berdua Pram segera memeluk Kaila erat dan menciumi seluruh wajah nya dengan gembira. "honey, aku sangat bersyukur atas nikmat Tuhan yang tidak ada habis-habisnya diberikan kepada keluarga kita hingga saat ini" senyum Pram lebar sambil mengeluarkan airmata bahagianya, Kaila memandang Pram bingung dan heran.


"kamu hamil anak-anak kita honey nggak hanya satu tapi kita dikasih kepercayaan tiga sekaligus" kata Pram tertawa sambil menghapus air matanya Kaila membulatkan matanya dan membuka mulutnya tidak percaya atas apa yang dikatakan Pram barusan. Pram memandang Kaila mengangguk kuat menyakinkan Kaila bahwa apa yang dia katakan itu benar. Pram bergegas melakukan sujud syukur atas kebahagiaan yang dia dan kaila dapatkan hingga hari ini Kaila menangis bahagia dan mengusap-usap perutnya tidak percaya Pram menaruh tangannya diatas tangan Kaila.

__ADS_1


"sehat-sehat triplet didalam sana jangan membuat momi mu sakit karena kalian rewel. kalian berempat harus kuat dan sehat" usap-usap Pram diperut Kaila yang mengelus rambut Pram lembut melihat interaksi pertama kali dengan ketiga anaknya yang ada didalam perutnya "apa kamu menginginkan sesuatu honey, katakan apa yang mau kamu makan" kata Pram Kaila tersenyum dan menggeleng. "aku hanya ingin minum air putih by" pandang Kaila Pram segera mengambil botol air mineral dari dalam lemari pendingin dalam ruang rawat inap Pram membuka tutupnya dan memberikan pada Kaila yang meneguknya hingga hampir habis "aaahhhh.... segarnya terimakasih by" pandang Kaila tersenyum. "kandungan mu sudah masuk tiga minggu honey, Dokter Nisa yang tadi memeriksa mu dia yang memberitahuku semuanya tadi kondisi little triplets masih terlihat kecil seperti titik kecil ada tiga biji kedelai didalam perutmu" antusias Pram menceritakan pada Kaila yang tertawa pelan sambil mengusap air matanya Pram mengelus perut Kaila dan menciumnya berulangkali.


"by udah memberitahu orang tua kita" tanya Kaila mengelus rambut Pram segera memandang Kaila sesaat "oh astaga honey, aku lupa saking panik melihatmu pingsan dan terlalu gembira" kata Pram mengeluarkan ponsel nya menghubungi mom and dad nya


"hallo" salam Pram.


"hai son ada apa pagi-pagi menghubungi kami" jawab daddy seperti orang yang baru bangun tidur sambil masih memejamkan matanya. "dad, bisakah beralih ke panggilan video dulu" tanya Pram, daddy menggeser layarnya.


"hai mom dad" lambai tangan Kaila yang terpasang selang infus daddy membuka matanya lebih lebar memastikan apa yang dilihatnya benar. "apa yang terjadi padamu sweetie kenapa memakai baju hospital" perhatikan daddy saat melihat baju pasien Kaila.


"what.... siapa yang sakit kakak atau Kai" bergerak mommy tiba-tiba mendengar Daddy. Pram tertawa lebar


"no dad, Kaila tadi pingsan saat tiba dikampus saat dia sedang bersama Icha." geleng Pram.


"semuanya baik-baik saja mom Kaila juga sudah merasa lebih baik kami hanya ingin mom and dad mendengar ini dari kami sendiri" jawab pram.


"ada apa kak ngomong yang bener" pandang mommy kesal.


Pram tergelak melihat ekspresi mommy nya yang tidak sabaran "Kaila ternyata sedang membawa your grand son diperutnya" senyum Pram bahagia mommy dan daddy terdiam sejenak untuk mencerna perkataan Pram yang barusan yang terlalu cepat mereka cerna pagi buta.


"what..... ulangi sekali lagi son. apa yang kamu bilang barusan" geleng daddy takut salah dengar. Pram dan Kaila tertawa lebar melihat kedua orangtuanya saling pandang bingung. "she's pregnant dad, mom" seru Pram bahagia. mommy berteriak terkejut menutup mulutnya tidak percaya Daddy memeluk mommy bahagia Kaila dan Pram tertawa melihat kebahagiaan mommy dan daddy

__ADS_1


"and you know what... dad, mom Kaila membawa tiga baby diperutnya" senyum lebar Pram. Daddy and mom tampak terkejut mendengar Pram memberi kejutan lain mommy bertepuk tangan dan berteriak senang mendengar perkataan Pram melompat-lompat diatas tempat tidurnya.


"dad kita pulang ke Indonesia" pegang lengan tangan mom bingung daddy memeluk mommy menenangkannya.


"dad aku tutup dulu ya... Kaila mau kebathroom" pamit Pram melihat orang tuanya panik dan bahagia."hubungi ayah by aku kekamar mandi dulu" buka selimut Kaila dan bergerak turun dari tempat tidur pasien. "ayo aku antar kekamar mandi dulu baru kita hubungi ayah sama-sama" raih bahu Pram dan mendorong tiang selang infus Kaila kedalam kamar mandi. Pram menunggu Kaila selesai membawanya kembali ketempat tidur pasien. Pram menekan tombol memperbaiki posisi Kaila agar nyaman saat berbaring. "begini honey" tanya Pram menatap Kaila.


"kurang sedikit lagi, yang. agak tegak sedikit lagi" kata Kaila Pram menuruti keinginan Kaila yang memberi isyarat Ok dengan jemarinya. Pram mengangguk. "Kai" ketuk pintu ayah mereka menoleh kearah pintu Pram bergegas membuka lebar pintunya menyalami ayah yang segera masuk kedalam ingin melihat keadaan Kaila. "bagaimana keadaanmu Kai, kenapa bisa pingsan" peluk ayah menciumi rambut Kaila dan duduk ditepi tempat tidur Kaila Pram dan Kaila tersenyum menatap ayah yang terlihat kuatir.


"Kai baik-baik saja yah, hanya merasa pusing saat tiba dikampus terus pingsan untungnya dia bersama icha" kata Pram ayah memandang Kaila yang terlihat agak pucat "bagaimana seorang yang sering mendaki gunung pingsan karena sakit kepala biasanya masih kuat aja walau ada badai" kata Ayah tidak mengerti Pram tersenyum lebar melihat ayah. "karena Kaila sedang membawa tiga baby diperutnya yah makanya dia pingsan karena tidak tahu" jelas Pram pelan ayah hanya terdiam sesaat mendengar perkataan Pram yang dianggapnya biasa saja sejenak ayah menoleh kearah Pram memastikan apa yang didengarnya barusan.


"apa yang kau bilang barusan nak" ulang ayah sembari menatap Pram yang menganggukkan kepala. "Kaila sedang mengandung yah, kembar tiga" ulang Pram tersenyum menatap ayah yang seketika berdiri tegak memandang mereka berdua tidak percaya. ayah memandang Kaila dan Pram bergantian memastikan bahwa itu benar Kaila mengangguk meneteskan air mata ayah tertawa pelan dan memeluk Kaila erat namun sesaat kemudian dia melepaskan pelukannya takut Kaila sesak.


"kamu nggak papa kan Kai ayah meluknya kencang ya..." tanya ayah meneliti tubuh putrinya itu, Kaila tertawa pelan dan menggeleng sambil menangis ayah ikut meneteskan airmata bahagia memeluk Kaila sesaat dan kemudian melakukan sujud syukur. "terimakasih Tuhan sudah kembali mengabulkan permintaan hamba" doa ayah kemudian memeluk Pram erat dan menepuk-nepuk pundak Pram sambil menangis bahagia Pram memeluk ayah hangat.


"terimakasih kalian telah memberi ayah kado yang tidak ternilai harganya" usap airmata ayah, Kaila mengulurkan tangannya meminta ayah untuk memeluknya ayah mendekat untuk memeluk Kaila hangat mengusap punggungnya mengecup rambut putrinya beberapa kali. "jaga kesehatan Kai jangan banyak membantah orang tua" pandang Ayah Kaila manyun. "amit-amit nak jangan tiru kelakuan momi mu ya.... yang jelek dibuang" usap-usap perut ayah tertawa Kaila tertawa lebar menggeleng kepala kuat.


"Kai, bagaimana keadaanmu" masuk Icha begitu saja,bersama Kalai dan Davi. mereka bergantian memeluk Kaila kecuali Davi karena mendapat tatapan tajam Pram. "ya.... elah pawangnya galak banget sih" garuk-garuk kepala Davi Kaila tertawa lebar. "kenapa sampai pingsan Kai kamu sakit, kenapa nggak dibeliin makan sih katanya tadi belum sarapan" tanya Icha menatap Pram yang nyengir.


"kamu tau dari mana Kal" tanya Kaila Kalai menunjuk ayah.


"hai.... hai.... hai.... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa..... karya pertama ku.

__ADS_1


luv.... luv..... luv.... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak....


thanks a lot pisang sekebon.....


__ADS_2