Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 32


__ADS_3

mereka masuk kedalam tempat malam, seketika cahaya lampu berganti dengan cepat, suara dentuman musik yang terdengar membuat jantung berdetak lebih cepat membuat Kaila harus meletakkan tangannya didepan dada agar dentuman jantungnya dapat dinetralisir, ia menghembuskan nafasnya panjang, kencangnya suara musik yang dimainkan DJ pria diujung sana membuat tempat itu tambah hidup. Pram meraih pinggang Kaila untuk merapat padanya dan membawanya ketempat yang tidak terlalu kencang, mereka naik kelantai atas agar tidak berdesakkan dengan pengunjung lain yang sedang melantai dan berjingkrak-jingkrak mengikuti alunan musik bernuansa party.


Pram meminta Kaila untuk duduk didepan nya, dia duduk sambil melihat kebawah dan sekeliling. dilihatnya Saka baru saja masuk dengan menggenggam tangan Icha yang menempel dibelakangnya.Pram mengangguk saat melihat Saka, Saka kemudian naik kelantai diatas tempat Pram dan Kaila menunggunya. Icha sedikit menyembunyikan wajahnya dipunggung Saka agar telinganya tidak berdengung hebat karena musik yang sangat kencang. Saka mendudukkan Icha disamping Kaila dan dia duduk disamping Pram, Kaila dan icha segera menoleh berbarengan dan berteriak kencang saking kagetnya.


"aaaahhh...... kangen Kai, aku tidak bisa menghubungimu" kata Icha memeluk Kaila. "kenapa kamu nggak bilang kalo juga ada disini Cha" manyun Kaila memeluk erat Icha menggoyangkan tubuhnya kekanan dan kekiri. "tuh, biang kerok satu itu yang melarang ku untuk memberitahumu katanya biar jadi kejutan yang manis" hapus air mata Icha dengan tissue yang disodorkan Kaila menggunakan isyarat matanya untuk menunjuk Saka yang sedang berbincang dengan Pram. seorang penjaga datang menanyakan apa yang mau mereka pesan, Saka memesan sejumlah minuman dan makanan ringan untuk mereka berempat.


"kita terakhir ketemu pas aku mau naik gunung kan Cha, hingga hari ini kita ketemu disini" kata Kaila, Icha manggut-manggut. "aku dipaksa untuk pulang duluan pinginnya ikut jalan sama kamu dulu saat kembali dari mendaki tapi kak Saka nggak ngebolehin" sungut Icha. "aahhhh...... mereka nggak asik tau nggak, kalo gitu kita kebawah aja bosen kalo cuman duduk doang kan pingin juga ngrasain kayak mereka" isyarat Kaila melihat lantai bawah. "ayolah, ngapain kalo nggak turun udah sampai sini juga" angguk Icha. "aku tadi yang meminta kesini pingin ngrasain suasana malam kayak gini berbanding terbalik dengan saat mendaki sepi banget, berani kesini karena ada kak Pram juga" tawa Kaila kecil. "he ..... em. tapi mereka malah sibuk ngurusin kerjaan daripada menemani kita" isyarat dagu Icha melihat mereka berdua.


"kalo kita gimana kalo kita diam-diam kebawah mereka tau nggak ya" kata Kaila berbisik, Icha manggut-manggut setuju dengan usul Kaila, "Ok" isyarat jari Icha. mereka kembali ngobrol tetapi semakin melebarkan jarak dengan Pram dan Saka yang asyik berbincang dan tanpa sengaja tidak sering melihat keberadaan Kaila dan Icha, mereka kemudian mengendap-endap turun kelantai satu tempat orang-orang bergerak mengikuti musik yang DJ mainkan, mereka berdiri diluar lantai bergoyang jadi tidak begitu terlihat dari atas. "kok kamu bisa kesini juga Cha" tanya Kaila didekat telinga Icha. "terpaksa Kai, jika tidak menurut harus dianter kuliah sebulan" tunjuk Icha keatas mengarahkan jemari telunjuknya kearah Saka membuat Kaila tertawa ngakak, "harusnya dianter aja Cha, kita udah liburan semester kan biar dia sendirian dikampus, orang pada libur"

__ADS_1


toyor Kaila dibahu Icha. "eh busyet..... kok gue oon sih Kai..... iya.... ya..... kan udah libur semester juga. kenapa aku nggak kepikiran kesitu kemarin. iihhh....... kalo nggak ada kamu aku pasti gini deh" sadar Icha nggak berpikir sampai segitu, mereka saling berpandangan dan tertawa bersama karena kebodohannya.


"makanya jangan kebanyakan ke mall sekali-kali ikutan naik gunung. biar otakmu kemasukan jin baik yang menuntun mu menjadi lebih cerdas" kata Kaila sok bijak, Icha memutar bola matanya malas menepuk bahu Kaila keras, mereka kembali tertawa ngakak, menertawakan hidup yang membawa mereka saat sedih dan absurd seperti ini. "kita maju kedepan yuk Kai, jadi pingin gerak merasakan jadi anak malam" senyum Icha semangat, Kaila mengangguk menyetujui. "jadi jika kita punya anak-anak besuk bisa cerita kalo mommy nya pernah tempat malam juga" antusias Kaila menarik tangan Icha untuk sedikit ketengah lantai, Pram menoleh tidak menyadari jika Icha dan Kaila tidak ada ditempat. dia hanya meminum minumannya sedikit. Saka yang melihat kebawah seperti kenal dengan dua sosok yang bergerak enerjik, mengikuti alunan musik yang asyik. Saka mengerutkan keningnya seperti familiar dengan sosok dua gadis itu yang diam-diam diperhatikan beberapa pemuda yang ada disekitarnya.


Saka kemudian menoleh kedepan dimana Icha dan Kaila seharusnya duduk tenang mengobrol sambil menikmati musik dibawah sana, ia mendengus kesal mengetahui tidak ada mereka berdua ditempat duduknya. "Pram" panggil Saka dingin, Pram menoleh kesamping kearah Saka yang memberi isyarat Pram untuk melihat kebawah dimana Kaila dan Icha sedang mengikuti musik yang menghentakkan tubuh. Pram menggeretakkan giginya kesal dengan tangan yang mengepal marah ia menatap Kaila tajam dari atas, dilihatnya Kaila sedang asyik mengikuti irama bersama Icha tanpa memperdulikan disekitarnya ada beberapa pemuda seusianya mendekat kearah mereka tanpa mereka sadari, Saka menepuk Pundak Pram mengajaknya turun setelah membayar pesanan yang tidak mereka sentuh semuanya. mereka bergegas setengah berlari turun untuk mendekati Kaila dan Icha agar pemuda-pemuda tanggung itu tidak mengganggu mereka, Pram dan Saka bergerak kedepan dengan gesit menghindari tubuh orang-orang yang juga berjingkrak-jingkrak disekitar Kaila dan Icha.


"makan yuk Kai laper" usap perut Icha untuk segera di isi akibat terlalu bersemangat melompat dan bergerak sesuai musik. "kapan kamu datang Kai" tanya Icha sambil berjalan bersama. "pagi tadi setelah pulang mendaki kemarin kita istirahat 3 hari di bungalow daerah Magelang, ke Jogja. aku kira langsung pulang ke rumah nggak taunya langsung terbang ke sini" jawab Kaila melihat sekitar. "aku udah 1 hari disini, habis dari Jogja langsung diantar pulang. ngurus surat-surat yang diperlukan, pakaian, sambil istirahat satu hari langsung terbang kesini" kesal Icha mengerucutkan mulutnya. "kok kayak kambing congek aja sih kita Cha, disuruh sana-sini mau aja padahal kan kita biasa-biasa aja sebelum sama mereka" isyarat dagu Kaila. "iya, ini yang bikin aku nggak nyaman Kai, boleh nggak kita rewind kebelakang aja dimasa-masa kita berdua aja, nggak ada cowok posesif gini" hembus nafas Icha menatap keatas memandang langit yang penuh dengan taburan cahaya bintang yang indah, Kaila terdiam.


"dulu saat kamu sama Arga juga nggak seketat ini kemana aja masih Ok aja kenapa sekarang malah kayak nggak ada ruang gerak kalo nggak sama mereka pasti dari jauh udah ada orang yang ngikutin" pandang Icha, Kaila mengernyitkan keningnya mencerna ucapan Icha yang dirasa tidak asing baginya, seketika ia berhenti sesaat. "apa maksudmu Cha" toleh Kaila menghadap Icha dan menatap Icha lekat, Icha menoleh kesamping. "lho apa kamu nggak sadar selama ini, apa mas Pram tidak memberitahumu, sejak kejadian aku bertemu denganmu di Bandung dan kita seperti orang gila, mas Pram menempatkan beberapa orang untuk menjagamu dari jauh" jelas Icha. Kaila tambah mengerutkan keningnya melipat kedua tangannya didepan dadanya, Saka dan Pram yang berjalan agak jauh dari mereka tidak berani mendekat karena mereka tau, gadis-gadis itu tidak bisa didekati sekarang lebih baik mereka menjaganya dari jauh.

__ADS_1


"oh....Gosh.... kamu nggak menyadarinya sama sekali Kai, kamu yang terlalu cuek dengan keadaan sekitar sih" jalan Icha kembali, Kaila melangkahkan kaki mengikuti langkah Icha. "ada cafe diseberang kita makan disana aja" kata Kaila dingin, mereka kemudian menyeberang untuk makan dicafe yang Kaila maksud. "disini aja Cha" duduk Kaila meletakkan clutch nya. "bentar aku pesenin dulu, mau ke toilet juga" kata Icha berlalu, Pram dan Saka mendekat dan duduk disamping meja mereka. "dimana mereka kak" pandang Kaila tajam, Pram menatap Kaila yang telah mengetahui keberadaan penjaga yang ditugaskan olehnya melindungi Kaila. "karena kau bersamaku, mereka mundur' jawab Pram menghela nafasnya mengetahui jika kekasihnya akan marah dan meledak jika dia salah menjawab. "sejak kapan" lipat tangan Kaila didepan dadanya sambil bersandar dibahu kursi. "sejak berada dibukit, hari pernikahan Kalai" hembus nafas Pram menatap Kaila tidak berdaya.


"apakah saat aku di gunung juga ikut" tanya Kaila, Pram menggelengkan kepalanya lemah, "mereka hanya menunggumu ketika naik dan turun" jawab Pram, Kaila menghela nafasnya saat melihat penjaga cafe datang membawa pesanan makanan. dia tidak melanjutkan pembicaraan nya dengan Pram karena hal itu ditambah lagi Icha sudah datang setelah menggunakan bathroom "makan yuk kai" sodor Icha, Kaila mengangguk mengambil piring spaghettinya. "Kai, tau nggak kemarin kak Saka menceritakan adiknya mas Pram yang meninggal karena kecelakaan, aku merasa ada yang aneh deh Kai" kata Icha sambil makan. "kenapa" tanya Kaila mengerutkan keningnya tidak jadi memasukkan makanannya ke dalam mulut saat mendengar Icha berkata seperti itu. "aku merasa aneh aja Kai, kalau dipikir-pikir kenapa kejadiannya sama persis dengan yang terjadi dengan momimu" kata Icha, Kaila meletakkan garpu seketika hingga sedikit berbunyi dan meminum minumannya. mereka berdua segera menoleh kearah dua gadis yang sedang mengobrol berdua, "apa maksudmu Cha, apa kamu tahu sesuatu, apa ada hubungannya antara mereka" tanya Kaila datar. Icha menggeleng pelan, "tidak Kai, aku seperti merasa ada yang janggal. kejadiannya juga ditempat yang sama, tanggal kecelakaannya juga sama dan yang terlibat kecelakaannya pun sama" pandang Icha, Kaila mengepalkan kedua tangannya merasakan sesuatu yang tidak bisa dipikirkan nya lagi"


hai ..... hai...... hai..... all readers terimakasih telah berkunjung ke karyaku. terimakasih banyak atas dukungannya terhadap karyaku ini.


luv..... luv...... luv...... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya


stay healthy all

__ADS_1


__ADS_2