Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 27


__ADS_3

matahari sudah berada ditengah dari tadi, namun tidak mengusik tidur Kaila dan Pram yang baru terlelap di pagi hari saat fajar menyingsing. ponsel Pram berdering berulangkali, Pram memicingkan mata mencari keberadaan ponselnya yang mengusik tidurnya, sedangkan Kaila tidak terusik dengan deringan ponsel Pram.


"hallo" sapa Pram.


"aku baru tidur jam 6 pagi mom" desah nafas Pram.


"Kaila masih tertidur, dia kecapekan baru turun dari mendaki kemarin sore" jawab Pram memejamkan matanya.


"ya.... got it" jawab Pram menutup panggilan mommy nya dan memeluk Kaila dari belakang agar lebih dekat malah membuat Kaila bergerak pelan membuka matanya. "jam berapa" serak Kaila khas bangun tidur. "sekitar jam 1 mungkin, tidur lagi, yang" peluk Pram, Kaila bangun duduk bersandar dikepala ranjang. "mandi kak, kita jalan-jalan disekitar sini" kata Kaila menepuk lengan tangan Pram yang membuka matanya. "kamu mau mandi atau nanti saja" tanya Pram menatap Kaila. "nanti aja" jalan Kaila meraih air mineral, Pram melangkah menuju bathroom.


"Kai" panggil Pram setelah selesai membersihkan dirinya. Kaila menoleh menatap Pram sesaat, terlihat tampan dengan jeans dan t-shirt putih dibalut kemeja polos sebagai outer yang digulung sampai siku tangan. "kenapa, apa baru tau kalo aku tampan" senyum Pram, Kaila menganggukkan kepalanya tanpa sadar. Pram tertawa tertahan melihat Kaila yang salah tingkah. "aku mandi dulu kalo gitu, nggak enak yang nemenin udah tampan malah yang ditemani belum mandi" anjak Kaila setengah berlari mengatasi rasa groginya.setengah jam kemudian Kaila keluar dari bathroom, mengenakan bathrobe menuju kopernya.


"kenapa girls semua" melongo Kaila menatap kopernya tak berdaya, terduduk disisi ranjang. tak berapa lama dia sudah berpakaian rapi dan berjalan menuju Pram yang menunggunya dari tadi. "mommy menata semua gaun di koper" hela nafas Kaila menatap Pram yang tertawa, memeluk dan mengecup rambutnya. "kamu selalu terlihat cantik honey, aku takut kamu yang berpaling dariku" ujar Pram menatap kaila yang mengenakan gaun dibawah lutut berwarna peach, membuat Kaila terlihat seperti anak sekolahan, ditambah sneaker putih semakin membuatnya terlihat segar dan cantik.


Pram meraih pinggang Kaila posesif, mereka berjalan menuju restaurant yang ada dibagian depan resort, banyak mata yang memandang kagum ketika mereka melintas dan memilih untuk duduk didekat kolam ikan yang ditata dengan indah. sosok Pram yang tinggi dan tampan mempesona membuat para wanita tidak bisa menolak pesonanya dan Kaila yang terlihat cantik, tinggi semampai dengan kulit putih bening mengimbangi pesona Pram. "mau apa honey" tanya Pram melihat Kaila, "this cake" tunjuk Kaila, "aku mau lemon tea dingin, apa makanan khas daerah ini, saya pesan itu satu" senyum Kaila. "black coffe" pesan Pram dengan sikap dingin.


saat mereka mengobrol, tampak seorang anak kecil berjalan tertatih-tatih menuju ke arah mereka berada, Kaila segera menoleh cepat dan mengulurkan tangan untuk membantunya mendekat. "dimana mommy mu cantik" elus pipi Kaila mendudukkan gadis kecil itu dipangkuannya.


"aahh disini rupanya anak mama" lari kecil mama gadis kecil itu.

__ADS_1


"aahh..... mommy kesulitan mencarimu" senyum Kaila menurunkan gadis kecil itu untuk berjalan menuju mamanya.


"maafkan anak saya mengganggu anda nona" kata mama anak itu, Kaila menggeleng dan tersenyum.


"tidak apa-apa kak, sangat senang mengenal baby cantik ini" berdiri Kaila dan mengelus pipi chubby gadis kecil.


"mau cake ini cantik" ambil Kaila saat pesanannya datang, gadis kecil itu mendekati Kaila untuk meraih cake yang disodorkan Kaila "makan bersama mommy ya" senyum Kaila menyerahkan nya pada mama gadis kecil itu.


"terimakasih nona, anda baik sekali. semoga anda berdua selalu bahagia" senyum mama anak itu.


"terima kasih atas doanya. doa yang sama untuk anda dan keluarga juga" senyum Kaila manis sembari menganggukkan kepala, gadis kecil itu melambaikan tangannya kepada Kaila. "bye little girl" lambai Kaila tersenyum. "mau pesen lagi" tanya Pram. "ya" angguk Kaila meminum lemon tea dinginnya. "kalau begitu makan dulu sebelum cake itu datang" kata Pram menyuapi Kaila. "kak kamu nggak malu menyuapiku dimana-mana" pandang Kaila nggak enak dilihat banyak orang. "no, atau kamu yang nggak mau" jawab Pram. Kaila menghela nafasnya panjang. "justru aku merasa nggak enak sama kakak, apa kata orang. kakak kan orang yang ditakuti banyak orang" jelas Kaila menerima suapan dari Pram. "aku nggak peduli dengan orang lain, yang. hanya kamu yang aku pedulikan" geleng Pram dingin.


"satu lagi, yang. bisakah kamu memanggilku dengan sebutan lain, aku merasa seperti sugar Daddy ketika jalan denganmu" kesal Pram melihat Kaila yang hanya tertawa pelan. "berarti aku cotton candy dong" senyum Kaila menggoda Pram tersenyum lebar. "mau dipanggil apa" goda Kaila lagi, Pram menatap Kaila lama dan tajam, tahu kalau saat ini Kaila menggodanya. "hubby" pandang Pram, Kaila tersedak makanan hingga batuk-batuk. Pram beranjak menepuk punggung Kaila pelan menyodorkan minuman kepada Kaila yang segera meminumnya, menatap tajam mata Pram yang seakan mengejeknya karena telah menggodanya tadi. "kenapa, kamu tadi yang menanyakan aku mau dipanggil apa" makan Pram santai. "kamu ngeselin, tau nggak" kesal Kaila melihat Pram yang membalas menggodanya. "what.… harusnya aku yang marah kamu goda" senyum Pram menyuapi Kaila, bergantian dengan dirinya sendiri. "kita makan aja" kunyah Kaila dengan buru-buru, Pram tertawa pelan.


"apa kamu merencanakan sesuatu yang aku tidak tahu lagi" kerut kening Kaila berhati-hati dalam menjawab pertanyaan Pram barusan. "tentu, aku ingin tahu apa jawabanmu" angguk Pram tersenyum tipis. "baiklah, aku akan menurut padamu" angguk Kaila, Pram tersenyum lebar mendengar jawaban Kaila yang diluar dugaan. "aku kira akan ada perdebatan panjang sebelum kamu bilang iya" acak rambut Pram senang mendengar jawaban Kaila. "apa aku punya pilihan sekarang. dengan tekanan dan sikapmu yang seperti ini apa aku bisa bilang tidak" pandang Kaila. Pram menggeleng menyuapi Kaila cake yang baru saja dihidangkan. "mmm...... cake ini rasanya yummy" kunyah Kaila, Pram mencobanya dan mengangguk mengiyakan. "aku tidak terlalu suka manis, tapi ini cukup enak" angguk Pram. "karena dirimu sudah manis jadi buat apa makanan manis" angkat bahu Kaila menggoda Pram, Pram tertawa tertahan mendengar Kaila yang sekarang sering membalas menggodanya.


selama tiga hari mereka menghabiskan waktu berkeliling dan menginap di resort tersebut. "yang" panggil Pram, "ada apa" hampiri Kaila. "kita harus segera berangkat" kata Pram melihat Kaila yang sedang membereskan perlengkapannya, Kaila mengangguk. Pram mengeluarkan koper dari kamar. "terimakasih telah menginap ditempat kami" salam penjaga mengantar kepergian Pram dan Kaila, "terimakasih telah memberikan yang terbaik buat kami" senyum Kaila. Pram meraih jemari Kaila untuk segera berjalan. "kita harus ke Jogja untuk kebandara" kata Pram, Kaila mengangguk mengerti. "kita langsung ke Jakarta" tanya Kaila, Pram mengangguk. "jam berapa flight nya" tanya Kaila. "jam 2 siang" jawab Pram. "ini jam 9" lihat ponsel Kaila sambil menghubungi Ayah. "kenapa ayah akhir-akhir ini susah dihubungi" gumam Kaila heran. "mungkin Ayah baru sibuk di proyek. kan kamu tau sendiri, gimana Arden dan Kris" kata Pram.


"lama nggak ketemu Kris, jika abis naik gunung gini sering ngajakin naik motor ke proyek keliling disekitar sana. nyari spot yang enak kadang makan di pengkolan gang, bareng ibu-ibu sambil ngerumpi" senyum Kaila. "kalo sama Arga" tanya Pram melihat Kaila, "hmmm... mari kita ingat.... nggak banyak sih yang terekam di memori jarang bisa pergi berdua. mungkin karena kebiasaan apa-apa sendiri jadi nggak merasa gimana-gimana kalo jalan bersama teman yang lain" ketuk-ketuk jari Kaila di mulutnya. "Arga sibuk dengan basket dan kuliahnya. kita dekat saat aku kelas 3, jadi lagi padat-padatnya kegiatan disekolah kan. sering pulang sore, trus kalo ada waktu di weekend lebih memilih untuk naik gunung bareng yang lain atau aku yang tidak begitu perhatian ya.... jadi dia menemukan sosok yang dia cari pada diri Kalai" pandang Kaila penasaran. "Arga juga berkata seperti itu saat dicafe waktu itu, jika aku terlalu mandiri dan dia merasa diabaikan" ingat Kaila. "apa kamu juga merasa seperti itu kak" toleh Kaila ingin tahu bagaimana reaksi Pram, Pram menggeleng, "tidak, bagiku kamu gadis yang penurut dan nggak macam-macam. mungkin karena kami memperlakukan mu berbeda. sikap kita juga tidak sama" kata Pram mengelus rambut Kaila kekanan dan kekiri. Kaila memajukan bibirnya, Pram meraih mulut Kaila dengan jari tangannya. "kakak orangnya pemaksa" halau tangan Kaila menjauhkan tangan Pram dari dirinya. Pram tertawa, "kalo nggak dipaksa, kamu nggak ada lawan yang seimbang untuk bilang tidak saat kamu bilang iya atau terserah, susah kamu dikasih tau" kata Pram pelan menyentil kening Kaila. Kaila memandang keluar jendela mobil yang mengantar mereka ke bandara di Jogja. Pram meraih bahu Kaila dan merengkuhnya erat.

__ADS_1


tiba dibandara


"honey" panggil Pram memakai kacamata hitamnya, Kaila berjalan mendekat, Pram meraih jemari Kaila dan berjalan bersama. "kita tunggu sebentar lagi" lihat Pram disekitarnya, mencari seseorang. Kaila duduk ditempat yang Pram minta untuknya duduk dari kejauhan tampak seorang pria tampan memakai kacamata hitam berjalan mendekat kearah mereka. "sudah lama" senyum Saka menyapa mereka. "baru saja" datar Pram menjawab pertanyaan saka. "Kai, ayo" isyarat kepala Pram agar Kaila mendekat. Kaila beranjak dari tempat duduknya, mendekat kearah Pram.


"kak Saka, juga dibandara" kerut Kaila. Pram meraih jemari Kaila agar mengikuti langkahnya, Saka mengikuti mereka dari belakang, banyak orang yang memperhatikan langkah mereka saat melintas karena daya tarik mereka yang tak seperti yang lain, tatapan orang lain yang kagum melihat sosok mereka lama-lama membuat Kaila menjadi terbiasa dan tidak merasa canggung lagi, padahal dulu dengan cuek dan apa adanya dia bebas melakukan apapun yang dia mau dan inginkan.


tidak ada yang memperhatikan atau mengenalinya berbanding terbalik dengan sekarang, kebiasaan baru yang dia dapatkan ketika berjalan dengan seorang Pramudya Bagaskara seorang pewaris Bagaskara corp yang terkenal, walau hanya segelintir orang yang melihat wajahnya saat memimpin perusahaan. tapi Pram memperlakukannya lebih dari Pram memperlakukan dirinya sendiri, hingga Kaila merasa nyaman dan tenang. "honey" toleh Pram, Kaila menoleh cepat. "ada apa, kenapa kamu diam melamun" tanya Pram lembut, Kaila tersenyum. "aku sangat mencintaimu" bisik Kaila pelan ditelinga kiri Pram, Pram langsung berhenti. Saka yang berada dibelakang mereka juga ikut berhenti, Kaila tersenyum menggoda, terus berjalan meninggalkan Pram yang berdiri mematung setelah mendengar ungkapan cintanya yang tiba-tiba.


"ada apa" tanya Saka bingung melihat Pram yang hanya diam melihat Kaila yang menjauh, "Kaila udah jauh Pram" tepuk bahu Saka menyadarkan Pram yang hanya memandang Kaila menjauh. Pram segera sadar dan berdehem menetralisir jantungnya yang berdegup kencang setelah mendengar ungkapan hati Kaila yang tiba-tiba. Pram melangkahkan kaki sejajar dengan saka tanpa berkata sepatah kata pun. "over here Kai" kata Saka saat mereka sudah dekat, Kaila berjalan mengikuti Pram dan Saka.


"Kai" panggil seseorang dari jarak yang agak jauh, Kaila memutar kepalanya dan tersenyum.


hai hai hai... para readers, love you all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak hehehehehe..


selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat.


ciehhh... udah kayak mau tampil dikondangan aja nih hahahaha...


dukung yaaa... karya pertama ku.

__ADS_1


love...love...love all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..


thanks a lot pisang sekebon...😘


__ADS_2