
"mie gorengnya Kal" serah Kaila saat mereka sampai diruang inap ayah Kalai menerima dan membukanya. "hhhmmmm..... mantep nih kayaknya" bau hidung Arga sambil memejamkan mata "bangun makan dulu" duduk Pram menaruh bantalan sofa pelan diatas perut Arga, ia membuka mata pelan dan tersenyum melihat Kalai yang sedang makan mie goreng Jawa. "sayang mau dong" rayu Arga. "katanya tadi mau tidur kenapa bangun" goda Kalai menjauh. "sayang" kata Arga berusaha meraih tangan Kalai.
Kalai tertawa karena dikejar Arga Kaila yang memeluk Pram dari samping tersenyum lebar melihat Kalai dan Arga yang bertingkah gokil. Pram menyelimuti istrinya yang menempel, "tidur honey" kecup kening Pram sambil mengelus punggung Kaila pelan. "makan yang bener nggak jadi daging nanti" pandang Kaila. Kalai berhenti dan menyuapi Arga "yang ada ini jadi lemak Kai, karena udah jam 2 pagi" sahut Kalai melihat jam dinding."udah dini hari ternyata makanya ngantuk banget" kata Kaila memejamkan mata. "tidur yang nyenyak Kai" salam Kalai "hmmm....." gumam Kaila mulai tidur.
"anak ini kalo ketemu alas tidur langsung terbang" pandang Kalai makan. "di pesawat dia sama sekali nggak mau tidur jadi seharian kemarin dia belum istirahat sama sekali" kata Pram. "apa.... yang bener kak" tanya Kalai minum. Pram menganggukkan kepalanya "aku minta untuk istirahat dulu karena perjalanannya panjang dia benar-benar nggak mau hanya mau duduk aja mondar-mandir sambil meregangkan otot sesekali posisinya kayak gini sambil lihat awan" jawab Pram. "lumayan cepat sampainya di Indonesia lho kita aja sampai sini petang kemarin, sekitar jam 7 lebih" jawab Kalai.
"karena ngejar kondisi ayah jadi berangkat kebandara dan kesini naik heli biar cepet sampai" jawab Pram. "ah iya..... Kaila juga bilang telinganya agak sakit karena naik heli katanya" angguk Kalai ingat perkataan Kaila tadi sore waktu makan bakso, Pram tersenyum "nanti juga akan terbiasa" jawab Pram. Kalai menganggukkan kepala mengerti. "besuk siang aku akan kekantor sebentar jadi pagi aku harus pulang ke apartement dulu jika Kaila tidak mau pulang aku titip dia sebentar ya Kal" pandang Pram "iiissshhhh.....apaan sih kak jangan kuatir" kibas tangan Kalai. "istirahat lah kak kami juga akan istirahat sebentar lagi" kata Kalai. Pram tersenyum dan mengangguk memejamkan matanya menyusul istrinya yang telah lebih dulu terlelap.
pagi hari
"pagi dok" sapa Kaila tersenyum, "pagi gimana keadaan pasien hari ini" senyum dokter yang sedang visit Ayah. "mulai membaik dok sudah bisa interaksi" jawab Kalai. "bagus dong bapak udah lebih baik semangat ya pak, semoga segera sembuh dan bisa pulang ditunggu sama anak-anak nya yang cantik dan ganteng lagi" goda dokter tersenyum, Kaila nyengir.
"kondisi bapak sudah lebih baik kalo suasana hati bapak senang kemungkinan untuk lekas sembuh jadi lebih besar tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari keadaan bapak sekarang hanya sedikit memar atau ngilu itu wajar karena benturan dengan bodi mobil" pandang dokter, Kalai mengangguk mengerti.
"karena yang kena adalah kepala bagian kanan belakang akibat terkena hantaman dari kanan maka sebaiknya menunggu dua atau tiga hari lagi untuk kita observasi apakah ada memar diarea kepala dalam ataukah tidak kemarin kita rontgen tidak terjadi luka yang serius di area kepala lebih baik menunggu 2-3 hari lagi baru kita lakukan pemeriksaan lagi lebih lanjut" jelas dokter panjang. "gitu aja ya bapak semoga lekas sembuh kalo ada apa-apa hubungi suster jaga" senyum dokter pamitan, Kaila dan Kalai tersenyum mengangguk.
"nanti akan ada dokter gizi yang menjelaskan perihal makanan buat pasien kak" senyum perawat melirik Pram dan Arga yang sedang duduk melihat interaksi yang ada didepan mereka "baik sus terimakasih" senyum Kaila, suster segera pamit menyusul dokter.
"didepan heboh banget tau, pada ngomongin yang jaga ayah" selonong Icha masuk ruangan sesaat setelah dokter visit. "astaga naga.... masuk itu ketuk pintu dulu kali Cha" kaget Kalai, Icha nyengir memberi tanda piece dengan jemarinya "sampai pada rebutan yang mau rawat ayah gara-gara dua laki-laki itu" isyarat Icha, Pram menunjuk dirinya sendiri. "ya.... iyalah..... kalian berdua tambah satu ini lagi tadi pas nanya kamar ayah dimana udah tambah heboh aja, oh God...... cewek-cewek itu kagak liat apa ada cincin segede gaban dijari kembar ini" geleng kepala Icha menaruh paperbag berisi sarapan untuk mereka.
__ADS_1
"kamu habis sarapan mercon cha" buka paperbag Kalai mengeluarkan kotak-kotak makanan sarapan diatas meja. "mending mercon bikin melek mata liat mereka kayak uler keket nempel di pohon" duduk Icha kesal, Saka segera menyodorkan jus alpukat susu. "aahh..... makasih sayangku" senyum Icha nggak sadar Kaila tersedak teh panasnya Pram mengelus-elus punggung Kaila, ayah tersenyum gembira. "by" suap Kaila Pram membuka mulutnya sambil mengecek beberapa pekerjaan yang disodorkan Saka sambil senyum-senyum Kaila tertawa pelan. "bahagia kak" tanya Kaila menaik turunkan alisnya melihat Saka yang mengangguk senang "udah mau belum anaknya diajak nikah" tanya Kaila sambil menyuapi Pram dan dirinya sendiri sarapan pagi.
"bantuin dong Kai kalo kamu yang ngasih masukan pasti dia agak goyah" jawab Saka pelan Kaila mengangguk memberi tanda setuju dengan jemarinya. "Kai, mau ikut pulang ke apartement dulu nggak abis itu aku mau kekantor sebentar" tanya Pram, Kaila menggeleng sambil menyuapi Pram dengan nasi uduk dari mama Icha. "disini aja by kalo mampir apartement bawa t-shirt ato kemeja aja sama joger nyaman gitu" kata Kaila, Pram mengangguk meminum teh manis Kaila.
"punyamu kopi itu by" tunjuk Kaila disisi Pram yang hanya tersenyum "kebiasaan honey"jawab Pram Kaila menghabiskan teh panasnya yang tinggal sedikit. "masih ada Kai ditempat minum hangat itu mami tadi suruh bawa aja takut kamu nggak cukup teh manisnya" liatin Icha, Kaila tersenyum sumringah. "ayah, Pram tinggal dulu mau kekantor sebentar sama Saka" pamit Pram menyalami ayah yang menganggukkan kepalanya kepada Pram untuk pergi kerja. "aku antar by" anjak Kaila sambil meletakkan tempat makannya didalam plastik sampah Pram mengangguk. "ikut nggak Cha" pandang Kaila "nggak disini aja sebel liat tatapan lapar para wanita diluar sana" jawab Icha sambil melihat TV, Pram menggenggam jemari Kaila keluar dari kamar inap ayah.
"yang, jangan lupa tinggalkan deposit untuk perawatan ayah.... jangan sampai lupa" pandang Pram. "kan ayah udah ada asuransi kecelakaan kemarin udah diurus kak Arden saat mengantar ayah kesini" pandang Kaila "begitu ya.... kalau begitu tanya aja apakah semua asuransi yang menanggung ataukah ada tambahan biaya yang mesti kita tanggung aku nggak mau ayah kepikiran tentang apapun" masuk box ajaib Pram, Kaila mengangguk paham. "jam berapa pulang nanti" tanya Kaila. "nggak lama ada beberapa dokumen dan meeting penting yang harus aku lakukan nanti aku kabari kalo mau pulang" kata Pram. "Ok" angguk Kaila mengerti. ketika melewati tempat penjagaan kamar para suster perawat banyak yang memandang terpesona pada ketampanan Pram dan Saka, Kaila mengangguk dan tersenyum ketika melihat mereka "she's right, look how much they admire you guys" tawa Kaila, Pram dan Saka terlihat dingin tak sedikitpun melihat perempuan yang melihat mereka penuh damba.
"mau pulang nggak nanti malam sebentar" tanya Pram saat sampai di parkiran Saka segera menuju mobilnya. "baiklah nanti pulang sebentar" kata Kaila mengangguk. "Ok nanti aku jemput pake motor aja abis pulang kerja langsung kesini nanti balik lagi kerumah sakit" kecup Pram di rambut, kening kedua pipi dan bibir Kaila sekilas. Saka menunggu mereka selesai berpisah Kaila mencium tangan suaminya saat pergi. Pram masuk mobil Saka dan melambaikan tangannya mobil meninggalkan halaman depan rumah sakit. Kaila menghirup udara didepan rumah sakit dengan merentangkan tangannya lebar-lebar "aaaahhhh...." hirup udara Kaila segar.
"bau jigong lu Kai" pencet hidung Davi Kaila membuka matanya lebar. "Davi" pukul bahu Kaila agak keras saat mengetahui Davi ada didepannya merusak paginya yang indah, Davi meringis kesakitan karena pukulan kaila yang agak keras. "sakit Kai kira-kira dong kalo mau mukul" kata Davi meringis "maaf Dav saking senengnya liat mukamu yang ganteng maksimal" tawa Kaila renyah Davi tersenyum lebar. "yuk masuk keruangan ayah mumpung Icha barusan datang bawa sarapan" kata Kaila Davi tersenyum lebar "tau aja kalo belum sarapan sih Icha" kata Davi masuk bersama Kaila. "kapan kamu sampai Indonesia Kai" tanya Davi "kemarin jam 9an pagi dari London jam 10an lah berangkat dari rumah" toleh Kaila mengira-ngira waktu saat berangkat ke bandara Davi mengangguk berjalan bersama Kaila menyusuri lorong rumah sakit, sampai dikamar inap ayah hanya ada Kalai dan Icha saja.
"kak Arga juga udah berangkat Kal" masuk Kaila dan Davi, Kalai mengangguk. "sarapan dulu Dav tadi mami bawain banyak kirain ayah udah bisa makan makanan rumahan" cengir Icha, Davi menyalami ayah Kaila. "cepet sembuh yah jangan mikir gimana makanannya bisa abis ato nggak ada Davi disini" tepuk dada Davi hingga terbatuk-batuk ayah tersenyum lebar melihat mereka saling melempar bantalan sofa kearah Davi dan bercengkrama sama-sama.
"kita dah boleh pulang hari ini" tanya ayah, Kalai mengangguk membenarkan posisi ayah agar bisa duduk dengan mengatur tombol posisi tempat tidur pasien. "syukurlah kita sudah boleh pulang bosen lama-lama ayah disini" kata ayah Kaila menyuapi ayah dengan bubur rumah sakit. "nanti kalo pulang ayah mau makan kacang ijo ya.... Kai, di pengkolan gang" kata Ayah memandang Kaila "siap yah apapun yang ayah mau" angguk Kaila tersenyum. "Arga dan Pram berangkat kerja" tanya ayah sambil makan buburnya. Kalai mengangguk "sudah yah mereka langsung berangkat dari rumah" kata Kalai yang duduk diseberang Kaila menyodorkan minum ke ayah. "kalian nggak pulang dulu istirahat dirumah" tanya ayah. "bentar lagi juga pulang bareng ayah nunggu visit dokter biar lebih afdol" senyum Kaila "kamar ayah ada disebelah Kaila sekarang dibawah biar dekat mana-mana mau ke halaman, teras, meja makan yang penting sih ayah jangan naik tangga dulu biar nggak beresiko tinggi" jelas Kaila, ayah mengangguk. "ato ayah mau dipasang box ajaib biar bisa naik turun tanpa lewat tangga" tanya Kaila "begitu juga lebih baik" angguk ayah Kaila mengangguk. "nanti sambil jalan aja Kai" tambah ayah, "siap yah" senyum Kaila.
"kapan kita ke makam momi" pandang ayah Kaila dan Kalai memandang ayah dengan cepat. "ayah mau kesana nanti jika keluar dari rumah sakit waktu Ayah belum sadar ayah serasa bertemu momi kalian ayah pingin ikut momi tapi momi menggeleng dan tersenyum kata momi ayah suruh liat cucu dulu" kata Ayah berkaca-kaca, Kalai dan Kaila menggenggam tangan Ayah dan mengelusnya pelan.
"momi nggak ngebolehin ayah ikut karena kasihan kalian yang masih butuh ayah" kata ayah tidak terasa meneteskan air mata Kaila segera meraih tissue dari atas nakas dan mengelap air mata ayah yang turun "kita nanti ketempat momi, yah" usap airmata Kaila. "kita disini nemenin ayah, butuh ayah, sayang ayah, cinta pertama kami sebelum datang dua laki-laki jelek itu" senyum Kalai, Kaila tertawa garing mengusap air matanya yang turun deras. "jangan tinggalin kami dulu yah, kami masih butuh ayah sampai kami tua dan bersama cucu-cucu ayah nanti" peluk Kaila menangis ayah memeluk kedua putrinya disamping kiri dan kanannya dan mengecup rambut keduanya bergantian.
__ADS_1
"sehat terus yah jangan bikin kami kuatir kayak kemarin besuk ayah udah harus memakai sopir lagi" serak Kaila, ayah mengangguk mengerti, seseorang mengetuk pintu. "masuk" seru Kalai, Kaila menghapus air matanya dengan tissue. "maaf non Kai administrasi udah selesai kita tinggal menunggu untuk segera pulang" masuk salah seorang penjaga Kaila menunduk hormat. "dokternya belum visit tuh pagi ini" tanya Kaila. "tadi kami diberitahu oleh staff perawat non, katanya dokternya harus mengoperasi pasien kecelakaan pagi ini jadi tidak dapat visit ayah nona apa mau diganti dokter lain" tanya pengawal.
"permisi" ketuk suster perawat "maaf kak dokter baru saja ada operasi pasien kecelakaan beruntun tapi tadi dokter bilang kalo bapak sudah membaik kesehatannya dari kemarin dan diperbolehkan untuk pulang hari ini" senyum suster perawat. "oh gitu yaa ..... baiklah tidak apa-apa jika ada yang lebih membutuhkan dokter untuk segera ditangani berarti kita boleh pulang ya sus" angguk Kalai mengerti suster mengangguk dan tersenyum. "mari saya bantu untuk memindahkan ke kursi roda dan mendorong sampai depan rumah sakit" angguk suster. "makasih sus" senyum Kalai, para penjaga Kaila segera masuk untuk membantu Kaila membawa beberapa tas berisi keperluan ayah dan mereka selama dirumah sakit.
"mobil sudah menunggu didepan rumah sakit nona" kata penjaga kaila sedikit mendekat, Kaila mengangguk.
"hallo kak" salam Kaila
"kenapa honey" tatap Pram.
"ayah baru aja keluar dari kamar inap, ini masih di rumah sakit, tapi mau mampir ke makam momi dulu nanti dalam perjalanan pulang" liatin kamera kesemua orang.
"baiklah tidak apa-apa aku akan menyusul nanti mereka akan menemanimu kemana saja" angguk Pram.
"baik see U" tutup Kaila, mereka masuk kedalam box ajaib, salah seorang penjaga ikut masuk sedangkan yang tiga berada di lift sebelah. "siapa nanti yang akan membawa kendaraan nya tanya Kaila, "ada sendiri nona" tunduk penjaga, Kaila menghela nafas "it's too much by" gumam Kaila pelan.
hai.... hai..... hai..... all readers luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak
selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa..... karya pertama ku.
__ADS_1
luv..... luv..... luv U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
thanks a lot pisang sekebon...