
Kaila beranjak dari tempat duduknya setelah menghabiskan jeruk dinginnya berjalan ketempat pembayaran dengan Pram mengikutinya dari belakang"kita langsung pulang kan by" tanya Kaila Pram mengangguk berjalan menuju mobil "hallo Kal" salam Kaila.
"berangkat malam ini ke sana" tanya Kaila.
"baiklah aku akan menyiapkan perlengkapan kalian dengan kak Pram dan bik Sum" terang Kaila agar tidak ada kesalahpahaman diantara mereka berempat.
"maafkan aku Kal jika tidak bisa menemanimu disana, sampaikan maaf ku pada ayah kak Arga" ujar Kaila menggenggam erat tangan Pram agar berhenti sesaat. Pram memandang Kaila yang memberi isyarat minta diangkat kemobil karena kakinya lemas. Pram segera mengangkat Kaila yang dibukakan pintu oleh penjaganya Pram menaruh Kaila di seat penumpang. "jika aku mendengar kabar lara tubuhku langsung merasa lemas by" atur nafas Kaila yang jantungnya berdetak lebih cepat menekan jantung dengan kedua tangannya agar bisa stabil.
"ketiga anakku memang luar biasa sangat-sangat istimewa mereka benar-benar membuatku merasakan rollercoaster perasaan" usap-usap perut Kaila Pram mengelus perut Kaila. "hi..... guys jangan buat momi mu lemas lagi oke biarkan momi mu membawa kalian kemana saja dengan sehat jika kalian sehat dan tenang momi akan sehat dan bisa bergerak bebas maka kalian akan bergerak bebas kemana saja kalian akan bersenang-senang dengan momi bagaimana, kalian mau kan jadi anak-anak yang penurut" kata Pram diperut istrinya, Kaila mengusap rambut Pram saat mengajak bicara triplet hingga membuat Kaila berangsur-angsur membaik "they obey their daddy" senyum Kaila senang, Pram menciumi perut Kaila.
"good boys, guys let's go home be nice boys oke" elus Pram sebelum menjalankan mobilnya keluar dari pelataran kedai "by, sampai rumah tolong bilang ke bik Sum dan dua orang lainnya untuk membantuku packing baju Kalai dan kak Arga" kata Kaila Pram mengerti "apa kamu masih kuat melakukan semuanya" tanya Pram melihat Kaila "aku hanya akan duduk saja dan melihat mereka packing semuanya" angguk Kaila mengerti kekhawatiran Pram jika nanti Kaila lemas lagi "baiklah, nanti aku akan menghubungi Arga jika dia butuh bantuan selama packing aku akan menemani mu" ujar Pram Kaila mengangguk.
sampai rumah, Kaila menuju rumah Barat dimana Kalai dan Arga tinggal sedangkan Pram mencari bik Sum dan yang lainnya untuk membantu Kaila "non Kai" datang bik Sum membawa coklat dingin Kaila menoleh dan menerimanya tersenyum mengucapkan terimakasih "bik bisa tolong bantu aku mengambil baju Kalai dan kak Arga mereka akan berangkat ke luar malam ini mengantar mamanya kak Arga kerumah sakit disana" jalan Kaila menuju walk closet kamar Kalai, bik Sum mengangguk mengerti keinginan Kaila yang segera duduk dikursi dalam walk closet.
"bibik yang ngambil dan mereka yang menatanya didalam box penyimpanan" pandang Kaila "maafkan aku bik, memintamu untuk menatanya, aku sudah tidak punya tenaga untuk melakukannya sendiri" pandang Kaila merasa tidak enak "tidak apa-apa non begini lebih baik agar tidak ada yang salah paham akan sesuatu" kata bik Sum mengerti sambil mengeluarkan beberapa pakaian ganti Kalai dan Arga untuk ditata didalam box penyimpanan. Kaila menghela nafasnya lega karena bik Sum memahami keinginannya Pram berada didalam kamar sedang berbincang dengan Arga dengan ponselnya.
__ADS_1
beberapa pakaian telah tertata rapi didalam box penyimpanan para pekerja mendorong box penyimpanan keluar dari kamar Kalai dan membawanya ke bagasi mobil yang telah disiapkan Pram menuju rumah sakit Kaila langsung menuju kekamar nya untuk membersihkan diri bik Sum mengantarnya sampai kedepan pintu kamar. "terimakasih bik selalu menemani Kalai dan aku disetiap moments hidup kami" senyum Kaila. "sudah seharusnya non itu memang kewajiban saya selama saya masih diperlukan saya akan menemani non berdua" ujar bik Sum mengelus perut Kaila yang mengangguk dan memeluk bik Sum "kalo begitu non Kai istirahat dulu bibik akan kembali kebelakang non Kai sama den Pram mau makan tidak biar bibik siapkan" ingat bik Sum sebelum meninggalkan Kaila untuk istirahat.
"tidak bik kami tadi sudah makan sebelum pulang bik Sum istirahat saja ayah nanti pulang setelah semuanya selesai" geleng Kaila membiarkan bik Sum untuk beristirahat juga. Pram datang bik Sum pamit undur diri Kaila masuk kedalam diikuti oleh Pram, ia segera masuk ke bathroom untuk membersihkan dirinya Pram membuka kemejanya karena merasa lengket "udah selesai honey" tatap Pram meletakkan ponsel nya di nakas saat melihat Kaila selesai dari bathroom.
"he em..... segera bersihin badan dulu by, agar segar" kata Kaila melangkah ke walk closet untuk berganti baju Pram melangkah menuju bathroom Kaila segera memakai baju agar dapat berbaring ditempat tidur yang dirindukannya Pram melihat Kaila yang sudah tertidur saat keluar dari bathroom mengecup keningnya pelan dan berjalan ke walk closet untuk mengambil celana boxer yang sudah disiapkan Kaila, Pram segera tidur menemani Kaila agar badannya kembali segar esok hari.
"Pram.... Kai" ketuk ayah di pagi hari membangunkan mereka, Pram mengerjapkan matanya sesaat dan melihat Kaila masih tidur dengan nyenyak Pram menuju pintu kamar membukanya sedikit "ada apa yah" tanya Pram melihat ayah habis olahraga pagi "ayah hanya bilang mau menemani Kalai seminggu dua minggu sebentar disana" kata ayah Pram terdiam sebentar.
"bentar yah, tunggu Pram diruang makan aja nanti Pram kesana" kata Pram memandang Kaila yang masih tidur ayah mengangguk dan berlalu menuju rumah tengah, Pram bergegas ke bathroom membersihkan dirinya berganti pakaian "pagi yah" sapa Pram duduk dimeja makan ayah menoleh dan tersenyum menyeruput teh manis panasnya "tumben yah minum teh" tanya Pram melihat minuman ayah.
"Kaila akan merasa lemas jika mendengar kabar tidak mengenakkan yah kemarin dia lemas saat mendengar mama Arga dan Kalai akan ke Singapura" kata Pram menatap ayah "jadi apa ayah harus pamit padanya" tanya ayah kuatir.
"tentu saja harus pamit yah kemarin triplet sudah mengerti saat Kaila mengatakannya mereka bertiga benar-benar membuat Kaila yang tegar menjadi pribadi yang berbeda" senyum Pram mengingat Kaila yang sekarang lebih manja, agresif kepadanya dan cengeng. ayah tersenyum melihat Pram "lebih menjadi perempuan daripada biasanya yang mandiri" tanya ayah, Pram mengangguk tertawa "kamu juga berubah pram lebih hangat kepada orang disekitar Kaila padahal pasti itu sulit sekali" tanya ayah. Pram terdiam sesaat "saat melihat kaila pertama kali dulu tertawa bersama teman-temannya membuat hatiku menjadi hangat yah" senyum Pram ayah menatap Pram lekat.
"tapi begitu Kai melihat Pram sedang menatapnya dia berubah jadi dingin dan pamit pulang mulai saat itu Pram mencari tahu semuanya tentang Kaila sampai ketika Saka memberitahu bahwa dia putri ayah putri seorang ibu yang kehilangan nyawanya karena adikku" hembus nafas Pram berat menunduk "perang batin yah antara Kaila akan mencintaiku atau kah membenci keluargaku ditambah lagi pada saat itu Kaila hatinya sedang terluka" senyum Pram menggeleng.
__ADS_1
"sebuah keuntungan juga buatku bisa masuk kehidupan Kai secara tidak langsung karena bantuan Arga melepaskan Kaila dan menikahi Kalai membuat Pram bisa mendapatkan Kaila" tawa Pram mengingat masa awal mengejar Kaila ayah mengangguk "dia memang gadis yang keras kepala jika sudah memilih maka akan menanggung konsekuensinya" kata ayah mengiyakan perkataan Pram mengenai Kaila "Pram merasa takut ketika Kaila mendengar kebenaran tentang kematian momi nya pada saat itu Pram sampai tidak tahu harus bersikap bagaimana melihat Kaila waktu itu entah apa yang akan terjadi jika saat itu Kai tidak bisa kembali lagi" serak Pram meminum kopi hitamnya.
ayah menopang dagunya diatas meja "Kai juga mengalami masa yang berat saat itu Pram tapi ayah percaya kalian pasti bisa melewatinya karena ayah punya keyakinan saat melihatmu dirumah sakit saat mengurus pemulangan adikmu kamu mengurus nya dengan sangat baik bahkan meminta maaf pada ayah atas kejadian itu tanpa berani melihat ayah" senyum ayah, Pram memandang ayah berkerut tidak ingat akan peristiwa itu "benarkah yah, kenapa aku tidak mengingatnya" tanya Pram.
"karena pikiranmu fokus pada adikmu yang harus kamu lindungi itu prioritas mu saat itu" geleng ayah menepuk bahu Pram "dan sekarang ayah melihatnya saat kau bertemu Kaila dia yang menjadi fokus mu saat ini" senyum ayah, Pram mengangguk.
"kenapa nggak mbangunin aku by, kan bisa ikut sarapan" tanya Kaila saat sudah dekat, ayah menghabiskan teh panasnya segera Kaila menjauh dari ayah dan Pram menuju dapur "bik Sum coklat dingin" dekat Kaila bik Sum membuatkan coklat dingin untuknya "tolong cangkir teh ayah disingkirkan dulu ya bik" senyum Kaila "oh iya non, tuan tadi minum teh panas biar disingkirkan segera non" ingat bik Sum lalu memberi tahu pekerja lainnya agar membawa cangkir teh tuan Prayoga kedapur karena Kaila tidak kuat mencium bau tehnya, Kaila kembali keruang makan sambil membawa coklat dinginnya "maaf Kai tadi ayah minum teh mumpung kamu masih tidur" tawa ayah, Kaila tersenyum "maaf ya yah, belum bisa nge teh bareng dulu" tawa Kaila meminum coklat dinginnya, Pram menyuruh Kaila untuk duduk disampingnya Kaila hanya memandang Pram dan kembali meminum coklat dinginnya.
"Kai..... ayah berencana mau menemani Kalai menjaga mamanya Arga selama beberapa hari" beritahu ayah Kaila mengangguk memandang ayah "baik yah, it's oke. aku paham kemarin triplet membuatku lemas karena mendengar kabar kurang menyenangkan yah, kak Pram yang berbicara pada triplet sekarang aku merasa lebih baik" jawab Kaila ayah mengangguk mengerti.
hai..... hai...... hai...... all readers luv U all sekebon pisang biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat dukung yaaa...... karya pertama ku.
luv..... luv...... luv...... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
thanks a lot pisang sekebon...😘
__ADS_1