Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 12


__ADS_3

Tigor menatap Kaila, "entah kenapa dia bisa bertekuk lutut kepadamu" senyum Tigor, "mungkin karena dia menganggap ku sebagai seorang gadis yang menyedihkan untuk ditolong" senyum Kaila menatap Pram yang sedang memesan mie kuah kesukaannya. "no.... no.... dia bukan orang yang seperti itu, nggak mungkin begitu" geleng kepala Tigor menatap teman-temannya yang lain. "Kai, pesanan mie kuahmu" datang Pram membawa mangkuk mie kuah yang terlihat menggoda selera, "aaahh..... terimakasih banyak kak" senyum Kaila menatap mie yang dibawa Pram dengan mata yang berbinar-binar. Pram tersenyum senang melihat Kaila.


"Pram" panggil seseorang, mereka serentak menoleh kearah asal suara. "masih ingat aku nggak, Sarah temen sekolah kamu saat di Bandung" senyum Sarah manis, "oohh... maaf lupa" jawab Pram datar. "lama lho kita nggak berjumpa, bagaimana kabarmu sekarang" duduk Sarah dengan cueknya diantara mereka. "baik" jawab Pram datar. "tumben ke Bandung, dengar-dengar kamu pindah ke London. udah balik lagi kesini" tanya Sarah semangat lagi, Pram hanya tersenyum kecut seperti tidak peduli dengan omongan Sarah yang seperti angin lalu baginya.


"boleh minta no ponselmu Pram, lain kali jika ada waktu kita bisa janjian bertemu" tanya Sarah tidak merasa malu, Pram menoleh ke Kaila memberi isyarat untuk meminta menolongnya dari perempuan ini. "ini no ponsel nya kak" sodor ponsel Kaila menghembuskan nafas panjang membantu Pram lepas dari perempuan yang bertindak terlalu agresif. "oh... Ok. kamu sekretaris nya ya... makasih" salin Sarah tersenyum. Tigor batuk-batuk tersedak minuman yang baru saja ditelannya. "aku akan menghubungimu nanti" pamit Sarah tersenyum segera berpamitan dengan mereka.


"ngomong-ngomong no ponsel siapa yang kamu berikan Kai" tanya Pram menatap Kaila segera. "aku" kunyah makanan Kaila sekenanya, Pram tersenyum. "tumben kau Jun sendirian aja, biasanya gonta-ganti pasangan" tanya Tigor sarkas. "tadinya sih udah mau kenalan sama cewek cantik. tapi sayang pawangnya posesif" isyarat dagu Junot menatap kedua orang yang ada didepannya.


"wa...ha...ha... kau menggoda Kaila tadi, hahaha..." tawa Tigor keras. "habis ada cewek sendirian, ya aku dekati lah. masak ada cewek cantik sendirian. pasti nggak enak kalo sendiri, ternyata pawangnya baru pesen minum" geleng-geleng Junot memandang Pram. "makanya jangan asal liat cewek bening langsung jelalatan mata kau" ledek Tigor. "lagian mana mau dia sama kau, pawangnya lebih baik dari kau kemana-mana" tambah Tigor lagi. "terus aja Gor, manas-manasin pawangnya" sungut Junot memandang Tigor yang tergelak senang, teman-temannya tertawa melihat Junot yang tak berkutik ketika kesangkut dengan Pram, padahal Kaila dan Pram asyik mengobrol kan sesuatu berdua.


"ahh.. kenyang nih" tepuk-tepuk perut Kaila kekenyangan sehabis makan. "mau nambah lagi nggak" tawar Pram, "nanti lagi kak" geleng Kaila nyengir, "sering ke Bandung bersama mereka" tanya Kaila menatap yang lain. "hmmm.... kalo ngumpul sih sering, cuma kalo ke Bandung nya jarang, suka-suka kita mau pergi dan ngumpul dimana" jelas Pram menyeka sisa kuah yang ada didekat mulut Kaila. "bawa pasangan juga" tanya Kaila penasaran, "yang paling sering sih Junot, gonta-ganti melulu dan yang paling sering sendirian Pram" celutuk Saka, "paling sering, berarti pernah beberapa kali bawa cewek juga kan" tanya Kaila, "nggak, cewek-cewek nggak betah lama-lama didekatnya karena saking dinginnya" jawab Tigor, "iya juga sih... dia memang dosen paling dingin anehnya mahasiswi banyak yang suka dan mengejarnya termasuk staff kampus" angguk Kaila.


"wow... nggak heran sih Pram banyak penggemarnya, dari dulu juga begitu. nggak ada yang dihari. baru kali ini dia begini" senyum Junot menatap Kaila, "ngomong-ngomong kau juga mahasiswinya berarti, apa kau termasuk penggemar Pram juga" goda Tigor memandang Kaila, "tidak, justru dia yang tidak pernah memandang keberadaan ku" geleng Pram, mereka tertawa meledek Pram. "come on dude, seriously" tak percaya Saka, Pram mengangguk "until now" senyum Pram menatap Kaila, Kaila terdiam mendengar pembicaraan mereka. "hebat kamu Kai, bisa membuat seorang Pramudya Bagaskara merasakan sulitnya mencintai seseorang" tawa Junot, Kaila hanya tersenyum tidak mau menanggapi candaan mereka. "dia memang ditakdirkan untukku" senyum Pram lebar, teman-teman Pram tertawa ngakak mendengar Pram yang terlalu percaya diri.


"nggak nyangka.... seorang Pramudya akhirnya menemukan tambatan hatinya. it's really pleasure" angguk-angguk Saka memberi tanda Ok dengan jemarinya. "ternyata setelah kepergian Mita, Pram membuka hatinya kembali" kelepasan omong Tigor, Pram terdiam sejenak, Kaila melirik sekilas Pram yang tidak ber ekspresi. "habis ini mau kemana" kata Kaila memecah kesunyian setelah beberapa saat. "ada tempat yang mau kau kunjungi nggak Kai" tanya Saka menopang dagunya menatap Kaila. "mmm... let's see... tempat makan enak... terus... tempat makan enak... dan tempat makan enak lagi" senyum Kaila lebar memberi tiga pilihan kepada mereka.


"ha...ha...ha.. satu vibe kita" angguk Saka melakukan hi five kepada Kaila yang menyambutnya. "gimana kalo nanti diatas jam 12 malam saat suasana Bandung makin rame" usul Saka menatapnya. "atur aja kak, nurut kak Pram aja" angguk Kaila semangat, "apa kamu suka traveling Kai" tanya Tigor. "tidak terlalu sering kak, lebih banyak mendaki" geleng Kaila meminum teh manisnya. "wow.... gadis tangguh rupanya" puji Tigor terkejut dengan hobi Kaila, "tidak bang, hanya suka dengan ketenangan dan kedamaian dan ditempat itu aku menemukan arti kesendirian" pejam mata Kaila membayangkan suasana gunung yang menenangkan, "exactly" angguk Tigor menyetujui pendapat Kaila. "sering naik juga bang" topang dagu Kaila dimeja. "sering sih tidak, hanya sesekali ketika bertemu dengan teman se frekuensi" geleng Tigor.

__ADS_1


"kalo gitu kapan-kapan kita bisa bersama naik bang" semangat Kaila, "aku sih mau aja Kai, tapi lihat noh bodyguard posesif mu sudah membunyikan alarm jika ada cowok lain dekat denganmu apapun maksudnya" isyarat mata Tigor. Kaila menegakkan tubuhnya dan melipat tangannya di dada dan mengangguk. "ada apa" toleh Pram memandang mereka berdua. "ngajak bang Tigor naik gunung kapan-kapan" senyum Kaila, Pram mengerutkan keningnya sesaat. "kita jalan Kai" anjak Pram, Kaila ikutan berdiri, "aku kabari lagi nanti" salam Pram sebelum naik ke motor kembali, mereka mengangguk.


"kita keliling Bandung" raih pinggang Pram posesif, "Ok" angguk Kaila menuruti Pram. Pram menyerahkan jaket Kaila yang segera memakainya, mengikat rambutnya model ekor kuda, memakai helmetnya. Pram naik motor disusul dengan Kaila yang berada dibelakang. "ready honey" toleh Pram, Kaila mengisyaratkan tanda Ok dengan jemarinya.


Pram melajukan motornya keliling kota Bandung, mereka menikmati beberapa spot Bandung yang artistik, ada beberapa kesempatan unik yang mereka temui selama perjalanan, Pram menepikan motornya kembali disebuah cafe yang mereka lalui. "kita makan dulu" lepas helmet Pram setelahnya melepaskan helmet Kaila, "aku kelaperan kak, nggak terasa saat keliling tadi" elus perut Kaila, Pram meraih jemari Kaila untuk masuk, mereka memesan beberapa makanan ringan, "aku ke toilet sebentar" kecup rambut Pram sebelum beranjak meninggalkan Kaila yang mengangguk.


"hallo yah" lambai tangan Kaila memperlihatkan sekelilingnya, "lagi ngadem Kai" lihat ayah di layar ponsel, "hmmmm.... seharian muter-muter Bandung yah, lumayan pegel" angguk Kaila, "jam 7 baru makan Kai, kasihan" ledek Ayah, Kaila tertawa melihat ekspresi Ayah yang sedang mengejeknya. "makasih kak" senyum Kaila pada penjaga cafe yang membawa pesanannya. "Pram kemana Kai, kamu ditinggal sendirian" pandang ayah tidak melihat sosok Pram. "baru pamit kebelakang yah" minum teh manis Kaila. "tadi kan yah, ada ibu-ibu muda lagi hamil minta foto Kai ama kak Pram, biar anaknya nular ganteng sama cantik jika lahir nanti apapun jenisnya" senyum Kaila lebar, ayah tergelak mendengarnya, "berasa selebriti dong Kai" tawa ayah, Kaila tertawa "berasa lebay yah malahan" kata Kaila, "siapa Kai" duduk Pram disamping Kaila, ia menggeser kamera ponselnya. "ayah sendirian" tanya Kaila melihat layar.


"hmmm.... Kalai baru weekend moon sama suaminya, Kaila sedang weekend dengan kekasihnya" angguk ayah merasa nelangsa, Kaila tertawa melihat ekspresi ayah yang dibuat-buat, "hangout juga dong yah" pandang Kaila menerima suapan Pram, "maunya sama kamu tapi kamu nya digondol juga menyedihkan bukan" goda ayah, Kaila tertawa pelan. Pram kembali menyuapi Kaila yang asyik berbincang dengan ayahnya, "yah, udahan dulu ya..." lambai Kaila, Pram tersenyum menatap layar ponsel Kaila. "kakak nggak kirim kabar ke siapapun" minum Kaila, Pram menggeleng. "orang yang pingin selalu aku kabari sudah bersamaku" senyum Pram menyuapi Kaila, "isshh...." majukan bibir Kaila menatap Pram.


"setelah ini kita ke distro depan untuk membeli pakaian" isyarat mata Pram kearah seberang jalan, "kita menginap dimana nanti kak" angguk Kaila, "mau di tengah kota atau agak kepinggiran" elus bibir Pram menyingkirkan sisa makanan yang masih menempel di bibir Kaila. "pinggir aja kak, bisa melihat kota Bandung dengan lebih nyaman, sejuk" pinta Kaila, Pram tersenyum mengiyakan.


"kita ke seberang sekarang Kai" minum Pram, Kaila mengangguk mengiyakan. mereka keluar dari cafe dan berjalan menuju distro yang berjejer di seberang jalan. "sekalian untuk riding pulang besuk Kai" pilih Pram. "t-shirt aja kak, jeans nya laundry aja" geleng Kaila memberi pilihan. "no... kita paketin aja baju kotornya kerumah" geleng Pram menatap Kaila lekat, Kaila hanya mengendikkan bahunya tidak mau menanggapi. "black or white" liatin Kaila ke arah Pram, "dua-duanya aja" toleh Pram. Kaila mengangguk menyerahkannya kekasir, "pindah ke sebelah Kai" bayar Pram, Kaila keluar toko lebih dulu.


"mo sebelah kanan ato kiri" tunjuk Kaila memberi pilihan, "left" raih jemari tangan Pram, "capek Kai" rengkuh bahu Pram, Kaila menggeleng memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jeans. "fun" ujar Kaila tersenyum. "Pram" panggil seseorang, mereka menoleh


"Wei... nick" salam Pram dan Nick. "tumben ke Bandung, hanya mampir ato stay nih" senyum Nick melihat Pram, "hanya mampir karena kerjaan di Jakarta, kapan-kapan main ke Jakarta bro" kata Pram tersenyum. "kapan-kapan, aku hubungi nanti" angguk Nick, "sure" angguk Pram menyudahi obrolan. "familiar dengan Bandung kak" senyum Kaila melihat Pram yang berjalan mendekat, "mau mendengar kisah ku dikota ini" kecup rambut Pram menatap Kaila "dengan senang hati, jika tidak mengganggumu" angguk Kaila, "not at all honey" geleng Pram tersenyum.

__ADS_1


"would you choose this or that" tunjuk Kaila melihat t-shirt yang keren. "this one" lihat Pram, "baik" angguk Kaila. "honey" panggil Pram, "mmm...." toleh Kaila menoleh, "mau kemeja ini nggak" tanya Pram, Kaila segera mendekat. "buat besuk" pandang Kaila. "yap" angguk Pram, "Ok"jawab Kaila setelah melihatnya. "aku suka celana kain itu" tunjuk Kaila melihat celana rumahan yang nyaman, "untuk malam ini" tanya Pram, Kaila mengangguk, Pram tersenyum.


"kita cari tempat bermalam" start engine motor Pram, mereka segera melaju dengan sedikit cepat. "biar aku bawa honey" ambil Pram sesaat setelah mereka sampai dipenginapan yang tenang. "thanks" serah Kaila, "bungalow ini nyaman kak" masuk Kaila menyukai tempatnya yang tenang. "seperti keinginanmu" senyum Pram melepas jaket, t-shirt nya. "aku membersihkan badan duluan, gerah banget" masuk bathroom Pram. Kaila segera menyiapkan baju ganti Pram yang baru saja mereka beli dan meletakkannya diatas ranjang.


Kaila segera berkeliling disekitar bungalow yang menampakkan keindahan kota Bandung.


"disini rupanya" dekati Pram, Kaila menoleh dan tersenyum, "beautiful night kak" senyum Kaila, Pram memeluk Kaila dari belakang melingkarkan tangannya dibahu Kaila "seperti dirimu yang juga menakjubkan" ciumi Pram di rambut Kaila. "hmmm.... makasih, perjalanan yang menyenangkan" senyum Kaila, "hmmm...." tenggelamkan wajah Pram dikepala Kaila. "beruntung aku menemukan mu Kai" rengkuh Pram mengangkat Kaila sedikit keatas. "what... emang aku anak yang dibuang ayah apa, nemu di tong sampah gitu" kerucut bibir Kaila kedepan, Pram tergelak mendengar jawaban Kai, mengecup leher Kaila berulang kali.


"service" terdengar suara dari pintu, Pram berdehem kesal karena menggangu moment bersama Kaila, "buka dulu kak, aku mau membersihkan diri dulu" senyum Kaila melepas pelukan Pram, Pram segera melangkah menuju pintu depan, Kaila masuk kamar untuk membersihkan dirinya, Pintu bathroom dibuka pelan dari dalam, "lama banget Kai" rebahan Pram melihat ponsel nya. "berendam kak, jadi kelupaan" usap rambut Kaila dengan handuk nyengir.


"ada makanan ringan didepan" sibuk Pram dengan ponsel pintarnya. "hmmm.. " dehem Kaila mengganti baju untuk tidur, Pram melirik Kaila yang sedang mengganti pakaiannya tanpa sadar bahwa dia juga berada didalam kamar.


hai.... hai.... hai.... all readers terimakasih banyak atas dukungannya selama ini. terimakasih banyak telah berkunjung ke karyaku yang pertama.


luv..... luv.... luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya.


stay healthy all

__ADS_1


__ADS_2