Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 50


__ADS_3

"aku sudah membooking kamar sebelah untukmu jika sekarang istirahat dan ada beberapa orang yang menunggu ayah jadi kamu bisa sedikit lebih tenang karena ayah akan baik-baik saja, honey. biar Icha yang menemanimu dulu" kata Pram mengusap rambut istrinya, Kaila mengangguk mengerti. "ayo Kai kita nonton Drakor sambil rebahan" dorong bahu Icha hingga Kaila terdorong maju menuju kamar yang ditunjukkan Pram. "koper pakaian ada didalam" kata Pram sebelum menutup pintu, Kaila mengangguk.


"Cha aku mau membersihkan badan dulu" ujar Kaila membuka koper yang ada didekat pintu "jangan lama-lama, nanti ketinggalan drakor nya" toleh Icha sekilas sambil rebahan diatas bed pasien Kaila mengambil t-shirt dan celana joger Pram yang pas di badannya masuk kekamar mandi yang ada didalam kamar pasien. "berasa horor nggak sih Kai nggak sakit tapi nginep dikamar pasien" lihat Icha kesekeliling kamar Kaila diam tidak menanggapi omongan Icha dan merebahkan dirinya disamping Icha.


"tambah cantik lho dirimu Kai bahagia selalu nih....." pandang Icha tersenyum menggoda Kaila "makanya cepet nikah maka kamu akan tahu kenapa bisa tambah cantik" pejam mata Kaila, Icha memutar bola matanya jengah. "kesitu melulu ending nya sih Kai kalo waktunya aku nikah pasti akan nikah iihhh....." usap-usap rambut Icha me nina bobok kan Kaila yang terlihat letih tak berapa lama Kaila sudah tertidur pulas. Icha turun dari tempat tidur pelan melangkah ke pintu keluar.


"Kaila udah tidur" tanya Pram melihat kearah Icha yang keluar dari kamar pasien. "hhhmmm..... karena kecapekan mungkin jadi langsung tertidur setelah menempel alas tidur" angguk Icha duduk disamping Saka "pulang sekarang yuk kak besuk pagi kesini lagi, kalian kan musti kerja cari uang buat kita habiskan" senyum garing Icha. Saka dan Pram tersenyum, Saka segera mengeluarkan kartu black card nya dan disodorkan ke Icha. "habisin deh Cha dari kemarin-kemarin udah aku berikan kamu nggak pernah mau" letak Saka di tangan Icha. "nggak mau dari papi aja masih bisa ngapain pake dari kakak" geleng Icha mengembalikannya ke tangan Saka, Pram tersenyum melihat reaksi Icha yang sama dengan Kaila dulu saat dipaksa mengambil black card nya.


sekarang dia tahu kenapa dua gadis itu bisa menjadi teman baik selama ini karena banyak sekali kesamaan yang saling melengkapi dan membuat Saka juga jatuh cinta pada sahabat baik istrinya itu. "Kaila dulu juga harus dipaksa untuk menerima itu" kata Pram menopang dagunya sambil melihat mereka berdua. "apakah berhasil bagaimana caranya" tanya Saka penasaran Pram tersenyum lebar menatap mereka. "aku cium paksa dan ku kunci diruangan pribadiku dikampus" jawab Pram santai Saka tertawa pelan Icha membulatkan matanya terkejut.


"ayo ahhh.... kak pulang jangan macam-macam kalo nggak pulang sekarang aku pulang sendiri" berdiri Icha melangkah dengan cepat mereka berdua tertawa pelan melihat Icha yang kesal dengan kelakuan mereka berdua. "aku pulang dulu bro istirahat lah mereka berempat akan menjaga ayahmu" pamit Saka melangkah menyusul Icha yang kesal, Pram memandang kepergian mereka beranjak melihat jendela kaca besar dimana ayah berbaring dengan banyak alat medis di badan nya yang belum menunjukkan perubahan Pram beranjak untuk kekamar sebelah dimana Kaila lebih dulu beristirahat.


Pram memandang dan memberi isyarat agar para penjaganya mendekat, keempat penjaganya mendekat mengangguk mengerti jika tugas mereka untuk berjaga malam ini. mereka berempat duduk didepan ruangan ayah Kaila tempat dimana Pram dan yang lain duduk tadi, Pram beranjak akan meninggalkan mereka. "mas" panggil seorang penjaganya Pram menoleh cepat penjaga itu menunjuk ayah yang menggerakkan jemari tangannya pelan, Pram melihat dengan seksama gerakan tangan ayah, salah seorang penjaga segera menuju ruangan jaga yang ada di lorong, segera seorang dokter datang bersama dua orang perawat. Pram melihat dengan jelas tindakan yang dilakukan dokter kepada ayah dibalik kaca besar.


ayah mulai menggerakkan tangannya pelan tak lama mata ayah mulai terbuka sedikit demi sedikit menyesuaikan dengan cahaya lampu ruangan yang cukup terang, Pram tersenyum lega saat memandang ayah yang mulai kembali sadar dari tidur panjangnya, ayah menatap Pram yang berada diluar tengah melambaikan tangannya menandakan bahwa kami semua disini menunggu dan tersenyum melihat ayah yang menatapnya lekat, sementara dokter memeriksa tindakan medis apa yang akan dilakukan selanjutnya melihat kondisi Ayah sekarang. Pram segera masuk kekamar sebelah dimana Kaila sedang berbaring dengan nyenyak.

__ADS_1


"yang" usap Pram di pipi Kaila yang bergerak pelan. "ayah sudah sadar" bisik Pram ditelinga Kaila yang segera membuka matanya lebar bangun dari tidurnya "ayah sudah sadar" pandang Kaila tersadar Pram mengangguk mengangkat Kaila untuk turun dari tempat tidur, Kaila segera memakai sneakers, Pram meraih jemarinya bergegas melangkah keluar dari kamar.


kondisi ayah sedang dilepas beberapa alat medisnya saat mereka sampai, Kaila melambaikan tangannya tersenyum lebar saat ayah melihatnya dari balik kaca besar, Pram berada disamping Kaila sambil memegang ponselnya menghubungi Arga.


"hallo" salam Pram.


"kenapa Pram aku dan Kalai sedang menuju rumah sakit ini separuh jalan" jawab Arga.


"baiklah kalo begitu ayah baru saja sadar ini masih dalam pengawasan dokter kami tunggu kalian" tutup Pram, Kaila melingkarkan tangannya dipinggang Pram sambil memandang ayahnya yang menatap mereka lekat, Kaila melambaikan tangannya memberitahu bahwa dia menunggu ayah keluar dari ruangan ICU. seperempat jam kemudian Kalai berlarian menuju kearah mereka melihat ayah yang sedang menatapnya, Arga yang berada dibelakang Kalai tersenyum melihat ayah yang telah sadar kembali, Kalai melambaikan tangannya memberi semangat kepada ayah agar segera dipindah ke ruangan inap pasien ayah tersenyum samar melihat mereka berempat yang menunggu diluar ruangan, dokter keluar dari ruangan ayah.


"bener juga sayang, ambil yang diatas aja resiko ketemu orang lebih sedikit biar ayah segera sembuh" angguk Kalai. "Ok, kita ambil yang atas karena ini ada dilantai satu maka kita akan naik dua lantai dilantai tiga" angguk Arga mereka mengangguk setuju. "malam ini juga ayah akan dipindahkan jadi kita harus bersiap untuk menemaninya pindah kamar hari ini" kata Arga. Kaila menyingsingkan t-shirt nya sampai pangkal bahu. "ready kak" liatin otot bahu Kaila yang sedikit berisi Kalai tertawa ngakak melihat kekonyolan Kaila, Pram menurunkan t-shirt Kaila tertawa pelan "kamu nggak ada ototnya Kai yang ada hanya lemak" kata Pram mengecup kening Kaila, Kalai memeluk Arga tertawa bahagia.


"keluarga bapak Prayoga" panggil perawat "ya sus" dekati Kaila "mari ikuti kami untuk proses pemindahan pasien keruang rawat inap" angguk perawat memberi isyarat tangan untuk mengikutinya Kaila mengangguk dan berjalan mengikuti. Pram meminta dua penjaga mengikuti mereka dan dua lainnya bersamanya mereka mengangguk. Pram berjalan kekamar membawa pakaian kotor Kaila yang ada di paperbag menutup koper dan menyerahkannya kepada salah satu pengawalnya dia menenteng sendiri paperbag pakaian kotor Kaila, Arga menyerahkan tas punggung Kaila kepada Pram "ini Kalai yang menatanya tadi" kata Arga. "terima kasih" ambil Pram dan meletakkannya diatas koper yang diseret penjaganya.


"Pram" panggil Arga, Pram menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang. "kalian ke ruangan ayah dulu aku dan Arga akan menyusul" kata Pram para penjaga menunduk dan berlalu pergi. "ada apa Ga" pandang Pram, Arga memberi isyarat tangan untuk Pram duduk di sofa lorong rumah sakit Pram duduk dan Arga disebelahnya. "ini mungkin bukan waktu yang tepat menurutmu tapi aku benar-benar tidak bisa menahannya terlalu lama" hela nafas Arga.

__ADS_1


"aku meminta maaf kepadamu terutama Kaila atas segalanya perbuatan ku, sikapku maupun tingkah lakuku dulu terhadap Kaila memang tidak dapat dibenarkan apapun itu aku merasa bersalah dan membuat luka yang sangat lebar terhadap Kaila" pandang Arga.


"aku tahu Kaila ke bukit saat malam melihat kami di cafe bersamamu, saat aku dan Kalai menikah, aku tahu waktu di Bandung dia dan Icha menangis histeris berdua, kami lebih tepatnya mengetahui semuanya dan percayalah aku dan Kalai tidak merasa lebih baik melihat Kaila yang merasakan sakit Kalai juga menderita sama seperti Kaila percayalah padaku" cerita Arga.


"mungkin Kaila juga bercerita bagaimana dulu kami bisa bersama karena kita sering bersama dalam berbagai acara disekolah lambat Laun kami saling merasa ada yang hilang jika tidak bersama-sama walau aku merasa Kaila sedikit terpaksa saat kita menjalin hubungan. Kaila tidak pernah bersikap manja padaku atau berusaha membuatku harus bersamanya saat apapun kami hanya menjalin hubungan karena status tapi tidak merubah keadaan sebenarnya sejak dulu hingga Kaila meminta bantuan ku untuk menjemput Kalai yang mobilnya mogok, mulai saat itu aku merasa lebih menyukai Kalai yang cenderung suka dengan rumah dari pada Kaila yang suka dengan petualangan" kata Arga.


"ketika aku menjemput Kaila untuk berterus terang saat itu aku melihatmu sebagai orang asing yang berada dikampus Kaila menatapnya berbeda begitupun Kaila yang tampak menatapmu berbeda dan dari situ aku sadar bahwa aku sudah tidak bisa mempertahankan hubungan kami bukan karena Kalai ataupun dirimu tapi karena kita memang tidak mempunyai hubungan seperti kita dengan masing-masing pasangan saat ini. aku dan Kaila hanya sepasang orang yang saling membutuhkan saat itu, Kaila sering berkata merasa tidak nyaman untuknya menolak banyak pria dan aku hanya satu-satunya laki-laki yang dekat dengannya sebelum Davi tentunya" pandang arga.


"kita pada saat itu berkata jika salah satu dari kita menemukan orang yang lebih baik maka kita dapat melepaskan untuk bersama orang itu" kata Arga. "aku melihatmu beberapa kali bersama Kaila makanya aku rela melepaskan Kaila pergi setelah mengetahui bahwa kamu dapat menjaga Kaila dengan baik dia hanya menurut padamu Pram walau dengan paksaan atau tidak tapi dia memperlakukanmu berbeda dari aku, Davi, Kris ataupun Arden. kami dekat tapi tidak bisa melewati batas yang digaris oleh Kaila kamu mengerti kan" pandang Arga menatap Pram sebagai sesama pria.


nggantung dulu ya gengs ceritanya... bentar doang... biar penisirin... hehehehe .....


hai.... hai..... hai.... alle readers luv U all all sekebon pisang biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa...... karya pertama ku.


luv.... luv.... luv.... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak....

__ADS_1


thanks a lot pisang sekebon.....


__ADS_2