
Kalai menghampiri Arga yang sedang mengobrol dengan Pram, Kaila dan ayah diruang keluarga membahas mengenai acara 4 bulan usia kehamilan Kaila pada kamis sore nanti "aku udah menghubungi EO yang mengurus acara kamis sore mereka sudah tahu konsep yang kita inginkan" kata Kalai "apakah jadi di panti" tanya syah. Pram menganggukkan kepala. "iya yah, kita tinggal datang kesana aja nanti semua sudah diatur disana, Kalai mengusap perut Kaila yang membuncit "kapan ya aku begini Kai" kata Kalai mengusap perut Kaila sambil menyandarkan kepalanya dibahu Kaila. Kaila menyatukan kepalanya dengan Kalai dan memegang tangan kalai yang ada diatas perutnya.
"akan tiba waktunya Kal aku aja menunggu setahun lebih setelah selesai tugas akhir kan..... mungkin Tuhan memberi kita kemudahan agar tidak berbenturan dengan kuliah kita jika kamu sudah selesai praktek. mungkin Tuhan melihat jika kamu sudah siap untuk membawa anugerah itu" hela nafas Kaila Arga mengelus bahu Kalai"kita juga sedang mengurus mama, sayang. Tuhan tahu jika kita mengurus dua sekaligus tidak akan mampu untuk saat ini karena perhatian kita masih fokus ke mama" kata Arga membenarkan perkataan Kaila Kalai mengangguk pelan.
"bulan depan mama akan pulang ke Indonesia kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya sudah bisa melakukan apapun sekarang tapi tidak boleh melakukan sesuatu yang berat-berat" kata Arga "syukurlah, mama sudah bisa pulang berarti tinggal disini aja kak biar rame semakin banyak orang mungkin mama tidak merasa kesepian dan punya motivasi untuk sehat selalu" pandang Kaila sesaat Arga mengangguk "rencananya memang begitu Kai, papa dan mama akan kita ajak tinggal disini dulu jika kita yang kesana mungkin kita akan sibuk setiap harinya tapi jika disini setidaknya ada ayah dan kalian yang bisa menemani selain kami" jawab Arga "tentu saja Ga, semakin banyak akan semakin ramai jika nanti triplets lahir mereka juga akan bisa menimang dan bermain dengan mereka agar merasa bahagia" kata ayah, Kalai memeluk Kaila
"semoga besuk anakku perempuan jika semua anakmu laki-laki, biar ada bunganya diantara lelaki gahar kayak momi nya" kerucut mulut Kalai. Kaila tertawa kecil "iiisshhh..... kata-kata terakhirmu Kal" kata Kaila mengendikkan bahunya Kalai tertawa kecil dan mengangkat kepalanya dari bahu Kaila dan memeluk Arga "ayah jangan lupa beritahu kak Arden dan Kris" ingatkan Kaila "iya, kemarin juga udah ayah beritahu mereka bilang iya" kata ayah. bik Sum dibantu dua pekerja membawakan beberapa cemilan dan minuman "terimakasih bik tau aja kalo laper berat" senyum Kalai mengambil sepotong kue basah Kaila meraih minuman coklat dingin dan sepiring cake cokelat almond
"kamu kapan selesai praktek dirumah sakit itu Kal" tanya Kaila memakan cake nya "setengah tahun lagi jadi ketika anakmu lahir aku sudah longgar waktunya dan bisa mengajukan tugas akhir" kata Kalai. Kaila mengangguk pelan "kamu masih kuat menjadi asisten Pram dengan perut yang agak besar itu" tanya ayah Kaila mengangguk "nggak setiap hari juga yah, kak Pram sering dengan kak Tio dan kak Saka hanya hal-hal kecil saja yang dikerjakan Kai" jawab Kaila "kalo disana banyakan ngobrol sama pekerja daripada ngurusin aku" pandang Pram Kaila menyuapi Pram dengan cake yang dibawanya Pram tersenyum.
"itu namanya koordinasi dengan asisten lainnya walau lebih banyak bercandanya" nyengir Kaila "berarti acaranya lusa kan kita berangkat pukul berapa" tanya Arga "5 an sayang jadi jangan lama-lama ngantornya kita harus sudah disana pukul 5" jawab Kalai "kenapa nggak habis jam 6 aja" kerut Arga memandang Kalai "karena setelah itu kita akan melaksanakan kewajiban disana bareng-bareng" jawab Kalai, Arga dan Pram manggut-manggut mendengar penjelasan Kalai.
__ADS_1
"oh ya.... Kai nanti akan ada yang datang mengantar baju untuk kita berempat Icha dan kak Mita akan sama dengan kita" kata Kalai "kamu akan kemana" tanya Kaila "nanti ada praktek sore sebentar Arga akan menemani, bik Sum mungkin nanti yang akan bertanya" jawab Kalai menerangkan kepada saudara kembarnya, Kaila mengangguk seorang penjaga menyampaikan sesuatu pada Arga dan segera mengundurkan diri ayah menatap Arga sesaat "kita pergi sekarang sayang mereka sudah menyiapkan mobilnya" kata Arga Kalai beranjak dari duduknya untuk bersiap-siap "kalo begitu ayah istirahat dulu nanti sore ayah mau ke proyek" berdiri ayah, Kaila ingin ikut dengan ayah untuk ke proyek tapi dilarang Pram karena terlalu jauh. Arga menyusul Kalai untuk bersiap-siap, Kaila kembali menonton TV
"by, kamu nggak ngantor lagi" tanya Kaila Pram mendusel perut Kaila yang sudah agak membuncit "tidak, tidak ada hal yang penting selain dirimu" kata Pram menciumi perut Kaila, Kaila beranjak dari duduknya "mau kemana honey" tanya Pram. Kaila mengibaskan tangannya meminta Pram untuk menjauh Pram tergesa-gesa mengikuti langkah Kaila yang naik box ajaib untuk kelantai dua rumahnya Kaila merebahkan badannya untuk tidur Pram beranjak menuju sofa sudut mengerjakan beberapa berkas penting alunan musik yang terdengar menemani Kaila yang tertidur dengan nyenyak, Pram sesekali menatap Kaila tidur meeting dimulai sesaat setelah Pram menyalakan sambungan tele conference dengan beberapa rekanannya Saka termasuk Junot dan kedua staffnya
saat Pram melakukan meeting Kaila terbangun dan menuju keluar Pram memandangnya gusar karena tiba-tiba Kaila langsung keluar kamar tanpa memberitahunya apapun membuatnya kuatir tapi tidak bisa meninggalkan meet tanpa alasan. Kaila meminta salah seorang pekerja untuk masuk dan menaruh baki berisi minuman dan kudapan diatas meja disamping Pram, pekerja itu mengangguk mengikuti arahan nona mudanya kemudian mengundurkan diri setelah selesai Pram menatap Kaila tersenyum dan meminum kopinya Kaila memakai t-shirt dan kemeja yang tidak dikancingkan dihadapan Pram yang hanya bisa menatapnya tanpa berkedip, ia akan menemani Pram melakukan tele conference dikamar Kaila duduk disamping dan tersenyum mengucapkan salam "maaf terlambat untuk ikut serta" ucap Kaila, para staff Junot terlihat bersemangat saat Kaila bergabung.
"kalian kenapa.... semangat sekali kalo ada Kaila kamu nggak liat apa pawangnya disamping" tatap Junot melihat tingkah staf IT nya mereka tersenyum lebar ketika melihat Pram dan Kaila duduk berdampingan dalam satu frame "kalo liat mbak Kaila itu adem pak idenya ada aja untuk di-sharing sama mbak Kaila kalo sama pak Pram ngeri nggak ngomong aja udah grogi duluan apalagi kalo ngomong pak" keceplosan salah satu stafnya Junot menutup wajahnya dengan satu tangannya dan menggelengkan kepala tanda menyerah melihat kedua staffnya yang tidak melihat muka Pram yang semakin datar, Kaila hanya bisa tersenyum menatap layar dan kemudian menatap Pram yang datar
sejak daddy memberitahu bahwa Kaila adalah istri Pram semuanya menjadi tidak berani untuk bercanda dan menggoda Kaila lagi tapi karena Kaila pada dasarnya adalah gadis yang ramah dan supel walau cuek terhadap lawan jenis hingga lambat laun keadaan menjadi seperti biasa kembali seperti saat sebelum mereka mengetahui status Kaila, Pram menghembuskan nafas panjang setelah mematikan layar laptopnya Kaila menatap Pram melepas kemeja yang dipakainya duduk menghadap Pram diatas kedua kaki Pram bagian atas Pram tersenyum menahan pinggang Kaila agar tidak bergerak.
"capek by" tanya Kaila melingkarkan tangannya keleher Pram yang menggelengkan kepalanya menatap Kaila. Kaila memajukan bibirnya mencium lembut bibir Pram yang menggoda, Pram meraih tengkuk Kaila dan memperdalam ciuman mereka Pram melepaskan pelukannya membiarkan Kaila mengambil nafas yang segera melepas t-shirt nya dan hanya memakai underwear bra nya, Pram tersenyum memandang istrinya yang terlihat semakin berisi, diraihnya benda kenyal kesukaannya melahapnya dengan rakus hingga membuat Kaila menggeram pelan mengacak rambut Pram dan meremasnya lembut mendesah, memejamkan mata menikmati sentuhan Pram, tiba-tiba kamar diketuk oleh seseorang. Pram mengumpat pelan, Kaila membuka matanya dan menyatukan kening mereka berdua Pram kembali memakaikan bra kaila yang dilepasnya, mengambil t-shirt Kaila dan memakaikan kembali, Pram mengecup bibir Kaila membersihkan Saliva yang masih tersisa menurunkan badan Kaila untuk beranjak ke pintu kamar.
__ADS_1
"tuan muda, maafkan saya mengganggu, ada yang mengirim baju untuk nona muda orangnya sudah menunggu dibawah" kata salah seorang pekerja menunduk tidak berani menatap Pram "Kai akan segera menemui nya suruh menunggu sebentar" tutup Pram, Kaila memakai kemejanya kembali untuk menemuinya, Pram memegang pergelangan tangan istrinya"ada apa" tanya Kaila sebelum keluar dari kamar "jangan lama-lama" tatap Pram Kaila tersenyum dan melangkah kebawah "sore nona" berdiri seseorang menyambutnya Kaila tersenyum dan mempersilahkannya untuk duduk "ada yang bisa saya bantu tuan...." tanya Kaila menunggu jawaban darinya
"nama saya dindin saya diminta untuk mendesain baju dan mengantarkannya kemari oleh nona Mita atas permintaan nona Kalai dara Prayoga" pandang dindin menyerahkan paperbag berukuran besar diatas meja, seorang pekerja membantu untuk meletakkannya kedekat Kaila membuka paperbag tersebut atas permintaan Kaila "apakah ada permintaan khusus untuk masing-masing gaun" tanya Kaila menatap empat bungkusan yang ada dihadapannya "ada nona, untuk nona Kaila bagian perut agak longgar karena sedang hamil katanya" angguk dindin, Kaila tertawa pelan "begitukah, kalau begitu tunjukkan yang mana untuk Kaila" tanya Kaila. dindin ragu-ragu untuk mendekat Kaila mengangguk mengisyaratkan tidak apa-apa, dindin mendekat dan meraih salah satu gaun untuk dibukanya dan diberikan kepada Kaila.
"saya yang bernama Kaila, apakah ini cocok untuk saya" senyum Kaila. dindin menatap Kaila agak tidak percaya pada perkataan Kaila barusan "apakah nona sedang hamil" tanya dindin mempertanyakan hal yang tidak perlu ditanyakan, para pekerja yang menemani Kaila tersenyum ditahan tidak enak terhadap nona nya. Kaila berdiri dan meminta seseorang untuk membantunya memakai gaun yang dipesan untuknya dindin melihatnya secara seksama "bolehkah saya merapikannya sedikit nona Kaila" tanya dindin sebelum mendekat Kaila mengangguk tersenyum ia segera mengambil perlengkapan jahitnya kemudian merapikan beberapa bagian untuk disesuaikan dengan tubuh Kaila, dindin menambahkan dan mengurangi dibeberapa bagian dari gaun Kaila yang dirancangnya "berapa bulan usia kehamilan nona Kaila" tanya dindin merapikan gaun yang dipakai Kaila "berjalan 4 bulan kak" jawab Kaila melihat dirinya di kaca besar untuk melihat penampakan gaun yang dipakainya tersenyum lebar setelah dindin merubah beberapa bagian dari gaun Kaila. Pram turun mendekat untuk melihat Kaila kenapa lama belum kembali kekamar, seorang pekerja membawakan minuman untuk Pram Kaila tersenyum menatap suaminya yang mendekat kearahnya.
"hai ...... hai ..... hai...... all readers, luv U all sekebon pisang biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak, selamat menikmati cerita pertama kalang di sini jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa ..... karya pertama ku.
luv ..... luv ..... luv ..... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak
thanks a lot pisang sekebon...😘
__ADS_1