
"yang, kita pulang sekarang" kata Pram. "Ok" jawab Kaila menutup ponselnya. "aku pulang duluan big bos dah selesai ngajar" tepuk Kaila pelan. "ahhh.... udah jam 6 sore aja" lihat waktu Icha. "kamu pulang sama siapa" toleh Kaila "dijemput sama tangan kanan big bos" senyum Icha. "ciee..... yang sudah bucin nih...... " goda Davi Icha tersenyum "daripada ntar diambil orang lebih baik dimakan aja ikannya" bisik Icha. Davi ngakak. "Dav diliatin tuh sama cewek diseberang kampus" sikut Kaila tak sengaja melihat seorang perempuan yang menatap Davi mereka menoleh cepat Davi membuang mukanya.
"nggak usah di peduliin cewek kayak gitu meninggalkan seseorang hanya karena ada orang yang lebih dalam segi materi" geleng Davi, Kaila dan Icha memandang satu sama lain terdiam tidak berkomentar ucapan Davi. Saka melambaikan tangannya kearah Icha yang membalas lambaian tangan Saka "aku pulang duluan" pamit Icha, Kaila dan Davi mengangguk "mau ngopi bareng nggak Dav" tanya Kaila sesaat setelah mereka sampai dimobil Pram. Davi menggeleng "aku baik-baik aja Kai jika sudah waktunya akan aku ceritakan" kata Davi memandang Kaila. Kaila mengangguk memandang Davi dan menggenggam erat tangan kanannya.
"aku siap menunggu Dav kapanpun" tepuk-tepuk punggung tangan Kaila Davi tersenyum dan mengangguk "nunggu apaan" buka kaca mobil Pram. Davi tertawa kecil "pawangnya masih denger aja." hi-five Davi yang segera dibalas Pram. "aku pulang dulu Dav" masuk Kaila, Davi melambaikan tangannya Pram membunyikan klakson pelan Davi mengangkat jemarinya memberi tanda Ok. "gadis itu dari tadi memandang Davi katanya dia hanya meninggalkannya hanya karena ada seseorang yang lebih dari segi materi dan pergi meninggalkannya tanpa ragu" isyarat dagu Kaila Pram menoleh sekilas.
"Davi akan cerita jika waktunya tepat untuknya menceritakan kepada kami aku bilang akan menunggu sampai dia siap untuk bercerita kapanpun itu" jelas Kaila Pram mengangguk tersenyum "kita hangout dulu yuk kak,, lama tidak keluar akibat punya dosen yang senang ngerjain istrinya" lirik Kaila memandang keluar jendela kaca mobil Pram tertawa lebar mengelus perut Kaila lembut. "dah laper ya" senyum Pram Kaila memutar matanya jengah. "nggak hanya capek setiap hari dibuat nggak bisa tidur" ucap Kaila cepat.
"ibadah lho, yang. menyenangkan suami tapi kan enaknya sama-sama kamu aja sampai teriak gitu" goda Pram tertawa Kaila membalikkan tubuhnya menatap keluar mendengar perkataan suaminya, Pram tergelak melihat reaksi Kaila yang terlihat malu-malu kucing.
"ayah, udah pulang" tanya Kaila.
"sampai mana" tanya Kaila.
"dekat dengan apa" tanya Kaila.
"baiklah ini Kaila dijalan sama kak Pram. iya.... ayah tunggu disitu jangan kemana-mana. nongkrong aja didepan minimarket nya sebentar agar Kaila dapat melihatnya" angguk Kaila
"share lok yah" kata Kaila.
"iya...." angguk Kaila mematikan panggilannya membuka chat dan menerima lokasi terkini ayah dan mengaktifkan fitur GPS tracker mobil Pram yang mengendarai mobil dengan kecepatan sedang mengikuti arahan GPS.
__ADS_1
"mobil ayah trouble aku nggak tau bagaimana sekarang ayah ada didekat minimarket biru dekat lokasi, untung ayah dengan sopir jadi lebih terkondisikan keadaannya" kata Kaila gelisah sambil menggigiti bibir bawahnya "honey, bibirnya. ayah nggak papa karena ada penjaga yang menjadi sopirnya" pegang tangan pram sekilas.
setiba di lokasi ayah Pram memarkirkan mobilnya disamping kendaraan ayah nya Kaila turun dan setengah berlari menghampiri ayah. "yah" lambai Kaila ayah menoleh dan tersenyum melambaikan tangannya kearah Kaila yang setengah berlari kearahnya. ayah seperti merasakan Dejavu dengan pemandangan yang sama saat dulu Kaila masih kecil selalu menghampiri nya setengah berlari untuk memeluknya saat dirinya pulang kerja, ayah merentangkan tangannya memeluk Kaila yang memeluk ayahnya erat.
"ayah baik-baik aja kan" lihat kaila dari atas hingga ke bawah ayah menganggukkan kepalanya memberikan minuman instan teh dingin kepada Kaila. "hanya pecah ban aja Kai karena kena paku yang ada dijalan" duduk ayah. "berarti udah ditambal" tanya Kaila ayah mengangguk Kalai menghubungi ayah lagi, ayah mengalihkan panggilan ke video call Kaila melambaikan tangan. "syukurlah Kai jika kamu sudah menemani ayah disitu aku kuatir kalo ayah kenapa-napa" kata Kalai, Kaila memperlihatkan teh kemasan botol dari ayah. "iiihhhh.... curang Kaila dibelikan aku nggak yah" rengek Kalai melihat Kaila mereka tertawa bahagia.
"mau dibawain apa mumpung belum ninggalin mini market masih ditambal bannya mobilnya" tanya Kaila. Pram mendekat ayah memberikan minuman kemasan kopi susu kepada anak menantunya itu "iihhhh....... jadi pengen ikutan nongki bareng" rajuk Kalai melihat mereka bertiga yang sedang duduk dibangku yang disediakan mini market. mereka menggoda Kalai dan sesekali tertawa terbahak-bahak.
"mau pesen nasgor nggak Kai" tanya Pram "boleh tuh ayah lapar, kasihan penjaga mu juga lapar" pegang perut ayah, Pram tersenyum lebar "tentu yah nanya Kaila karena dia suka tiba-tiba pingin yang lain udah didepan penjualnya malah minta yang jauh diujung" kata Pram, ayah tertawa kecil.
"Kaila itu nggak usah ditanya mau apa bawain aja biar nggak protes yang ada dihadapannya pasti dia makan" kata ayah memberi nasehat. "siap yah jadi tau sekarang kalo gitu" jawab Pram memberi isyarat dengan jemarinya tanda menandakan sepakat, Kaila nyengir mendengar perkataan dua laki-laki yang ada dihatinya.
"benar karena setiap kali kita mendapat rejeki, ada rejeki yang Tuhan titipkan untuk mereka jangan takut untuk berkurang harta benda yang kita punya tapi takutlah pada iman kita yang berkurang kepada Tuhan Kai itu jauh lebih menakutkan karena kita tidak sadar telah berbuat dosa" pandang ayah Kaila mengangguk paham. ponsel Kaila berdering ada chat dari Pram menanyakan apakah mau makan ditempatnya penjual nasgor.
"yah, kak Pram nanya nasi goreng nya mau makan ditempat penjual ato disini aja" tanya Kaila. "di penjualnya aja Kai itu sopirnya Pram sudah selesai dengan bengkelnya" lihat ayah Kaila menoleh cepat. "kalo gitu ayo yah keburu dingin nasgornya" kata Kaila sambil beranjak dari tempat duduknya menunggu ayah untuk berdiri pelan-pelan "kak Arden gimana yah" tanya Kaila. melingkarkan tangannya di lengan ayah.
"baik anak itu sudah bisa menyelesaikan proyek yang sudah berjalan 6 bulan ini, Kris juga semakin teliti lagi menyelesaikan masalah yang ada di proyek mungkin dalam beberapa hari kita bisa merekrut beberapa anak tehnik lagi untuk bisa bekerja sama jadi ayah bisa dibelakang saja mengawasi mereka" kata ayah. "syukurlah yah kalau ada regenerasi selanjutnya jadi dapat dengan tenang jika nanti pensiun" senyum Kaila memeluk lengan ayahnya erat. "kamu jadi ngambil skripsi semester depan" tanya ayah. "kemungkinan besar yah sambil kuliah jika boleh karena dosen pembimbing Kaila sekarang kak Pram sendiri" jawab Kaila sambil mengangguk.
"memang dulunya bukan Pram" tanya ayah Kaila menggeleng. "kak Pram kan ngajar saat Kaila semester 4 yah jadi dia baru 1 tahun lebih berada di kampus lagian dia juga maksa jadi dosen pembimbing Kaila yah nggak boleh ada yang pegang kecuali dia" tawa Kaila. "takut kamu nggak lulus Kai" balas ayah, Kaila tertawa garing.
"kalo cuman nilai mah,Kaila nggak kalah yah biasanya dia ngajar hanya dua mata kuliah, semester sekarang dia ngajar lima mata kuliah dimana Kaila sedang ngambil mata kuliah itu yah dan 3 mata kuliah lain diajar oleh dosen lain. katanya karena biar Kaila fokus" kesal Kaila. ayah tertawa kecil mendengar jawaban Kaila yang keberatan dengan keposesifan Pram. "malah bagus dong di ajari oleh suami sendiri" kata ayah duduk dibangku penjual nasi goreng yang ada di dekat mini market tadi. penjaga ayah tidak jauh duduknya dari mereka Kaila duduk disamping Pram dan ayah didepan mereka.
__ADS_1
"kenapa mukanya cemberut gitu" pandang Pram kearah Kaila yang meminum teh panasnya "ayah nanya apa Kai jadi nulis skripsi nggak semester besuk katanya kemungkinan jadi karena sekarang kamu yang jadi dosen pembimbingnya" jawab ayah Pram tersenyum dan mengangguk "Pram semester ini mengajar lima mata kuliah saat Kaila memilih kelas untuk diambil di semester ini yah biar dia bisa fokus mengerjakan skripsi nanti" kata Pram sambil menyuapi Kaila nasi goreng bergantian dengannya makan seperti biasanya. "tapi nggak begitu juga kali by, masak diatur sampai sebegitunya kan nggak lucu" kata Kaila memandang Pram kesal, ayah yang melihat perdebatan mereka hanya tersenyum sambil memakan nasi gorengnya. "apa salahnya toh juga kampus punya sendiri" kata Pram, Kaila membulatkan matanya lebar-lebar.
"apa.... kenapa kakak nggak bilang sih" pandang Kaila menatap Pram tajam. "belum lama juga, yang. sebelum aku mengajar disana itu kampus baru terjadi transisi kepemimpinan nggak tau kenapa daddy bisa mengambil alih itu kampus dan kebetulan juga aku baru mau lulus ngelamar kerja disana dan keterima deh tapi aku nggak tau kalo daddy pemegang saham terbesar di kampus itu" jelas Pram detail.
"daddy mu tau kamu melamar menjadi pengajar disana makanya daddy mu mau mengakuisisi kampus itu karena butuh suntikan dana yang cukup besar akibat diselewengkan oleh oknum pemimpin kampus itu dan kebetulan juga Kaila ada disitu jadi pas kan" senyum Ayah. Kaila dan Pram memandang ayah dengan tatapan mata menyelidiki
"wo..... wo.... wo..... kami nggak merencanakan sampai sedetail itu nak Tuhan yang mempunyai skenario terhadap kalian sendiri apa kami tahu kalian saling suka, nggak kan.... orang ayah taunya Pram menghubungi ayah dini hari karena kamu nggak bisa pulang dan esok paginya sekeluarga sarapan dirumah Pram" angkat tangan ayah melihat tatapan mereka yang seakan-akan mendakwa ayah dan daddy yang merencanakan ini semua (padahal memang benar..... wkwkwkwkwk)
"makan yang banyak honey biar siap menghadapi kenyataan orang tua yang suka menjodohkan anaknya" suap Pram menatap Kaila lembut Kaila mengangguk kesal menerima suapan Pram dan mengunyahnya dengan cepat. ayah tertawa melihat kelakuan mereka penjaga ayah yang melihat merekapun tersenyum lebar melihat tingkah bos yang bucin sama istrinya, Pram membeli beberapa nasi goreng lagi untuk dibawa pulang oleh ayah dan diberikan pada tukang parkir yang menjaga mobil mereka.
"yah, Kaila jalan dulu dengan kak Pram mumpung weekend besuk nggak ada kuliah pulangnya telat pake banget nggak usah nunggu dirumah" kata Kaila pamit Pram mengikuti Kaila pamit pada ayah.
hai.... hai.... hai.... all readers, luv U all sekebon pisang biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak
selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa.... karya pertama ku.
luv..... luv..... luv.... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
thanks a lot pisang sekebon...
stay healthy all
__ADS_1