
sudah terhitung tiga minggu Kaila menjadi asisten Pram dia belajar dengan cepat apa yang seharusnya menjadi tugasnya ternyata tidak sesederhana yang dia pikirkan dulu. banyak pelajaran yang dia petik dan dapatkan selama menjadi asisten Pram karena mengikuti kegiatan Pram yang juga mengajar maka membuat dia tidak banyak berinteraksi dengan orang kantor lainnya sehingga terkadang dia merasa bersalah tidak bisa bergabung bersama yang lain untuk makan bareng atau sekedar mojok bersama para asisten lainnya terkadang dia mojok dikantin bareng Icha dan Davi saat Pram masih mengajar di jurusan lain semua orang mengenal Kaila sebagai asisten Pram baik dikampus atau di kantor bahkan sekretaris Saka tidak mengetahui hubungan antara Kaila dan Pram yang mereka pikirkan hanya ada hubungan saudara sedarah seperti Pram dan Saka yang terjadi diantara mereka bertiga karena seringnya mereka bersama-sama kemanapun saat di kantor.
ayah pulang lebih lama dari perkiraan sekalian liburan kata ayah menikmati Singapura tanpa kedua anak gadisnya Kaila tertawa saat melihat gaya ayah yang lebih gaul dengan penjaganya saat melakukan panggilan video atau melihat unggahan ayah di media sosialnya yang dulu dibuatnya untuk ayah agar bisa melihat unggahan anak-anak gadisnya
Kaila melewati hari-harinya membawa triplets dengan gembira karena selalu ada hal-hal baru yang dia temui selama menjadi asisten Pram apakah itu orang-orang baru atau pekerjaan baru yang mengharuskannya berkunjung kesana dan kesini semua dilakukan dengan antusias dan semangat tinggi termasuk apapun yang dia dan triplets inginkan selalu didiskusikan dengan Pram dulu dan selama Pram bisa melakukannya maka bisa dilakukan.
"by, nyoba bungee jumping yuk" kata Kaila Pram menggeleng menolak permintaan Kaila "kayaknya asik by, ya... boleh ya....." rajuk Kaila di kantor Pram menghela nafas berat dan tetap menggeleng menanggapi permintaan Kaila, Kaila terlihat memajukan bibirnya didinding kaca sehingga bisa melihat bangunan pencakar langit lainnya Pram memilih lantai 2 agar tidak terlalu tinggi jika dia membawa Kaila yang sedang hamil muda sehingga membuat Saka harus mendekorasi ulang ruangannya dan Pram agar nyaman untuk Kaila. dulu ruangannya ada dilantai paling atas, Saka juga menyayangi Kaila sebagai saudara perempuannya karena hanya dia perempuan satu-satunya di generasi kedua yang ada dikeluarga Bagaskara saat ini mamanya tidak bisa mempunyai keturunan lagi selain dirinya beberapa kali keguguran membuat kedua orang tuanya sudah ikhlas untuk tidak mempunyai keturunan lagi apalagi saat mereka mendengar dia berhubungan dengan Icha membuat kedua orang tuanya senang dan gembira karena mereka mengenal keluarga Icha dengan baik dari Icha masih kecil hingga sekarang dan berharap lebih atas hubungan mereka berdua.
"atau kora-kora by, kayaknya sangat menantang" toleh Kaila Pram memijit pelipisnya mendengar permintaan Kaila yang selalu suka adrenalin tinggi membuat jantungnya yang naik turun karena triplets terlalu aktif "by, aku laper" pandang Kaila tepat dimuka Pram yang membuka matanya menatap Kaila yang terlihat imut Kaila mengecup bibir Pram lembut, Pram menahan pipi Kaila agar tidak melepaskan ciumannya namun tiba-tiba pintu diketuk seseorang membuat Pram mendengus pelan karena mengganggu aktifitasnya bersama istrinya, Kaila merapikan bibir Pram yang ada sedikit saliva dengan tissue basah yang selalu diletakkan dimeja Pram selama dia bekerja menjadi asisten Pram "masuk" kata Kaila "permisi pak ada dokumen yang harus ditandatangani" kata asisten laki-laki Pram Kaila mengambilnya dari tangan asisten itu meneliti satu persatu draf klausul dokumen yang dibawanya sembari duduk
"kita akan rugi disini jika tidak memenuhi permintaan mereka setiap pengiriman" letak Kaila dimeja Pram menunjuk beberapa points penting dokumen Pram melihat beberapa lembar dokumen untuk mengkroscek perkataan Kaila. Kaila memandang dan tersenyum memberi isyarat menyuruhnya duduk kepada asisten laki-laki agar dapat berdiskusi dengan mereka berdua, asisten itu duduk disamping Kaila dan berhadapan dengan Pram "bagaimana menurutmu kak" tanya Kaila memandang asisten Pram yang usianya jauh diatas Pram dan Kaila, asisten itu memandang Kaila tidak percaya bahwa dia meminta pendapat mengenai sebuah projek baru Kaila menatapnya menunggu jawaban darinya.
__ADS_1
"menurut saya lebih baik kita perbaiki klausul perjanjian ini atau kita mempunyai pilihan lain yaitu meminta pihak lain untuk bekerja sama memasok barang kepada kita agar kuantitas dan kualitas masih bisa kita kendalikan pak" pandangnya menatap Pram yang terdiam sesaat Kaila menatapnya tenang "berarti menurutmu kak kita harus mempunyai rekanan lain yang bisa kita beli produk setengah jadinya terus kita finishing dengan brand dari kita" topang dagu Kaila dengan tangan kanan memikirkan pendapat asisten laki-laki itu "benar Kai jika itu bisa terealisasi maka akan menghemat waktu kita membikinnya dari awal malah akan membuat beberapa perusahaan kecil menjadi hidup kembali dan bisa beroperasi kembali, setali tiga uang kita mendapat keuntungan dan manfaat lainnya adalah memperkerjakan produksi rumahan agar tetap bertahan" angguknya Kaila tersenyum lebar mendengar solusi dari asisten laki-laki itu.
"see by, that's the answer you got" pandang Kaila menatap Pram asisten itu menatap penuh dengan tanda tanya dan heran kearah Kaila dan Pram mendengar panggilan itu tapi tidak berani untuk bertanya lebih jauh "berarti kita harus mencari rekanan yang sesuai dengan permintaan dan standar kita bukan begitu" pandang Pram menatap Kaila, Kaila dan asisten itu mengangguk bersamaan.
"diskusikan dengan kak Saka dulu jika dia setuju maka biar kak Tio yang melakukannya kita akan beri dia tanggung jawab untuk mengurus hal itu bukan begitu kak" senyum Kaila menatap asisten bernama Tio yang hanya bisa mengangguk mengiyakan "jangan tegang ah kak, biasa aja.... kita nggak gigit kok ide-ide seperti ini yang terkadang membuat kita terus berkembang dan bergerak maju lebih baik lho kak jangan ragu untuk mengutarakan apa yang ada dipikiran selama itu untuk kemajuan perusahaan maka akan tambah baik kan" senyum Kaila lebar Tio tersenyum mengiyakan perkataan Kaila
"baiklah, nanti akan aku diskusikan dahulu dengan Saka agar dia juga mengetahui masalah ini beritahu dia juga tidak apa-apa Yo lebih baik dia mendengar ide mu sendiri pasti dia akan merasa senang" pandang Pram mengangguk Tio mengerti menganggukkan kepalanya kemudian mengundurkan diri setelah semua urusan selesai.
"apa tidak apa-apa honey disana tidak ada makanan khas timur tengah lho" tanya Pram Kaila menggelengkan kepalanya tanda tidak apa-apa "sesekali by, pingin makan apa aja yang didepan mata" jawab Kaila, Pram mengangguk mengiyakan. "tapi jangan disuapi aku ingin kerja dengan tenang" peringatkan Kaila mengecup pipi Pram yang tersenyum dia tahu jika Kaila selalu saja bersikap begitu tapi pada kenyataannya jika tidak disuapi dia akan menunggu Pram menyelesaikan urusannya terlebih dahulu setelah itu dia mendekat untuk makan bersamanya.
mereka berjalan menuju lantai satu kearah kantin yang letaknya dibelakang tidak banyak pekerja yang berada dikantin kantor karena sudah lewat jam makan siang Saka sedang menemani Icha ketempat saudaranya yang ada acara jadi hari ini mereka tidak makan bertiga, Kaila melihat menu yang ada didisplay kantin kemudian mengambil beberapa yang ia inginkan. Pram memilih untuk duduk didekat pembatas pagar tanaman agar dapat melihat situasi secara leluasa.
__ADS_1
dari jauh tampak 4 pekerja perempuan yang sedang menuju kantin untuk makan siang seorang diantaranya menyapa Kaila dengan ramah karena tidak pernah dilihatnya sebelumnya karena mereka di divisi yang berbeda Kaila menanggapinya dengan sopan hingga salah satu diantara mereka yang lain mendorong tubuh Kaila kasar karena menghalangi jalannya dan mengatakan hal-hal yang tidak mengenakkan untuk didengar.
"jangan belagu jadi orang mentang-mentang keluarga pemilik perusahaan trus bisa seenaknya gitu pake aturan dong jangan seenaknya sendiri" katanya pedas sedangkan Kaila yang terdorong kebelakang belum sempat berpegangan pada besi stainless untuk menaruh baki saat mengambil makanan di display, salah satu penjaganya sudah berlari kencang mendekat menahan laju tubuh Kaila yang terhuyung kebelakang agar dirinya tidak terjatuh dan membahayakan triplets, Pram sontak berlari ke arah Kaila dengan muka yang merah padam menahan kemarahannya. piring Kaila pecah berantakan bersama baki yang tersenggol dirinya hingga semua orang berhamburan keluar karena mendengar kegaduhan yang terjadi, menatap mereka yang sedang bersitegang termasuk penjaga Kaila yang menjaga dari jauh.
mereka berdiri dibelakang Pram dan Kaila menunggu perintah dari Pram hingga datang kepala keamanan yang mendengar keributan dan hanya berdiri didekat wanita yang berlaku kasar agar tidak bertingkah yang lebih kasar lagi Pram menahan bahu Kaila agar tidak limbung dan ingin segera menyelesaikannya tanpa banyak bicara, Kaila mencengkeram tangan Pram kuat dan menggeleng Pram menatap Kaila tajam "bayar kerugian pemilik kantin by antar aku makan ditempat lain aku sudah kelaparan" pandang Kaila menatap Pram dengan tubuh lemas Pram tidak bisa berbuat apa-apa lagi jika Kaila sudah mengatakan begitu segera dia mengangkat tubuh Kaila dan membawanya ke mobil yang diambil segera oleh penjaga Kaila, seorang penjaga lainnya membereskan yang Kaila minta untuk mengurus penggantian barang-barang kantin yang dirusak Kaila penjaga segera berbisik kepada kepala keamanan untuk menanyakan secara detail wanita yang melukai nona nya.
tegang nih gengssss..... apa yang terjadi selanjutnya sama wanita itu ya..... Kaila gimana gengsss..... duh..... nggak ikut campur deh.... angkat tangan nyerah....
hai.... hai....hai..... all readers, luv U all sekebon pisang biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak, selamat menikmati cerita pertama kalang di sini jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat dukung yaaa..... karya pertama ku.
luv.... luv.... luv.... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
__ADS_1
thanks a lot pisang sekebon...😘