Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 71


__ADS_3

"kita kerumah sakit sekarang honey" tanya Pram Kaila mengangguk dan mengikuti langkah Pram keluar dari walk closet. Pram mengambil coklat dingin untuk Kaila menyeruputnya separuh dan memberikannya untuk Kaila yang kemudian menghabiskannya membuang bungkusnya ke mulut ajaib Pram mengambil dua kotak coklat dingin untuk dibawanya mereka melangkah keluar dari apartement, ketika akan melangkah menuju box ajaib seorang gadis menyapa Pram "hai Pram lama tidak berjumpa" senyumnya, Pram dan Kaila menoleh dan melihatnya sekilas "kayaknya kamu jarang pulang sekarang apa sangat sibuk bekerja sampai tidak terlihat di apartement" tanya gadis itu lagi saat mereka bersama-sama masuk kedalam box ajaib


Kaila hanya diam menyandarkan kepalanya di dinding box ajaib, Pram meraih kepala Kaila agar bersandar dibahunya "apakah dia adikmu cantik sekali aku jarang melihatnya kesini apakah dia juga bersekolah diluar seperti kita tapi aku tidak pernah melihatnya saat kita kuliah di London" tanyanya lagi.


"kenapa sikapmu selalu dingin begitu Pram kita sudah mengenal lama bukan kenapa kamu tidak bisa bersikap sedikit lebih baik padaku setidaknya kita masih bisa berteman bukan" pandangnya lembut menatap Pram yang hanya menatap Kaila dari pantulan dinding box ajaib yang segera terbuka setelah sampai di basement parkir, Pram meraih jemari Kaila saat berjalan keluar dari box ajaib dari jauh penjaga sudah menanti Pram menunduk pelan kearah mereka berdiri tepat didepan perempuan itu untuk menghentikan langkahnya mengikuti Pram, gadis itu menghentakkan high heels nya kesal melihat Pram yang berjalan menjauh menuju mobilnya membuka pintu untuk Kaila Pram duduk dibelakang kemudi menjalankan mobil Bumblebee Kaila dengan pelan.


"tumben pake ini by" tanya Kaila tersenyum senang Pram tersenyum melihat senyum Kaila "aku akan membiarkanmu memakainya honey jika nanti aku butuh tumpangan aku akan memanggilmu" kata Pram Kaila tertawa lebar "apakah kamu ingin menyuap ku agar tidak mencari tahu wanita tadi" kerut Kaila menatap Pram lekat yang tertawa kecil mendengar jawaban Kaila.


"no honey, aku aja tidak mengenalnya jika aku tahu siapa dia pasti akan langsung memberitahumu sebelum kamu mencari tahu, aku yakin kamu tidak mau tahu tentang dia" geleng Pram menatap mata Kaila yang mengangguk pelan.


"only your admirer" senyum Kaila Pram mengangguk "kayaknya sudah kehilangan akalnya sampai mengikuti ku aku sama sekali tidak memiliki clue siapa dia" senyum Pram Kaila tersenyum lebar " I see" angguknya.


"hallo yah" salam Kaila mendengar ponselnya berbunyi


"ini dalam perjalanan kerumah sakit" jawab Kaila.


"baik yah, ketemu diparkiran rumkit ya...." jawab Kaila lagi.


"iya, nanti biar beli disekitar rumkit aja, baiklah" tutup Kaila mematikan panggilan di ponselnya


"ayah juga dalam perjalanan menuju rumkit nanti minta dibelikan beberapa minuman dan kudapan untuk yang disana" kata Kaila "itu didepan ada coffe shop dan jarak ke rumkit juga tidak jauh" lihat Pram Kaila mengerti, ia segera menepikan mobilnya di pelataran depan coffe shop, mereka keluar menuju coffe shop yang masih agak sepi karena jam menunjukkan pukul 10 pagi.


"pagi kak ada yang bisa saya bantu" senyum penjaga menyambut kedatangan mereka berdua.

__ADS_1


"pagi juga kak bisakah saya memesan beberapa minuman untuk take away" tanya Kaila sebelum memesan minuman.


"tentu saja bisa kak mau pesan apa" senyum penjaga coffe shop.


"5 kopi hitam panas, 5 kopi dengan cream, 5 coklat dingin" senyum Kaila melihat menu yang terpampang dibelakang meja pemesanan.


"baiklah kak, tunggu sebentar kami akan segera membuatnya" senyum penjaga coffe segera memberitahu temannya yang lain untuk menyiapkan pesanan Kaila.


"bisakah saya juga memesan beberapa kue yang ada" tanya Kaila melihat display makanan


"silahkan kak mari saya bantu" senyumnya ramah, Kaila terlihat terlibat pembicaraan dengan penjaga coffe shop perihal apa saja yang menjadi favorit pelanggan lain ketika membeli kue dan roti, penjaga dengan ramah memberikan saran yang menyenangkan untuk Kaila, Kaila tersenyum puas karena kebaikan penjaga coffe shop yang baik melayaninya sementara Pram duduk sambil berbicara dengan seseorang di ponselnya Kaila mendekat kearah Pram sambil menunggu pesanan kopinya selesai dibuat.


"aku tadi menghubungi Saka dia juga tidak tahu siapa gadis itu nanti akan coba Saka tanyakan kepada Tigor dan Junot mereka lebih familiar dengan para gadis saat dikampus dulu" elus perut Pram sementara Kaila memainkan ponselnya.


"pesanannya sudah ready kakak silahkan" dekat penjaga coffe sopan, Kaila mengangkat kepalanya dari melihat layar ponselnya


"ah baiklah terimakasih pemberitahuannya" berdiri Kaila diikuti Pram yang berada dibelakangnya, para penjaga masuk mengambil beberapa kotak kopi dan makanan kecil, Kaila segera membayarnya di kasir.


"terimakasih kasih atas kunjungannya hari ini silahkan datang lagi lain kali" senyum penjaga mengantar kepergian mereka didepan pintu coffe shop.


"pasti semoga harimu dan teman-teman menyenangkan" senyum Kaila menyelipkan beberapa lembar uang tip untuknya dan teman-teman yang bertugas pagi itu di celemek pakaian kerjanya.


"terima kasih kak semoga selalu sehat dan bertambah rejekinya" senyum lebar penjaga mengetahui Kaila memberi mereka uang tips Kaila mengangguk dan melambaikan tangan, para pengawal memasukkan kotak-kotak kopi dan makanan di bagasi mobil Bumblebee Kaila.

__ADS_1


"honey mau mengendarainya" tanya Pram sebelum Kaila masuk kedalam mobil Kaila menatap Pram tak percaya Pram tersenyum dan mengangguk menyakinkan Kaila yang segera duduk dibelakang kemudi dan Pram di seat samping. Kaila berdoa sebelum menyalakan mesin Bumblebee hadiah dari daddy untuknya Pram tertawa melihat Kaila yang tak henti-hentinya bersenandung mengikuti irama lagu dari pemutar musik.


"ready triplet let's ride together enjoy the road guys" elus Kaila diperut Pram mengelus perut Kaila sepanjang jalan menuju rumah sakit "parkir disebelah sana honey tidak terlihat padat" pandu Pram melihat parkiran rumah sakit Kaila mengikuti petunjuk yang Pram berikan mereka turun dari mobil para penjaga Kaila segera membawa beberapa kotak kopi dan kudapan. "thank you honey, luv U all with triplet" peluk Kaila Pram menggoyangkan badan Kaila kekiri dan kekanan, mereka saling menautkan jemari tangan melangkahkan kaki menuju ruangan mama Arga sedang dirawat. ayah menunggu dilobi rumah sakit berdiri saat melihat mereka datang dari kejauhan dan segera memberi ayah salam.


"nunggu lama yah" peluk Kaila "tidak begitu lama hanya 5 menit" geleng ayah meraih bahu Kaila mereka berjalan bersama-sama menuju kedalam rumah sakit "ayah tadi sudah jalan ke proyek ditengah jalan dikabari oleh Kalai jika mama Arga masuk rumah sakit, ayah langsung putar balik" cerita ayah. Kaila menunjuk kekanan mereka berbelok tampak dari kejauhan beberapa orang menunggu dikursi sepanjang koridor ruang rawat intensif rumah sakit, mereka saling berpelukan satu sama lain untuk berbagi duka setelah mendengar kabar mama Arga masih belum sadar para penjaga Arga dan Pram berada di satu area sambil berbincang bersama tidak jauh dari keberadaan keluarga yang mereka jaga.


"aku turut sedih kak semoga mama lekas sembuh" pandang Kaila melihat kesedihan tampak di wajah Arga yang selalu menuruti mamanya, Arga mengangguk memeluk Kaila sesaat dan beralih memeluk Pram "yang kuat bro, kami disini" pandang Pram memeluk Arga ala lelaki, Arga mengangguk pelan Kalai duduk bersandar pada bahu sofa, Kaila menggenggam tangannya erat.


"kami masih ada dirumah setelah mendapat kabar dari orang rumah papa kalo mama jatuh terpeleset waktu mau menuju ke bathroom sehabis papa masuk membersihkan diri, mama tersandung kakinya sendiri Kai" cerita Kalai menitikkan air mata Kaila mengangguk dan mengelus punggung tangan Kalai memberinya kekuatan, Pram duduk disamping Kaila setelah berbincang-bincang dengan para lelaki yang menunggu mama Arga.


"mama Arga mengalami pendarahan dikepala nya karena terbentur lantai honey, nanti akan diperiksa secara menyeluruh semua tubuh semoga tidak terjadi apa-apa" bisik Pram ditelinga Kaila "jika langsung dibawa berobat keluar masih terlalu riskan, kita menunggu observasi dokter dulu baru kita ambil tindakan yang diperlukan." duduk Arga disamping Kalai merengkuh bahu Kalai dan mengecupi rambutnya berulang kali, Kalai terisak perlahan tidak mampu menyembunyikan sedihnya Arga mengusap-usap punggung istrinya agar tenang, membisikkan kata-kata yang menenangkan agar Kalai tabah dan kuat mereka menunggu sampai sore di rumkit namun mama Arga belum ada perubahan yang berarti.


"Kai, pulanglah dulu kasihan triplet didalam jika nanti ada perubahan berarti akan segera ku kabari" kata Kalai menoleh mengelus perut Kaila, Kaila mengangguk karena memang butuh untuk berbaring sekarang seharian duduk membuatnya merasakan sakit dipinggang apalagi tidak ada yang mau beranjak untuk makan siang Pram membantu Kaila untuk berdiri setelah duduk lama ayah masih ingin dirumah sakit mereka berpamitan kepada semua orang untuk kembali pulang terlebih dahulu. papa Arga memeluk Kaila lama dan mengucapkan terimakasih kepada Pram karena menemani mereka seharian, Pram meraih jemari Kaila dan membawanya pergi keluar dari rumah sakit.


"by, bisakah kita makan dulu triplet merasa lapar dari pagi kita belum makan apapun" remas tangan Kaila sambil memegang kepalanya yang merasa sedikit pusing Pram segera memegang bahu Kaila dan memapahnya berjalan keluar rumah sakit penjaga Kaila segera mengambil kunci mobil dan pergi mengambilnya diparkiran. Pram dan Kaila menunggu dilobi tak lama mobil Kaila datang penjaga Kaila membukakan pintu untuk Kaila masuk, Pram melajukan mobil agak kencang mencari kedai makan yang tidak terlalu ramai tampak penjual soto Betawi Pram segera masuk ke halaman kedai dan segera memesan soto Betawi setelah masuk kedalam kedai, tak lama pesanan datang Pram memesan jeruk hangat untuk Kaila.


Kaila menguyah suapan soto dari Pram. setelah beberapa suapan Kaila menggelengkan kepalanya "kenapa" letak mangkuk Pram dimeja, Kaila meminum jeruk hangatnya "berhenti dulu by, perutku menyesuaikan" sandar Kaila Pram menghabiskan soto Betawi Kaila.


Kaila melambaikan tangannya memanggil penjaganya dan menyuruh makan juga terlebih dahulu sebelum mereka pulang meraka mengangguk dan duduk tidak jauh dari mereka. Kaila meminum jeruknya sampai habis "pesenin lagi by tapi yang dingin" angkat gelas Kaila, Pram memesannya lagi "mau makan lagi nggak" toleh Pram sekalian Kaila menggelengkan kepalanya tanda sudah kenyang.


hai..... hai.... hai..... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini, jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat, dukung yaaa... karya pertama ku.


luv.... luv.... luv.... uy all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..

__ADS_1


thanks a lot pisang sekebon...😘


__ADS_2