
"by, ayo bangun aku harus sharing bab terakhirku dengan mas Ari hari in dia ada waktu membahasnya denganku" elus rambut Kaila membangunkan Pram agar segera berangkat ke kampus. "hhhmmm..... jam berapa ketemuannya" tanya Pram membuka mata Kaila melihat ponsel pram yang tergeletak di nakas samping ranjang "9, kayak kemarin pas aku pingsan hari ini jangan sampai telat karena kalo siang aku suka agak drop" kata Kaila beranjak menyiapkan segala sesuatunya untuk dibawa ke kampus, Pram beranjak dari tidurnya menuju bathroom, Pram hapal jika setelah jam 12 siang terkadang Kaila merasa lemas dan harus tiduran agar bisa bergerak seharian penuh.
"yang, aku nanti mengajar sampai siang dan harus kekantor setelahnya apakah kamu mau ikut" tanya Pram hati-hati. "bisakah aku nanti pulang duluan aku tidak yakin bisa sampai sore keluar rumah" tatap Kaila merapikan pakaian Pram "baiklah, tidak apa-apa honey aku mengerti" angguk Pram mengelus bahu Kaila mengecup rambutnya. "kita turun sekarang ini jam 8 kurang" tanya Pram, Kaila mengangguk berjalan mengambil tas jinjingnya keluar kamar.
"honey biarkan aku membawanya" tunjuk Pram pada tas Kaila yang menyerahkannya pada Pram, ia meraih jemari tangan istrinya turun kebawah menggunakan box ajaib "aku antar pulang nanti jika sudah selesai bimbingannya atau saat kamu sudah merasa tidak nyaman segera menghubungiku ya..." pesan Pram Kaila menatap Pram dan mengangguk.
"ayah sudah berangkat" tanya Kaila saat tiba dimeja makan. "belum sebentar lagi turun" geleng Arga mengambil nasi goreng "makasih bik" angguk Kaila meminum coklat dinginnya "bik, bolehkah membuat satu lagi di botol biar aku bawa pergi" tanya Kaila. "baik non mau banyak atau sedang non" tanya bik Sum "seperti ini aja takarannya" kata Kaila melihat gelasnya, bik Sum mengangguk "Kalai kemana" tanya Kaila menyiapkan sarapan untuknya dan Pram "tadi masih mandi waktu aku turun" jawab Arga menatap Kaila.
"pagi anak-anak" sapa ayah duduk di kursinya. "pagi yah berangkat pagi" tanya Pram ayah mengangguk Kaila menyiapkan makanan ayah. "pagi" sapa Kalai duduk disamping Arga mengambil piring dan menyiapkan sarapannya sendiri "kamu jadi ke kampus Kai" tanya ayah Kaila mengangguk menerima suapan makanan dari Pram. "jadi yah sama kak Pram nanti siang aku pulang sendiri" kata Kaila, "jangan" seru mereka bersamaan Kaila mengerutkan keningnya "ada penjaga Kai yah, kan bisa dianterin pulang" kata Kaila. "oh.... Ok" angguk ayah lega.
"kita berangkat by takut nggak on time sama mas Ari" kata Kaila menyelesaikan makannya meminum coklat dinginnya sampai habis, Pram mengangguk meminum air putih. "Kai berangkat dulu" salam Kaila ke ayah diikuti Pram. "kita berangkat duluan Kai jam 9 ketemu dosen pengujinya" pamit Pram ke Arga dan Kalai mereka mengangguk melambaikan tangan.
"mulai hari ini turun didalam kampus jangan protes lagi" kata Pram Kaila mengangguk dan mengecup pipi Pram biar nggak tambah panjang petuahnya. "non coklat dinginnya" kejar bik Sum Kaila tersenyum. "maaf bik, sampai lupa kalo tadi minta coklat, grogi karena pertama ke kampus bareng triplets mereka excited sekali" terima Kaila. "hati-hati non semoga selamat sampai rumah kembali" doa bik Sum. "amin makasih bik" sentuh tangan Kaila mengelus punggung tangan bik Sum lembut mobil meninggalkan halaman depan.
"semangat triplet.... ikut momi sekolah besuk kalau kalian sekolah gantian momi yang nemenin kalian.... Ok" ajak ngobrol Kaila kepada anak-anaknya, Pram tersenyum melihat Kaila yang berinteraksi dengan triplet "dan daddy besuk yang akan mengantar kalian kesekolah" tambah Pram. "Ok.... dad" jawab Kaila menirukan suara anaknya mereka tersenyum lebar.
__ADS_1
"yang, mau langsung ketemu mas Ari" tanya Pram keluar dari mobil setelah memarkirkan mobilnya diparkiran kampus Kaila mengangguk berjalan pelan "kalo begitu aku antar ke ruangannya" kata Pram membawa tas jinjing Kaila "by" berhenti Kaila, Pram menoleh ke belakang "apa" pandang Pram lembut. Kaila tersenyum manis "aku bisa sendiri jika kamu terlalu memanjakan ku triplets akan membuatku merasa lemas" dekat Kaila, Pram mengangguk dan menyerahkan tasnya ke Kaila "kalo begitu kita jalan bersama saja" senyum Pram, Kaila menghela nafasnya panjang dan mengangguk.
"kamu janjian sama Icha nggak" tanya Pram, Kaila tertawa "nggak janjian juga pasti kesini by, suporter paling rajin" jawab Kaila. "iya..... sampai kadang Saka nanya Kaila ngasih jampi-jampi apa sama Icha sebegitu nurutnya" senyum Pram, Kaila tertawa pelan "nggak dikasih apa-apa dianya udah ngekor aja" jawab Kaila "semoga dia menikah kalo triplet udah agak gede biar ikut njagain triplet" kata Pram "semoga ya by, jahat iiihhh..... kita berdua malah doain mereka lama nikahnya. yang cepet aja biar kak Saka nggak nunggu lama" tawa Kaila kecil.
"ngomongin apa sih kok kayaknya seru" kata Dewi tiba-tiba dibelakang mereka, Pram dan Kaila segera menoleh ke belakang "mbak Dewi.... sampai nggak kedengaran kalo dibelakang bikin jantung mau keluar lho" kata Kaila memegang lengan Pram refleks. "lha kalian berdua asyik banget ngobrolnya sampai nggak kedengaran" tatap Dewi ke tangan Kaila yang memegang bahu Pram Kaila tersenyum melihat Dewi. "mungkin karena kita sedang membahas sesuatu yang penting jadi saking asyiknya kita nggak tau kalo mbak Dewi dibelakang" angguk Kaila. "ayo kita keruangan mas Ari" ajak Pram meraih jemari Kaila untuk masuk keruangan mas Ari, Dewi melihat Pram dan Kaila sedikit curiga jika terjadi apa-apa diantara mereka.
"pagi mas" sapa Kaila mas Ari mendongak dan menatap mereka yang berada dipintu. "masuklah ngapain kalian disitu minta sumbangan" canda mas Ari melihat pasangan itu masuk ruangannya mereka tersenyum duduk. "gimana mas apa ada yang harus diganti atau direvisi dari bab kemarin, udah dibaca kan di email kemarin" tanya Kaila mas Ari mengangguk.
"nice Kai, nggak sia-sia suamimu menjadi pembimbing mu walau aku tahu tanpa dia pun kamu pasti sudah mengerjakannya dengan baik" angguk mas Ari tersenyum Pram tersenyum lebar. "tumben diantar biasanya sendirian aja takut diambil orang" tawa mas Ari Pram menggeleng tersenyum. "dia baru mengandung baby kembar tiga mas pas mau bimbingan mas Ari kemarin dia tiba-tiba pingsan ditaman depan sama Icha temannya yang nyerahin tugasnya Kai kemarin karena belum tahu kalau hamil sampai nginap dirumah sakit dulu makanya sekarang aku anterin takut kecolongan kayak kemarin" jawab Pram.
"what.... oh.... Gosh.... langsung kembar tiga Pram tokcer juga ya lu.... nggak nyangka diam-diam langsung bikin tiga aja" kaget mas Ari ketawa "bukan aku mas yang punya keturunan keluarga kembar, Kai punya kembaran keluarga dia yang punya gen itu" senyum Pram. mas Ari tertawa lebar "sama-sama cantik kalo begitu identik nggak, udah punya suami juga" selidik mas Ari "udah mas beberapa bulan sebelum kami menikah, kembar identik" angguk Pram. "wooaaa.... kalah cepat dong sama suaminya" kecewa mas Ari, Pram tertawa lebar "emang yakin diterima mas kalo saudara kembarnya belum nikah juga, mau saingan sama Arga Bimantara" tanya Pram. "keluarga Bimantara yang itu" kerut mas Ari menegakkan punggungnya yang masih dalam posisi duduk. Pram menganggukkan kepalanya, mas Ari geleng-geleng kepala tidak percaya "benar-benar kalo cewek cantik itu pasti incerannya CEO muda, tajir-tajir bro.... saingannya" tawa mas Ari, Pram tertawa lebar Kaila hanya tersenyum lebar.
"iya lah nurut kalo nggak nurut mana bisa dia masuk kamar malam-malam" tawa mas Ari, Pram dan Kaila tersenyum lebar mas Ari menuju mejanya dan memanggil asistennya untuk menanyakan jadwalnya minggu depan. "ternyata Bu Ratna jadi dosen pembimbing yang besuk kamis depan sidang aku juga dosen pengujinya kalo begitu sekalian aja ya, dia sidangnya siang" kata mas Ari melihat jadwal yang diberikan asistennya. "baik mas kalo boleh Kai jam 8-9 pagi saja biar lebih semangat ngadepinnya nggak mules perutnya nunggu waktu sidang" senyum Kaila meminta.
"Ok, catat Ron biar aku tidak lupa bisa dapat SP dari Pram nanti" tawa mas Ari, mereka tertawa lebar. dikampus hanya orang-orang terdekat saja yang tahu bahwa Pram dan Kaila telah menikah dan tidak ada yang membicarakannya secara terbuka karena menghormati privacy keluarga Bagaskara. "karena sudah selesai urusan kapan sidangnya kami pamit dulu mas, aku mau ngajar di jam kedua" salam Pram mas Ari mengangguk. "makasih mas semoga besuk pas sidang mas Ari sehat dan dapat hadir menguji Kai" pamit Kaila tersenyum. "kamu juga Kai jangan sering begadang malam-malam sama Pram, kasihan baby mu" senyum mas Ari bercanda, Pram dan Kaila tersenyum lebar mereka berjalan menuju ruangan Pram.
__ADS_1
"by ngajar dimana" tanya Kaila duduk disofa ruangan, Pram menghampiri mejanya dan melihat jadwal hari ini "digedung barat honey, apa mau ikut ke kelas masih kuat" tanya Pram "boleh by," tanya Kaila sumringah mendengar jawaban Pram yang mengangguk. "ada Icha juga" senyum Pram, Kaila tersenyum lebar "kuy.... kita berangkat" antusias Kaila merasa senang bisa sekelas lagi sama Icha dan Davi. "jangan jingkrak-jingkrak nanti saat ketemu" elus pipi Pram, Kaila mengangguk patuh Pram tersenyum mencium bibir Kaila lembut. "oh iya..... honey setelah urusanmu di kampus selesai aku mengundurkan diri mengajar, aku mengajar lebih lama hanya karena ada kamu disini" senyum Pram. "kasihan mahasiswa yang lain yang masih butuh ilmu mu, by" tanya Kaila, Pram tersenyum "dulu aku memang rencananya hanya ingin mengajar sementara sebelum meneruskan bisnis yang dijalankan daddy sebelum bertemu denganmu aku hanya ingin mengajar selama satu tahun saja karena aku bertemu denganmu yang membuatku tidak bisa berpaling dan tidak bisa menjauh aku memutuskan menambah waktu mengajar hingga dua tahun selama kamu masih kuliah, selama itu pula Saka yang menghandle kerjaan di kantor walau setiap dalam pekerjaan yang urgent aku yang memutuskan dan selalu meeting disela-sela mengajar" tatap Pram
"aku hanya akan bekerja di perusahaan saja, yang. aku nggak mau lama-lama meninggalkanmu dan triplets" kecup bibir Pram, Kaila mengangguk dan tersenyum melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Pram. "by, nanti jika aku minum coklat jangan dimarahi ya" sandar Kaila di dada suaminya "iya honey, dirimu pengecualian karena membawa triplets ku" kecup rambut Pram mengelus punggung Kaila.
"duh.... kalo lama-lama begini bahaya nih by, aku pasti minta lebih dari ini" kata Kaila mencoba melepas dekapannya cepat Pram menahan dekapannya mencium lembut bibir istrinya yang selalu menggodanya, Kaila membalas ciuman Pram melingkarkan tangannya kebelakang leher Pram. Pram menahan kepala Kaila dengan tangannya "nafas honey" pandang Pram menghapus saliva yang tersisa bibir Kaila, Kaila mengambil nafas panjang beberapa kali meraba dadanya yang berdetak lebih cepat.
"triplets lebih excited ketimbang aku" gumam Kaila lirih "pulang aja yuk Kai" senyum Pram mengelus perut Kaila yang masih rata Kaila tersenyum lebar mengelus pipi Pram yang bersih. "no..... hubby. ayo kita ke kelas nikmati moment mengajar mu yang akan sebentar lagi berakhir" geleng Kaila. "maunya setiap aku mengajar kamu menemaniku dikelas" kata Pram Kaila menatap Pram lekat "memang bolehin by" tanya Kaila Pram mengangguk. "Ok nanti sesekali aku akan menemanimu, senang sekali daripada dirumah merasa lemas" senyum Kaila "jika aku hanya berdiam diri triplets membuatku lemas" minum coklat Kaila. "mood booster mu coklat dingin, honey" tanya Pram.
"salah satunya lebih banyak aktifitas diluar membuatku semangat by, kayaknya triplet cenderung suka outdoor" kata Kaila "itu momi nya atau triplet yang suka" senyum Pram "dua-duanya" cengir Kaila Pram mengacak rambut Kaila. "iiisshhh..... rambutku jadi berantakan" kibas tangan Kaila mengerucutkan bibirnya Pram tersenyum meraih jemari Kaila untuk menuju kelasnya "kapan-kapan naik motor yuk by kangen naik motor" jalan Kaila menyusuri selasar kampus. "mau, kita konsul dulu ke dokter Nisa jika diperbolehkan it's oke" angguk Pram Kaila menghela nafas.
"aku itu bukan orang sakit yang harus dilarang ini dan itu keadaan ibu hamil itu berbeda-beda by, my triplet don't want just sit and sleep kita ini sehat lho jika aku sudah minta berhenti karena capek maka aku akan berhenti dengan sendirinya don't like this honey" pandang Kaila sedih. "I Will consider it honey" senyum Pram. Kaila mengangkat bahunya pelan tanda tidak mau berdebat lagi Pram melepas tangan Kaila ketika hampir sampai dipintu kelas "masuklah dulu honey aku akan dibelakang mu" kata Pram mendorong bahu Kaila pelan, Kaila mengangguk berjalan menuju kelas, Icha melihat kearah pintu melihat Kaila tertawa lebar melambaikan tangan tak lama Kaila masuk Pram mengikuti dari belakang Icha seketika manyun melihat Pram yang juga ikutan masuk, Kaila tersenyum kecil melihat ekspresi Icha terhadap Pram.
"siang teman-teman" sapa Pram menatap para mahasiswanya dingin "siang mas" sapa balik mereka.
hai.... hai..... hai.... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa..... karya pertama ku.
__ADS_1
luv.... luv..... luv.... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
thanks a lot pisang sekebon...😘