Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 60


__ADS_3

"berarti kali ini nggak bisa naik gunung dalam waktu yang lama dong" kata dokter Nisa Kaila tersenyum mengangguk. "ditahan dulu setahun atau dua tahun yaa... Kai, sini aku periksa dulu" kata dokter Nisa menyentuh nadi tangan Kaila dan menggunakan stetoskop. "kondisimu sudah stabil Kai jika kamu mau pulang tidak apa-apa jaga kondisi kesehatan yang paling penting sering-seringlah makan agar bayimu asupan gizinya terpenuhi karena ada tiga calon bayi maka asupan gizinya juga harus lebih banyak kondisi fisikmu cukup kuat, mungkin karena aktifitas fisikmu yang tidak biasa ya....." tawa dokter Nisa mereka tersenyum lebar. "jika bisa minggu depan untuk pemeriksaan kandungan yang pertama ya.... nanti akan suster beri tahu kapan lebih tepatnya" kata dokter Nisa. "apakah boleh melakukan hal yang agak berat dok karena saat ini saya sedang menyusun tugas akhir dan bentar lagi harus sidang" tanya Kaila serius.


Dokter Nisa mengangguk "tentu saja boleh ibu hamil dianjurkan untuk tetap beraktivitas seperti biasa jika memang bisa maksudnya tidak mengalami morning sick ness yang berat atau harus bed rest total, pendarahan atau yang lainnya yang bisa membahayakan ibu dan calon buah hati" terang dokter Nisa. "apakah kamu mengalami gejala morning sick ness Kai" tanya dokter Nisa.


"kalau bangun terus mual-mual nggak kak, cuman tadi mencium bau teh yang biasanya menjadi minuman kesukaanku mulai mual, tapi belum sampai kekamar mandi untuk mengeluarkannya malah aroma kopi dan minum itu menjadi nyaman kak" terang Kaila.


"makan dan minum apapun yang bisa kamu makan rata-rata ibu yang sedang hamil akan merasa sensitif terhadap aroma dan makanan tertentu itu memang karena pengaruh hormon kehamilan jadi tidak apa-apa hal itu wajar namun jika sudah ekstrim tidak bisa memakan apapun sehingga lemas dan membahayakan ibu dan bayi yang dikandung maka mau tidak mau harus bed rest dan dirawat dirumah sakit agar mendapat penanganan yang tepat" jelas dokter Nisa sabar.


"aaahhh.... satu lagi pertanyaan ku kak bagaimana dengan masalah hubungan suami istri" senyum Kaila malu.


Dokter Nisa tertawa kecil "udah aku tunggu lho Kai pertanyaan tentang itu biasanya yang ngotot bapak-bapak ibu hamilnya malah kalem aja kenapa ini terbalik ya Kai" goda dokter Nisa. Kaila tertawa lebar Kalai tersenyum lebar.


"selama ibu hamil nyaman, it's oke untuk berhubungan tapi harus hati-hati dan tidak terlalu sering apalagi diawal trimester pertama kondisi janin yang masih rentan maka dianjurkan untuk mengurangi kegiatan itu dulu. boleh tapi tidak sering" senyum dokter Nisa mengerti.


"nah itu masalahnya kak malah saya yang selalu menginginkannya jika dekat dengannya wajar nggak sih kak" tawa Kaila, dokter Nisa dan Kalai tertawa mendengar pernyataan Kaila yang polos, Pram tersenyum kecil.


"nggak papa malah bagus dong biasanya malah ibu hamil ada yang nggak mau dekat-dekat dengan suaminya karena tidak tahan baunya itu karena hormon kehamilan. padahal suaminya merasa seperti biasanya aja parfumnya juga yang beli istrinya bajunya juga yang ngurusi istrinya atau malah karena memang kondisi fisiknya yang sering merasa lelah jadi untuk berhubungan merasa tidak mempunyai tenaga lebih" senyum Dokter Nisa


"setiap ibu hamil memang dipengaruhi oleh berbagai faktor makanya setiap ibu hamil memiliki cerita dan masalah yang berbeda-beda itu tergantung dari masing-masing individu ibu hamil itu sendiri. intinya jika kamu merasa nyaman dan tidak ada masalah lakukan apapun yang membuatmu happy karena jika ibu hamil bahagia maka baby yang ada didalamnya juga akan bahagia dan orang-orang disekitarnya juga akan berdampak positif bagi ibu hamil" terang dokter Nisa panjang lebar Kaila dan Kalai mengangguk paham.

__ADS_1


"adakah lagi yang mau ditanyakan Kai" senyum Dokter Nisa. "sudah itu dulu kak jika nanti ada pertanyaan pas kita ketemu saat sesi pemeriksaan kandungan nanti" angguk Kaila tersenyum.


"baiklah, kalau begitu aku harus melakukan kunjungan ke ibu melahirkan" pamit Dokter Nisa. "terimakasih banyak dok maaf menyita waktunya terlalu lama" kata Kaila, dokter Nisa menggeleng pelan.


"it's okey Kai, my pleasure ini tugasku untuk membuat ibu hamil tetap sehat dan bahagia agar kandungannya dan ibunya selamat" kata dokter Nisa keluar dari ruangan rawat inap Kaila.


"ini nona Kaila jadwal untuk pemeriksaan besuk tinggal datang nanti akan langsung diproses oleh perawat jaga" serah perawat kepada Kaila. "terima kasih sus" terima Kaila tersenyum perawat mengundurkan diri untuk menemani dokter Nisa visit pasiennya.


"aaahhh.... pulang" seru Kaila senang sekali. "aku mengurus administrasi dulu" kata Pram Kaila menggeleng. "kita makan dulu aku sudah sangat lapar" pandang Kaila meraih jemari Pram, Pram mengikuti mau Kaila. "hhhmmm.... tambah banyak makanan nih kalo aja ada Icha kan ada yang ikut habisin" pandang Kaila. "yuuhuu..... aku coming" seru Icha masuk ruangan mereka tersenyum lebar melihat Icha. "dari kampus cha" makan Kalai Icha mengangguk dan duduk di sofa melihat makanan apa saja yang ada dimeja. "untung ada makanan kelaperan nih tadi mau bawa makanan tapi ntar aja bumil mau makan apa baru beli" ambil sendok Icha dan mulai mengambil makanan yang ada.


"big bos nggak ngajar" tanya Icha "kamu mau dikasih tatapan laser istrinya aja baru di rumkit masak berangkat ngajar bisa di pangkas dia punya....." kata Kalai memperagakan burung yang dipotong lehernya dan mati ke surga. Icha tertawa terbahak-bahak mendengar gurauan Kalai. "hari ini aku boleh pulang Cha nanti kak Pram ngurus administrasi aku suruh sarapan dulu biar perutnya nggak kosong" kata Kaila. Pram menyuapi Kaila. "triplet baik-baik saja kan, ponakan ku nggak papa kan" tanya Icha Kaila mengangguk sambil mengunyah makanan yang disodorkan Pram. "baik aja mungkin besuk aku udah ngurus tugas akhir lagi biar cepet biar nanti kalo perutku tambah gede aku nggak kerepotan jalan sana-sini untuk ngurus sidang mumpung masih bisa bergerak cepat aku harus selesai" semangat Kaila. "semangat" tambah Icha Kalai manggut-manggut. "kamu nggak cepetan Kal" tanya Icha "slowly aja nggak papa nanti biar bisa ngurus anak-anaknya Kaila" bayangin Kalai.


"bikin sendiri" ketuk kening Kaila menggunakan sumpit "udah, rutin malah tapi belum dikasih ya sudah yang ada aja mungkin nanti ketularan" ringis Kalai mengelus keningnya. "Icha kapan kamu resminya" tanya Kaila. "nunggu kamu kempes dulu aja ya biar kita seperti gadis-gadis saat mengabadikan moments" pandang Icha. "sekarang aja, aku masih rata nih kan nggak seru kalo nggak bisa jejingkrakan" kata Kaila Pram menyuapi Kaila agar jangan banyak bicara Kaila tersenyum nyengir melihat Pram.


"ingat by, yang nggak inget tuh kalian kalo udah pada ngumpul nongkrong dicafe lupa waktu sampai berjam-jam. kalo kita yang gitu udah berapa puluh chat dan telepon yang kalian sambungkan" pandang Kaila mengecup pipi Pram yang tersenyum kecil. "kapan-kapan aku mau hangout sama yang lain sendiri dan naik mobil sendiri" pandang Kaila Pram menatap Kaila cepat. "jika nggak boleh berarti hubby nggak ndengerin dokter Nisa katakan tadi selama aku bahagia berarti triplet juga bahagia" pandang Kaila santai Pram menghela nafasnya berat.


"aku anter aja nanti pulangnya aku jemput mau pulang jam berapapun aku nggak papa" pandang Pram sedih Kaila menggelengkan kepalanya. "duh mau perang dunia ketiga nih didepan kita, nggak usah dibahas hari ini Kaila kan mau pulang urus aja kepulangannya dulu kalo masalah itu bisa dinego kapan aja" kibas tangan Icha. Kaila tertawa "nggak papa Cha kak Pram melakukan itu karena kuatir aku kenapa-kenapa apalagi dengan triplet didalam tambah lagi protektifnya" kata Kaila memeluk Pram mengusapkan kepalanya didada Pram, Pram mengecup rambut Kaila berulang-kali.


"iiisshhh....bikin baper aja nih pasangan satu ini perasaan dulu kagak gini-gini amat malah nggak ada mesra-mesranya" manyun Icha sambil menyuapi dirinya sendiri Kalai tertawa memeluk Icha Kaila tambah erat memeluk Pram. "bumil satu ini sedang merasa kehangatan suaminya Cha pengaruh hormon kehamilan katanya dokter Nisa tadi dia nggak bisa jauh-jauh dari kak Pram intinya" jelas Kalai. "emang ada kayak gitu" pandang Icha heran Kalai menganggukkan kepalanya. "malah ada yang lebih sakit jika mengandung bawaan bayi beda-beda kata dokter tadi dia mual kalo minum teh" kata Kalai.

__ADS_1


Icha memandang Kaila tidak percaya "masa.... kan dia paling suka sama teh" tanya Icha Kalai mengangguk. "karena hormon kehamilan itu tadi Cha entah besuk kita merasakan apa semoga seperti Kaila yang merasa nyaman" pinta Kalai berdoa Icha mengamini.


"aku urus dulu administrasi nya kalo gitu baru kita pulang" tatap Pram melihat Kaila yang sedang melihat ponselnya. "Ok by" angguk Kaila meletakkan ponselnya dimeja.


"Kai kamu ngerasa berbeda nggak setelah hamil" tiduran Icha ditempat tidur pasien. "lebih seger Cha kayak punya tenaga yang berlipat-lipat melakukan apapun kalo boleh naik gunung pasti aku kesana" jawab Kaila "satu lagi kalo jauh dari kak Pram bawaannya kangen melulu nggak bisa jauh darinya kayaknya" imbuh Kaila. "yang bucin kamu dong" tawa Icha Kaila mengangguk pelan dan tertawa "mungkin triplet terlalu menyayangi ayahnya aku nggak boleh membuatnya tersiksa" kata Kaila memandang Icha.


"mungkin saja karena selama ini mas Pram yang terlihat sangat mencintaimu malah kamu yang tampak tidak peduli" angguk Icha.


"masa sih perasaan biasa aja deh kak Pram" kerut Kaila mengingat, Icha mendengus pelan mendengar ucapan Kaila. "yang lihat tuh kita orang lain Kai. bukan dirimu mana ngerasa kamu selama ini" kata Icha. Kaila tersenyum lebar.


"maaf Cha sebenarnya rasa cintaku juga besar cuma nggak harus diobral" kata Kaila mereka tertawa terbahak-bahak mendengar Kaila yang sok puitis. "pulang kerumah ayah kan Kai" tanya Kalai. Kaila mengangguk. "rumahmu disebelah ayah udah selesai belum Kai" tanya Icha.


"nggak tau aku prosesnya kak Pram yang mengurusnya aku tau beres aja" kata Kaila Icha menjulurkan lidahnya mengejek Kaila yang tersenyum manis. "pingin liat kalo kamu yang bucin sama big bos" ujar Icha pelan. Kaila tertawa kecil.


"honey, kita siap pulang" buka pintu Pram melihat tiga gadis yang sedang tiduran ditempat yang berbeda-beda.


hai.... hai....hai..... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak


selamat menikmati cerita pertama kalang di sini jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa..... karya pertama ku.

__ADS_1


luv.... luv....luv..... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..


thanks a lot pisang sekebon...😘


__ADS_2