
Kaila menata pakaian ayah yang akan dibawa menemani Kalai nanti "ayah berapa lama disana" tanya Kaila menata di tas jinjing besar "mungkin seminggu Kai, ayah juga tidak bisa lama-lama meninggalkan pekerjaan" duduk ayah disamping Kaila. "ayah bersama satu pengawal selama di sana Pram dan Arga mengijinkan karena itu syaratnya" kata ayah, Kaila tertawa lebar mengangguk "lebih posesif dari anak gadismu ya..... yah" tanya Kaila.
"terkadang sih Kai padahal mereka termasuk orang yang dingin jika ketemu orang lain" kata ayah menghembuskan nafas Kaila tertawa "jika boleh minta mau ganti menantu yah....." goda Kaila ayah tertawa menggelengkan kepalanya
"ayah sudah senang kalian bertemu mereka nggak ada yang lebih membuat ayah dan momi senang karena kalian bertemu dengan mereka yang baik" senyum ayah "menantu mana yang mau diganti yah" dengar Pram dari luar ruangan, Kaila dan ayah menoleh cepat dan tertawa lebar menyadari kepala Pram melongok di pintu kamar ayah "nggak ada by, ngapain disitu, kayak nggak ada kerjaan aja CEO ganteng, muda, tajir kok kepo nggak ada kerjaan apa" tanya Kaila. Pram melangkah masuk dan duduk disofa menyilangkan kedua kaki dan tangannya menatap ayah dan anak yang sedang berbincang-bincang "tadi ayah bilang boleh pergi sama kamu dan Arga jika syaratnya bawa satu penjaga" kata ayah Pram mengangguk menatap Kaila yang tertawa pelan "ngapain liat-liat anak orang sampai segitunya kagak terima sama anaknya nih sama bapaknya aja" tanya Kaila memandang Pram sambil mengangkat dagunya tanda menantang Pram yang segera menggelengkan kepala.
"yah, kita berangkat nanti sore abis jam 4 pake pesawat kita karena ada kerjaan yang mengharuskan Pram kesana juga" pandang Pram menatap tajam Kaila, Kaila membulatkan matanya lebar menatap tajam balik suaminya "kakak juga ikut pergi kenapa nggak bilang aku dirumah sendirian pada pergi semua yaa....." tanya Kaila beruntun. Pram mengangkat bahunya acuh karena Kaila tidak mau memberitahu obrolan mereka tadi ayah hanya senyum-senyum melihat Pram yang kesal pada Kaila, "ayah ambil minum dulu haus ada yang gerah nih" kata ayah keluar dari kamar, Kaila menutup tas besar ayah meletakkannya didekat nakas menatap Pram dan tersenyum
"ayo by, kekamar aku kan harus packing bajumu juga untuk dibawa berapa hari disana" rentang tangan Kaila minta dipeluk Pram berdiri dan memeluk Kaila erat menciumi kepalanya berulangkali "kamu mau aku tinggal sendiri" pandang Pram mengecup bibir Kaila "tentu saja tidak tapi jika kamu memang ada urusan pekerjaan mau nggak mau harus berangkatkan" kata Kaila, Pram menggelengkan kepala Kaila kekiri dan kekanan "aku hanya menggoda mu, yang. karena mendengar ada penggantian menantu" jawab Pram menggesekkan hidung mereka berdua Kaila tertawa mendengar perkataan Pram.
"hubby, itu bercanda dengan ayah kalian berdua terlalu posesif hingga aku berkata pada ayah mau ganti menantu tidak hanya bercanda by. ayah malah senang karena kami menemukan pria yang baik dan tajir" tawa Kaila Pram memeluk Kaila erat "aku tidak bisa bernafas by, terlalu erat" kata Kaila Pram melepaskan pelukannya segera Kaila mengambil nafas panjang "ayah berangkat sore beneran jam berapa agar kita bisa siap-siap" tanya Kaila berjalan keluar dari kamar ayah.
"jam 5 penerbangan umum karena jaraknya dekat maka lebih baik pake penerbangan biasa" jawab Pram, Kaila mengangguk menuju ruang tengah "apartement sudah terjual by" tanya Kaila menatap Pram "aku tidak tahu dengan tempat dan lokasi yang bagus aku kira akan cepat disukai orang" jawab Pram "kenapa harus dijual karena ada perempuan kemarin jika nanti ada perempuan lain lagi kita juga akan pindah rumah nggak gitu juga kali by" kata Kaila memainkan jari Pram "nggak usah dijual aja" tanya Pram. Kaila mengangguk.
"jika kamu tidak menanggapinya maka tidak akan terjadi apa-apa honey. mau kamu atau aku jika kita saling percaya satu sama lain tidak akan ada masalah" kata Kaila mengusap punggung tangan Pram yang mengangguk setuju segera mengeluarkan ponsel dari sakunya dan mengirim pesan pada Saka agar membatalkan penjualan apartement nya "besuk lagi ngobrol dulu sebelum memutuskan sesuatu tidak baik mengambil keputusan seperti itu" elus pipi Kaila Pram mengangguk mengerti.
__ADS_1
"tumben pake celana pendek" tanya Kaila memandang tampilan Pram yang tidak biasanya. Pram tersenyum garing "abis tadi nggak ada yang nyiapin makanya ambil aja yang ada" jawab Pram "bagus kok lebih santai aja ngeliatnya, aku seneng" geleng kepala Kaila menonton TV drama Turki "by, dua bulan ini aku ngapain ya, bosen kalo dirumah terus nggak ada kerjaan" sandar Kaila di sandaran sofa "jadi asisten pribadiku aja, yang saat ngajar dan kerja tetep dibayar mau nggak" tanya Pram memberi usul, Kaila menoleh "dapat perlakuan khusus nanti aku.... nggak mau" geleng Kaila "kamu mau perempuan lain yang mengurusi ku seharian" tanya Pram, Kaila menggeleng cepat "jangan..... nggak boleh" pandang Kaila Pram tersenyum lebar "makanya selama triplet belum membuatmu susah untuk bergerak. kamu bisa belajar untuk menghandle beberapa urusanku" jawab Pram. Kaila berpikir sejenak "Ok by..... deal ya...." salam Kaila Pram membalas salam Kaila"setuju" jawab Pram.
"gajinya akan ditransfer setiap bulan ke milikmu sendiri" kata Pram "baik, ajari aku menjadi asisten yang baik" angguk Kaila menatap Pram "tentu saja, lakukan saja seperti biasa tidak ada yang berbeda hanya selalu menemaniku dan mencatat apa yang menjadi agendaku nantinya" jawab Pram "ada beberapa asisten dan sekretaris yang mengurusi beberapa pekerjaan selama ini karena Saka tidak mungkin menghandle pekerjaan di kantor sendirian, semua asisten dan sekretaris sebelum bertemu dan menyerahkan dokumen kepadaku harus melalui Saka setelah dari Saka maka akan menuju padamu pilah semua dokumen yang penting atau tidak penting sesuai dengan porsinya sehingga kita mudah untuk memprioritaskan pekerjaaan mana dulu yang harus didahulukan" terang Pram, Kaila mendengarkan dengan seksama dan mengisyaratkan tanda Ok dengan jemarinya "mulai besuk senin kerjanya" kata Pram Kaila membelalakkan matanya Pram menatap Kaila mencium bibirnya sekilas.
"tadi kan udah setuju bos mu ingin mulai besuk senin jadi turuti kita berangkat pagi aku akan memperkenalkan dirimu pada yang lain nanti. nggak boleh pakai heels pake sneakers aja jadi dirimu sendiri seperti biasanya aku nggak mau terjadi apa-apa dengan triplet" kata Pram "oh ya satu lagi.... besuk kamu yang mulai menyetir dengan Bumblebee mu aku nebeng" senyum Pram, Kaila mengangguk tersenyum semangat memeluk Pram senang "kayaknya ada yang bahagia nih" datang ayah mendekat dengan seorang pekerja yang membawa minuman.
"Kaila akan menjadi asisten kak Pram yah sambil menunggu wisuda dua bulan lagi daripada dirumah aja mending ikut kerja dapat duit yah" jawab Kaila senyum-senyum, ayah mengangguk dan tersenyum senang melihat Kaila yang bersemangat, Pram tahu cara memperlakukan Kaila agar tidak terlalu kesepian saat tidak ada orang dirumah jadi ayah tidak terlalu merasa kuatir meninggalkan Kaila bersama suaminya "yah, sampaikan salam kepada papa kak Arga karena kami tidak bisa menemani disana. peluk buat Kalai ya" minum Kaila, ayah memberi tanda Ok dengan jemarinya "kamu titip apa Pram" tanya ayah menatap Pram "semoga ayah selamat sampai dirumah" kata Pram, ayah mengangguk "kalo begitu ayah akan istirahat dulu ini udah jam 12 jangan lupa nanti mengantar ayah" bangkit ayah dari duduknya, Pram dan Kaila mengangguk bersamaan.
"honey jika mereka tidak menyukaiku gimana" tanya Kaila "aku pecat mereka semua" sahut Pram cepat Kaila tertawa terbahak bahak mendengar Pram yang seenaknya sendiri "CEO yang dingin dan jahat" pandang Kaila menusuk-nusuk bahu Pram dengan jari telunjuknya.
"hari sabtu gini ngapain ya by" tanya Kaila gabut "nongkrong aja yuk Kai naik motor" kata Pram lupa kalo istrinya sedang membawa triplets didalam perutnya "emang boleh pake motor bawa istrinya lagi ada triplet didalamnya" tanya Kaila mengecup rambut Pram, Pram terdiam, mencerna kata Kai "oh.... Gosh.... triplets, aku lupa kalo ada triplets didalam" tegak badan Pram tiba-tiba mengusap perut Kaila. "aku mau kekamar rebahan" berdiri Kaila meninggalkan Pram yang menatap kepergian Kaila bingung, ia melangkah masuk kedalam box ajaib yang membawanya keatas Pram menyusul Kaila sambil membawa minuman Kaila yang baru sekali diminum menaiki tangga rumah ayah dan menuju ke timur, Kaila dan Pram bertemu dipintu kamar, Kaila membukakan pintu untuk Pram yang membawa minuman dinginnya tiduran diranjang empuknya sambil menonton drama Turki tak lama Kaila tertidur sambil ditonton TV, Pram tersenyum dan mengecup pipi Kaila. melangkah menuju laptop kerjanya membahas beberapa pekerjaan dengan Saka dan para asistennya.
"Kai, udah bangun belum ayah mau kebandara" ketuk ayah dipintu kamar Pram membuka pintu lebar agar ayah masuk kedalam "masih ganti baju yah, tadi udah bangun" jawab Pram, ayah duduk di sofa menanti Kaila yang masih berada di walk closet "masih bekerja Pram" tanya ayah melihat laptop Pram yang masih menyala.
"hanya melihat beberapa projek baru yah" geleng Pram mematikan laptopnya ayah tersenyum menepuk-nepuk bahu Pram senang "kamu memang anak yang berbakti Pram, ayah senang memiliki anak laki-laki sepertimu dan Arga" tatap ayah "Pram juga beruntung memiliki mertua seperti ayah yang selalu berada dibelakang mendukung kami" angguk Pram "apalagi aku beruntung banget punya dua laki-laki yang akur" lipat tangan Kaila berdiri didepan mereka ayah tertawa berdiri memeluk anak bungsunya "tentu saja ayah kan laki-laki yang tampan makanya momi suka sama ayah" sombong ayah didepan Pram yang tergelak mendengar gurauan ayah.
__ADS_1
"ayo berangkat yah keburu tambah banyak menyombongkan diri" kata Kaila tersenyum nyengir ayah tertawa mengacak rambut Kaila yang diikat ekor kuda Kaila manyun melangkah keluar kamar. Pram menutup pintu "kita pake mobil yang biasa aja" kata ayah. Pram menunjuk mobilnya ayah mengangguk Kaila masuk ditengah disusul oleh Pram sedang ayah berada didepan, penjaga ayah membawa mobil menuju bandara Pram menggenggam tangan Kaila mengelus punggung tangannya.
"Kai, jangan lupa kamu bawa triplets didalam tidur yang benar jangan kebanyakan main" kata ayah Kaila memutar bola matanya kesal. "ishhh..... ayah kayak Kai anak sekolah aja udah mau jadi ibu nih yah....." protes Kaila "udah tau mau jadi ibu kelakuan masih kayak anak sekolah" kata ayah balik Kaila mengerucutkan bibirnya kedepan "nurut sama Pram hanya dia yang ada dirumah sekarang jangan buat ulah" kata ayah. "iya..... yah....." kata Kaila akhirnya daripada perdebatan tambah panjang.
tiba dibandara penjaga Kaila mengambil alih tugas membawa kunci mobil dan menurunkan tas ayah hingga ke tempat check in Pram meraih tangan Kaila mengajaknya kejalur-jalur ayah harus melakukan prosedur sebelum pemberangkatan Kaila menuruti langkah Pram membawanya tanpa berkata apapun mereka berempat menunggu di lounge eksekutif selama ayah belum berangkat, penjaga Ayah duduk disamping ayah. "yah jangan lupa istirahat yang cukup jangan sampai ayah jatuh sakit disana" kata Kaila ayah mengangguk mengerti.
"Arga menyewa apartement dekat dengan rumkit agar tidak memakan waktu lama pulang pergi menunggu disana" jawab ayah Kaila mengangguk panggilan pesawat ayah sudah terdengar.
"ayah harus pergi sekarang, ingat pesan ayah" peluk ayah mencium ubun-ubun kepala putrinya Kaila membalas pelukan ayah mengangguk dan tersenyum, Pram memeluk ayah. "jaga diri baik-baik yah, Kaila dan Pram akan menunggu ayah pulang kami akan baik-baik saja jangan kuatir" ujar Pram, ayah tersenyum, ayah melambaikan tangan menuju lorong pesawat Kaila tersenyum melambaikan tangannya sampai ayah menghilang tidak terlihat.
hai..... hai.... hai...... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa..... karya pertama ku.
luv..... luv..... luv.... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
thanks a lot pisang sekebon...😘
__ADS_1