
"capek Kai" tanya Ayah melihat Pram yang memijit kaki Kaila yang agak membengkak, Kaila menggeleng, "kak Pram selalu the best yah" kata Kaila memberi tanda cinta ala Korea kearah Pram yang masih memijitnya pelan, ayah tersenyum. "sejak kapan seorang CEO yang dingin jadi suka mijitin kaki istrinya" goda ayah, Pram tersenyum menatap Kaila. "sejak dia mau jadi istri Pram, yah" jawab Pram. mereka tertawa bahagia mengobrol banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini.
"Kris dan Davi belum ada tanda-tanda mau menikah yah" sandar Kaila dibahu sofa, ayah menggeleng, "mereka masih senang untuk mencari jati diri Kai, bekerja membahagiakan diri dan melihat banyak hal untuk ukuran pria mungkin mereka memilih diusia lebih dari 27 tahun baru menikah" jawab ayah. "benar juga sih yah, usia mereka masih muda. berarti aku juga terlalu muda untuk menikah dong yah, tau gitu aku keliling dunia dulu aja sambil bekerja asik tuh jadi staff dubes" kata Kaila.
"jadi istriku aja kalo keliling dunia juga bisa Kai, nggak harus jadi staff dubes dulu" pandang Pram tidak terima, Kaila tertawa pelan "tau by, terkadang saat kuliah terbersit untuk kerja dulu menikmati hidup sendiri dan berjalan sendiri aja, seperti kebanyakan cewek lain tidak salahkan" pandang Kaila.
"nggak salah juga sih, itu kalo belum ketemu dengan seseorang yang tepat jika sudah kenapa harus menundanya" kata ayah.
"terkadang seorang perempuan ingin memiliki hari-hari sendiri dulu yah, sebelum disibukkan dengan kehadiran suami atau anak-anak nya kelak sama dengan pria sebenarnya, sama-sama ingin melihat banyak hal sebelum terikat dengan pasangan" kata Kaila melihat dari sudut pandangnya sendiri. "yaa... setiap orang akan memiliki masanya sendiri untuk melakukan banyak hal tidak terikat oleh umur sebenarnya, itu menurut ayah lho entah dengan yang lain karena setiap apa yang terjadi di hidup kita. itu adalah sebuah perjalanan yang sudah direncanakan Tuhan" minum Ayah, Kaila mengangguk mengerti.
"jadi jika kamu memang ingin menikmati waktu tidak harus sendiri kan, karena masih ada orang-orang yang berada di sekelilingmu untuk membuat harimu penuh dengan kejutan" makan cemilan ayah sambil menyuapi Kaila. "jika aku tidak bertemu dengan kak Pram maka masih sendiri aja dong" senyum Kaila.
"kenapa harus ada jika sih Kai, kenapa orang harus mengatakan jika... semua sudah ada yang mengatur, kita ibarat sebagai wayang yang sudah diatur oleh dalangnya yaitu Tuhan untuk menjalani hidup. itu aja" geleng Ayah, "iya yah, Kai tau" angguk Kaila. Pram tersenyum melihat obrolan ayah dan Kaila. "Ayah jangan lupa jenguk Kaila ketika di Inggris, sekalian jalan-jalan yah" kata Kaila. "gimana bisa jalan-jalan. orang kamu aja masih terbaring lemah abis triplet launching" jawab ayah, Kaila nyengir tidak menyangka ayah akan berpikir sampai segitu.
"jangan terlalu khawatir akan sesuatu Kai, percayalah apapun itu pasti yang terbaik untuk kita menurut Tuhan. terkadang jalan yang kita tempuh memang tidak mudah tapi dari hal itu kita belajar untuk ikhlas menerima maka kita akan lebih tau warna-warni hidup" elus rambut Ayah, Kaila tersenyum.
"by, besuk berangkat jam berapa" tanya Kaila sebelum mereka tidur. "jam 8 aja honey, biar kita bisa berdiskusi dulu dengan yang lain dan kamu juga nggak terlalu lelah jika waktunya panjang. Kaila mengangguk menyandarkan punggungnya ke tepi ranjang dengan bantal yang memeluknya samping kanan kiri. Pram mengusap perut Kaila, "hai jagoan-jagoan daddy, jangan bikin momi mu kecapekan. tidur yang tenang ya, jika bermain sepakbola didalam nggak usah lama-lama tempatnya kurang lapang, besuk kalo udah keluar kalian boleh bermain sepuasnya di lapangan hijau" kata Pram mengobrol diperut Kaila. Kaila tersenyum lebar mendengar suara Pram.
"kalian tidak berat, tapi karena didalam perut momi ada kalian bertiga yang bersamaan maka jika digabung kalian menjadi besar juga, kasihan momi ketika berjalan sering mengatur nafas untuk membawa kalian" kecup Pram berulangkali diperut buncit Kaila. kaila mengelus rambut Pram dan meringis pelan ketika perutnya bergerak kesamping kiri hingga terlihat tidak berbentuk, Pram mengusap-usap perut Kaila yang terlihat menonjol sebelah.
"tuh kan, mommy merasa kalian sedang bermain sampai segitunya, ini udah malem jagoannya daddy. waktunya untuk mengistirahatkan badan, ayo kita tidur" elus Pram lembut agar triplet kembali tenang.
__ADS_1
"apakah sakit honey" tatap Pram mencium pipi Kaila yang menggeleng, "hanya merasakan terlalu kuat saat bergerak" kata Kaila tersenyum. Pram tertawa, "mereka anak-anak yang kuat honey, seperti momi nya" elus pipi Pram. Kaila mengangguk menatap Pram. "tidurlah, besuk kamu akan berada diluar seharian" cium pipi Pram, Kaila memejamkan matanya tidur dengan badan yang masih bersandar didinding. Pram merebahkan dirinya disamping Kaila meraih jemarinya karena tidak bisa lagi memeluknya sambil tidur, Kaila lebih nyaman tidur bersandar didinding.
"honey, mau jalan-jalan" tanya Pram melihat Kaila melipat peralatan kewajibannya. Kaila menggeleng "aku hanya mau kedepan aja by, menghirup udara pagi" jawab Kaila. Pram mengangguk dan membantu Kaila untuk beranjak dari tempat duduknya. "kamu terlihat semakin cantik saat perutmu buncit gini honey" gesek hidung Pram mencium kening Kaila. "benarkah, bukannya tambah gendut" tawa Kaila melangkah keluar dari kamar, "siapa bilang, kamu malah tambah seksi" bisik Pram. Kaila tertawa lebar mendengar godaan Pram. "jangan-jangan besuk triplet jago ngerayu kayak daddy nya" toleh Kaila masuk ke dalam box ajaib membawanya turun kebawah. "hanya pada gadis yang disukainya Kai" pandang Pram. Kaila mengangkat bahunya.
"pagi yah" salam Kaila melihat ayahnya berolahraga kecil didepan rumah. ayah menoleh dan tersenyum. "Kalai nggak pulang, yah" tanya Kaila melihat sekeliling. "kayaknya nggak Kai mungkin kesuatu tempat" geleng Ayah. Kaila mengangguk sambil melakukan gerakan kecil olahraga ibu hamil.
"honey, beneran aku harus memakai baju pink gini" pandang Pram menatap kemejanya yang berwarna merah muda. Kaila mengangguk dan tersenyum, Pram menghela nafasnya panjang. "ganti yang warna biru ya" bujuk Pram, Kaila menggeleng memakai gaun yang berwarna sama dengan kemeja Pram. "sekali aja by, aku ingin kamu kembaran sama aku warnanya" pinta Kaila menatap manik mata Pram. Pram kembali menghembuskan nafas panjang dan akhirnya memakai baju merah mudanya, Kaila menatap Pram dengan ceria. "kamu semakin terlihat tampan saat memakainya by, warnanya tidak terlalu mencolok untuk pria" kecup bibir Kaila sesaat, Pram tersenyum lebar mendengar Kaila memujinya.
"benarkah aku tampan" senyum Pram, Kaila mengangguk dan menepuk pipi Pram lembut. "nggak usah aneh-aneh deh, yang. aku tau arahmu kemana, kita akan segera berangkat jangan membuatku harus mengulang memakai baju" pandang Kaila sesaat dan keluar dari walk closet, Pram tertawa terbahak-bahak karena Kaila mengetahui langkah selanjutnya.
"honey, ponselmu ketinggalan" ambil Pram dari atas nakas "biarkan by, aku tidak ingin membawa apapun ditangan, hanya bawa badan aja" geleng Kaila. "kalo begitu, biarkan aku membawanya mulai sekarang, jika kau membutuhkannya bilang padaku" pandang Pram. Kaila mengangguk, Pram menyiapkan flat shoes Kaila yang memasuki bulan ke enam kehamilannya agak susah untuk memakai sneakers hingga dipaksa Kalai untuk memakai flatshoes yang mudah untuk dipakai.
mobil keluar dari halaman rumah dan mulai berdesakan dijalan ikut membelah jalanan Jakarta yang padat. mobil tiba di pelataran perusahaan, Kaila membuka pintu mobil. Pram meraih jemari tangan Kaila dan menggenggamnya erat melangkah memasuki gedung tinggi perusahaan Bagaskara corp, para pegawai mengangguk hormat kepada Pram dan Kaila yang berjalan tenang melewati para pegawai mereka, sesekali Kaila tersenyum membalas sapaan mereka.
"tumben Pram memakai warna pink" kerut Saka, Pram menggunakan isyarat dagu kearah Kaila yang berarti itu keinginan Kaila, Saka melihat Kaila sejenak dan tersenyum kecil memberikan tanda jemarinya pertanda hebat bisa membuat Pram memakai baju yang tidak akan pernah dipakainya.
"tunggu giliran mu kak, saat Icha memintamu melakukan banyak hal yang nggak masuk akal" senyum Kaila menunggu giliran saka nantinya. "akan aku nantikan" senyum Pram merasa hal menarik akan datang jika Saka diposisi itu membuat Saka berdecak kesal.
"pagi Kai, tambah cantik aja nih bumil" goda Davi melirik Pram, Kaila tersenyum lebar menatap Pram yang memutar bola matanya mendengar rayuan Davi. "iya, tadi malah dibilang tambah seksi oleh pak CEO" kata Kaila menambah panas godaan Davi. Davi tertawa terbahak bahak, Saka hanya tersenyum lebar mendengar gombalan Pram pagi-pagi. Kaila ikutan tertawa melihat mood pagi mereka yang ceria. Tio mengetuk pintu ruangan, ijin untuk segera masuk dengan asisten yang lain. Davi mempersilahkan mereka untuk masuk.
internal meeting segera dimulai, beberapa masukan, usulan mewarnai diskusi mereka pagi itu. terkadang terdengar perdebatan kecil terjadi antara Davi dan Kaila namun tak lama terdengar candaan dari mereka berdua ketika mendiskusikan hal yang menurut mereka lucu.
__ADS_1
"jam berapa kita mulai meet" tanya Pram.
"jam 10 pak" jawab Tio sambil melihat jam tangannya.
"ada yang order kopi hitam" tanya sekretaris Saka membuka pintu. Kaila mengangkat tangannya agar tahu siapa yang pesan.
"ini bu dengan camilannya juga" senyum sekretaris Saka. Kaila mengangguk dan memberi isyarat Ok.
"kenapa kopi Kai" tanya Davi.
"berdiskusi denganmu kadang membuatku pusing Dav" alasan Kaila meminum kopi hitamnya yang masih panas.
"kurangi Kai, nggak kasihan baby mu kebanyakan caffeine" pandang Davi, Kaila memberi isyarat dengan jemarinya tanda Ok.
"tapi kenapa hanya pesan satu aja sih, kita nggak dibeliin" tanya Saka. belum sempat Kaila menjawab, petugas pantry mengetuk pintu dan membawa dua kotak cup aneka varian kopi hitam, sesuai dengan selera mereka masing-masing. Saka mengangkat cup coffe nya tanda terimakasih pada Kaila yang mengerti selera minumannya, Kaila hanya mengangguk kecil sambil menyantap cemilannya.
"terimakasih nona Kai atas coffe with caramelnya" senyum sekretaris Saka. Kaila menunjuk bosnya yaitu Pram yang mentraktir mereka semua. mereka mengucapkan terimakasih kepada Pram yang telah mengingat rasa minuman favorit mereka. Pram hanya mengangguk pelan sambil menatap Kaila yang terlihat sedang menikmati cemilannya.
hai .... hai .... hai ..... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak, selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa ..... karya pertama ku.
luv ..... luv ..... luv .... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
__ADS_1
thanks a lot pisang sekebon...😘