Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 113


__ADS_3

rumah terlihat ramai setelah kewajiban malam, banyak para tetangga yang mendatangi rumah untuk mendoakan kepergian mommy, Kaila terlihat duduk dengan tenang ikut melakukan kegiatan doa bersama. Kirana beberapa kali menoleh melihat kondisi mominya yang terlihat masih sangat terpukul, "mom baik-baik saja sweetie" elus kepala Kaila, Kirana mengangguk tersenyum menatap mominya yang terlihat pucat. "momi tidak baik-baik saja, lihatlah paras momi yang terlihat pucat, sehabis ini pasti popi akan memberi momi suntikan vitamin" kata Kirana pelan, Kaila tersenyum kecut mendengar perkataan anak gadisnya yang beranjak dewasa. walau masih duduk di high school banyak pemuda yang melihatnya diam-diam, tanpa ada yang berani untuk mendekat karena ketiga saudara laki-laki nya akan segera mendatangi mereka dengan tatapan lapar untuk adu fisik ditambah lagi para penjaganya yang akan segera mendekat jika melihat gelagat yang tidak biasa. hal yang dari dulu juga dilakukan Pram kepadanya.


Kaila menyandarkan kepalanya di bahu Kirana, "momi ngantuk dek, benar-benar ngantuk" pejam mata Kaila merasakan semuanya menjadi gelap. Kirana menahan tubuh mominya memberi isyarat penjaganya agar memanggil popi dan ketiga saudaranya yang lain, Pram bergegas meraih tubuh istrinya yang pingsan dibantu dengan ketiga anak laki-lakinya untuk meletakkan tubuh Kaila di ruangan pribadinya. Kirana menghubungi dokter keluarga yang selalu siap sedia. Kaila mendapat perawatan segera, acara berdoa bersama masih berlanjut tanpa kehadiran Kaila yang benar-benar kelelahan.


Pram mengecup kening Kaila dan mengusap rambutnya sambil menatap paras istrinya yang terlihat damai dalam tidur panjangnya. "istirahat yang nyenyak, honey. aku masih membutuhkanmu disisi ku, jangan meninggalkan ku sendirian" ujar Pram pelan meninggalkan Kaila dan mengaktifkan fitur penjagaan didalam ruangan pribadinya agar tetap bisa memantau keadaan Kaila walau diruangan lain.


"apakah Kaila baik-baik saja, Pram" tanya ayah saat melihat Pram kembali ketengah acara, Pram mengangguk dan memperlihatkan keadaan Kaila dari layar ponselnya, ayah mengangguk, akhirnya bernafas lega melihat Kaila yang tertidur pulas.


semua tamu yang ikut mendoakan kepergian mommy sudah beranjak dari kediaman rumah Bagaskara namun rumah keluarga Bagaskara masih terlihat ramai dengan para pekerja yang membersihkan semua peralatan dan perlengkapan yang tadi dipakai. keadaan Kaila masih tetap sama yaitu tidur dengan lelap.


Pram sedang berbincang dengan ayah, daddy dan orang tua lainnya yang masih ada diruang tengah ayah.


"apa sudah melihat keadaan Kaila" tanya daddy, Pram mengangguk memperlihatkan layar ponselnya ke arah daddy.


"anak itu sampai tidak memikirkan keadaan tubuhnya sendiri dan jatuh sakit karena kelelahan" pandang ayah Arga, Pram mengangguk tersenyum. "dia juga tidak akan mendengarkan jika diminta untuk istirahat jika dalam keadaan seperti ini, keras kepala nya agar semua berjalan lancar membuatnya tidak bisa sejenak berhenti melakukan apapun" senyum ayah, daddy mengangguk.


"terimakasih atas segalanya selama dua hari ini, membuat kalian semua tidak berisitirahat dengan baik juga" tatap daddy mengucapkan terimakasih.


"tidak, pak Bagaskara. kita adalah keluarga besar yang selalu support dan selalu ada saat salah satu membutuhkan" kata ayah Arga, daddy mengangguk memahami apa yang dimaksud tadi.


"apakah momi sudah membaik" peluk Wijaya dari belakang, Kaila tersenyum mengusap rambut putra bungsunya itu pelan. "makasih. momi baik-baik saja" senyum Kaila menatap Wijaya yang duduk disebelahnya. pekerja rumah segera memberikan minuman hangat untuk Wijaya yang mengangguk tersenyum menerima minuman itu.


"kemana popi" tanya Wijaya melihat sekitar, Kaila memberi isyarat dengan dagunya kearah halaman rumah, Wijaya melihat keluar dimana para lelaki terlihat membicarakan sesuatu. Wijaya berdehem pelan melihat mominya yang sedang menikmati sarapan makanan kecil. "apakah Kirana belum bangun" tanya Wijaya, Kaila mengangguk. "biarkan dia mengistirahatkan tubuh nya juga, kita semua butuh waktu untuk merilekskan tubuh dan pikiran, bukan" kata Kaila pelan. Wijaya mengangguk mengiyakan perkataan mominya. "sepertinya kita akan berada di rumah sana setelah ini" hela nafas panjang Kaila menatap suaminya. Wijaya berdehem pelan. "it's Ok with that mom" tanya Wijaya, Kaila mengangguk menopang dagu di meja makan.

__ADS_1


"ada bunda dan aunty Icha yang menemani kakek disini, jadi momi merasa tenang karena ada banyak orang yang menjaga kakek jika momi menemani granddad disana, butuh waktu lama untuk granddad beradaptasi tentang grandmom" gumam Kaila, "tentu mom, kami mengerti" angguk Wijaya, Kaila menoleh tersenyum.


"jika kalian ingin disini, momi tidak apa-apa. dimanapun kalian study, momi Will be okay" kata Kaila, Wijaya tersenyum menggeleng. "we will be where momi and popi are there" kata Wijaya, Kaila tersenyum tipis.


"apakah semua sudah dipacking dengan benar" tanya ayah melihat keadaan Kaila yang akan tinggal sementara di tempat mertuanya, Kaila mengangguk tersenyum memeluk ayahnya.


"terimakasih yah, apa tidak apa-apa Kaila menemani daddy dulu" tanya Kaila menatap ayahnya, ayah tersenyum menatap putri bungsu nya itu. "tidak apa-apa Kai, itu memang kewajibanmu merawat daddy mu dan mengikuti kemana saja langkah suamimu" kata ayah. Kaila kembali memeluk ayah dengan erat.


mereka berjalan menuju kebawah menggunakan box ajaib, "mom, jika liburan nanti Tania akan kesana" peluk Tania sesaat mereka sampai diruang keluarga, Kaila memeluk dan mengusap punggung Tania lembut. "tentu, kak. momi akan selalu menunggumu, jika kamu mau sekolah disana juga momi akan senang" kecup ubun-ubun kepala Tania. mereka duduk diruang tengah yang lebar bersama.


"bagaimana dengan kakek, jika kamu sekolah disana. siapa yang akan kakek antar jemput sekolah" goda ayah menatap Tania, "aku kek" datang Devina dan Devano tiba-tiba, ayah tertawa terbahak-bahak melihat kedua anak kecil itu berlarian berebut untuk duduk di bagian atas kaki ayah. mereka semua tertawa melihat kejadian itu, Saka menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua krucil yang selalu berebutan.


Icha memeluk hangat Kaila, "kapan akan menyusul kita kesana" kata Kaila, Icha tersenyum lebar "jika pawangku harus kesana maka aku siap sedia" duduk Icha disamping Kaila yang tertawa pelan mendengar gurauan Icha.


"dimanapun kamu berada jangan lupa untuk memberi kabar" kata Icha, Kaila tersenyum mengangguk "tentu Cha, ingatkan aku untuk selalu memberi kabar. terkadang perbedaan waktu membuatku sering lupa" kata Kaila, Icha tertawa pelan.


"jaga diri baik-baik yah, sering memberi kabar agar tidak membuat Kai kuatir" senyum Kaila menatap ayah. "kamu juga harus kuat, Kai. masih ada anak-anak dan suami yang membutuhkanmu disisi mereka" usap bahu ayah, Kaila mengangguk mengusap air mata yang turun dengan sendirinya, ayah tersenyum memeluk putrinya erat.


"jika memang ada waktu untuk pulang kesini, Kai" ujar ayah pelan, Kaila mengangguk melambaikan tangannya dan masuk kedalam kendaraan yang akan membawa keluarga kecilnya kembali ke negara lain dimana daddy menghabiskan sebagian besar waktunya berada disana.


anak-anaknya bergantian mengucapkan salam kepada keluarga dari mominya, Pram menggenggam erat jemari tangan Kaila saling menguatkan. Kaila mengusap punggung tangan suaminya dan bersandar di bahunya. "saling menjaga, by" kata Kaila pelan, Pram mengecup rambut istrinya berulangkali, memberi rasa nyaman dan ketenangan.


mereka sampai di bandara dan segera masuk kedalam Jet pribadi yang akan membawa mereka bertujuh kembali, Kirana selalu berada disamping granddad, berbincang dan mengobrol banyak hal agar granddad nya tidak merasa sendirian akibat kepergian grandmom nya sebulan yang lalu.

__ADS_1


perjalanan panjang membuat mereka mengistirahatkan tubuh dengan tidur sepanjang perjalanan, Kaila membuka matanya menatap kedepan dimana keempat anaknya tertidur dengan lelap, ditatapnya paras Pram yang hanya beberapa inci darinya yang juga tertidur pulas. kebahagiaan melihat mereka semua dalam keadaan baik-baik saja dan tidak kekurangan apapun saat ini membuatnya bersyukur atas segala yang telah diberikan Tuhan kepada nya, segala hal yang dilewatinya selama hidup membuatnya belajar banyak hal dan membuatnya semakin memaknai kehidupan yang telah Tuhan berikan kepadanya hingga saat ini.


Pram terbangun dan melihat Kaila menatap keempat anak mereka lekat, "honey, kenapa" gumam Pram membenarkan posisi duduknya yang setengah tidur. Kaila menoleh menatap suaminya itu.


"tidak apa, by. aku hanya tidak bisa tidur dan bersyukur kepada Tuhan telah diberi kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan, saat aku berada dalam keterpurukan dirimu menemaniku tanpa syarat, saat aku berada dalam kesendirian dirimu memberi kehangatan pelukan yang menenangkan. aku sungguh tidak menyangka kita bisa sejauh ini melangkah bersama saling berpegangan tangan tanpa saling menyakiti" senyum Kaila, Pram membawa Kaila kedalam rengkuhannya mencium rambut Kaila berulang kali.


"terimakasih telah hadir didalam perjalanan hidupku Pramudya Bagaskara, tanpamu aku tidak akan menjadi momi empat jagoan yang membanggakan seperti mereka luv U with all my heart" dekap erat Kaila, Pram mencium ubun-ubun rambut Kaila.


"luv U more honey, terimakasih telah mau melangkah bersamaku hingga nanti, terimakasih menjadi separuh nafas dan nyawaku hingga nanti, tanpamu aku bukan lah lelaki hebat yang bahagia punya keluarga yang hebat juga" jawab Pram. mereka saling tersenyum dan berpelukan sepanjang waktu untuk mengarungi bahtera cinta keluarga mereka.


Hai.... Hai.... Hai.... all readers terimakasih banyak atas dukungan nya selama ini terhadap novelku ini.


terima kasih tak terkira kepada all readers yang sudah setia menunggu kisah ini berakhir sampai disini.


perjalanan kisah anak-anak mereka akan berada di novel lainnya. semoga novel karyaku lainnya dapat memberi kepuasan saat all readers membacanya.


Luv..... Luv..... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih atas perhatian all readers hingga ujung novel ini.


terimakasih banyak semuanya.


stay healthy all.


baca novel tentang perjalanan anak-anak Pramudya Bagaskara dan Kaila dara Bagaskara yaah...

__ADS_1


jangan lupa untuk membaca novelku lainnya.


good night. Kalang


__ADS_2