
matahari telah muncul lama dan sudah merangkak naik namun tanda-tanda kehidupan orang-orang yang berada di bungalow masih saja tidak tampak, mereka masih dalam posisi yang sama karena baru dini hari tadi mereka dapat tidur dengan tenang setelah terjadi peristiwa yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. "hmmm.... jam berapa ini" kerjap mata Kaila menghalau sinar matahari yang masuk dari jendela besar yang ada dikamar, dilihatnya tangan Pram melingkar sempurna menempel dibawah T-shirt yang dikenakannya. Kaila mencoba menyingkirkannya pelan-pelan, "jangan coba-coba Kai" peluk Pram lebih erat merasakan pergerakan Kaila yang mengganggunya. "aku mau kekamar mandi ingin buang air kecil" jawab Kaila cepat. Pram segera melepaskan lingkaran tangannya. Kaila bergegas berjalan pelan turun dari ranjang menuju kekamar mandi. Pram melihat teman-teman nya yang masih tertidur dengan nyenyak.
"masih jam 6 pagi ternyata" liat jam Pram berjalan keluar ke arah pantry meraih sebotol air mineral dingin dari box pendingin. Kaila keluar dari bathroom tidak mendapati Pram yang berada didalam kamar, menuju pantry untuk mengambil air mineral. dilihatnya Pram yang berpindah tidur di sofa panjang, Kaila berbaring disofa samping Pram dan mencoba tidur, Pram bergerak bergeser memeluk Kai dari belakang mengecupi tengkuk leher Kaila berulang kali. "masih terlalu pagi untuk bangun Kai" gumam Pram, Kaila yang merasakan matanya berat untuk terbuka tidak menanggapi perkataan Pram dan kembali tidur dalam pelukan Pram yang hangat.
"kita pulang sekarang kak" tanya Kaila memandang senja yang tampak indah dari luar, Pram mengangguk mendekati Kaila yang berbaring santai, "Icha emang sudah pulang" tanya Pram duduk disamping Kaila. "iya, baru aja diantar kak Saka" angguk Kaila memejamkan matanya, "are you ok" belai rambut Pram lembut, hmmmm...." dehem Kaila, Pram mengecup bibir Kaila pelan. "apa kamu ingin menginap lagi disini" tanya Pram merasa kuatir, Kaila menggeleng pelan.
"apa yang lain sudah pulang" tanya Kaila, "sudah" jawab Pram cepat. "apa mau pulang naik mobil aja" tanya Pram menatap Kaila yang menggeleng pelan tersenyum tanpa membuka matanya, Pram memeluknya dari samping, " Kai, apa aku boleh melamarmu besuk" senyum Pram. Kaila tertawa mendengar candaan Pram. "nggak usah bercanda kak" geleng Kaila mengibaskan tangannya. "aku serius Kai" kecup pipi Pram. "kita berangkat sekarang" buka mata Kaila akan beranjak dari duduk santai nya. "beri aku sesuatu honey"
raih jemari Pram, kaila menoleh menatap Pram. "Kak, jangan suka memanggil ku dengan honey, orang akan salah mengira, aku nggak mau mahasiswa yang lain mengartikannya berbeda" pandang Kaila, Pram meraih tengkuk Kaila dan mencium bibir Kaila lembut dan intens. Kaila menjauhkan tubuh Pram darinya, "kak" pandang Kaila tajam, Pram tersenyum menatap Kaila yang terlihat sangat cantik walau sedang mengeluarkan tanduknya.
"aku tidak peduli dengan orang lain, yang hanya aku pedulikan hanya kamu" kata Pram tegas, Kaila mengibaskan tangannya kesal menatap Pram. "jika kita pulang, aku tidak bisa memelukmu saat tidur dan hanya bisa bertemu saat-saat tertentu saja" frustrasi Pram melihat Kaila. "aku tidak peduli" ketus Kaila berjalan menjauh dari Pram. "Kaila" senyum Pram mengejar Kaila yang berlari menjauh. "sudah siap honey" toleh Pram, Kaila memberi isyarat Ok dengan jemarinya, Pram melajukan motor menembus malam yang dingin kembali ke Jakarta hingga motor Pram memasuki halaman rumah Kaila.
"malam om" sapa Pram masuk kedalam rumah memberi salam kepada ayah Kaila, ayah tersenyum menatap mereka. "sudah pulang, gimana ridingnya asyik nggak" tanya ayah tanpa jeda, "lumayan yah, malah ketemu Icha dibandung ngantar mamanya kerumah neneknya jadi malah keasyikan ngobrol daripada riding karena dia juga nginep bareng" senyum Kaila. "yah..... berkurang dong moment bareng romantis" goda ayah, Pram hanya tersenyum, sedang Kaila mengerucutkan bibirnya kesal. "idih..... monyong terus nih bibir" tarik Kalai tiba-tiba. "sakit Kal" ketawa Kaila menepuk bahu Kalai pelan. "kayaknya ada bau-bau jadian nih yah" endus-endus Kaila disekitar Kaila, "iya kayaknya... hampir gosong malah karena nggak dibalik" kata ayah mendukung Kalai.
"ish... kakak nggak pulang" alih Kaila menatap Pram agar dirinya tidak digoda lebih banyak lagi, Pram mengangguk mengerti dan segera pamit, Kaila mengantarnya hingga ke pintu depan. "nanti aku hubungi" kata Pram sebelum pergi, Kaila mengangguk pelan dan berjalan masuk kedalam rumah. "Kai kekamar dulu ya...yah" lalu Kaila tanpa berhenti. "semoga tidurmu nyenyak Kai" angguk ayah melihat putri bungsunya yang sedang menuju kamarnya. "semoga ayah juga" angguk Kaila melambaikan tangannya.
"pagi Kal, kak" salam Kaila duduk dikursi makan didepan mereka berdua, "ayah belum keluar kamar" tanya Kaila meminum teh manisnya. "tadi pagi-pagi sudah dijemput sama kak Arden" jawab Kalai, "apa ada masalah" tanya Kaila mengerutkan keningnya sesaat ketika mendengar nama Arden. "ayah belum bilang mengatakan apa-apa Kai" geleng Kalai. "apa kalian ada kuliah pagi" tanya Arga. "tidak, aku nanti jam 9 pagi" geleng Kalai. "hmmm.... jam pagi sedikit menyebalkan" angguk Kaila kembali meminum teh manisnya. "non, ada yang datang mencari" datang mas Han dari pintu belakang, "siapa mas" kerut Kalai tidak tahu siapa lagi yang datang pagi ini, "baru jam 7 pagi" ambil nasi goreng Kaila sedangkan Kalai melayani suaminya yang akan sarapan. "pagi" datang Pram tiba-tiba, Kaila menoleh sesaat akan menyuap nasi gorengnya, "ikut sarapan dong" senyum Pram duduk disamping Kaila, "kan ada banyak tukang jual sarapan ngapain kerumah orang pagi-pagi jauh dari kampus juga" pandang Kaila datar.
"ayah sudah berangkat pagi tadi kak, dijemput kak Arden anak Ayah yang paling tua kalo di kantor" senyum Kalai melihat Pram yang sedang mencari sosok ayah yang tidak tampak, Pram mengangguk mengerti. "kopinya den Pram" letak bik Sum di depan Pram, "makasih bik, tau aja. nggak seperti yang disebelah, jutek mulu" sindir Pram melirik Kaila yang terlihat tidak terpengaruh karena sibuk dengan ponselnya. "hallo Ayah" salam Kaila melambaikan tangannya.
"maafkan ayah, Kai. harus berangkat pagi-pagi karena proyek yang di Bekasi ada sedikit masalah" senyum Ayah melihat anak-anaknya.
"ayah sudah sarapan" tatap Kalai kearah layar ponsel Kaila yang diletakkan dimeja.
"ini baru makan nasi uduk sama Arden" tunjuk ayah menampakkan Arden yang juga sedang sarapan.
"hai Kai, hai Kal" senyum Arden melambaikan tangannya.
"hai kak, long time no see" senyum Kaila memakan nasi gorengnya.
"iya, tadi kakak kesana kamu belum bangun kalo nggak kamu yang ngilang terus susah kalo ketemu singa kampus" goda arden. Kaila tertawa pelan.
"apa mau nunggu diproyek nggak nanti malam" tawar Arden sesaat kemudian.
"siap kak, nanti kalo urusan Kai sudah beres. langsung cuss" angguk Kaila senang.
__ADS_1
"86" tawa Arden, Kaila memberi tanda Ok dengan jemarinya.
"hmmmm..... kalian kalo sudah ngobrol, ayah dicuekin" tawa ayah, mereka tertawa.
"ada Pram juga disana, sudah sarapan belum" tanya ayah melihat sosok Pram disamping Kaila.
"pagi om, belum. ini mau numpang, nunggu yang baru ngobrol nyuapin" senyum Pram, Kalai tertawa melihat Pram yang terlihat tidak suka karena Kaila akrab dengan Arden.
"kak Arden, ada yang mau kenalan tuh" goda Kalai melihat Kaila dan Pram, Arden tertawa mengerti.
"maaf, sampai lupa ada seseorang disamping Kaila. hallo... perkenalkan saya Arden asisten pak Prayoga, sudah punya satu istri dan 2
anak" senyum Arden.
"lengkap amat CV nya kak, mau ngelamar kerja apa mau cari istri kedua" goda Kaila membuat mereka tertawa.
"takut ada yang salah paham nantinya Kai, bisa-bisa nggak pulang kerumah nanti" tawa Arden.
"baiklah ketemu nanti malam kak, yah. Kai mau berangkat, ada jam pagi" pamit Kaila.
"Kal, mau nengok baby kak Arden kapan" suap Kaila ke Pram yang tersenyum menerima suapan Kaila.
"sayang, kamu bisa jam berapa ikut menjenguknya" toleh Kalai, "sore hari nanti aku jemput kamu dikampus. trus kita bareng kesana" tatap Arga memakan sarapannya. "kalo nggak kabari aku dulu, biar nanti Kaila siap-siap juga" kata Kalai.
"hmmm.... begitu juga boleh" angguk Kaila. "nanti aku samperin kampusmu deh Kai, lumayan banyak cowok cakep di jurusanmu" senyum-senyum Kalai, Arga menyentil kening Kalai pelan.
"ishh.... sakit sayang" usap-usap kening Kalai, Kaila tertawa melihat interaksi mereka yang tidak canggung lagi.
"itu berlaku juga buatmu Kai" kata Pram pelan. "ishhh.... kan Kalai yang mulai, kenapa aku dibawa-bawa" geleng kepala Kaila tidak terima.
"kalian berdua sama, selalu tebar pesona" kata Pram dan Arga berbarengan. "ishh.... bikin berisik aja pagi-pagi gini, nggak asyik nih berdua" kesal Kaila menatap kedua laki-laki itu. "aku berangkat dulu kal" kata Kaila beranjak dari tempat duduknya.
"Kai.... habisin dulu makannya, kasihan bik Sum buatin nya" pandang Kalai tajam. Kaila menurut mengangguk segera duduk kembali. "cantik-cantik kok ngambek aja" goda Pram menyuapi Kaila yang menjulurkan lidahnya kesal menatap Pram.
"Pramudya Bagaskara" panggil Arga tiba-tiba, Pram segera menoleh dan menatap Arga datar.
__ADS_1
"tau namaku" senyum Pram tipis, "ayah yang memberitahu. aku cukup terkejut ketika tahu dirimu" senyum Arga, Pram tersenyum menggelengkan kepalanya.
"it's just nothing, we are family" kata Pram mengangguk mengerti.
"apa kita berangkat sekarang Kai" toleh Pram menghabiskan sisa nasi goreng yang ada di piring Kaila. Kaila mengangguk kepalanya meneguk teh manisnya hingga habis.
"aku berangkat dulu Kal" pamit Kaila beranjak dari duduknya disusul Pram.
"tadi malam aku menelpon mu Kai" masuk mobil Pram, "habis berendam, aku langsung tidur kak" pasang seat belt Kaila tapi tidak bisa juga, "kenapa hanya mobil ini yang aku tidak bisa pasang seat belt sih" hela nafas Kaila gusar, Pram meraih seat belt Kaila sambil mencium bibir Kaila lembut. "one service one kiss" senyum Pram senang. Kaila menjauhkan paras Pram dari dirinya.
"pulang jam berapa Kai" elus rambut Pram. "jam 11 siang kak" buka ponsel Kaila mengecek chat yang masuk, "kakak ngajar di jam terakhir kan" pandang Kaila, Pram mengangguk. "kalo gitu nanti Kai pulang dulu aja, kakak masih ngajar kan" tanya Kaila, "nggak" geleng Pram, Kaila menghembuskan nafas memilih diam.
"hallo Cha" salam Kaila.
"udah sampai kampus belum Kai" tanya Icha segera.
"bentar lagi, emang kamu sudah sampai" tanya Kaila balik.
"udah baru dikantin" jawab Icha, Kaila memutus sambungan.
"nanti turunin agak jauh kak, aku nggak mau ada gosip yang nggak enak" tatap Kaila memohon, "nggak, turun diparkiran. kalo pada tau memangnya kenapa" nggak suka Pram.
"kakak yang nggak kenapa-kenapa, aku nya kak yang nanti banyak digosipin yang nggak-nggak" hembus nafas Kaila, "statusmu itu dosen di kampus jika kamu terlibat sesuatu dengan salah satu mahasiswi, kan nggak baik dimata dekan kak" jelas Kaila pelan.
"dia yang aku berhentikan" balas Pram cepat. "ishhh..... kenap kalo ngomong sama kakak nggak pernah berujung damai. kenapa coba...." kata Kaila frustasi, "aku nggak mau dituduh merebut dosen muda yang ternyata pandai merayu" kata Kaila sarkas.
"ngomong sama kakak mah nggak ada ujungnya salah melulu perasaan" sungut Kaila jengah, Pram tersenyum
"makanya ujungnya di simpul jadi satu biar nggak ilang ntar nyariin terus jadi bucin lho" goda pram. "aaahhh.... " kesal Kaila melihat Pram yang nggak ada urat malunya.
hai hai hai... para readers, love you all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak hehehehehe..
selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat, dukung yaaa... karya pertama ku.
love...love...love all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
__ADS_1
thanks a lot pisang sekebon...