
aktifitas Kaila dan Pram berjalan seperti biasa seminggu lagi Kaila akan wisuda ayah sudah pulang dua hari setelah mendengar kabar Kaila hampir jatuh didorong oleh salah seorang pegawai kantor Pram, Kalai dan Arga juga harus kembali ke rutinitasnya karena tidak bisa berlama-lama untuk berada disana papa Arga yang mendampingi perawatan mamanya yang sudah berangsur-angsur membaik ditemani beberapa penjaga Arga, rumah sudah kembali seperti biasanya penuh dengan keramaian kesibukan orang-orang rumah yang tidak sedikit jumlahnya keriuhan yang sangat menyenangkan setelah beberapa waktu terlihat sepi Pram menepuk pipi Kaila untuk membangunkannya karena hari sudah beranjak siang "jam berapa by" kerjap mata Kaila menarik cover bed menutupi seluruh tubuhnya "jam 9 honey, it's time to work" elus rambut Pram Kaila membuka selimutnya berjalan menuju bathroom tak lama keluar dari bathroom dan menuju walk closet.
"kenapa nggak pake pakaian by" pandang Kaila Pram meletakkan ponselnya melihat istrinya yang sedang memilih baju untuknya ia segera memakai pakaian yang dipilih Kaila secara tidak sadar dirinya sudah sangat bergantung kepada istrinya setiap hari mulai dari pakaian, makanan hingga segalanya diurus oleh Kaila "honey, terima kasih selalu membuatku merasa istimewa" kecup kening Pram, Kaila mengelus pipi Pram "aku yang seharusnya berterima kasih kepadamu by, kamu selalu menemaniku setiap saat dan waktu aku bersyukur memilikimu dan juga menjadi momi dari anak-anakmu" pandang Kaila Pram memeluk Kaila erat, ia segera memakai pakaiannya
"tumben pake celana" lihat Pram memandang Kaila dari atas kebawah Kaila meraih jemari Pram dan melangkah keluar kamar "lebih bisa bergerak bebas by, hanya berbahan kain tidak akan membuat triplets kesakitan" jawab Kaila menyusuri tangga "siang Kai" sapa Kalai menuangkan air putih Kaila tersenyum menampakkan giginya yang putih rapi "nggak usah iklan pasta gigi juga Kai semuanya ditampakkan" goda Kalai, Kaila tertawa lebar mengambil piring dan sebungkus nasi uduk yang dibeli bik Sum di pengkolan gang.
"tumben siang, nggak ngantor" tanya Kalai, Kaila memajukan bibirnya. "yang punya perusahaan nyantai nih jadi ikutan" kata Kaila "asistennya tadi masih tidur yang punya perusahaan ngikuti jadinya" suap Pram, Kalai tertawa lebar mendengar jawaban Pram yang menohok Kaila "baru kali ini nih kejadian yang punya perusahaan gede banget nurut sama kebiasaan asistennya" tunjuk Kalai pada mereka berdua Kaila tersenyum lebar "tadi malam nonton drakor jadi telat" cengir Kaila minum coklat dinginnya "udah pada berangkat ya.... Kal" tanya Kaila melihat sekitar.
"udah jam berapa bu... kamu yang bikin telat pak CEO nih udah sana berangkat." lihat jam Kalai, Kaila mengangguk waktu memang sudah menunjukkan pukul 10 lebih Pram dan Kaila segera beranjak dari tempat duduknya "by, biarkan kak penjaga yang nyetir kita duduk tenang dibelakang" kata Kaila pram menatap penjaga Kaila, salah seorang mengambil mobil untuk dikendarai hari ini tak lama mobil ikut membelah keramaian ibukota yang sudah sangat padat mereka berdua berdiskusi mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan projek-projek yang telah berjalan, kelangsungan hidup beberapa karyawan kantor yang mempunyai prestasi diatas yang lain.
tiba di perusahaan
Kaila selalu saja mengekor kemana Pram berada keberadaannya yang selalu disamping Pram terkadang membuat iri beberapa orang gadis yang mencoba mencari perhatian Pram dan Saka selama ini, melihat Kaila yang tampak lebih muda dan energik membuat jiwa wanita mereka meronta tidak rela untuk mengakui kalah dari segi penampilan dan fisik yang jauh lebih segar apalagi mereka belum mengetahui status Kaila yang merupakan istri Pramudya Bagaskara pemimpin Bagaskara corp tempat mereka bekerja, Kaila terlalu cuek dengan mereka yang memuja pria didekatnya itu.
__ADS_1
setali tiga uang dengan Pram yang disukai banyak wanita dilingkungan kerjanya Kaila pun banyak dipuja oleh para lelaki yang berjumpa dengannya tidak hanya karyawan perusahaan saja namun beberapa vendor maupun perusahaan yang bekerja sama dengan Bagaskara corp selalu mencoba mencari perhatian Kaila yang berbeda dengan kebanyakan gadis yang mereka temui selama ini cenderung cuek, tidak membedakan status, ramah dan tentu saja cantik diatas rata-rata.
terkadang Pram yang malah memberi jarak agar Kaila tidak terlalu dekat dan menanggapi para lelaki yang memandangnya berbeda, para perempuan tentu saja senang melihat Pram beberapa minggu ini selalu masuk kerja walau tidak tentu waktunya masuk kerja setidaknya mereka bisa melihat Pram bekerja di perusahaan
Kaila memanggil asisten yang lainnya untuk mengadakan koordinasi bersama mengenai beberapa hal "kak, dipanggil kak Pram dan kak Saka di ruangannya" ujar Kaila melongokkan kepalanya di divisi asisten Pram dan Saka mereka mengangguk dan tersenyum melihat Kaila setidaknya mereka mengenal Kaila sebagai pribadi yang ramah dan menyenangkan sehingga tidak ada alasan yang membuat mereka membenci Kaila mereka masih mengira bahwa Kaila adalah salah satu keluarga Bagaskara jadi mereka tidak menganggap Kaila sebagai pesaing mereka di dunia pekerjaan.
"siang semua kita akan membahas beberapa projek yang kalian tangani dua minggu ini untuk pengecekan rutin saja jika ada masalah yang mengganggu mohon untuk disampaikan selama kita sharing bersama saat ini" kata Saka memandang para asisten dan sekretarisnya "dan satu lagi minggu depan akan ada kunjungan dari pemimpin pusat dari London untuk memeriksa kinerja perusahaan di Indonesia ini" kata Saka Kaila menoleh cepat terkejut dan tidak sadar mulutnya terbuka sedikit Pram menutup mulut Kaila yang menatapnya meminta penjelasan akan tetapi dia tidak mau melihat Kaila yang dia tahu akan mencecarnya dengan berbagai pertanyaan, beberapa masalah dan solusi dibicarakan selama sharing Kaila mencatat beberapa points penting dalam mengambil keputusan.
"kapan daddy akan tiba di Jakarta" tanya Kaila sesaat setelah ruangan sepi karena para asisten dan sekretaris mereka berdua meninggalkan ruangan "belum tahu daddy dan mommy tidak bilang" jawab Pram Kaila menutup muka dengan kedua tangannya tanda frustasi melihat kedua orang didekatnya itu "kita harus keluar untuk bertemu dengan klien disebuah restoran" kata Saka, Kaila menoleh dan mengangguk mengambil sling bag yang membawa gadget miliknya Pram melihat Kaila yang beranjak lebih dulu dari dirinya "mau kemana honey" tanya Pram Kaila berhenti dan berbalik "menemani kalian kan.... sudah tugasku membantu kalian" lipat tangan Kaila didepan dadanya Pram berjalan mendekati Kaila "kamu ada janji untuk mencoba kebaya wisudamu" kata Pram Kaila menghela nafas "sehabis rapat nanti kan bisa nggak begitu penting by" hela nafas Kaila Pram memeluk Kaila mengecup bibirnya sekilas
"hanya beberapa jam honey, dia naik heli kesana agar lebih cepat kembali ke Indonesia" jawab Pram mengerti akan sikap Kaila yang mengangguk paham, Kaila meraih kemasan coklat dingin dalam Sling bag nya menyeruputnya dengan cepat.
"kita berangkat sekarang untuk tiba lebih cepat" lihat jam tangan Pram Kaila mengangguk mengikuti langkah Pram "kak Saka, kami pergi dulu jika kami belum kembali hati-hati dijalan kembali dengan selamat aku tidak mau Icha jadi janda sebelum menikah" goda Kaila Saka tertawa pelan. "jangan doain gitu dong Kai belum ngerasain yang enak-enak sama dia" kata Saka. Kaila mengibaskan tangannya tanda tak mau dengar omongan Saka yang semakin nggak ada remnya.
__ADS_1
Pram dan Kaila kembali berada didalam mobil untuk menuju restoran yang menjadi tempat pertemuan mereka dengan rekanan "siang pak Pramudya, senang sekali anda yang hadir dalam perjanjian kali ini" salam rekanan. Pram menyambut salam mereka. Kaila hanya tersenyum dan duduk disebelah Pram, pembicaraan mengenai kelanjutan perjanjian yang telah terjalin antara kedua belah pihak. pembicaraan tidak memakan waktu lama, hanya sejam dari dua jam perkiraan pertemuan itu diadakan.
Kaila mencatat poin penting selain merekam pembicaraan perjanjian untuk menjadi arsip di perusahaan jika nanti terdapat masalah dikemudian hariPram menutup pembicaraan dengan undur diri terlebih dahulu dan segera beranjak dari tempat duduknya keluar dari tempat itu segera.
"Kai" sapa seseorang Kaila berhenti sesaat untuk memastikan dengan jelas siapa yang menyapanya "hai, leader Erlangga kan" kata Kaila mengingat-ingat siapa pria yang dihadapannya saat ini Erlangga tersenyum dan mengangguk "I'm waiting in the car" kata Pram berjalan menuju mobil untuk memberi kesempatan mereka berbicara "bagaimana kabarmu sudah lama kita tidak bertemu" pandang Erlangga memindai tubuh Kaila yang lama tidak dilihatnya Kaila tersenyum lebar dan membuka kedua tangannya mengisyaratkan bahwa begini aja keadaannya "baik Lang lama banget ya.... kita nggak ketemu sekarang aku kerja sambil nunggu wisuda yang diadakan seminggu lagi tadi adalah bos ku kami ada meeting disini tadi" jawab Kaila "ah.... begitu kamu masih sama aja seperti dulu tidak ada perubahan" kata Erlangga "ada apa tumben ke Jakarta bukannya kamu di Surabaya ya......" ingat Kaila Erlangga mengangguk "aku kemari karena ada kerjaan yang mengharuskan aku datang" jawab Erlangga.
"kamu juga sudah bekerja sudah lulus juga" tanya Kaila, Erlangga tersenyum "aku malu sama kamu yang rajin kuliah tapi suka naik gunung juga" jawab Erlangga, Kaila tertawa kecil "kamu memotivasi ku untuk lulus lebih cepat Kai dan menemukanmu di Jakarta" tatap Erlangga lekat Kaila mengerutkan keningnya sesaat "baguslah kalau begitu jadi kamu dapat membanggakan kedua orangtuamu lebih cepat" angguk Kaila tersenyum.
"bisakah aku meminta nomor ponselmu" tanya Erlangga mengeluarkan ponselnya Kaila meraih sling bag mengeluarkan ponselnya membuka, memindai ponsel Erlangga dengan cepat "done" lihat Kaila, Erlangga segera menyimpannya "kalo begitu aku harus kembali kerja kapan-kapan kita ngobrol lagi dengan Davi ya.... aku harus kembali kerja" kata Kaila merasa tidak enak kepada Erlangga karena harus mengakhiri percakapan mereka Erlangga mengerti dan mempersilahkan Kaila untuk bekerja kembali, Kaila menuju pintu mobil dengan penjaga berada disisinya.
"makasih kak menungguku tadi" senyum Kaila sebelum membuka pintu mobil, penjaga mengangguk dan membuka pintu dikursi pengemudi untuk melanjutkan perjalanan "teman naik gunung pertama kali kenal waktu di Jogja pas ujan badai hubby datang menjemput" ingatkan Kaila Pram mengangguk "dia ada kerjaan di Jakarta, anak Surabaya nanyain Davi juga udah lama nggak jumpa" kata Kaila.
"kita makan dikantin by, ini jam 3" kata Kaila "kenapa tadi nggak pas di restoran aja" tanya Pram menatap Kaila. "tadi belum lapar by" geleng Kaila berbelok kearah kantin perusahaan, Pram mengekori Kaila mengambil makanan yang dia mau membawanya menuju meja yang terdekat agar Kaila segera makan "by, dad sama mom kapan pulangnya" tanya Kaila menerima suapan Pram "tentu saja, sejak Tara nggak ada dad selalu membawa mom kemanapun" kata Pram memakan makanan bergantian dengan Kaila "I'm really miss them" ujar Kaila menerima suapan Pram.
__ADS_1
hai.... hai.... hai...... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat dukung yaaa..... karya pertama ku.lumm all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
thanks a lot pisang sekebon...😘