
suasana terlihat ceria karena asyiknya mereka berempat bercanda dan berbincang tentang baby, hingga tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. "kita mau kemana lagi" tanya Kaila keluar dari ruangan pasien Mita.
"ke spa aja gimana mumpung nggak ada selain kita, nggak ada yang bikin ribet" usul Kalai. "idih..... situ aja yang punya, kita mah nggak..... single" kibas tangan Icha.
"mau nya single. tapi ada yang ngekor dibelakang" balas Kalai, Icha tertawa lebar, "kita berangkat" angguk Kaila menatap mereka berdua.
"benarkan disini tempatnya" tanya Icha memastikan sebelum mereka masuk kedalam. "ngikut Kalai aja, dia yang paling tau kalo beginian" isyarat dagu Kaila mendorong bahu Icha agar segera masuk kedalam. mereka segera mendaftar dan masuk kedalam untuk berganti pakaian dan melakukan treatment perawatan.
"ahh...... nyaman banget" ujar Icha merasakan sensasi pemijatan. "jika aku tertidur, bangunin aku merasa lelah..." pejam mata Kaila segera. "kebiasaan deh anak ini kalo ada yang mijitin terus tidur" pandang Icha meraih ponselnya mengabadikan moments Kaila. "mana ponselnya kaila, kirim ke Pram" senyum Kalai memberi saran, Icha mengangguk meraih ponsel Kaila, mengirim moment yang diambilnya tadi ke ponsel Kaila dan meneruskannya ke Pram. "ishhh... Kai, dimarahin habis-habisan nanti..." tawa Kalai pelan membayangkan sikap Pram. "tadi waktu mau pergi udah nggak bisa liat raut wajah mas Pram, serem banget" bergidik Icha, Kalai mengangguk.
"aahhh....." rentang tangan Kaila keatas merasakan tubuhnya yang lebih ringan. "berasa enteng badanku" hirup udara Kaila setelah treatment spa selesai dikerjakan. "kalo udah gini laper, makan yuk" kata Kalai mengusap perutnya yang keroncongan. "ke mall aja, sekalian lihat yang bening" naik turun alis Icha. "siap" tawa Kalai dan Kaila menyetujui. "makan disana aja yang dekat ini udah jam 6" tarik tangan Kalai, Icha dan Kaila hanya menurut mengikuti ajakan Kalai.
"kita ke butik X nanti abis makan" kata Icha menatap sahabatnya, "mau beli apaan" topang dagu Kaila sambil melihat lalu lalang orang-orang yang melintas didepan nya, "aku mau beli underwear" bisik Icha pelan. "kalo gitu aku sekalian" senyum Kaila. "apaan" datang Kalai, "mau ke butik X" ulang Kaila, Kalai menganggukkan kepalanya.
"hallo, dimana, yang" sapa Kalai.
"ya..... aku ada di Mall X, bertiga dengan Kai dan icha, baik. luv U...." angguk Kalai segera menutup ponselnya. "Arga bentar lagi kesini, dari kantor" pandang Kalai meletak ponselnya di meja.
pesanan makanan telah tiba, "akhirnya lihat yang lezat juga" kata Kalai dengan mata yang berbinar.
"Kai, ponselmu bunyi tuh" sikut Icha mendengar dering ponsel dari dalam tas Kaila, ia segera mengambilnya dan melihat id caller yang ada diponselnya. "hallo" sapa Kaila
"dimana" tanya Pram
"sedang di mall X, lagi makan di X" jawab Kaila
"tunggu sebentar disitu" tutup Pram segera. "kebiasaan, nggak jelas" lihat ponsel Kaila meletakkannya dimeja., mereka makan sambil mengobrol dan tertawa bersama.
"asyik banget" senyum Arga mengecup rambut Kalai tiba-tiba.
"diihhh.... yang sudah sah, nggak ngasih muka sama yang masih jomblo" sindir Icha.
"lha kan udah diajak sah sama kak Saka" goda Kaila menaik turunkan alis matanya
"yang tadi dikampus" tanya Kalai. Kaila menganggukkan kepalanya mantap
"tinggal nunggu kebaya dateng kerumah nih kita, roman-romannya " goda Kalai, Kaila tertawa memberi tanda Ok dengan jemarinya.
"mau makan nggak sayang" toleh Kalai. "nggak nanti aja" geleng Arga melihat ponselnya sesaat. tampak Pram datang tidak lama kemudian dan duduk disebelah Kaila.
"tinggal Icha nih yang nggak ada bodyguardnya" goda Arga menatap Icha, Icha tertawa lebar.
"iya... ya... baru nyadar aku, padahal tadi baru seneng lho pas tau Kaila jomblo juga" sadar Icha, "masih Cha, tenang aja, aku temeni kemanapun" tepuk bahu Kaila tersenyum mengangguk. "ishh.... nggak liat apa laki-laki di sebelahmu udah nggak enak diliat wajahnya" cibir Icha melirik Pram.
__ADS_1
"masa, iya sih.... apalagi kalo dilihat waktu ngajar. tambah tegang kalo dipikir-pikir" tawa Kaila melihat raut wajah Pram yang datar. "bener....bener..." tawa Icha lepas.
"terus... Kai... siap-siap dapat nilai D" sentil kening Pram, Kaila dan Icha langsung terdiam. Kalai dan Arga tersenyum lebar melihat Kaila dan Icha yang tak berkutik dihadapan Pram.
seorang laki-laki terlihat setengah berlari menuju kearah mereka. "sudah nunggu lama" datang Saka tergesa-gesa, "telat 10 menit" pandang Pram. "ngabarin nya mendadak gitu, macet lagi" minum Saka melihat minuman disamping Icha, "itu punya ku kak" cegah Icha menahan tangan Saka, "udah habis Cha" angkat gelas Saka. "main serobot aja" manyun Icha. "haus Cha, ngebut tadi. lagian dari tadi aku chat nggak dibales" kata Saka. "masa sih..." kerut Icha mengambil ponsel dari tasnya. "hehehehe .... maaf kak" cengir Icha. "jadi kebutik bentar nggak" tanya Kalai makan dengan tenang. "jadi dong, ayo...." angguk Icha mantap.
"kak mau disini aja ato mau ikut kita ke butik depan" tanya Icha menatap Saka, "ikut, tapi tunggu di bangku depan butik aja" angguk Saka segera beranjak, Icha mengangguk berjalan lebih dulu. "hmmm... berasa kayak sugar Dady nggak sih" garuk-garuk kepala Saka yang tidak gatal, Arga tersenyum menepuk bahu Saka, mereka kemudian duduk di bangku panjang didepan butik yang dimasuki ketiga perempuan itu.
"ya..... mereka ngerjain kita nih" lihat Saka kedepan. "cuman covernya, nggak ada isinya" gumam Pram, mereka saling berpandangan dan tertawa.
"kalo mereka pada milih, tambah lama" hela nafas Arga. "jadi pingin liat isinya" gumam Pram, memandang mereka berdua, mereka tersenyum lebar.
"honey" ucap Pram diponselnya.
"ada apa" isyarat Kaila dari balik kaca pembatas butik.
"pilih yang hitam" bisik Pram.
"ish..... apaan sih nggak jelas" tutup ponsel Kaila cepat.
"harusnya chat aja, kayak aku gini" tunjuk chat Saka. Icha yang membaca chat Saka mengacungkan tinju ke udara. Pram tersenyum, Saka tertawa. "berarti aku yang terakhir" lihat Arga. Pram dan Saka mengangguk bersamaan.
"sayang" panggil Arga
"mau beli warna apa" tanya Arga memastikan
"mau warna apa aja" senyum Kalai.
"terserah, jangan yang ribet. yang penting bisa cepat dibuka" kata Arga.
"oke" tutup Kalai.
"woaa...." hi-five Saka dan Pram sambil tertawa terbahak-bahak.
"mereka pada ngapain sih" liat kaca Icha.
"mungkin lagi liatin cewek yang menarik" senyum Kaila.
"mau yang mana Kai" alih Kalai
"yang ini gimana" tanya Icha.
"cantik" angguk Kaila.
__ADS_1
"aku kesana dulu" liat Kaila
"he em" angguk Kalai. Kaila menuju barisan terdalam.
"udah Kai" dekati Pram.
"udah" angguk Kaila.
"habis ini mau kemana" tanya Pram.
"pulang, aku mau rebahan bentar, habis itu ke Bekasi liat Ayah" pandang Kaila letih, Pram mengelus rambut Kaila.
"aku antar Kaila duluan" isyarat Pram, Arga dan Saka mengangguk. Kaila melambaikan tangan pada Icha dan Kalai.
"naik motor kak" pandang Kaila tiba diparkiran. "biar cepat sampai tadi" angguk Pram memakaikan helmet pada Kaila, "siap honey" tanya Pram.
Kaila mengangguk, merapatkan tubuhnya ke punggung Pram. Pram melajukan motor dengan agak kencang. "ke apartement kakak" lepas helmet Kaila. "hmmm.... biar nggak bolak-balik, langsung ke Bekasi." jawab Pram, Kaila melepas sneakers disamping pintu setelah Pram membukanya.
"tidur dikamar aja Kai" lintas Pram menuju ke pantry. "bentar kak udah nyaman" pejam mata Kaila menyandarkan punggungnya disofa panjang. "aahhh....." terkejut Kaila saat tubuhnya terangkat dengan mudahnya karena Pram mengangkat tubuhnya kedalam ruang tidurnya.
"mau minum Kai" sodor minum Pram, Kaila segera meraih gelas dari tangan Pram. "kak, ada t-shirt nggak, jika ada aku mau ganti" letak gelas Kaila dimeja sudut.
"nggak sekalian membersihkan diri aja" toleh Pram, "good idea" angguk Kaila. "aku siapin dulu" anjak Pram, masuk ke dalam bathroom, menyalakan air agar hangat, mencampur dengan sabun aroma terapi yang lembut. "sudah Kai" keluar Pram, Kaila mengangguk lalu masuk kedalam, sudah setengah jam Kaila menikmati mandi berendam di air yang hangat. "kak" panggil Kaila dari pintu, "ada apa honey" lihat Pram, "paperbag ku mana tadi" tanya Kaila. "kan kamu taruh diluar, aku ambilin bentar" jawab Pram melihat sekeliling. "ini" serah Pram.
"makasih kak, lupa" senyum Kaila.
"mau t-shirt yang biasa aku pake honey atau baru" pandang Pram.
"biasa aja" kata Kaila memilih barang yang ada didalam paperbag.
"honey" rengkuh Pram dari belakang.
Kaila berjangkit terkejut, "ish.... apaan sih kak, kaget tau" kesal Kaila, Pram mengendus leher Kaila, menyesapnya lembut. "lepas kak.... aku mau ganti dulu, dingin" kata Kaila menghindar. Pram memeluk Kaila lebih erat. "begini sebentar Kai" kata Pram serak, Kaila terdiam. "aku pake baju dan celana jogger dulu kak" ucap Kaila lirih melepas lingkaran tangan Pram yang hanya dapat menghela nafasnya panjang melangkah keluar kamar. Kaila menghembuskan nafasnya lega terduduk di tepi ranjang karena lemas mendekap dadanya merasakan jantungnya begitu cepat berdetak.
setelah beberapa saat Kaila memakai under wear, memakai t-shirt dan celana jogger Pram. Pram menoleh saat Kaila keluar dari kamar. "kenapa pake Jogger juga, t-shirt nya kan gede" pandang Pram meletakkan gadget disamping.
Kaila manyun, "resikonya terlalu gede" geleng Kaila. Pram tertawa mengerti maksud Kaila.
"U my drugs honey" tawa Pram. Kaila duduk disamping Pram. "berangkat ke Bekasi jam berapa" tanya Pram mengelus rambut Kaila. "jam 10" jawab Kaila memejamkan matanya tertidur. Pram mengambil bantalan sofa dan menaruh kepala Kaila diatasnya, ia kembali melihat gadget yang diletakkan disamping memulai pekerjaannya kembali sambil mengusap rambut dan pipi Kaila.
hai..... hai.... hai.... all readers terimakasih telah berkunjung ke karyaku. terimakasih banyak atas dukungannya.
luv....luv....luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak atas semua nya.
__ADS_1
stay healthy all.