Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 105


__ADS_3

pagi itu mereka lalui dengan tenang, ke empat baby tidak mengalami banyak kendala, mereka menikmati perjalanan hingga negara transit malah terlihat bersemangat dan senang saat melihat keadaan sekitar. Pram melakukan apa yang Kaila pikirkan tadi saat akan membersihkan dirinya setelah mengurus keempat babynya, ia segera mendekati istrinya dan memberinya sentuhan yang membuatnya segera melayang. Kaila sesekali menjerit pelan karena sentuhan suaminya. "apa kamu juga menginginkannya honey" bisik Pram ditelinga istrinya. Kaila membuka matanya dengan pandangan sayu, "kalau sudah begini kenapa masih nanya, by" erang Kaila mencengkeram punggung suaminya, Pram tersenyum lebar mengusap bibir Kaila yang mendesah manja.


"hhmm, apa kita pindah ke ranjang dulu" tawar Pram, Kaila memeluk Pram tanpa melepaskan kaitan mereka, Pram segera membawa tubuh istrinya keluar dari bathroom dan meletakkannya ditepian ranjang, mereka melakukan aktifitas pagi dengan sangat hangat dan tanpa gangguan berarti.


Kaila meminum vitamin pagi yang telah disiapkan Pram sebelum memulai perjalanan kembali. "honey, pakaian yang akan kamu pakai hari ini" serahkan Kaila, Pram segera memakainya dan melihat pakaian istrinya yang terlihat cantik. "apa kamu harus selalu terlihat mempesona setiap saat, yang" tatap Pram, Kaila menatap suaminya dan mendekat untuk mencium bibirnya lembut, "itu karena kamu tampan makanya aku sangat bahagia sehingga terlihat cantik setiap saat" senyum Kaila, Pram tersenyum mencium kembali bibir istrinya.


"nona" ketuk penjaga dipintu kamar hotel yang mereka tempati, Pram mengusap bibir istrinya yang terdapat jejak mereka sebelum membuka lebar pintu kamar.


"tuan besar dan nyonya sudah siap, tuan" tunduk penjaga sesaat setelah Pram membuka pintunya, Pram mengangguk. penjaga perempuan segera masuk untuk membawa barang ke empat baby. Kaila melangkah disamping Pram yang segera menggenggam erat jemarinya, "tuan dan nona kecil sudah berada didalam buggy car yang akan membawa kembali ke bandara" lapor penjaga, Kaila mengangguk tersenyum.


"ngerasa bahagia banget nih dari tadi nggak ilang-ilang senyumnya" toleh Kaila, penjaga Kaila tertawa lebar mengangguk membenarkan perkataan nona mudanya itu.


"apa akan langsung minta cuti panjang begitu sampai rumah" tanya Kaila, "hanya dua hari, non. setelah itu langsung balik lagi, nggak bisa jauh dari tuan dan nona kecil" angguk penjaga Kaila meminta persetujuan nona mudanya.


"bawa keluargamu begitu pulang kembali, sampaikan kepada semua penjaga yang lain tanpa terkecuali. kapannya terserah kesepakatan kalian, harus semuanya tanpa ada alasan apapun. beritahu segera kak Pram atau aku kepastiannya" kata Kaila, "baik non, nanti akan saya laporkan setelah sampai non" angguk penjaga Kaila.


"lama tidak ngumpul bareng kan" senyum Pram, Kaila tersenyum menaiki buggy car terakhir yang telah disiapkan. ia melambaikan tangannya saat berpapasan dengan ke empat baby nya yang mereka mengoceh riang saat kedua orangtuanya lewat.


"aahh, sini anak-anak ku" angkat Kaila dari dalam box bayi, daddy, mommy dan Pram mengambil satu-persatu baby dari dalam box dan meletakkan dibagian atas kaki mereka sambil melihat keluar jendela kabin.


perjalanan kembali dilanjutkan, cuaca terasa hangat oleh sinar matahari yang telah muncul dan menyinari Langit pagi itu. pesawat pribadi yang membawa keluarga Bagaskara telah tiba dibandara kedatangan. buggy car kembali membawa mereka menuju kendaraan yang akan membawa mereka menuju kekediaman Prayoga. ke empat baby Bagaskara telah kembali tertidur tanpa terusik dengan lingkungan sekitar. Kaila membawa baby pertamanya dalam dekapannya begitu juga dengan ketiga buah hatinya yang lain yang berada didalam dekapan ketiga orang terdekatnya.


"sweetie, kita ketemu dirumah" lambai mommy, Kaila mengangguk tersenyum masuk kedalam mobil yang berbeda dari mommy nya. Pram meminta Kaila untuk masuk disisi yang lain, mereka segera melaju beriringan dengan penjaga yang telah lebih dulu melakukan pengamanan.


perjalanan menempuh waktu selama satu jam lebih, karena waktu sudah sore dan traffic jam yang padat membutuhkan waktu yang lebih lama sampai. Kaila menghirup udara sesaat setelah keluar dari mobil, kedua anaknya telah bangun dan melihat sekitar dengan pandangan yang heran. ayah segera keluar dari rumah ketika mendengar suara gaduh dari dalam ketiga rumah, ia berjalan kebawah untuk melihat ada apa, tertegun sesaat saat menuruni tangga ketika melihat Kaila dan Pram keluar dari dalam mobil mendekap baby mereka satu-satu. ia segera mempercepat langkahnya untuk mengambil baby dari tangan Kaila yang memejamkan matanya menghirup udara dalam-dalam.


"Kai" tawa ayah, Kaila membuka matanya dan tersenyum lebar melihat ayah, ayah segera mengambil baby dari tangannya dan memeluknya erat sambil berguncang ke kanan dan kiri. penjaga baby segera mengambil baby dari tangan ayah agar dapat meluapkan rindunya pada Kaila, Pram juga menyerahkan babynya kepada yang lain.


"apa kabar anak-anak ku" senyum ayah lebar. Kaila tertawa pelan menghapus air mata yang turun sendiri, Kalai berlari menuju kearah mereka setelah mendengar dari pekerja rumah bahwa Kaila datang. ayah segera mengangkat kedua jagoan yang dibawa Kaila dan Pram dan mencium pipi keduanya yang gembul. Kalai memeluk saudara kembarnya setelah lama tidak bertemu. "yang dua mana" lepas pelukan Kalai mencari kedua anak Kaila yang lain. "ada bersama mom dan dad di mobil yang berbeda" jawab Kaila tersenyum lebar melihat sekeliling rumah keluarga yang sudah berbeda menjadi lebih indah.

__ADS_1


"ayo, yang" isyarat kepala Pram agar Kaila segera berjalan. "Kirana dan Pramana belum pulang, by. apakah mom pergi ketempat lain dulu" tanya Kaila menoleh kebelakang. Pram berjalan mendekatinya dan memeluknya dari belakang, "tidak. mereka langsung pulang, jangan kuatir karena mereka bersama daddy dan mommy serta penjaga rahasia mereka" kecup ubun-ubun rambut Pram. Kaila menghela nafasnya panjang mengangguk.


"aku hanya tidak tenang jika ke empat baby belum ngumpul, yang" dongak Kaila, Pram menundukkan wajahnya mencium pipi istrinya gemas.


"aku senang melihatmu sekarang lebih peduli dengan sekitar dan mengekspresikan nya melalui perkataan dan perbuatan tanpa memendamnya, aku sangat-sangat beruntung mendapatkanmu honey, walau dengan perjuangan yang tidak sebentar dan berat" kata Pram. Kaila menepuk punggung tangan suaminya.


"aku seorang momi empat baby, yang. tidak mungkin tidak kuatir" gerutu Kaila, Pram tergelak senang mengusap bahu istrinya.


"tuh mereka sudah datang, honey" isyarat kepala Pram, Kaila segera mendekat setelah mobil berhenti sempurna, Pram mengambil alih Pramana dari dekapan mommy nya sedangkan Kaila membantu mommy untuk keluar dari dalam mobil.


"apakah Kirana dan Pramana rewel mom" senyum Kaila, "mereka terlalu antusias melihat semuanya, sweetie. hingga tidak mau duduk tenang" tawa mommy melihat kedua grandson nya selalu melihat ke segala arah dalam dekapan popi dan granddad nya.


"baby, ini udah jam 7 lebih lho, apa kamu tidak capek" toleh Kaila meraih Kirana dari granddad nya. Kirana menggumamkan sesuatu.


"aahh, begitu rupanya, apa kamu senang disini" angguk-angguk Kaila menatap Kirana yang gembul. ia kembali menggumamkan sesuatu, Kaila tertawa dan memeluknya erat.


"hai, semua. aku Kirana dan Pramana" gerakkan tangan Kaila saat mereka sampai diruang tengah keluarga. mereka menoleh dan melihat Kirana yang selalu ceria, Kalai segera meraih tubuh Kirana dari Kaila.


"selamat non Kai, bibik turut bahagia melihat tuan Pram dan nona kembali bersama anak-anak" tatap bik Sum.


"Kai juga senang bersama semuanya kembali, tapi nanti rumah akan tambah hiruk pikuk setiap hari dengan keempat baby itu" tawa Kaila, bik Sum tertawa senang melihat Kaila semakin ceria dan lebih hidup.


"malah senang non, karena biasanya sepi dan seperti tidak ada penghuninya. padahal rumah gede gini" kata bik Sum. Kaila tergelak memeluk bik Sum kembali. "senang bik Sum selalu sehat jadi bisa melihat mereka tumbuh nanti" senyum Kaila mengusap bahu bik Sum yang menemani momi nya, dirinya dan Kalai hingga sekarang dia mempunyai empat baby sekaligus yang gembul.


"yah, dad, mom makanan udah disediakan" hampiri Kaila.


"Kal, suamimu mana" tanya Kaila tidak melihat kehadiran Arga suami Kalai. "tadi dia ada meeting sebentar sekarang sudah dalam perjalanan pulang. aku minta mama dan papa Arga untuk dijemput agar melihat mereka, pasti beliau senang ada gembul empat disini" senyum Kalai, Kaila tertawa kecil mengangguk. para penjaga baby Bagaskara segera mengambil baby agar orang dewasa untuk makan malam.


sebuah mobil berhenti tepat di halaman rumah, Arga dan kedua orangtuanya segera masuk dan ikut larut dalam kebahagiaan kedatangan keluarga Bagaskara.

__ADS_1


"dimana ke empat baby" tanya mama Arga, "mereka baru dibawa kebelakang ma, karena kita akan makan malam terlebih dahulu. mereka baru saja sampai dan tidak memberitahu kepulangannya" senyum Kalai membantu mama Arga untuk duduk bersama-sama.


"besuk pagi ma, kita akan membangunkan untuk muter kompleks" senyum Kaila dari seberang.


"aahh, kebiasaan lama" pandang Pram, Kaila tergelak mendengar perkataan suaminya. "ketika disini kita sering kebelakang mom, ma. untuk bermain dan berbagi rejeki dengan anak-anak yang berada dibelakang" kata Kaila menjelaskan.


"begitu, apa kita adakan kumpul bareng dirumah dengan mengundang mereka" tanya mommy mengerti.


"ide bagus itu jeng, nanti kita ketemu dengan tetangga dirumah" angguk mama Arga antusias. mommy tersenyum lebar mengangguk.


"kita adakan saat mereka libur aktifitas ya mom, ma. biar semuanya berkumpul bersama. hari minggu gimana, itu setelah empat hari lagi. jadi kita bisa mempersiapkan segala sesuatunya dan memberitahu perangkat setempat untuk membuat pengumuman" tanya Kalai, mommy dan mama Arga mengangguk.


"baiklah, aku juga ingin keluarga para pekerja rumah datang dan mengadakan jamuan untuk mereka karena dedikasi mereka dan keluarganya membantu kita" angguk Kaila.


"kalau begitu, bagaimana jika keluarga para pekerja di hari sabtu saja kita mengadakan makan malam dirumah, sedangkan para tetangga pagi harinya, jadi tidak akan saling berbenturan. hari minggu para pekerja dan keluarganya juga masih bisa berinteraksi dengan tetangga juga" tatap mommy.


"Ok mom, nanti kita atur dengan EO yang akan mengurusi agar kita lebih ringan untuk mengaturnya, sedangkan bingkisan akan kita pikirkan sambil jalan" senyum Kaila mengunyah makanan yang disuapi oleh Pram.


"baiklah, sweetie. nanti beritahu mommy dan mama apa saja yang bisa kita lakukan" angguk mommy.


"siap mom, kita akan segera rilis" angguk Kaila menatap Kalai yang menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"ngomong-ngomong Icha dan Davi kenapa tidak terlihat, Saka apa tidak tahu jika kalian pulang" tanya ayah.


"hhmm, nggak mungkin nggak tau yah kalo Saka. kemungkinan dia memberitahu Icha besuk agar tidak bikin heboh malam-malam" beri penjelasan Pram, ayah tertawa pelan mendengar jawaban menantu keduanya itu.


Hai.... Hai..... Hai.... all readers, terimakasih telah mengunjungi karyaku ini.


Luv.... Luv..... Luv..... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya.

__ADS_1


stay healthy all


__ADS_2