
"siang teman-teman" sapa Pram menatap para mahasiswanya dingin "siang mas" sapa mereka balik "bentar lagi kalian akan sibuk mengurus tugas akhir kan, karena kelas ini sebelum kalian ngambil tugas akhir manfaatkan waktu sebaik-baiknya guys. nikmati moments kalian bertemu teman-teman kuliah sebelum masuk dunia kerja. saya akan menemani kalian hingga akhir semester ini" pandang Pram Kaila tersenyum menatap Pram yang berdiri gagah dan mempesona dibawah sana. Icha menyikut lengan Kaila "ngapain ikut tumben" bisik Icha Kaila mengangguk.
"mulai semester depan saya sudah tidak mendampingi mahasiswa lagi jadi semester ini adalah semester terakhir saya menjadi pengajar disini, Ok... guys hari ini kita rileks sejenak" senyum Pram yang langka diperlihatkan pada mahasiswanya, seisi kelas menjadi rame.
"ada yang mau kalian tanyakan selama saya mengajar semester ini masih ada dua minggu lagi kita ketemuan setelah itu kita masuk minggu tenang untuk ujian kemudian kalian bebas mau ngapain aja, ada yang sudah masuk menulis tugas akhir belum" tanya Pram memandang mahasiswanya sambil menyandarkan pantatnya sedikit dimeja melipat kedua tangannya didepan dada beberapa mahasiswa segera mengangkat tangannya Pram menganggukkan kepalanya "bagus, jika sudah memulai tugas akhirnya satu langkah yang hebat teman-teman jangan menyerah, lanjutkan dan berjuang sampai akhir" kata Pram memberikan semangat
"nah apa ada pertanyaan buat saya apapun mumpung saya sedang bahagia" pandang Pram kelas kembali sorak sorai.
"kenapa mas nggak ngajar lagi" tanya seseorang "kenapa nggak boleh." tanya Pram balik "yaa..... sayang kan mas, mas kan termasuk most wanted lecturer dikampus" jawabnya "karena saya mencintai keluarga kecil saya" kata Pram menatap Kaila dibelakang sana, Kaila tersenyum dan mengangguk.
"mas Pram sudah menikah" tanya seseorang Pram terdiam sejenak "tunggu tanggal mainnya saja" angguk Pram. "emang sudah ada calonnya mas" tanya Davi menggoda Pram yang menatap Davi sesaat. "sudah apa kamu mau aku kenalkan" angguk Pram membalas Davi agar Kaila menanggapinya Davi terdiam mati kutu jika dihadapkan dengan Kaila.
"emang dia mau mas" bela Icha melihat Davi dipojokkan "mau banget" angguk Pram, kelas kembali ramai oleh sorak sorai. Pram tertawa kecil "kalian ini sungguh senang sekali sih mengulik kehidupan pribadi saya, memang sebegitu menarik yaa...." tanya Pram tidak habis pikir "soalnya mas Pram kan dosen paling muda dan banyak digilai para mahasiswi, kita-kita ini jadi semangat kalo diajar mas Pram apalagi tau kalo mas Pram masih single tambah heboh tuh mahasiswi kampus ini dari ujung ke ujung" terang seorang mahasiswi yang seringkali mencoba menarik perhatian Pram saat mengajar teman-temannya bersorak mengerjainya.
"kalo saya masih single kenapa" tanya Pram kembali "ya.... kali aja ada mahasiswi yang mas Pram suka terus menjadi some one spesialnya mas Pram" katanya lagi. Pram mengangguk "ada pertanyaan lagi nggak" tanya Pram memandang mahasiswanya. Kaila mengangkat tangannya. "jika mas Pram menyukai seorang gadis apa yang akan mas Pram lakukan untuk menarik perhatiannya padahal kita tahu ada banyak gadis-gadis lain yang mengejar mas pram" tanya Kaila menatap Pram tersenyum, Pram tersenyum menatap Kaila "seperti aku memperlakukanmu" jawab Pram lugas menatap Kaila tanpa berkedip. kelas seketika ramai dengan tepuk tangan dan sorak sorai yang terdengar sampai luar kelas, Pram menaikkan tangannya keatas agar mereka berhenti membuat kegaduhan.
"ada lagi" tanya Pram menatap mahasiswanya "kapan-kapan boleh main kerumah nggak mas" tanya seseorang, Pram menganggukkan kepalanya "boleh asal dapat melewati security depan kompleks rumah saya" angguk Pram
"mas Pram akan pergi untuk sekolah lagi" tanya seseorang, Pram menggeleng "saya sudah menamatkan S2 saya, yang saya inginkan adalah membahagiakan keluarga kecil saya dan menikmati hidup bukankah itu tujuan kita jika kita hanya melihat duniawi maka kita tidak akan melihat surga yang ada disekitar kita" pandang Pram "bersama dengan teman-teman yang kita anggap sudah menjadi keluarga, keluarga kita, orang tua kita bahkan jika kita punya anak nanti kita hanya akan menghabiskan waktu dengan mereka kan. saya tidak mau menyesal meninggalkan hal yang berharga bagi saya di hidup ini melihat orang yang kita sayangi malah menderita dan tidak dapat kita raih, bagi saya itu sangat menyakitkan" tatap Pram mereka semua terdiam mendengarkan perkataan Pram.
"kita terkadang memandang uang terlalu berlebihan jika kita tidak memiliki uang bagaimana kita bertahan hidup jika kita tidak sekolah tinggi bagaimana kita akan menapaki hari esok" kata pram "tapi tahukah kalian guys saat kalian meraih semua itu ada orang-orang yang membantu, ada orang lain yang berkorban untuk kita, melakukan yang terbaik agar kita meraih apa yang kita mau. orangtua kita, keluarga kita yang lain" kata Pram.
__ADS_1
"seharusnya kalian bangga bisa sampai tahap ini dan sebentar lagi kalian akan mengerjakan tugas akhir menyelesaikan kuliah dan memulai babak baru kehidupan lain" kata Pram. "banggakan kedua orangtua kalian dengan meraih gelar yang harus kalian dapatkan tidak lama lagi dengan itu saja orang tua kalian akan sangat bangga dan itu sudah membayar lunas perjuangan mereka sampai kalian lulus nanti" kata Pram, Kaila meneteskan airmata Icha menyodorkan tissue ke tangan Kaila.
"boleh kah memberi semangat untuk kalian menjadi orang yang lebih baik menjadi orang yang membanggakan orang tua kalian" tanya Pram, Davi berdiri dan bertepuk tangan memberi semangat pada yang lain mereka akhirnya berdiri dan bertepuk tangan untuk menyemangati diri mereka sendiri Kaila menyeruput coklat dinginnya kala anak-anak yang lain bertepuk tangan mendengar motivasi dari Pram, Icha menoleh melihat kelakuan Kaila yang nyengir menatap Icha balik.
"ke kantin kuy" pandang Davi setelah kelas Pram berakhir. "he.....em aku mau coklat dingin" angguk Kaila bersemangat. "pawang mu udah ngasih ijin belum" tanya Davi "cuekin aja tau kalo aku bareng kalian ini juga udah makan siang paling nanti nyariin." kibas tangan Kaila bersemangat menuju kantin, Icha yang melihat Kaila berjalan ringan menjadi was-was takut jatuh. "Kaila" seru Icha nggak kuat Kaila menoleh menatap Icha, "nggak papa Cha, ayok ah.... kamu lelet sih sekarang keburu cair coklat dinginnya" pandang Kaila jengah Icha mempercepat langkahnya menghampiri Kaila menggenggam erat tangannya agar tidak berjalan tergesa-gesa Davi mengekori langkah mereka berdua.
"Dav" panggil Bram dan sakti mereka menoleh berhenti "ke kantin kan.... yuk kita bareng dah lama nggak ngliat Kaila dan Icha kan kangen nggak barengan lama" senyum Bram. "Ok" angguk Kaila dingin, Pram melihat dari kejauhan saat Kaila dan yang lainnya pergi ke kantin, Kaila menghubungi dirinya "hallo honey" sapa Pram.
"by, aku mau ke kantin bareng Icha, Davi, Bram dan sakti mau ikut nggak" tanya Kaila.
"boleh, aku naruh bawaan diruangan dulu nanti aku susul" senyum Pram melihat Kaila yang berjalan menjauh tanpa tahu dirinya.
"pesen apa" tanya Kaila "siomay" jawab Davi Kaila mengangguk berjalan kearah tukang siomay, Icha mengekori nya "mau apa Cha" toleh Kaila meraih beberapa buah-buahan dan membayarnya sekalian di mamang buah. "kamu mau bakso nggak Kai" tanya Icha Kaila menggeleng memperlihatkan buah-buahan yang dibelinya "minumnya apa Kai" tanya Icha memperlihatkan menu juice. "coklat dingin aja" geleng Kaila "aku ambilin minuman instan box dingin aja ya" pandang Icha, Kaila mengangguk membawa buah-buahan ke meja mereka, siomay sudah datang sedang disantap Davi "aku udah membayar sekalian tadi Kai" kata Davi "Ok" angguk Kaila memakan buahnya "ambillah jika kalian mau segini banyaknya juga" senyum Kaila "kamu nggak makan Kai, apa kenyang kalo makan buah gini" tanya Bram.
"tadi pagi udah sarapan nasi goreng kalo siang suka eneg makan nasi jadi makan buah aja tuh Icha beli bakso" kata Kaila cuek Icha datang membawa beberapa kemasan box kecil coklat dingin "banyaknya cha" kata sakti memandang kemasan box coklat dingin sekali minum yang dibawa Icha "sekali sruput udah abis Ti daripada bolak-balik mending sekalian aja" kata Icha, Kaila membukanya satu "seger cha" senyum Kaila Icha tersenyum dan mengangguk mengambil satu.
"kapan kamu sidang Kai" tanya Davi "rencananya kamis depan Dav, jam 9 sama mas Ari, Bu Ratna dan kak Pram tadi udah disetujui oleh mas Ari" kata Kaila. "okelah aku akan menjadi suporter paling oke" senyum Davi "jangan aneh-aneh tapinya Dav, aku nggak mau mood ku berantakan" sungut Kaila "tenang bu bos aku kalem aja" cengir Davi.
"kamu sudah mau sidang Kai cepet amat" kerut Bram. "kita udah 3,5 tahun kuliah Bram nggak kerasa ya....." angguk Kaila "iya.... kah, aku kira kita baru dua tahun disini" tergelak Bram tidak sadar "makanya jangan ngurusin BEM melulu selesain kuliahnya terus cari pasangan yang mau diajak nikah" kata Davi. "sebenarnya juga mau kuliah cepet tapi banyak yang menghalangi" tawa Bram mereka tersenyum.
"kalo cari pasangan mah selalu Dav, tapi orangnya cuek aja kagak merespon" lirik Bram ke Kaila, Icha tidak sengaja melihat Pram yang berjalan mendekat kearah mereka.
__ADS_1
"dah makan" tanya Pram duduk didepan Kaila yang memperlihatkan yang ada didepannya "mau makan" tanya Kaila menatap Pram menggeleng pelan memakan buah-buahan Kaila.
"tumben mas Pram gabung ma kita dikantin" tanya Sakti "sesekali Ti bentar lagi kan mas Pram mau resign jadi dosen saat tugas akhir nanti kita udah nggak diajar sama mas Pram lho" jawab Icha sambil makan bakso, Bram tersedak "yang bener mas kenapa.... kan baru sebentar disini" tanya Bram nggak percaya. "yang dicari udah ketemu" cerocos Davi sambil kepedasan karena makan siomay mencari air mineralnya meneguknya hingga habis tak bersisa.
"lha emang ngilang kok pake ditemuin" kata Sakti "berarti partnermu naik gunung berkurang satu dong Dav kalau Kaila selesai kuliahnya" tatap Sakti "dateng aja kerumahnya" kata Bram Davi tertawa kecil "kalian belum liat pawangnya sih serem banget..... ayahnya aja lewat, lecet dikit aja pengawalnya pada gerak cepat" kata Davi melebih-lebihkan cerita, Kaila tersenyum lebar menyeruput coklat dinginnya. "habis cha" pandang Kaila Pram menyodorkan punyanya, Kaila menyeruputnya sampai habis. "suka banget sama coklat Kai, bukannya kamu sukanya teh manis dingin dan panas" tanya Bram heran "lagi pingin Bram bosen teh manis terus" kata Kaila.
"mau lagi" tanya Pram Kaila mengangguk "bentar aku beliin" kata Pram beranjak dari tempat duduknya "sama buahnya lagi" kata Kaila Pram mengangguk pergi "baik ya mas Pram disuruh Kaila mau aja" kata Sakti, Icha dan Davi tersenyum ditahan. "besuk kamis jangan lupa dateng lho Cha" pandang Kaila bertopang dagu menanti Pram, Icha menaikkan ibu jemarinya tanda Ok. "aku nanti sore mau ketemu kak Saka mau ikutan nggak" tatap Icha "jam berapa" tanya Kaila menyeka keringatnya. "Kai kamu kenapa" tanya Icha mengelap keringat Kaila yang ada dileher.
"nggak tau nih gerah banget nggak sih kalian" tanya Kaila menyeka peluhnya Pram datang dan melihat Kaila yang berkeringat "kegerahan" pandang Pram Kaila mengangguk "Dav, aku pulang duluan" pamit Icha meraih tangan Kaila meninggalkan kantin segera, Davi mengangguk cepat.
"kamu nggak tahan panas Kai kasihan triplet gerah cuaca memang agak terik mereka bertiga didalam Kai jadi temperatur suhu badanmu cepat panas" seka peluh Icha. Pram segera berlari menuju ruangannya mengambil perlengkapan serta kunci mobil. "tunggu disini Kai mas Pram baru ngambil mobil" dudukin Icha ditaman depan tak lama Pram sudah berada didepan mereka, Icha membuka pintu Kaila masuk kedalam.
"makasih cha aku pulang dulu nanti kabari kalo udah sampai sama kak Saka nanti nyusul kesana" kata Kaila menutup pintu dan membuka kaca mobil Pram segera memakaikan seat belt Kaila Icha mengangguk dan melambaikan tangannya mobil Pram meninggalkan halaman kampus. "masih gerah, sayang" tanya Pram Kaila menggeleng membuka beberapa kancing kemejanya merasa lega "apa sebegitu panasnya" tanya Pram melihat Kaila. "tidak by, tapi kurasa underwear bra yang kupakai kurang besar"geleng Kaila, Pram tertawa pelan "itu karena punyamu tambah montok" toleh Pram, Kaila memukul bahu Pram pelan "lha.... kan kamu sudah mulai memproduksi ASI honey makanya serasa sesak menggunakan bra yang biasa kamu pake" terang Pram Kaila mengangguk.
tiba dirumah Kaila segera kekamar tanpa menunggu Pram membersihkan dirinya di bathroom dan keluar walk closet menggunakan Jogger dan t-shirt Pram yang besar "kenapa yang besar honey" kerut Pram menatap Kaila. "aku nggak memakai underwear bra by, lebih nyaman begini" jawab Kaila, Pram mengangguk menuju bathroom.
hai.... hai.... hai..... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa.... karya pertama ku.
luv..... luv.... luv.... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
thanks a lot pisang sekebon...😘
__ADS_1