Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 30


__ADS_3

"apapun yang terjadi, kita harus kuat dan bisa menghadapinya" kata Pram mengusap rambut Kaila yang memeluk Pram erat. "apakah aku bisa kak" tanya Kaila merasa tidak sanggup untuk menghadapi dirinya sendiri, "tentu saja kamu bisa, kita akan terus mencoba dan menjalani takdir yang Tuhan beri untuk kita berdua" angguk Pram menyakinkan Kaila, "berapapun banyaknya cobaan dan rintangan yang harus kita hadapi, kita harus selalu berusaha dan berdoa kau juga harus selalu berusaha untuk menggenggam tanganku jika aku melakukan sesuatu yang salah jangan lepaskan tanganmu" senyum Pram mengecupi ubun-ubun rambut Kaila.


Kaila mengerutkan keningnya "maksud kakak apa, apakah yang dikatakan mommy benar, kakak sudah tidak perjaka" pandang Kaila tajam menatap Pram yang tergelak mendengar ucapan Kaila, menyatukan kening mereka berdua. "aku hanya melakukan denganmu Kai dan hanya akan melakukan denganmu karena kau sudah menjadi candu ku saat aku menyentuhmu pertama kali" kecup kening Pram, "apapun yang terjadi kita akan selalu saling menggenggam tangan, jika salah satu dari kita jatuh kita akan saling menarik satu sama lain" tatap Pram melihat Kaila yang sudah menutup matanya karena kelelahan menenangkan dirinya tadi.


Pram tersenyum dan memposisikan tubuh Kaila agar tidur dengan nyaman di ranjangnya. menutupi dengan cover bed, mengatur suhu ruangan sedikit lebih dingin agar Kaila tidur dengan nyenyak. ia beranjak pelan keluar dari kamar, sebelum menutup pintu ia kembali mengecek keadaan Kaila dan pelan-pelan menutup pintu kamarnya.


"bagaimana keadaannya, anak nakal" tepuk punggung mommy tiba-tiba, Pram membalikkan badannya kaget.


"astaga mom, mau apa anaknya yang ganteng ini jantungan" kata Pram melihat mommynya, "idih...... belum juga memberi mommy cucu udah punya penyakit jantung aja" cibir mommy mengibaskan tangannya menatap Pram yang memeluk mommy nya lembut, "sebentar lagi mommy punya cucu, ini lagi dalam proses menuju kesana" goyang-goyang badan Pram kekanan dan kekiri.


"ini anak kalo ngomong kagak pernah disaring....." pukul punggung mommy. "aaauuu..... mom sakit" kebas Pram memegang punggungnya , "ini juga menunggu Saka mengerjakan semuanya mom, jika sudah selesai maka kita tinggal melaksanakan private party dirumah saja mungkin dua atau tiga hari lagi" jawab Pram. "lha kamu mengerjakan apa untuk persiapan pernikahanmu, jika apa-apa harus Saka sepupumu yang melakukannya apa dia juga yang akan jadi pengantin laki-laki nya nanti" tanya mommy kesal. "mommy kalo ngomong suka begitu sama anaknya iihhhh.... aku yang akan jadi suami Kaila kalau Saka sudah punya calon dan merupakan sahabatnya Kaila, mahasiswi ku juga" jelas Pram.


mommy membelalakkan matanya "yang bener kak, anak itu juga bisa menyukai seorang gadis, apa kalian janjian biar double date atau memang kalian tidak bisa mencari gadis lain haaa...." tanya mommy kepo. Pram berjalan santai meninggalkan mommy yang pingin tahu menuju kebawah untuk makan siang. "Pramudya Bagaskara" teriak mommy menyusul Pram yang meninggalkannya begitu saja tanpa menjawabnya. "Zaskia Bagaskara" lihat daddy dari kejauhan, mommy menoleh dan tersenyum berjalan mendekati suaminya.


"kenapa sudah pulang dad, jam berapa ini" peluk mommy, daddy mengecup kening mommy sayang. "aku mendengar anakmu sudah pulang membawa menantu kita" senyum daddy, mommy memukul bahu suaminya pelan. "sembarangan kalo ngomong, kita membuatnya bersama kenapa hanya anakku" tanya mommy menatap wajah suaminya, daddy tertawa menggelegar, memeluk tubuh istrinya lembut, Pram yang melihatnya merasa senang setiap kali orang tuanya selalu menunjukkan sikap mesranya dihadapan anak-anak nya, hingga adiknya dulu selalu cemberut melihat orang tuanya menunjukkan kemesraan didepan mereka berdua. sejak adik perempuannya mengalami kecelakaan, daddy selalu menuruti dan memanjakan mommy dimana dan kapanpun mereka berada. Pram berharap dia dan Kaila bisa seperti kedua orangtuanya.

__ADS_1


"mom... dad... ingat disini ada anakmu yang tampannya tak tertandingi ini sedang menunggu kailan untuk makan siang bersama" seru Pram. "ish.... dasar anak kurang ajar mengganggu orang tuanya aja" kata daddy mendekat sambil terus memeluk istrinya, "kalian sebelas dua belas kelakuannya" sungut mommy menyiapkan makanan buat kedua orang yang disayangi nya.


"Kaila nggak ikut makan" tanya Daddy memandang Pram, Pram menggeleng, "Kaila baru saja tidur, sehabis menangis melepaskan segala beban dipundaknya" makan Pram. "apakah kamu berusaha menenangkan nya kak" tanya daddy, Pram mengangguk "tentu saja dad, selama ini Pram melakukannya" jawab Pram. daddy manggut-manggut, "bagus, jangan kasih kendor, itu jurus paling ampuh dari keluarga Bagaskara" kata daddy. "kalian ini.... kalo ngomong kenapa nggak dicerna dulu" kesal mommy melihat mereka berdua yang sama saja. "itu kenyataannya honey, jangan marah" senyum daddy mengelus punggung tangan mommy.


"apa rencana mu berjalan lancar" tanya daddy memakan makan siangnya. Pram mengangguk meminum air mineralnya "hampir selesai dad, keluarga Kaila akan datang besuk dan menginap dirumah kita yang lain" jawab Pram. "prosesi pernikahan akan diadakan dirumah ini, hanya keluarga dan teman dekat saja sesuai dengan kesepakatan awal" lanjut Pram, "apa yang harus mommy lakukan kak" tanya mommy. "semuanya sudah ada yang mengatur mom, mommy hanya perlu bersenang-senang dengan Kaila, habiskan kartu yang diberikan oleh daddy, Kaila juga sudah lama aku berikan kartu yang sama seperti punya mommy tapi belum pernah dia gunakan" jawab Pram. "berarti dia gadis yang baik tidak mau menggunakan sesuatu yang bukan haknya" ucap daddy. "dia yang selalu tidak mau melihatku dad" kata Pram mengingat saat pertama kali bertemu Kaila tidak menganggap keberadaannya.


mommy tertawa, "apakah karena itu kamu menyukainya" tanya mommy pingin tahu, Pram menggeleng pelan "tidak, karena dia yang membuat hatiku tidak bisa melihat gadis lain" jawab Pram lugas. mommy dan daddy tertawa.


"mana Pramudya Bagaskara yang terkenal dingin dan cuek sama gadis-gadis haa.... mana cowok tampan yang katanya bisa memikat gadis manapun" tawa daddy mengejek putra satu-satunya itu, Pram ikutan tertawa mendengar candaan kedua orang tuanya. "tapi dad senang akhirnya diusia mu yang sudah matang ini kamu menemukan gadis yang baik yang akan menemanimu menua bersama" kata daddy serius, Pram mengangguk. "apakah Kaila mau denganmu, itu pertanyaan yang penting kak" kata mommy menggoda Pram lagi. "oh.... Gosh... mom, tentu saja dia mencintaiku sebelum kesini dibandara dia tiba-tiba mengatakan mencintaiku, selama kita bersama baru kali itu dia mengatakan hal itu kepadaku" kata Pram kesal. "berarti kemarin-kemarin Kaila tidak mencintaimu kan son" tambah daddy menggoda Pram, kapan lagi dia mengerjai anaknya yang terkenal enggan berdekatan dengan perempuan manapun saking dinginnya dan selalu saja bekerja siang malam.


Daddy mengelus punggung tangan mommy. "it's all right honey" senyum daddy, mommy m tersenyum mengangguk menatap daddy, Pram memandang mommy nya sedih.


"katakan pada mommy kak, bagaimana bisa Saka menyukai sahabat Kaila" alih mommy agar tidak larut dalam kesedihan mengingat anak perempuan nya yang telah lama meninggalkan mereka selama-lamanya. "apa.... Saka juga punya calon dan sahabat Kaila" ulang daddy, mommy mengangguk membenarkan perkataan suaminya.


"itu tadi yang membuatku berteriak padanya, karena tidak mau menjawab pertanyaan ku" jawab mommy. "dia sudah lama mengenal sahabat Kaila, Icha namanya, mom and dad melihatnya saat kita melamar Kaila kemarin, apa mom and dad lupa, Icha juga ada disana" pandang Pram, "ah iya, gadis yang sedikit lebih kecil daripada Kaila dan saudara kembarnya kan" angguk-angguk mommy mengingat kembali Pram mengangguk, "aahhh..... gadis yang manis, dia lebih ceria daripada Kaila yang pendiam. membuat suasana jadi rame" angguk mommy, Pram kembali menganggukkan kepalanya mendengar penuturan mommynya mengenai Kaila dan icha.

__ADS_1


"cerita kita hampir mirip mom, kami tidak diperhatikan oleh mereka berdua, mereka lebih banyak menghindar daripada berurusan dengan kita" kata Pram pelan, mulai was-was bagaimana reaksi kedua orang tuanya ketika mendengar bahwa dia dan Saka tidak dianggap oleh kedua gadis muda itu, dan benar saja kedua orang tuanya tertawa terbahak-bahak mendengarkan penjelasan Pram yang sangat mengenaskan. bagaimana tidak, mereka adalah laki-laki dengan tampang diatas rata-rata laki-laki lainnya alias laki-laki tampan yang digilai banyak perempuan, ditambah dengan kehidupan mereka yang sudah sangat mapan, tajir melintir, mau apapun akan mereka dapatkan dengan cepat.


"I see... jadi besuk dad akan melihat seperti apa kalian dibuat jatuh cinta oleh mereka" angguk Ayah, Pram mengangkat bahunya tanda pasrah melihat daddy yang pastinya akan mengerjai mereka karena tidak berkutik dihadapan dua gadis belia itu. mommy senyum melihat Pram.


hai hai hai... para readers, love you all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak hehehehehe..


selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat.


ciehhh... udah kayak mau tampil dikondangan aja nih hahahaha...


dukung yaaa... karya pertama ku.


love...love...love all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..


thanks a lot pisang sekebon...😘

__ADS_1


__ADS_2