Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 29


__ADS_3

mobil yang membawa Pram dan Kaila memasuki halaman rumah yang berarsitektur klasik dengan tipikal halaman yang luas untuk ukuran Kaila. "selamat datang di kediaman Bagaskara, rumah keduamu" kata Pram. menghentikan mobilnya didepan garasi, seorang pria segera menghampiri mereka. Pram keluar, pria itu menundukkan wajahnya saat melihat Pram. "lama tidak bertemu paman" senyum Pram. pria itu mengangguk hormat dan tersenyum, "selamat datang tuan muda" salam pria itu, sambil merentangkan tangannya mempersilahkan Pram untuk masuk kedalam. Kaila keluar dari mobil dan menatap pria yang sudah terlihat berumur melebihi ayahnya yang juga tersenyum menatapnya. "perkenalkan honey, ini paman Din yang menemani mom dan dad mengurus rumah" pandang Pram mendekat dan meraih jemari tangan Kaila untuk masuk kedalam, Kaila mengangguk sopan dan tersenyum.


paman Din menunduk hormat, melihat Kaila yang tangannya digenggam Pram, menandakan bahwa keberadaan gadis itu memiliki peran penting dalam kehidupan tuan mudanya, seorang Pramudya Bagaskara yang terkenal dingin dan arogan terhadap orang lain. "aku pulang aja ya kak, disini aku merasa kecil" kata Kaila pelan, merasa tidak pantas untuk bersama dengan Pram yang jauh dari kehidupannya sehari-hari, keluarganya memang berkecukupan, namun bukan siapa-siapa jika dibandingkan dengan keluarga Pramudya Bagaskara yang jauh lebih terpandang, Pram lebih mempererat genggaman tangannya tidak memperdulikan omongan Kaila dan terus melangkah masuk. "jangan berpikir macam-macam honey, dirimu adalah yang terbaik untukku dan tentu saja aku memang yang terbaik untukmu, hanya dirimu" senyum Pram menyombongkan dirinya sendiri, membuat Kaila memutar bola matanya jengah. "terlalu percaya diri sekali kamu kak" jawab Kaila memajukan bibirnya, Pram menarik mulut Kaila lembut. "isshhh......" halau tangan Kaila memukul bahu Pram keras hingga Pram tertawa lebar.


"Kaila, kamu sudah sampai sayang" lihat mommy saat mereka sampai diruang tengah, Kaila mendekat, mencium tangan mommy dan memeluknya hangat, mommy mengelus-elus punggung Kaila, "kamu baik-baik saja sayang. Pram tidak membuatmu menderita kan" cecar pertanyaan mommy sambil memutar-mutar badan Kaila melihat menantunya apakah ada yang terluka atau berkurang sesuatu, Pram menghempaskan tubuhnya disofa yang terlihat elegan nan mewah. "mom, kenapa Kaila harus terluka, aku menjaganya dengan baik. harusnya sih dia berkata ahhh.... ihhh.... karena senang" senyum Pram menggoda kedua wanita yang disayangi nya.


"mulutnya lemes banget sih kak" pukul bahu Kaila pelan, merasa malu dan kesal karena Pram mengatakan hal yang tidak-tidak didepan mommy nya. membuatnya tidak tahu harus menyembunyikan dimana wajahnya sekarang dihadapan mommy Pram, mommy tertawa lebar mendengar gurauan anak laki-lakinya.


paman Din datang membawa minuman dan kudapan. "makasih uncle Din" senyum mommy, paman Din memberi hormat sambil berlalu pergi. "tau nih anak siapa, ngomong kok nggak disaring keseringan hangout sama Saka, Junot dan Tigor yang sering gonta-ganti pasangan sih tau tuh masih orisinil apa enggak" goda mommy ingin melihat reaksi Pram ketika dikerjai balik mommy nya. Kaila membelalakkan matanya bulat-bulat, memandang Pram sambil menyilangkan kedua tangan nya didepan dada, bergidik ngeri mendengar ucapan mommy, tubuhnya merapat ke mommy menghindari pandangan Pram, Pram tersedak teh dan batuk-batuk.


"what..... mommy come on...." dengus Pram tak percaya mommy nya mengatakan hal itu didepan Kaila sehingga ia terlihat mempercayai ucapan mommy. "honey, percaya padaku. aku hanya melakukan nya dengan mu nanti" dekat Pram, Kaila menggeleng dan mundur teratur berdiri dibelakang mommy yang tertawa tertahan melihat Pram yang gusar.

__ADS_1


"mom, dimana kamarku aku ingin mandi" kata Kaila mengikuti permainan mommy yang melihatnya tersenyum. "aahhhh.... di kamarku saja" kata Pram cepat takut Kaila akan pergi meninggalkannya, Kaila menggelengkan kepalanya dengan cepat. "tidak, aku ingin kamarku sendiri" jawab Kaila mengibaskan tangannya meminta Pram untuk menjauh darinya, "honey.... jangan percaya mommy, aku tidak pernah menyentuh wanita manapun" kata Pram menyugar rambutnya kebelakang, mommy dan Kaila saling berpandangan dan berpegangan tangan meninggalkan Pram sendirian diruang tengah. "ayolah Kai..... mommy cuman bercanda" teriak Pram, Kaila melambaikan tangannya tidak mau menggubrisnya.


"Kai sayang, kamarmu ada disebelah Pram, tapi jangan kasih tau Pram, kita buat dia keki" tawa mommy pelan, Kaila mengangguk dan mengedipkan mata memberi tanda Ok. "mom, aku mau mandi dulu" pandang Kaila mau masuk kekamar, mommy mengangguk dan pergi meninggalkan Kaila didepan kamar. ia masuk kedalam dan segera membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena seharian tidak mandi, dengan masih mengenakan bathrobe


Kaila memandang jendela melihat kota London siang hari menghirup udara yang segar dan menyejukkan. memasuki musim semi, bunga-bunga bermekaran cantik dan warna-warni, Kaila menyandarkan tubuhnya disisi jendela tidak menyangka akan berada jauh dari ayah dan Kalai yang berada dibelahan bumi lain, tak sadar air mata telah menetes di pipinya.


ia menghembuskan nafas panjang memikirkan semuanya, jalan yang dia lalui sampai hari ini tidak lah semudah membalikkan telapak tangan ada banyak cerita didalamnya ketika dia sudah merasa nyaman jalan dengan Arga dan ingin memulai lembaran baru takdir membawanya ke fase kehidupan yang lain membuatnya harus menghadapi berbagai cobaan agar dia menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


disaat dirinya harus mengalami begitu banyak kejadian yang membuatnya rapuh, dikhianati dan putus asa, dia mau tidak mau harus bangkit dan setengah berlari untuk tegak berdiri menghadapi takdirnya. apapun yang dia lalui tetap saja ia adalah seorang manusia biasa yang punya rasa marah, sakit dan terluka, sebagai seorang gadis dia juga butuh cinta, kasih sayang dan kelembutan yang justru direnggut darinya secara paksa bukan karena cinta yang membuatnya sakit tapi rasa dikhianati yang teramat sangat dalam membuat dia menjadi sosok yang rapuh saat ini. sebaik apapun ia menyembunyikannya, ketika dia sendirian akan kembali menganga luka pilu dihatinya semua yang terjadi pada dirinya akhir-akhir ini membuatnya merasa benar-benar hancur, airmata Kaila menetes dengan deras, ia terus saja mengusapnya namun air matanya tidak mau berhenti. "oh Tuhan" tangis Kaila sesenggukan hingga dirinya terduduk dibawah jendela karena tidak kuat menopang tubuhnya yang lemas tidak berdaya. Kaila menangis sejadi-jadinya meratapi segala kemelut dan gejolak dihatinya.


Pram mencari Kaila kuatir jika terjadi sesuatu dengannya dia tahu jika Kaila masih memiliki beban rasa dikhianati tegar dihadapan orang lain namun disaat dia sendirian maka dia akan kembali tenggelam dalam kesedihan dan menyalahkan dirinya sendiri, menganggap bahwa dirinya tidak berarti dan akan membuat dia menangis berkepanjangan. "mom dimana Kai, aku takut terjadi sesuatu dengannya" duduk Pram disamping mommy. "kenapa apakah dia masih mengalami masa-masa sulit karena saudaranya" pandang mommy. "no mom, dia hanya merasa insecure karena pengkhianatan, rasa bersalah pada dirinya sendiri" geleng Pram, "dia berada dikamar samping kamarmu kak" kata mommy.

__ADS_1


Pram segera melesat menuju kamar yang ditempati Kaila, dia merasakan hal buruk terjadi pada diri Kaila. Pram membuka pintu dengan tergesa-gesa, ia mendapati Kaila tengah terduduk dengan keadaan yang memilukan, air mata terus keluar dalam diam, ia segera berlari kearah Kaila dan mendekapnya erat mengangkat tubuh Kaila yang lemas dengan masih memakai bathrobe nya. Pram membuka pintu ruangan Kaila dengan keras dan berpindah ke ruangannya yang letaknya disamping kamar Kaila, Pram meletakkan Kaila di ranjang dan segera menuju walk closet untuk mengambil t-shirt dan celana joger. Pram dengan cekatan memakaikan pakaian Kaila dan membersihkan airmata yang terus menetes di pipinya, memeluknya erat sambil terus mengecup rambutnya dan mengelus-elus punggungnya.


Kaila memeluk Pram dan mulai menangis mengeluarkan suara yang semakin lama semakin keras, untung saja kamarnya kedap suara sehingga siapapun tidak akan mendengar suara tangis Kaila yang menyayat hati, Pram seperti disayat sembilu melihat Kaila yang kembali dititik terendahnya, ini sudah yang ketiga kalinya dia mendapati Kaila terpuruk. saat dia mengetahui Arga dan Kalai mengkhianatinya, saat harus menghadapi sendiri pernikahan saudaranya itu dan sekarang dia melihat Kaila terpuruk kembali dirumahnya sendiri, Pram menghembuskan nafasnya, menyeka airmata yang tidak tahu kapan menetes begitu saja.


"lepaskan beban di hatimu, yang. lepaskan yang jauh, jika kamu masih menyimpan dendam maka bukan hanya dirimu yang sakit, tapi aku juga akan semakin sakit melihatmu seperti ini" kecup Pram menenangkan Kaila, lama kelamaan Kaila mulai tersadar kembali, ia melihat keadaan sekitarnya. Pram yang terus-menerus menguatkan dirinya sambil memeluk dan mengusap-usap punggungnya memberikan kalimat-kalimat yang menenangkan dan menyemangati dirinya, membuatnya tersadar. "tinggalkan aku kak, aku tidak pantas untukmu, kau akan mendapatkan yang lebih baik dariku" ujar Kaila meronta-ronta agar Pram melepaskan pelukannya, "tidak, banyak yang lebih baik darimu Kai, banyak yang menyukaiku melebihi dirimu. tapi apa kamu tau hatiku yang memilihmu, hatiku yang melihatmu saat pertama kali mataku melihatmu, hatiku yang mengatakan aku mencintaimu. apakah aku salah memilihmu untuk menjadi belahan jiwaku" pandang Pram menangkup kedua pipi Kaila agar Kaila tidak merasa dirinya rendah. "apa karena hatimu sakit maka aku juga harus sakit" tanya Pram. "sampai kapan kamu rapuh dan sakit yang kau pendam di hatimu. apa kamu juga tidak berhak bahagia, kamu juga harus bahagia honey, beri dirimu kesempatan untuk lebih bahagia dari sebelumnya, dia tidak pantas untuk kamu pikirkan terus" kata Pram memberi kekuatan.


"jika kamu masih menyimpan rasa sakit, yang akan mati bukan hanya dirimu tapi aku juga akan kehilangan jiwaku karena separuh jiwaku pergi mengerti, Kai" kata Pram menatap Kaila lembut. "ingatlah bahwa ayah juga merasakan hal yang sama saat mommy mu pergi meninggalkannya selama-lamanya, apakah kamu tahu bagaimana menderitanya ayah" tanya Pram, Kaila meneteskan airmata kembali Pram menghapus airmata dengan ibu jarinya. "apakah kau tahu bagaimana daddy menenangkan mommy yang kehilangan adik perempuanku dalam kecelakaan sepulang sekolah" pandang Pram serak. "apa kau tahu bagaimana hancurnya hatiku melihatmu terpuruk dan tak berdaya beberapa kali" pandang Pram nanar.


"jika kita boleh memilih, kita tidak mau merasakan kesedihan, kepahitan, pengkhianatan atau hal-hal yang membuat kita sakit, tidak akan ada orang yang mau mengalaminya Kai" kata Pram. "apapun yang terjadi, kita harus kuat dan bisa menghadapinya" kata Pram menatap Kaila. "lepaskan sakit dan dendam disini Kai, lepaskan. maka kamu akan menemukan cahaya yang menuntun mu untuk kembali" kata Pram meletakkan tangannya didada Kaila yang tidak baik-baik saja.


hai..... hai..... hai..... all readers terimakasih telah berkunjung ke karyaku, terimakasih banyak atas dukungannya.

__ADS_1


luv..... luv..... luv..... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya.


stay healthy all


__ADS_2