Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 100


__ADS_3

"yang" seru Pram. "Aku di dapur, by" balas Kaila, Pram melangkah menuju dapur yang berada didekat ruang makan.


"buat apa" duduk Pram di kursi pantry. "ngambil cake ini aja, aku merasa lapar" cengir Kaila mengeluarkan slice cake lembut dari dalam box pendingin. Pram beranjak membantu Kaila memasukkan kembali cake yang tersisa kedalam box pendingin.


"mommy pergi" tanya Pram, Kaila mengangguk mengunyah cake nya pelan. Pram meraih jemari Kaila membawanya ke taman sambil menikmati makanannya. "besuk aku akan melihat perusahaan, apakah kamu mau ikut, yang" tanya Pram. Kaila menatap suaminya. "apa boleh" tanya Kaila. Pram mengangguk, "jika kamu tidak capek dan baik-baik saja maka aku akan mengajakmu" kata Pram, Kaila mengangguk memakan dengan cepat.


Pram mengambil gadgetnya untuk melihat perkembangan perusahan disini. Kaila menatap taman dengan leluasa, "sunyi" gumam Kaila.


"hhmm, tidak ada suara tetangga" gumam Pram, Kaila tertawa pelan.


"yaa. Suara anak-anak yang sedang main bola dibelakang bikin kangen" terawang Kaila menatap taman yang terawat, Pram tersenyum mengamati perangkat elektronik nya.


"Kai" seru Daddy, "di taman dad" balas Kaila. Daddy melangkah dengan cepat "apa kamu mau ikut dad kedepan, kita akan makan disana" kata daddy antusias, Kaila mengangguk menghabiskan makanannya dengan cepat.


"apa begini boleh dad" tanya Kaila, daddy mengangguk. "senyaman mu aja sweetie, daddy lebih menyukainya" senyum daddy, Kaila tersenyum beranjak dengan dibantu Pram.


"apa kamu ikut, by" tanya Kaila. "nee, tidak usah. Dia di rumah saja, ini hanya untuk anak perempuan daddy" geleng daddy menggerakkan jemarinya menolak keberadaan Pram disekitar mereka berdua.


Pram menatap daddy lama, "tidak usah melihat dad begitu" putar bola mata daddy bergegas mendekati Kaila dan membawa bahunya menjauh dari Pram yang hanya bisa menatapnya tajam.


Kaila tersenyum melambaikan tangan kearah suaminya yang hanya diam mematung melihat mereka pergi "istirahat by" seru Kaila, Pram menghela nafasnya berat, "justru jika tidak melihatmu disampingku membuat kuatir setengah mati Kai" tatap Pram nanar.


"apakah kamu suka sweetie" tanya daddy mengunyah makanannya, Kaila menggigitnya pelan dan mengangguk. "enak dad, darimana daddy tau disini ada tempat nongkrong asyik gini" tanya Kaila meminum coklat dinginnya, daddy menoleh melihat para penjaganya.


"dari mereka, daddy minta tolong untuk mencari tempat-tempat disekitar rumah yang asyik untuk kita kunjungi setiap hari" kata daddy. Kaila tertawa kecil mendengar usaha daddy untuk membuatnya senang setiap hari.


"apa Daddy mau membuatku bertambah gendut" tanya Kaila menggembungkan pipinya, daddy tertawa mengelus pipi anak perempuannya itu. "tentu saja, kamu harus sedikit memiliki daging di badan. Kamu terlalu kurus sweetie" angguk daddy.


"dad, aku sudah naik 8 kilo selama membawa keempat baby. Sudah terasa berat saat berjalan dad" kerucut mulut Kaila tidak suka, daddy tertawa lebar.


"tidak masalah, karena kamu terlihat sangat imut dan menggemaskan" geleng kepala daddy.


Kaila mendengus pelan membuat daddy senang. "pasti ayahmu merasa kesepian jika kamu kesini, karena daddy tau gimana senangnya daddy saat kamu disini" senyum daddy, Kaila tersenyum menggenggam jemari daddy memberi perhatian.


"dad, kata kak Pram besuk mau ke perusahaan. kakak mengajakku jika aku tidak lelah dan baik-baik saja" kata Kaila.


"tentu sweetie, jika kamu bosan dirumah kamu boleh kemana saja. Seminggu kamu dirumah kemarin setelah pulang dari rumah sakit mungkin membuatmu bosan" angguk daddy meminum coklat panasnya, Kaila tersenyum mengangguk mengunyah makanannya dengan cepat.


"tidak usah buru-buru sweetie, kita nikmati waktu buat nongkrong, biarin Pram sendirian. Pasti dia sibuk kesana kemari karena kamu tidak ada disekitarnya" senyum daddy membayangkan kelakuan anak laki-lakinya, Kaila tertawa kecil mendengar ucapan daddy.

__ADS_1


"apa kamu sekarang jauh lebih bahagia sweetie" tatap daddy, Kaila tersenyum menatap mertuanya.


"jauh lebih bahagia, dad. Saat melepas segala beban dan Tuhan sudah terlalu baik kepadaku dengan memberi keluarga yang selalu menginginkan kebahagiaan untukku, ditambah lagi dengan kehadiran mereka berempat yang nantinya akan membuat keluarga ayah dan Daddy serta mommy lebih ceria lagi" angguk Kaila, daddy tersenyum mengangguk.


"terimakasih sudah berbahagia dan memberi kami lebih banyak kebahagiaan, Kai" kata daddy menggenggam erat jemari tangan menantu perempuan satu-satunya itu.


"dan tentu saja, kita pasti akan tinggal di Indonesia jika mereka sudah bisa untuk dibawa kembali kesana" minum daddy, Kaila tersenyum lebar.


"kenapa lama dad" lipat tangan Pram didepan dadanya melihat kedatangan dua orang tersebut. Daddy tertawa kecil, "makan nggak bisa buru-buru kan Pram, gimana kalo Kaila tersedak saat buru-buru makan. Siapa nanti yang menyesal" duduk Daddy di sofa tunggal yang ada didekat Pram, Kaila melangkah menuju kedalam. "kemana honey" toleh Pram. Aku ingin kekamar by, meluruskan kaki" kata Kaila, Pram beranjak mengikuti langkah istrinya menuju kekamar yang berada di lantai dasar sejak mereka pindah kemari.


Pram membuka pintu kamar, membiarkan Kaila segera menuju bathroom.


"Kamu ingin mengganti bajumu, yang" perlihatkan Pram pada pakaian ganti yang telah ia siapkan, Zivannya mengangguk. Pram membantu istrinya segera.


"yang, apa kamu baik-baik saja" tanya Pram, Kaila mengangguk menyandarkan tubuhnya diatas ranjang, Pram meraih essentials oil di dekat nakas dan segera memijat kaki istrinya dengan lembut.


"aahh, leganya kakiku" desis Kaila merasakan sensasi sentuhan massage Pram yang menenangkan.


"apa ada kabar dari Indonesia, honey" tatap Pram, Kaila menggeleng. "mungkin mereka sedang sibuk, by. Jadi belum ada waktu untuk menghubungi ku kembali" geleng Kaila. Pram menekan beberapa titik kaki istrinya agar tidak merasa capek lagi.


"mau berangkat jam berapa besuk" tanya Kaila.


"sweetie" ketuk mommy, Pram beranjak membuka pintu. "mommy membawakan mu rujak, tadi ada pertemuan dengan orang Indonesia" senyum mommy. Kaila tertawa bahagian segera turun dari ranjang menghampiri mommy yang berada di pintu ruangan pribadi mereka. mereka mengikuti langkah mommy ke ruang tengah, beberapa pekerja meletakkan rujak dan bumbunya di meja tengah. Kaila duduk di sofa panjang.


"mom, adakah pekerja yang punya keahlian untuk memijat" tanya Pram mendekatkan rujak ke arah Kaila. Mommy menoleh dan mengangguk memberi isyarat kepada paman Din yang segera mengundurkan diri.


"kenapa kamu tidak memberitahu mommy jika ingin pijatan kaki sweetie" senyum mommy. Kaila tersenyum, "biasanya kak Pram yang selalu memijit jika mau tidur mom, ada beberapa pekerja yang bergantian memberikan pertolongan. Terkadang ayah juga sama" jawab Kaila merasakan rujak buah. Paman Din kembali dengan seorang pekerja perempuan yang usianya tidak terlalu jauh dari Pram. Ia segera mendekat saat paman Din memintanya mendekat ke arah Kaila.


"nona, pekerja wanita ini bernama Wiwin, dia sering memijat teman-teman pekerja lain" jelaskan paman Din. Kaila tersenyum mengangguk.


"terimakasih paman Din sudah membuatku merasa senang. Mbak Wiwin minta bantuannya ya" tatap Kaila. Wiwin mengangguk tersenyum segera melakukan pemijatan sederhana di bagian kaki Kaila.


"yang, aku kedalam bentar" sentuh kepala Pram, Kaila mengangguk. Pram segera beranjak dari tempatnya. "sweetie, besuk ikut mom ketemu dengan teman-teman mom" tanya mommy. Kaila membuka matanya menoleh menatap mommy yang berada di depannya.


"kemana mom, apakah akan ada pertemuan kembali" tanya Kaila. "tidak sweetie, kita ingin bertemu saja" geleng mommy.


"besuk Kai akan pergi denganku mom" kata Pram berjalan mendekati mereka, "mau kemana kak" tanya mommy. "ke kantor dad" senyum Pram. Mommy menghela nafas bersandar kebelakang. Puisi


"nggak di Indonesia, nggak di sini kenapa harus ke perusahaan sih" toleh mommy.

__ADS_1


"Pram mau kesana, daripada ninggalin Kai dirumah lebih baik ikut biar Pram lebih tenang" kata Pram.


"ada mommy kak jika dia mau dirumah" tatap mommy gemas. "lha kan tadi mommy mau pergi juga" kata Pram.


"jika Kaila mau dirumah, mommy akan meminta yang lain untuk datang kerumah kak, is it okay" tanya mommy.


"I think that's a good idea" angguk Kaila tersenyum.


"kamu nggak mau sama aku, yang" toleh Pram cepat, "bukan begitu kak. Ada mom yang mau di rumah dengan teman-teman nya jadi ada banyak orang yang menjaga dirumah nanti. Tidak ada yang perlu dikuatirkan bukan. Ibu-ibu semua by, lebih banyak pengalaman bukan jika terjadi sesuatu" kata Kaila.


"lagian lebih baik dirumah bisa sebentar-sebentar rebahan" naik turunkan alis Kaila. Pram menghela nafasnya panjang. mommy tersenyum mengangguk membenarkan perkataan Kaila.


Paman Din mendekat untuk mengetahui lebih lanjut persiapan apa yang diinginkan oleh mommy. Paman Din segera mengangguk dan meninggalkan ruang tengah untuk melaksanakan tugasnya. Mommy berbicara dengan Kaila setelah nya memberitahukan semua permintaan untuk acara besuk, Kaila mengangguk mengerti.


"kenapa malah kayak ada pesta dirumah" kerut Pram. Mommy menggeleng, "hanya beberapa teman yang dekat kak. Mereka datang karena ada urusan disini. Jadi kenapa tidak memperkenalkan anak perempuan mom" senyum mommy. Kaila tergelak melihat ekspresi mom dan Pram yang saling bertolak belakang.


"dad" panggil Pram.


"sudah siap, kak. Kita akan berangkat sekarang" tanya daddy melihat anak laki-lakinya sudah rapi.


"ayo, biar tidak terlalu lama saat disana, Kaila ada dirumah jadi Pram tidak mau meninggalkannya lama-lama" angguk Pram. Daddy tersenyum menepuk punggung Pram.


"nggak usah lebay deh, by. kenapa harus cepat-cepat pulang, aku nggak kemana-mana hanya dirumah aja" elus pipi Kaila melangkah melalui Pram yang sedang berdiri mengobrol dengan daddy. "aku yang tidak mau" geleng Pram, Kaila duduk dan menikmati sarapannya pagi itu.


"mom, jam berapa nanti" tatap Kaila yang melihat mom sarapan dengan tenang. "mungkin menjelang siang, sweetie. Apakah kamu tidak apa-apa" tanya mommy. Kaila mengangguk tersenyum.


"madam" datang paman Din, mommy dan Kaila menoleh, dua orang pekerja perempuan membawa gaun yang akan dipakai oleh mommy dan Kaila. "terimakasih, letakkan di kamar" angguk mommy memperhatikan pakaian yang dibawa. Mereka mengangguk dan segera melaksanakan permintaan mommy.


"kita akan berada ditaman nanti karena musimnya baru cerah" kata mommy, Kaila mengangguk mengunyah makanan nya.


"honey, aku akan berangkat dulu, jika terjadi apa-apa bilang segera" kecup ubun-ubun rambut Pram. Kaila beranjak menemani Pram hingga kedepan.


"jangan terlalu berlebihan, yang. Kamu tau kan mereka akan semakin kencang" usap-usap perut Pram, Kaila mengangguk. "iya, iya aja. Nanti giliran saat acara lupa segalanya. Kalo giliran kesakitan udah bikin jantungku serasa tidak ada" kata Pram, Kaila tertawa pelan.


"hati-hati dijalan, by. Ntar aku kabari" salam Kaila mencium punggung tangan suaminya sebelum benar-benar masuk kedalam mobil, Pram mengecup kening istrinya lembut. Melambaikan tangannya meninggalkan mansion milik keluarga Bagaskara.


Hai.... Hai.... Hai all readers, terimakasih Masih setia menunggu kelanjutan novel ini.


Luv..... Luv.... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng. Terimakasih atas semua nya.

__ADS_1


Stay healthy all


__ADS_2