Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 36


__ADS_3

"kalo gitu ayo, kita ke taman belakang saja, biar mereka yang meletakkan box-box ini ke kamar yang sudah disiapkan sebelumnya" kata mommy, Kalai mengangguk. mereka beriringan menuju taman belakang. "Cha" lambai Kalai melihat Icha yang sedang menata daging yang telah dibakar, "Kal" senyum lebar Icha mendekati mereka, "Davi, akhirnya sampai juga kamu ke London" tawa Icha melihat Davi yang juga baru saja sampai. "kalo bukan karena Kaila, nggak nyangka bisa sampai sini" angguk Davi tertawa. "iya, sama. tapi kalo kamu tahu ceritanya aku mending nggak akan kesini, kasihan Kai yang mengalami banyak kejadian" bisik Icha sesaat saat mereka hanya berdua. "cerita dong Cha, jangan buat penasaran, aku sekarang selalu tahu yang terakhir tahu. tiba-tiba dikirim kesini karena Kaila mau menikah dengan mas Pram" kata Davi seperti orang lain, "lha Arga ternyata udah menikah dengan Kalai. aku sampai bengong kayak kambing congek tau nggak" garuk-garuk kepala Davi walau tidak gatal.


"apa Kris juga ikut kesini" tanya Icha memandang sahabat laki-laki satu-satunya itu. "iya, kak Arden juga, pokoknya komplit terkecuali Bram" isyarat dagu Davi. "benar-benar tajir melintir nih mas Pram" manyun Icha. "Arga menyukai Kalai sudah lama dan baru menikah satu bulan yang lalu, awalnya mereka tidak jujur pada Kaila, Kaila mengetahuinya saat mereka sedang berada dicafe, saat itu mas Pram yang menemani Kaila sehabis dari kampus sepulang kuliah" cerita Icha pelan. "terus kenapa dia tidak cerita padaku, apa dia begitu tidak percaya padaku, begitu tidak menganggap ku layak untuk tempat dia berkeluh kesah" tanya Davi menatap Icha sedih.


"ya.... elah... Dav... kayak kagak tau Kai aja, kapan sih dia pernah ngomong masalahnya kalo nggak kita yang mepetin dia terus. emangnya sama aku dia juga bercerita apa, enggaklah.... aku tau juga belum lama, Dav. dia benar-benar menyimpannya didalam hati dengan begitu rapat" pukul bahu Icha pelan, Davi nyengir. "iya juga sih, anaknya memang rada susah untuk mengungkapkan perasaannya" angguk Davi setuju. "dan yang paling bikin gue shock adalah ternyata adiknya mas Pram yang mengakibatkan meninggalnya mom Kaila saat kecelakaan dibandung" kata Icha pelan.


"apa" teriak Davi berdiri saking kagetnya, Icha menepuk bahu Davi keras dan segera mendudukkan Davi kembali. Kris, Arden dan Saka mendekat dan duduk disekitar mereka. "apa maksudmu Cha, jangan bercanda disaat begini" gusar Davi pelan. "kamu tuh kalo dibilangin jangan ngeyel kenapa sih Dav, bisa tenang nggak nggak aku minta kak Saka untuk mulangin kamu ke Indonesia sekarang juga" pandang Icha kesal melihat sikap Davi yang menarik perhatian orang sekitar. "ini bukan main-main Dav, aku nggak mau hal ini sampai kemana-mana sebelum Kaila menikah" tatap Icha serius.


"apa.... jangan gitu dong Cha, main usir aja. udah pada punya gandengan, teman sendiri dilupakan" cengir Davi. "habis kamu suka heboh sendiri pas lagi serius-seriusnya. bikin orang kesel tau nggak" majukan bibir Icha, "kalo nggak percaya tanya kak Saka, dia juga ada disana malam tadi, Kaila dan mas Pram tahu nya juga tadi malam" pukul bahu Icha pelan kesal. "kenapa harus sentuhan sama Davi sih Cha, ngomong aja, tangannya nggak usah pegang-pegang" pandang Saka tidak suka.


"maaf kak..... ya.... elah.... manusia posesif satu ini, sebelas dua belas sama sepupu nya kagak bisa santai dikit. karena kebiasaan kita bertiga kak.... eh.... berempat.... sama Kris. lupa gue Kris..... maklum kita kan se circle jadi lebih enak aja kalo curcol, siapa suruh situ-situ udah tua duluan" cengir Icha merasa tidak bersalah melihat mereka berdua. "dewasa Cha, bukan tua" ralat Arden mengoreksi perkataan Icha. "iya in aja lah Cha, biar cepat kelar. maklum sindrom bapak dua anak, belum bisa ketemu goa nya karena nifas" celutuk Kris. Icha, Kris dan Davi tertawa ngakak mendengar candaan Kris yang kena banget membuat Arden bersungut-sungut kesal. "kembali ke cerita lu Cha" potong Arden ingin tahu, "ihhh..... kok jadi kakak yang kepo sih" maju bibir Icha, Saka berdehem kesal, Icha hanya tersenyum garing.


"Kaila dan mas Pram baru tau tadi malam soal kecelakaan momi nya Kaila, motor yang dinaiki adiknya mas Pram, namanya Tara itu mau mendahului mobil momi Kai, tapi dari arah berlawanan ada truk dengan kecepatan tinggi menyenggol stang motor Tara dan akhirnya terjadilah kecelakaan itu dimana mobilnya momi terguling dan Tara masuk kedalam bawah badan truk" cerita Icha ngeri membayangkannya, Davi, Kris serta Arden membelalakkan matanya lebar-lebar. "gue colok nih mata kalian pada" kesal Icha takut melihat mata mereka. "mereka kan meninggal semua Cha" nggak sadar Davi mengatakan hal itu.


"anak ini mulutnya kagak disaring kalo ngomong ya.... emang udah nggak ada semua, noh yang ada hantunya ngikutin elo terus" kata Icha kesal. "tapi kenapa Kaila tetap mau sama mas Pram setelah mendengar kenyataan itu Cha" tanya Kris penasaran.

__ADS_1


"nah.... kalo itu tanya Kaila sendiri Kris, aku tidak tahu jawabannya dengan pasti karena itu udah menyangkut dengan perasaan. tapi...... aku salut sama mas Pram lho, selama Kaila terpuruk hanya dia yang dengan setia menemaninya, hanya dia yang selalu ada disampingnya. kita aja nggak tahu disaat dia terpuruk, saat bersama kita dia tidak memperlihatkan sesuatu yang berubah dari sikapnya. siapa sangka dia bisa berubah memilukan saat tidak ada siapa-siapa dan melaluinya sendiri tanpa kita yang dibilang sahabatnya. malah mas Pram yang baru aja mengenalnya bisa sedemikian perhatian dengan Kaila" kata Icha menopang dagu menghela nafasnya menyesal.


"tadi malam Kaila sampai histeris dan hilang kesadaran. tatapan matanya kosong, Ayah dan mas Pram berulang kali menyadarkan Kaila tapi nggak ada respon. semalaman mas Pram berteriak dan menangis melihat Kaila yang diam aja kayak orang yang didalamnya tidak berjiwa" cerita Icha. "kayak kamu nggak histeris aja sampai pingsan gitu, ngrepotin orang tau" acak rambut Saka gemas, Icha tertawa garing. "makasih lho kak, udah ngingetin aku kayak apa tadi malam" cengir Icha. "aduh..... aku nggak ngebayangin gimana keadaan Kaila kemarin malam. jadi pingin segera meluk Kaila nih" berdiri Davi bingung dan panik mencari keberadaan sahabat baiknya itu. "eh.... mau kemana.... duduk..... kamu nggak takut noh bodyguard badannya gede pake pakaian hitam semua mukulin kamu. nggak takut juga ama pawangnya Kaila tuh mas Pram kesini. sono... samperin orangnya mumpung jalan kesini... tuh orangnya.... kalo berani" usir Icha menggunakan kedua tangannya, mereka menoleh melihat Pram yang berjalan mendekat.


"haaaiii.... sudah berkumpul. maaf agak lama baru menemui kalian, terima kasih telah datang kemari karena Kaila" senyum Pram hangat. "sama-sama mas, kami juga berterima kasih sudah dapat terbang keluar negeri" garuk-garuk kepala Kris yang tidak gatal. Pram mengangguk dan tertawa pelan. "tidak jadi masalah, kalian selalu menemani Kaila saat aku tidak ada" geleng Pram. "kenapa Kaila belum kelihatan dari tadi" tanya Davi mencari-cari keberadaan Kaila. "aahh.... bentar lagi dia akan datang barusan aku bangunin karena semalaman dia tidak bisa tidur" senyum Pram.


"terimakasih den mau meninggalkan istri dan anakmu sejenak demi Kaila, pasti berat bagimu untuk berpisah dari mereka. sampaikan permintaan maaf ku pada Mita karena suaminya aku pinjam sementara" jabat Pram merasa bersalah.


"tidak apa-apa, Mita juga memahami keadaan Kaila, dia cerita semuanya sebelum kami menikah" senyum Arden. Pram mengangguk tersenyum. "Kaila juga mengetahui hubunganku dulu dengan Mita, aku sudah menjelaskan padanya bahwa aku dan Mita hanya sekedar terbiasa hingga menjalin hubungan selama sekolah" senyum Pram mengangguk. "apa....." kaget Icha, Kris dan Davi bersamaan. "biasa aja Cha" pandang Saka, Icha menoleh kearah Saka "rahasia apalagi tentang mas Pram dan Kaila yang kakak sembunyikan dariku" tanya Icha sarkas, Saka tertawa, " emang ada rahasia apa hingga kamu kepo gitu" pandang Saka mendekati wajah Icha yang refleks memundurkan badannya teratur.


"maafin Kai, yah selalu menyusahkan hidup ayah hingga saat ini" kata Kaila melihat ayahnya yang sangat dia cintai. "tidak ada yang salah Kai, kamu dan Kalai tetap anak Ayah sampai kapanpun kita hanya lakon yang menggerakkan kita adalah kuasa Tuhan. skenario yang Tuhan berikan itu pasti baik tidak akan pernah salah" usap punggung Ayah menyalurkan kekuatan kepada Kalai dan Kaila putrinya. "baik dan buruk itu hanya penilaian manusia bagi Tuhan semua yang ada itu pasti baik" kata Ayah, Kaila dan Kalai mengangguk mengerti.


"ayo.... kita temui kedua mertuamu dan orangtua yang lain" kata ayah tersenyum melihat putrinya yang terlihat lelah batin dan jiwamu, Kaila mengangguk dan mengikuti langkah Ayahnya.


"sweetie" peluk mommy melihat Kaila yang mendekat kearahnya. "maafkan Kai mom, membuat semuanya kuatir" balas Kaila memeluk mommy erat. "no.... dear..... jangan begitu tidak ada yang salah" usap punggung mommy, daddy mendekat dan memeluk mereka berdua. "dad, maafkan Kai" ujar Kaila. "tentu sweetie, Daddy juga minta maaf jika menyembunyikan ini darimu bukan maksud kami membuatmu begini" kecup rambut daddy. Kaila menggeleng pelan meneteskan airmata kembali. "tidak dad, kita semua adalah keluarga" senyum Kaila mengusap air matanya, mommy memeluk Kaila.

__ADS_1


Kaila menghampiri berbincang-bincang dengan orang tua Arga dan Icha, Saka yang juga dianggapnya seperti orangtuanya sendiri, meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan Kaila, setelah menemui semua orang tua Kaila beranjak mendekati teman-temannya.


"hai guys" senyum Kaila menyapa mereka, Icha dan Kalai memeluk Kaila erat, "kamu baik-baik saja kan Kai" lihat Icha dengan seksama. Kaila mengangguk dan tersenyum dengan hangat, "tentu Kal, aku baik-baik saja" angguk Kaila mengiyakan perkataan Kalai. "bolehkah aku memeluk Kai mas Pram" toleh Davi meminta ijin, Pram tersenyum mengangguk. "hei Dav, harusnya kamu meminta ijin padaku" pukul bahu Kaila pelan. "ya.... elah..... Kai kan dia pawang mu nggak liat apa matanya kayak mau nelen gue bulat-bulat" cengir Davi. "tahu kali bulat-bulat" celutuk Kalai, mereka tertawa keras.


"aahhh.... jadi inget kampus makan tahu bulat digoreng dadakan gurih" rajuk Icha, Saka memeluk Icha menenangkan gadisnya. "ehhmmm...... ehhhmmm..... yang sendirian jangan ngiri yaa.... mending kekanan biar nggak harus sein" celutuk Kris, mereka tertawa ngakak mendengar banyolan Kris. Kaila memeluk Davi, "terimakasih Dav atas segalanya dalam persahabatan kita selama ini, suka duka telah kita jalani bertiga disekolah, kampus dan juga di gunung semoga kita masih dapat selalu bersama, aku minta maaf jika selalu merepotkan mu" usap punggung tangan Kaila. Davi hanya terdiam menatap Kaila ia tidak bisa mengeluarkan kata-kata yang sedari tadi telah disusun didalam pikirannya sedemikian rupa, semuanya hilang tak berbekas di otaknya saat menghadapi Kaila secara langsung, Kaila tersenyum menatap Davi, Kaila melangkahkan kaki ke arah Kris yang berdiri disisi Davi, Kaila memeluk Kris dan mengatakan hal yang sama seperti pada Davi.


"terimakasih Kris, untuk semuanya. hangout dan rendevous malam, ketemu wanita jadi-jadian yang melempari kita dengan kaleng, tidur di barak walau kamu tidak bisa tidur menjagaku. thanks for everything teman malam ku" tawa Kaila mengingat semuanya, Kris tertawa. "maaf ya Kris" senyum Kaila, Kris hanya bisa mengangguk.


"kak Arden" peluk Kaila erat, "terima kasih for being my eldest brother dimana kau selalu mendukungku" senyum Kaila meneteskan air mata, "maafkan Kai dan sampaikan maafku pada kak Mita, she lucky have you" kata Kaila menghapus airmatanya, Arden mengangguk tersenyum.


Kaila berdiri didepan Arga dan tersenyum. "kak Arga terimakasih telah menjadi bagian dari hidupku dan terimakasih juga telah menjadi ipar yang baik untukku maafkan segala yang tidak mengenakkan diantara kita" tatap Kaila tersenyum memeluk Arga sebagai saudara. Kalai mendekat dan memeluk mereka berdua. "terimakasih Kai" pandang Kalai tersenyum, Kaila tersenyum dan mengangguk.


hai.... hai..... hai..... all readers terimakasih telah berkunjung ke karyaku. terimakasih banyak atas dukungannya terhadap karyaku.


luv..... luv..... luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya.

__ADS_1


stay healthy all


__ADS_2