Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 59


__ADS_3

"Kai bagaimana keadaanmu" masuk Icha begitu saja bersama Kalai dan Davi, mereka bergantian memeluk Kaila kecuali Davi karena mendapat tatapan tajam Pram "ya.... elah.... pawangnya galak banget sih" garuk-garuk kepala Davi Kaila tertawa lebar. "kenapa sampai pingsan Kai kamu sakit kenapa nggak dibeliin makan sih katanya tadi belum sarapan" tanya Icha menatap Pram yang nyengir. "kamu tau dari mana Kal" tanya Kaila Kalai menunjuk ayah "tadi ayah mengabari setelah kak Pram memberitahu kalau kamu dibawa kerumah sakit" kata Kalai cemas.


"kamu nggak bawa makanan cha" tanya Kaila memandang mereka bertiga "kamu ingin makan apa honey, aku belikan" kata Pram cepat Icha dan Kalai menoleh cepat kearah Pram dan Kaila bergantian "kayaknya ada yang nggak beres nih dengan kalian berdua apa kalian menyembunyikan sesuatu dari kami" tanya Icha menatap Kaila tajam. Kalai mengangguk setuju akan insting Icha yang kuat jika ada sesuatu yang tidak beres. Pram tersenyum lebar menatap Kaila agar dia saja yang mengatakan pada mereka.


"tadi setelah diperiksa oleh dokter Nisa aku ternyata sedang mengandung sudah berjalan tiga minggu" senyum Kaila melihat mereka bertiga, ekspresi mereka bertiga seketika diam dan bengong sesaat kemudian berteriak kencang sambil loncat-loncat kegirangan segera memeluk Kaila erat saking senangnya, Pram berdehem menghentikan euforia sukacita mereka.


"aahhh..... maaf..... sesak ya.... maaf.... maaf..... aku lupa kalo ada baby disini" kata Icha sambil meraba perut Kaila yang tertawa bahagia.


"dan yang paling bikin tambah bahagia lagi adalah aku membawa tiga baby didalam sini" tunjuk Kaila ke perutnya Kalai dan Icha membuka mulutnya tanpa sadar tidak percaya dengan yang mereka dengar Davi tersenyum lebar sambil mengabadikan moments mereka saat ini dengan ponselnya. Icha menangis mendengar ucapan Kaila, Kalai memeluk saudara kembarnya itu sambil menangis bahagia.


"selamat Kai..... aku turut berbahagia aku senang sekali" senyum Kalai mengusap punggung Kaila yang mengangguk ceria. "aku selalu berdoa semoga kita segera mendapatkan momongan siapapun itu yang lebih dulu" tangis Kaila Kalai tambah menangis mendengar pinta Kaila yang sama dengan dirinya. "semoga kamu segera mendapatkan momongan Kal dan kita akan sama-sama membesarkan mereka tanpa perbedaan" tatap Kaila mengusap punggung tangan Kalai mengangguk dan tersenyum, ayah memeluk mereka berdua "kalian akan mendapatkan kepercayaan itu pada waktu yang tepat" kata ayah mereka memeluk ayah erat, Icha yang melihatnya merasa terharu mendekati Davi untuk meminjam punggungnya.


"mau ngapain cha" datang Saka didepan pintu Icha segera menoleh dan memeluk Saka sambil menangis bahagia ia menangis sesenggukan didada kekasihnya, Pram berkaca-kaca menyaksikan keluarganya diberi kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkannya. "ada apa ini kok pada nangis semua apa Kaila baik-baik saja" masuk Arga heran melihat para perempuan menangis sampai segitunya. ayah melepaskan pelukannya tersenyum menatap menantunya yang memberi salam kepadanya, Kalai menghampiri Arga dan mencium tangannya memeluknya erat.


"Kaila baik-baik saja sayang. dia pingsan tadi dikampus karena ternyata hamil tiga minggu" beritahu Kalai. "Alhamdulillah selamat Kai, Pram kalian diberi kepercayaan terlebih dahulu" peluk Arga ke Pram. "terimakasih Ga, semoga kamu juga segera" senyum pram Arga tersenyum lebar. "dan yang lebih mengejutkan lagi sayang, Kaila hamil kembar tiga" senyum Kalai lebar, Arga membuka mulutnya sedikit mendengar perkataan Kalai. "wow.... bikin shock nih" tawa Arga lebar memberi pelukan pada Ayah. "selamat Kai semoga kamu sehat dan kuat" peluk Arga lembut. "terimakasih kak semoga kalian juga disegerakan" senyum Kaila.


"kamu nggak meluk aku Cha" tawa Kaila lebar Icha segera menghampiri Kaila dan menangis bahagia "nanti bagaimana Kai kalo kamu jalan pasti berat banget bawa tiga baby kamu pasti nggak bisa ngapa-ngapain" pandang Icha, Kaila dan Kalai tertawa lebar mendengar Icha yang terlalu berpikir jauh "kan ada banyak bodyguard Cha" tunjuk Kalai ke setiap orang yang ada diruangan Icha manggut-manggut. "nggak ada yang bawa makanan kah...." lihat Kaila pada setiap orang yang ada mereka saling pandang dan tertawa ngakak. "dari pagi belum sarapan malah sarapan yang lain bikin menguras energi" kata Kaila belum selesai berbicara mulutnya sudah dibungkam oleh tangan pram yang nyengir mereka semua tambah tertawa lebar mengerti apa yang dimaksud Kaila dengan sarapan lain.


"kamu mau apa tinggal sebut" tanya ayah, terdengar suara ketukan di pintu membuat Kaila tidak jadi mengeluarkan suaranya Saka membuka pintu dimana empat orang penjaga Kaila membawa beberapa paperbag ditangannya dan meletakkan disofa yang ada dipinggir ruangan rawat inap, mereka mengundurkan diri segera setelah meletakkannya. "tunggu apakah kalian juga sudah membelinya untuk kalian sendiri" tanya Kaila tahu apa isi paperbag yang banyak itu dari aromanya. "sudah nona kami tinggal dibangku depan kamar" angguk salah satu penjaganya. "terimakasih" angguk Kaila penjaganya segera mengundurkan diri keluar ruangan.

__ADS_1


"kita makan dibawah aja yaa.... melingkar biar enak segala macam alas kaki harap ditaruh disudut ruangan dan kita duduk lesehan, silahkan cuci tangan dulu" atur Icha dan Kalai agar merasa nyaman, Kaila tertawa bahagia melihat semuanya mematuhi perintah Icha dan Kalai tanpa protes. "aku mau duduk juga" kata Kaila bersemangat Pram cepat-cepat menggeleng.


"duh bumil.... bukannya tidak boleh tapi kamu sedang memakai infus di tanganmu tuh nanti ketarik lho.... boleh duduk tapi disofa aja ya" pandang Kalai, Kaila mengangguk setuju Pram ingin membantu istrinya untuk ke sofa dengan mendorong tiang infusnya.


"stop disitu aja aku bisa sendiri biarkan aku kesitu sendiri hubby duduk aja aku yang kesitu" senyum Kaila Pram mengangguk tersenyum. mereka telah bersiap duduk untuk membuka makanan yang tadi dibawa.


"wooaa..... lengkap nih jadi berasa kayak di London lagi aja tapi personilnya kurang lengkap" celutuk Davi. "tenang Dav setelah Kaila baikan kita adakan makan-makan dirumah ayah mengundang semuanya dihalaman depan" kata Icha membuat rencana. "okay kita akan merencanakannya" angguk Kaila dan Kalai sepakat. "honey kamu mau makan apa dulu" tanya Pram. "kita makan apa triplet" elus perut Kaila Pram menyuapi Kaila dengan nasi Padang. "enak by" angguk Kaila Pram menyuapi dirinya "iya rasanya enak banget" kata Pram setuju mereka makan siang bersama diselingi dengan canda dan tawa.


"udah pada pulang by" toleh Kaila ke pintu masuk melihat Pram yang sudah kembali "iya, jika mereka nggak ku usir pasti seharian disini dan kamu nggak akan istirahat" senyum Pram Kaila tertawa minta dipeluk Pram memeluk Kaila dan tiduran berdua saling menatap satu sama lain.


"kamu harus hati-hati mulai sekarang, yang. ada tiga nyawa yang kamu lindungi di dalam sekarang aku hanya bisa membantu dan mengawasi, dirimu sendiri yang merasakannya apapun yang kau inginkan apapun yang kau rasakan entah itu senang atau tidak senang dan apapun yang terjadi katakan padaku kita berbagi beban yang sama" elus rambut Pram, Kaila mengangguk.


"dan jangan kaget jika kami melakukan semuanya akan bersikap berlebihan padamu. bukan karena kami melarang mu tetapi justru kami semua sayang padamu agar kamu dan triplet baik-baik saja sehat dan kuat" kata pram memainkan bibir Kaila dengan tangannya. "iya by, aku bersyukur telah dikelilingi oleh orang-orang yang baik" jawab Kaila.


"jangan menggunakan mereka untuk sesuatu hal honey" pandang Pram agak sedikit menjauh agar bisa menatap Kaila yang membuka matanya dan menatap manik mata Pram. "itu diluar kehendak ku by it's just hormon wanita yang sedang mengandung" jawab Kaila pelan sambil mengecupi bibir Pram yang menggairahkan Pram tersenyum lebar melihat tingkah Kaila yang terlihat menggemaskan. "jangan memancing honey kamu sedang di infus tangannya. ini juga dirumah sakit" senyum Pram menatap Kaila tersenyum dan mencium bibir Pram lembut.


"aku tidak tahu by, hanya saja jika ada di dekatmu bawaannya horny melulu" geleng kepala Kaila sambil mengibaskan tangannya menjauh dari Pram. "honey, It's okey with that aku nggak keberatan malah senang karena kamu terlihat lebih sensual jika tidak ada triplet disini pasti aku akan dengan cepat melahap mu tapi aku tidak mau ada apa-apa dengan kalian kita tunggu besuk Dokter Nisa ya.... kita tanya lebih detail nanti" elus perut Pram lembut.


"baik-baik didalam ya.... anak-anaknya daddy luv U triplet" kecup Pram di tengkuk Kaila "tidur, yang. kamu harus banyak istirahat" peluk Pram dari belakang sambil mengusap perut Kaila tak berapa lama Kaila tertidur dengan nyenyak Pram juga ikut tertidur.

__ADS_1


"pagi by" senyum Kaila yang terlihat lebih segar sedang meminum kopi hitam Pram membuka matanya perlahan melihat sekitar. "jam berapa" tanya Pram serak melihat Kaila yang sudah rapi sehabis membersihkan dirinya "jam 9 by" lihat waktu Kaila. Pram menutup mukanya dan beranjak turun dari tempat tidur pasien menuju kamar mandi. Kaila menyiapkan baju ganti untuk suaminya. "honey jam berapa kamu bangun" tanya Pram keluar dari kamar mandi.


"jam 7, sudah jalan-jalan disekitar rumah sakit nih aku minta tolong penjaga buat beli sarapan" tunjuk Kaila dimeja berisi sarapan Pram memakai pakaiannya."kakak mau berangkat kerja atau ngajar" tanya Kaila. "nggak dua-duanya aku akan menemanimu hari ini" geleng kepala Pram mengecup kening Kaila dan duduk disampingnya.


"siapa yang minum kopi hitam ini" tanya Pram Kaila menunjuk dirinya sambil menyeruput kopi hitamnya "sejak kapan kamu suka kopi" kerut Pram menatap istrinya "sejak tadi pagi by, melihat teh rasanya mual" geleng Kaila "apa lagi yang membuatmu mual" tatap Pram lembut. "baru itu tadi saat penjaga membelikan minuman teh untukku aromanya membuatku mual seketika dia membeli kopi ini untuknya sendiri namun aku memintanya" jawab Kaila.


"kenapa kamu tidak membangunkan ku honey" tanya Pram sambil melihat makanan yang ada dimeja "aku tahu kamu lelah by jadi aku tidak bisa membangunkan mu, jika kamu sakit malah membuatku juga akan sakit kasihan triplet nanti jika aku sakit" geleng Kaila cepat. "jaga kesehatanmu jangan membuatku sakit" pandang Kaila mengecup bibir Pram sekilas Pram tersenyum memeluk Kaila lembut. "kalian makan ya... boys" ucap Pram mengelus perut Kaila. Kaila menatap Pram "darimana kakak tau mereka boys" tanya Kaila heran Pram mengangkat bahunya tidak tahu "just feeling, yang" jawab Pram memakan roti pastry.


"apakah dokter Nisa sudah visit honey" toleh Pram Kaila menggeleng. Pram memasukkan roti kemulut Kaila. "mungkin sebentar lagi" ujar Pram melihat waktu. benar saja, belum selesai Pram berkata dokter Nisa dan perawat masuk kedalam ruangan. "morning Kai.... tuan Pram" senyum dokter Nisa. "pagi juga kak" senyum Kaila Pram menganggukkan kepala. "kayaknya sudah sehat nih bumil satu ini" senyum dokter Nisa sembari duduk. "harus sehat kan kak biar mereka juga sehat" angguk Kaila tersenyum.


"dah sarapan belum kak sarapan bareng yuk biar tambah semangat" sodor Kaila dokter Nisa tertawa kecil.


"Kai" masuk Kalai membawa paperbag berisi makanan "aahh.... kebetulan ini Kalai kembaran saya dok, ini dokter Nisa yang dulu aku ceritakan Kal" senyum Kaila "hallo dok salam kenal maaf mengganggu saat dokter visit" salam kenal Kalai dokter Nisa menyalami Kalai kembali.


"kembar identik ya bagaimana keluarga kalian membedakannya terutama suami kalian" pandang dokter Nisa "feeling dok" kata Pram dingin, Kaila dan Kalai tertawa pelan. "aku mempunyai tahi lalat kecil di kening dok jika sudah lama kenal kami memiliki sifat yang berbeda dia suka naik gunung" senyum Kalai. dokter nisa membuka sedikit mulutnya terkejut "wow..... hobi yang jarang wanita lakukan" angguk Dokter Nisa Kaila tertawa "banyak dok yang punya hobi itu hanya tidak terlihat dari luar" jawab Kaila.


"berarti kali ini nggak bisa naik gunung dalam waktu yang lama dong" kata dokter Nisa Kaila tersenyum mengangguk. "ditahan dulu setahun atau dua tahun ya Kai, sini aku periksa dulu" kata dokter Nisa menyentuh nadi tangan Kaila.


hai.... hai.... hai..... all readers, luv y all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa.... karya pertama ku.

__ADS_1


luv..... luv..... luv.... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..


thanks a lot pisang sekebon...😘


__ADS_2