
seminggu berlalu begitu cepat, tidak terasa sudah waktunya keluarga Prayoga akan pergi ke acara anaknya Arden selama itu, Kaila tidak berusaha untuk bertemu dengan Pram, ia selalu mencari alasan untuk tidak berjumpa. "Kalai udah selesai belum" seru Kaila dari bawah tangga, "bentar Kai" balas Kalai tak kalah seru. "kebiasaan iiihhh..... kalo touch mesti lama" gerutu Kaila duduk disamping ayahnya diruang tengah. "tumben pakai gaun" liat ayah menatap putri bungsunya. "tuh.... nyonya muda pingin samaan" kerucut mulut Kaila mengisyaratkan dagunya ke atas. Kaila meminum teh manisnya, "aaahhh.....nikmat mana lagi yang kau dustakan" senyumnya ceria, sebuah mobil memasuki halaman rumah, mereka menoleh dan melihat Pram yang keluar dengan tampan memakai baju Koko yang sama dengan ayah dan Arga. Kaila hanya menopang dagu melihatnya dengan malas. "kenapa dia ada disini" gumam Kaila, "ayah yang menyuruhnya kemarin, karena kamu sibuk pergi terus" toleh ayah, Kaila kembali meminum tehnya sambil mengecek chat yang masuk ke ponselnya.
"barang-barang untuk anaknya arden udah dimasukkan mobil belum" tanya ayah mengecek semuanya sebelum berangkat. "udah yah, sebagian udah dimasukkan dimobil Pram" angguk Arga dari luar rumah, "apa nggak cukup satu mobil aja" tanya ayah mengerutkan keningnya, "bisa yah, tapi kita yang nggak bisa masuk. barangnya banyak yang gede, nggak kira-kira beli hadiahnya, mana muat" turun Kalai dari lantai atas. ayah tertawa pelan "maaf, ayah khilaf takut lupa" jawab ayah. "hmmmm..... kebiasaan ayah mah, kalo beli bilang sekalian aja."kata Kaila, ayah mengusap punggung Kaila pelan. Pram berjalan masuk kerumah, duduk disamping Kaila dan meminum teh manisnya. "liat-liat kenapa, minuman siapa" pandang Kaila. "kamu kan" senyumnya. Kaila memutar bola matanya kesal. "mau berangkat sekarang atau nanti, nunggu kalian berantem dulu" tanya ayah pelan. Kaila nyengir beranjak dari duduknya, melangkah pelan mengikuti yang lain.
"mobilku disini Kai" raih jemari Pram menahan langkah Kaila yang berjalan menuju mobil Arga. "lha... masak Pram sendirian sih Kai" berhenti ayah menatap Kaila yang mengerucutkan mulutnya komat-kamit nggak jelas. "baca mantra biar nggak ujan" seru Kalai tertawa. Kaila menghela napas dan masuk kedalam mobil Pram, mobil beriringan keluar dari halaman keluarga Prayoga. "kenapa ada yang hilang yaa... perasaan ada yang kurang deh" ingat-ingat Kaila. "astaga naga.... Icha ketinggalan" tepuk kening Kaila setelah mengingatnya kembali. "nggak usah panik gitu, share Lok aja tempatnya, biar Icha diantar Saka kesana" kata Pram menoleh. "ah.... iya.... ya.... kenapa sampai lupa" angguk Kaila mengecat Icha segera.
"halo Cha...." sapa Kaila.
"kamu dimana Kai, jadi jemput nggak" tanya Icha segera.
"aduh.... aku lupa Cha maaf.... ini udah masuk tol. tapi bentar lagi kak Saka njemput, nih udah dihubungi sama kak Pram" kata Kaila merasa bersalah.
"hhmmmm..... iya, aku tunggu kak Saka aja, kalo udah berdua emang teman baik dilupakan" kata Icha sarkas. Kaila tertawa.
"maaf Icha sayang.... aku lupa, kelamaan nunggu nyonya muda turun tadi" kata Kaila.
"iya, Kaila yang jelek" tutup Kaila tersenyum sendiri.
"sama Icha aja bisa manggil sayang, kenapa sama aku nggak" toleh Pram, "haa...." tanya Kaila nggak mengerti. "honey" pandang Pram kesal, "apa" toleh Kaila kembali, "ahh.... sudahlah" decak Pram kesal. Kaila mengangkat bahunya tidak peduli. "apa periode mu sudah selesai" tanya Pram, "sudah" angguk Kaila melihat ponselnya. "apakah hari pertama selalu membuat mu merasakan sakit yang teramat sangat" tanya Pram pelan. "bagiku iya, yang lain belum tentu. Icha dan Kalai nggak sampai se ekstrem aku merasakannya. mereka masih bisa melakukan apapun saat hari pertama" jawab Kaila mengangguk. "apakah harus tidur sepanjang hari" tanya Pram, Kaila tertawa pelan mengangguk. "bagiku iya, karena alarm tubuh mengharuskan aku agar mengistirahatkan seluruh tubuh dari aktifitas" jawab Kaila. "kalau begitu, kamu harus selalu bersamaku saat kamu mendapatkan periode" kata Pram. "kenapa.... dirumah pun semua orang sudah hapal dan akan membiarkanku tidur seharian, tidak akan ada yang menggangguku, aku aman" geleng Kaila menatap Pram, "tapi kan tidak ada yang akan memelukmu, aku akan memelukmu seharian membuatmu nyaman dan hangat" senyum Pram smirk. "ish..... nggak jelas. emang siapa yang kemarin panik" gumam Kaila menatap keluar. "itu pengalaman pertamaku honey, aku belum tahu" dengar Pram, Kaila hanya terdiam.
"apa dulu tidak pernah menemani kekasihmu saat dia mengalami periode bulanannya" tanya Kaila pelan. "tidak" jawab Pram cepat. "apapun yang ingin kau tanyakan padaku, aku akan dengan senang hati menjawabnya tanpa ada yang disembunyikan" senyum Pram, Kaila menghela nafasnya dalam dan berat. "cerita padaku, aku akan mendengarkan" tatap Kaila duduk menyamping agar bisa menatap Pram yang fokus menyetir. Pram menoleh dan tersenyum. "dulu aku dekat dengan seorang gadis saat sekolah di Bandung, karena terbiasa jadi aku mencoba untuk menyukainya, teman-teman ku tahu. makanya mereka mencoba mendekatkan kita berdua. sikapku yang cenderung dingin membuat dia mungkin merasa diabaikan dan tidak dianggap" cerita Pram. "dan mungkin itu membuatnya memutuskan untuk meninggalkanku dengan orang lain" kata Pram. "memang berapa lama kalian berhubungan" tanya Kaila melipat kedua tangannya didada.
"approximately two years" jawab Pram. "kamu pasti sangat mencintainya" senyum Kaila. "tidak sebesar aku mencintaimu honey" elus rambut Pram. "jangan mengaitkan aku dengan hal itu" geleng Kaila menepis tangan Pram. "namanya Mita seperti yang dikatakan Tigor dulu, dia teman sekelas ku dan yang lain, kami berpisah setelah kelulusan sekolah, aku lanjut kuliah di negara lain" lanjut cerita Pram. "setelah itu apa kakak mengetahui kabarnya" tanya Kaila. "nope" geleng kepala Pram, "why" tanya Kaila heran. "aku bukan stalker, Kai. aku juga tidak mempunyai rasa yang begitu mendalam saat jalan bersamanya" jawab Pram tertawa pelan.
"hhhmmmm...... terus siapa orang yang selalu melihatku dari kejauhan" gumam Kaila, Pram tertawa kecil. "bukankah tadi kamu bilang jangan mengaitkan nya denganmu" tanya Pram balik, Kaila menghembuskan nafasnya mengangguk.
"berapa lama berhubungan dengan Arga" tanya Pram, Kaila menatap sekilas Pram. "sama dengan mu kak, 2 tahun kurang lebih, pertemanan kami biasa aja dia kakak kelasku lumayan lama saat pendekatan, sepertinya cerita cinta kita hampir sama" kata Kaila, "really" tanya Pram. "he em.... ketemu saat high school, kelamaan jalan bareng sama teman-teman yang lain, abis itu ya sudah" angkat tangan Kaila. "apa saat itu karena kita belum merasa ketemu yang klik ya.... Kai"toleh Pram. "mungkin" jawab Kaila mengangkat bahunya.
"tapi, berbeda saat aku menatapmu pertama kali dikampus, aku tidak bisa mengalihkan pandangan darimu" angguk Pram. "padahal banyak gadis yang coba mendekatiku, aku tidak merasa seperti aku melihatmu Kai" jawab Pram. "apalagi saat tau kamu sudah punya Arga, membuatku sangat tersiksa" kata Pram.
__ADS_1
"hmmm...." senyum Kaila kembali merubah posisinya menatap kedepan. "jika aku menemukan orang lain daripada dirimu gimana ya kak" gumam Kaila pelan. "maka aku akan membuatmu berada di apartement dan membuatmu hamil anak ku" toleh Pram cepat. "haiss..... ngomong yang nggak jelas lagi kan" hembus nafas Kaila. "jika tidak sedang di jalan, habis kamu Kai" geram Pram pelan, Kaila hanya tersenyum kecil.
"disini rumahnya honey" tanya Pram melihat mobil Arga yang ada didepannya jauh saat di tol sudah parkir dihalaman depan. "hhmmmm.... udah ramai, kayaknya sudah mulai acaranya" lihat Kaila mengangguk. "tuh Icha" isyarat Pram membuka seat belt Kaila.
"udah nyampe" heran Kaila turun, Arga dan Saka menunggu untuk mengeluarkan barang-barang dari belakang mobil Pram. Icha tertawa melihat pakaian Kaila hari ini "cieee... tumben jadi perempuan" towel dagu Icha. "tuh ibu satu itu" tunjuk dagu Kaila manyun. Icha tergelak menggandeng lengan tangan Kaila untuk bersama-sama masuk. "Kai" lambai tangan ayah agar mereka mendekat. "ini Kai" sodor Kalai menyerahkan kain panjang pink soft sesuai dengan kaftan yang dipakai Kaila untuk menutupi rambut Kaila. "kok jadi seperti anak tiri kalo gini ya...." manyun Icha, Kalai dan Kaila tertawa tertahan. "ini untukmu" sodor Kalai, Icha tersenyum ceria.
"ayo kita segera masuk" ajak ayah, "berasa kayak rombongan pengantin laki, bawa seserahan" bisik Icha, mereka tertawa pelan.
"assalamu 'alaikum" salam keluarga Prayoga.
"waalaikum salam" jawab yang dirumah.
"mari pak Prayoga, silahkan masuk" sapa ayah Arden.
"terimakasih pak Joko, maaf ini anak-anak pada ikut semua selalu ngikut kemana ayahnya pergi" sapa Ayah sambil tertawa.
"saya malah senang sekali kalau semua putri pak Prayoga mau hadir di acara ini" tawa pak Joko menyambut kehadiran keluarga atasan anaknya Arden.
"iya Bude, terimakasih" senyum Kaila.
"ya Allah, makin cantik aja Kaila dan Kalai, lama tidak bertemu sayang" peluk ibu Arden bergantian.
"Bude juga tampak awet muda" senyum Kalai, ibu Arden tertawa.
"malah ngrepoti pak Prayoga ini, barang buat baby banyak banget" lihat ibu Arden menyalami pak Prayoga.
"ah.... tidak bu, ini anak-anak yang nyiapin. saya cuman terima beres aja, mumpung udah ada yang bayarin" canda ayah, mereka tertawa bersama.
"pak Prayoga bisa aja, mari acaranya akan segera dimulai" ajak pak Joko, mereka kemudian beriringan masuk. Pram duduk disebelah Saka dan Arga.
__ADS_1
Saka menyikut lengan Pram pelan, Pram segera menoleh dan mengikuti arah pandangan Saka mengamati dari jauh tempat duduk Kaila, tampak Mita sedang menggendong baby dan Kaila yang memangku anak laki-laki. "mantan dan pacar saling kenal" senyum Saka, Pram terdiam dan mengikuti acara dengan tenang karena acara sudah mulai, selama acara berlangsung, sesekali Pram melihat ke arah Kaila yang duduk bersebelahan dengan Mita yang juga menatapnya sesekali.
setelah acara selesai.
"aahhh....." luruskan kaki Icha tidak tahan kesemutan. "keluarga kak Arden dan kak Mita keluarga besar ya..." bisik Icha. "kayaknya sih Cha, jarang ketemu keluarganya. baru dua kali ketemu kan, saat nikahannya kak Arden sama acara ini" jawab Kaila. "ah iya.... baru ingat dulu saat Anzy lahir kamu mendaki kan" ingat Icha mengangguk, Kaila mengangguk mengiyakan tak lama Pram, Saka dan Arga mendekat kearah mereka. "ayah masih asyik ngobrol dengan orangtua yang lain" lihat Arga, Kalai mengangguk melihatnya.
"kenalkan ini istriku" datang Arden, mereka menoleh seketika. "lho Pram, Saka. kalian kenal dengan pak Prayoga juga" tanya Mita kemudian tersenyum. "hai.... Mita. long time no see...." angguk Saka tersenyum. Pram hanya diam mendengarkan.
"kamu kenal bun" tanya Arden, Mita mengangguk tersenyum. "mereka dulu teman sekelas ku, yah. waktu aku masih di Bandung, hanya dari kelas 2 karena mereka murid pindahan" jelas Mita, Saka mengangguk membenarkan, Kaila mengerutkan keningnya sesaat.
"baby cantik sama siapa kak" tanya Kalai. "ama ninih nya, karena baru datang hari ini" senyum Mita. "maaf ya Kal kemarin waktu nikahan aku nggak bisa datang, karena perut sudah semakin besar jadi susah jalan jauh" senyum Mita. "nggak papa kak, kita maklum" angguk Kalai mengerti.
"sudah lama kalian kenalan, kayaknya nggak pernah ngliat kalian barengan" tanya Mita.
"kenalnya udah lama, karena dia dan Icha mahasiswi ku" jawab pram akhirnya.
"oohhh..... begitu. kamu sekarang jadi dosen. kapan balik ke Indonesia, kata temen-temen kalian kuliah diluar" tanya Mita. "kita udah hampir setahun balik, Pram memilih mengajar dikampus, sedangkan aku masih kerja kantoran" jawab Saka tersenyum.
"oh gitu, senang bertemu kalian lama tidak berjumpa. temen-temen ada grup chat. nanti aku kabari admin nya, jika kalian mau bergabung" angguk Mita.
"iya, kapan-kapan aja" angguk Saka, Pram meraih jemari Kaila menoleh tersenyum mengangguk.
"ambil makanan Kai" pandang pram, Kaila menoleh. "baik" anjak Kaila dari tempat duduknya. Pram mengikuti langkah Kaila menjauh dari mereka.
"ayo lho... kalo mau makan dulu, mumpung udah agak longgar" senyum Mita mempersilahkan keluarga Prayoga untuk mengambil makanan yang sudah disiapkan dimeja besar diluar ruangan.
hai.... hai..... hai.... all readers terimakasih telah berkunjung ke karyaku. terimakasih banyak atas dukungannya.
luv..... luv..... luv..... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya.
__ADS_1
stay healthy all