
ayah menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu harus bagaimana lagi mengingatkan Kaila agar jangan mengulangi lagi hal itu "lagi...... Kai.... kamu sering ketiduran" duduk ayah sambil mengusap-usap punggung tangan Kaila, Pram menyodorkan minuman jahe hangat kemulut Kaila yang segera meminumnya sampai habis. "mau lagi kak" pinta Kaila merasakan hangat mengalir ditubuhnya, Pram mengisi cangkir dengan minuman jahe lagi dan Kaila segera menghabiskannya."sudah tiga kali Pram mendapati Kaila ketiduran dikamar mandi yah" kata Pram menyuapi sarapan kemulut Kaila mengunyah dengan cepat. "aiiishh..... itu yang kamu tahu, berapa kali kamu ceroboh Kai" pandang ayah kuatir, Kaila nyengir "ratusan" tiru iklan komersil Kaila, ayah berdehem kecil menyentil kening Kaila yang mengerucutkan bibirnya. Pram tersenyum sambil terus menyuapi Kaila yang masih kedinginan.
"kamu kenapa Kai" datang Davi dan Kris melihat Kaila seperti orang yang mengalami hipotermia. "kedinginan" jawab Kaila tersenyum sambil makan. "udah tau Kai, yang aku tanyakan kenapa bisa, lha kan nggak naik gunung kenapa bisa kayak orang hipotermia gitu" tanya Davi mencomot cake vanila dibalut coklat almond, "dia berendam di bathtub ketiduran selama dua jam lebih" kata ayah pelan. "what..... gila ya lu.... Kai..... mau sarafnya mati loe" tersedak Davi cepat-cepat mengambil cangkir minum jahe Kaila saking kagetnya, paman Din segera menyodorkan cangkir baru untuk digunakan Kaila sebelum Pram memintanya. "udah berasa mendingan Dav, jangan ribut kayak kucing mau kawin deh" tatap Kaila datar. "ogah gue kawin sama kucing mending sama lu aja, jelas aku mau" canda Davi, Pram menatap Davi tajam. "ya.... elah.... mas, sensi banget sih sama aku. nih anak ada banyak yang naksir yang terakhir Erlangga tuh anak surabaya yang kemarin jadi leader kita pas naik" cerita Davi Santai.
"darimana kamu tau" kerut Pram menatap Kaila. "orangnya nanyain Kaila terus noh...." jawab Davi Santai. "aku udah bilang jika kamu udah punya Arga" jawab Davi, "tapi dia tidak peduli kayaknya, sebelum janur melengkung pantang menyerah katanya" tambah Davi. Pram menatap tajam Davi, "aku kan nggak tau mas Pram jalan sama Kai dan Arga udah nikah sama Kalai, salah kalian kenapa tidak memberitahuku semuanya" pandang Davi kesal. "anak ini selalu tebar pesona aja" kata Arden datang menimbrung obrolan mereka.
"kemarin aku ketemu dibandara tapi dia nggak ngomong apapun, padahal aku mau lho di leaderin dia lagi karena dia orangnya responsibility banget. cara dia memanage teamnya waktu kita terjebak di hujan badai gunung kemarin sungguh luar biasa" tatap Kaila tanpa sadar jika semua orang melihatnya. "kamu kemarin kena hujan badai lagi di gunung" tanya Ayah, Kaila mengangguk dan tersenyum. "Kai baik-baik aja yah, langsung dijemput kak Pram di penginapan abis turun" tunjuk Kaila ke arah Pram untuk mencari dukungan, Pram diam saja, karena tidak suka Kaila yang memuji kepemimpinan Erlangga dihadapan nya.
"bukan salahku kak, aku hanya bersikap baik, kalo dia menanggapi berbeda, aku juga tidak bisa melarangnya" geleng Kaila. ayah mulai senyam-senyum melihat situasi Kaila yang membuat Pram marah walau terus menyuapi Kaila. "hhhmmm.... perasaan anak ayah kagak cantik kenapa banyak yang naksir sih, apa mereka tidak ngliat banyak jerawatnya dimuka, udah pesek, kulit item" perhatikan ayah dari dekat wajah Kaila. "cantik yah" jawab mereka serempak. Kaila dan ayah tertawa ngakak, tidak menduga mereka akan kompak gitu.
"soalnya Kalai udah nikah jadi yang cantik tinggal dia" alasan Kris sambil garuk-garuk kepala walau tidak gatal. "besuk pagi dia akan menikah" kata Pram kesal. "memang kenyataannya dia cantik terus kenapa, kan tidak salah kalau mereka bilang Kaila cantik. kamu mau bilang Kaila jelek. terus kenapa kamu mau nikah sama dia" bela daddy ikutan gabung. "cakep nih pak Bagaskara.... setuju, mantul" isyarat jemari Davi mengiyakan. "apaan tuh mantul" kerut daddy mendengar istilah baru lagi. "mantap betul dad, artinya excellent" senyum Kaila, daddy mengangguk.
"sebelum kenal kamu kan mereka sudah terbiasa bersama dengan Kaila, jadi wajar kalo mereka membela Kaila yang cantik atau mau daddy batalkan nikah mu besuk biar mereka menggantikan mu" goda daddy menaik turunkan alis kepada Pram. "kalau Kaila mau mereka jadi suaminya dari dulu pasti Kaila sudah memilih dad nyatanya mereka tidak bergerak tuh, mereka tetap jalan ditempat" ucap Pram telak. Kaila tertawa ngakak mendengar Pram menang telak.
"nggak dikampus... nggak dirumah, nggak diluar sama aja sadis kalo ngomong. nggak liat kita masih jomblo" kesal Davi memaju mundurkan bibirnya ngomel, mereka tertawa melihat tingkah Davi yang kocak.
"udah kak" pandang Kaila, Pram mengangguk mengambilkan minuman jahe buat Kaila yang segera meminumnya. "makasih kak" senyum Kaila merasa semakin normal suhu tubuhnya.
"idih..... pada ngapain ngumpul disini" tanya Icha. "darimana cha" toleh Kaila. "mommy mas Pram nunggu kamu di xx" kata Icha. "mommy nyuruh kamu perawatan tubuh disana" kata daddy lupa memberitahu Kaila dari tadi.
__ADS_1
"haaa.... buat apa dad" kaget Kaila. "lha besuk pagi kan situ nikah lupa..... apa emang nggak mau buru-buru nikah. biar paras kita tampak glowing" senyum Icha, Kaila menghela nafas panjang. "ayo, aku antar" pandang Pram. Icha menggeleng. "no..... no..... mas Pram pergi aja sama cowok-cowok ini. kita cewek-cewek mau perawatan dulu" kibas tangan Icha.
"ayo aahhh.... kita keliling London mumpung semua ngumpul" senyum ceria Davi beranjak dari tempatnya. "kamu juga ikut mereka kak" pandang Icha, Saka menunjuk dirinya sendiri, Icha mengangguk dan tersenyum. "ayok Kai..... let's play the games" senyum smirk Icha. Kaila membalas senyum Icha dengan apik.
"jangan macam-macam Kai" lihat Pram merasa mereka berdua merencanakan sesuatu, Kaila menoleh menatap Pram. "kita pergi dulu kak, semuanya. have fun yaa..... jangan lupa, ini negeri orang jangan kepedean liat bule" lambai Kaila pergi menyusul Icha. "diantar siapa" seru Pram. "sopir" jawab Icha nggak kalah seru, Pram berubah dingin. "isshhh..... anak ini kalo ada Kaila aja beda jadi kayak di kutub lagi. ayolah guys kita jelajahi London" senyum daddy. "akan daddy perlihatkan London siang hari" anjak daddy, mereka mengikuti langkah daddy. "naik apa nih kita" tanya daddy tiba dihalaman depan, paman Din mempersilahkan mereka semua naik bus tour London. "wow..... eksklusif punya" masuk Kris menikmati interior dan fasilitas yang ada di bus tour milik pengusaha ternama itu.
"kalo dibawa ke Jakarta malah nggak kerja nih, mending di bus aja" duduk Arden nyaman. "nikmati perjalanan kita kali ini" senyum ayah melihat kehebohan anak-anak muda itu. "kasihan anak-anak sama Mita, nggak ikut menikmati kota" gumam arden melihat keluar jendela besar bus. "tenang, jika anakmu sudah bisa diajak berpergian kita akan pergi liburan rame-rame" pandang Pram menyahuti Arden yang tersenyum dan mengangguk. "berarti kita semua diajak nih mas" tanya Davi dan Kris memepet Pram. "iya, jangan dekat-dekat hanya Kaila yang boleh mendekatiku" usir Pram. "ihhh..... bucin tingkat akut" jauh Kris. "siapa juga yang mau sama situ, gue mah ogah" sambung Davi gemulai.
"oh iya.... lupa aku cerita Kris, tadi malam ada pertunjukan seru lho sehabis barbeque an" kata Davi melirik Pram sedangkan yang dilirik datar aja muka nya malah sibuk bekerja dengan Saka. "apaan Dav" tanya Kris penasaran, Davi membisikkan sesuatu di telinganya. "apa.... yang bener" teriak Kris kaget mereka semua menoleh mendengar teriakan Kris, ia nyengir segera meminta maaf.
"wah..... mas Pram memberi pengaruh buruk pada Kaila nih" geleng-geleng kepala Kris. "sembarangan, justru Kaila baru kali ini berani seperti itu coba sama Arga dulu biasa aja kan, kayak adik sama kakak. bukan seperti orang yang sedang memadu kasih lha ini sama mas Pram aku merasa beda banget" bisik Davi. "iya juga sih biasanya juga kemana-mana sendiri sama dia ke proyek aja ikutan" angguk Kris mengiyakan.
"ishhh.... kagak bisa liat yang bening-bening lagi dong Kai, tau nggak ultimatum setelah kita jadian tuh gini katanya 'kamu nggak boleh nglirik cowok lain, kamu sudah nggak bisa lari Fritscha Prasodjo' kan ngeselin omongannya" kata Icha dengan nada kesal, Kaila tertawa ngakak.
"lah elah.... kamu mending cuman digituin udah keder aja kan masih bisa tetep lirik sana sini, aku besuk dah nikah aja, umur baru 20 taon bu... bayangin..... baru aja ngrasain liat yang bening-bening udah harus liat satu orang aja, posesif banget lagi" hela nafas Kaila. "nanti kita nggak pulang ke kediaman Bagaskara lho Kai" kata Icha. "haa..... yang bener..... ahhh..... kenapa nggak bilang dari semalam kalo tau gitu bangun pagi banget trus keluar" kata Kaila ceria.
"honey, dah sampai" sapa Pram menatap wajah Kaila dilayar smartphone nya, Kaila turun dari mobil, "baru aja sampai ini mau masuk ke dalam" kata Kaila mengikuti arahan petugas Kaila mengangguk dan tersenyum. "thank you Miss" salam Icha menggenggam tangan Kaila untuk mengikuti langkahnya. "kak udahan dulu, ini mau masuk ruangan perempuan semua" pandang Kaila, Pram mengangguk. Kaila menutup ponselnya dan mematikan daya "aman kalo gini" senyum Kaila, mereka bertemu mommy dan lainnya. Kaila memilih berada disamping Kalai. "dah bangun Kai" senyum Kalai. "he.... em kelamaan berendam berakhir kedinginan tadi pagi" rebahan Kaila mulai treatment.
malam hari
__ADS_1
Pram sesekali melihat pintu masuk rumah berharap Kaila segera pulang. "kenapa belum pada pulang" tanya Pram gelisah. "mereka nggak pulang boy, nginep di hotel dulu sampai besuk pagi acara baru kalian ketemu" jelas daddy. "what..... kenapa nggak bilang sih dad" kata Pram memandang daddynya. "besuk pagi kan ketemu kak" kata daddy, Pram mencoba menghubungi Kaila. "ponselnya tidak bisa dihubungi, apa dia baik-baik saja" gumam Pram kemudian berdiri, daddy melihat Pram yang akan pergi "mau kemana boy" pandang daddy. "mau liat Kaila, dad" jawab Pram, daddy menghela nafas melihat kelakuan anaknya yang bucin akut. "besuk pagi mereka kesini tenang boy..... mereka sedang berkumpul bersama" titah daddy, Pram beranjak menuju kamarnya. "mau kemana boy" tanya daddy, Pram menatap daddy kesal.
"kekamar dad" sahut Pram berlalu. daddy tertawa, melihat Pram seperti singa yang kehilangan taringnya. "jangan lupa besuk harus menghapal kan kalimat sakral untuk menjadikan Kaila sah menjadi istrimu" seru daddy,
Pram menuju kamarnya dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang menciumi bantal dan cover bed yang dipakai Kaila tadi pagi.
bucin akut mah bebas ya friend..... kagak ada yang ngelarang.....
bisa apa kita mah yang jomblo gini..... hadewh.....
hai hai hai... para readers, love you all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak hehehehehe..
selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat.
ciehhh... udah kayak mau tampil dikondangan aja nih hahahaha...
dukung yaaa... karya pertama ku.
love...love...love all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
__ADS_1
thanks a lot pisang sekebon...😘