
Pram mengerjapkan matanya melihat Kaila yang masih tertidur dengan lelap, dia meraih ponsel yang berada disampingnya. "hallo" salam Pram. "apa Kai bersamamu Pram" tanya ayah. "iya yah dia masih tidur karena tadi malam kita jalan-jalan dengan mobil keliling, kenapa yah" tanya Pram. "tolong pamit kan pada Kaila jika hari ini ayah pulang ke Indonesia bersama yang lain, pekerjaan sudah menunggu kami disana" kata ayah. "ayah akan pulang hari ini" tanya Pram membuka matanya mengusap bahu Kaila agar segera bangun, Kaila memicingkan matanya menyesuaikan dengan cahaya ruangan memandang Pram ada apa. Pram menyalakan loud speaker agar Kaila mendengarnya.
"iya.... ayah akan ikut pulang hari ini jam 9 malam nanti bersama yang lain, semua sudah diurus oleh sekretaris daddy mu, ayah mencoba menghubungi Kaila tapi ponselnya tidak aktif dari tadi jadi ayah mencoba menghubungimu. maafkan ayah" jelas ayah, Kaila membuka matanya lebar-lebar, "Kaila segera pulang yah, tunggu sebentar. ponsel Kaila ada dikamar lupa tidak membawanya kemarin kita ke street food malam-malam" kata Kaila bangun terduduk.
"baiklah ayah tunggu tidak usah buru-buru" tawa ayah diseberang, Pram mematikan ponselnya dan memandang Kaila "mau mandi sekarang honey" tanya Pram. "iya tapi angkat" manja Kaila mengulurkan tangannya agar diangkat Pram tersenyum dan beranjak turun mengangkat tubuh Kaila menuju bathroom. "mandi pake shower aja by, biar cepat" pandang Kaila. "siap nyonya Pramudya" senyum Pram. "kapan kita balik ke Indonesia" pandang Kaila. "kamu mau ikut pulang sekarang" tanya Pram menurunkan Kaila dan menyalakan shower, Kaila menggeleng,
"aku ikut kemana kakak pergi aja" jawab Kaila dibawah guyuran air yang membasahi tubuhnya, Pram memeluk Kaila dari belakang. "honey, jangan begini. nanti nggak selesai-selesai mandinya" kata Kaila mencoba melepaskan tangan Pram yang memainkan benda kenyal kesukaannya. satu tangan Pram bergerak turun menyentuh area sensitifnya dan bermain disana seketika kaki Kaila tidak mampu menopang berat tubuhnya sendiri, Pram melingkarkan tangannya di perut Kaila agar tidak jatuh. Kaila mendesah menikmati sentuhan Pram yang memabukkan, Pram membalikkan tubuh Kaila dan mengangkat salah satu kakinya dengan sekali hentakan memasukkan miliknya kedalam Kaila Kaila melenguh pelan saat Pram melakukan penyatuan. Pram mengecup kening istrinya dengan tetap menahan tubuh Kaila yang masih lemas.
"honey mau berendam" bisik Pram dibawah guyuran shower air. "aaahhh..... hubby.... no..... sana jauh dariku aku ingin segera ketemu ayah" kibas-kibas tangan Kaila membuat Pram tergelak. "ayo kita mandi dan segera sarapan" kata Pram menggosok punggung Kaila. "tapi jangan macam-macam" peringatkan Kaila sambil memakai shampoo. Pram menggeleng, "aku hanya menginginkan satu macam saja Kai, hanya kamu" goda Pram. Kaila tersenyum memberi shampoo pada rambut Pram.
"ntar.... aku pikir-pikir masih ada bermacam-macam diluar sana yang mau sama kamu nggak" pandang Kaila, Pram tertawa "banyak yang mau honey, tapi hanya dirimu yang membuatku merasa jatuh cinta" kata Pram.
"sayang, dimana pakaianku" tanya Kaila memandang Pram yang mulai mengenakan pakaian "ini, aku lupa mengatakannya tadi malam" serah paperbag Pram, Kaila meraihnya dan membukanya. "gaun lagi" pandang Kaila memakai underwear. "nanti ke gesek kalau pake jeans, yang tambah perih" bantu Pram menaikkan resleting, Kaila memakai sneakers hitam. "sudah, yang" tanya Pram, Kaila mengangguk mereka segera keluar dari kamar. Pram menggenggam jemari Kaila sembari memakaikan kacamata hitam pada Kaila. "you looks beautiful" senyum Pram memakai kacamata hitamnya. Kaila tertawa melangkah tenang. "don't walk to fast hubby, sakit" cengir Kaila, Pram tertawa mengangguk. "sakit, tapi enak dan ketagihan" ceplos Pram melihat Kaila. "he.... em..... ternyata nagih kenapa nggak dari dulu ya" angguk Kaila menggoda Pram. "what....." seru Pram seketika menghentikan langkahnya, Kaila tertawa mengecup bibir Pram sekilas. "hanya denganmu by, you are the one and only" tarik Kaila agar cepat jalan, Pram tersenyum bahagia. "mau mengendarainya lagi honey" isyarat dagu Pram melihat mobil yang terparkir didepan hotel. "no, aku ingin melihat sekeliling" geleng Kaila duduk disamping kemudi. Pram menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.
Kaila melihat pohon-pohon berjejer rapi disisi jalan terlihat indah. "kak, tepi sebentar kita abadikan moments dulu" pandang Kaila. Pram menepikan mobilnya "mana ponselmu by" tanya Kaila, Pram segera menyerahkannya. "let's play the moments" jepret kamera Kaila tersenyum.
"kita keluar by" buka pintu Kaila, Pram menurut apa kata Kaila semua moments telah selesai diabadikan. "kenceng dikit mbawa mobilnya biar cepat sampai" pandang Kaila mengecup pipi Pram. "seperti pintamu nyonya Pramudya" senyum Pram, Kaila tertawa mendengar sebutan Pram untuknya. "terdengar aneh nggak sih by" tawa Kaila Pram menggeleng, Kaila melihat hasil jepretan nya tadi "nanti aku kirim ke ponselku, aku post di media sosial tapi parasmu aku sembunyikan" kata Kaila.
"kayak pacar rahasia aja" kata Pram tertawa "lebih tepatnya suami rahasia" tawa Kaila, Pram mengacak rambut istrinya gemas. "kebiasaan sih.... kenapa harus ngacak-acak rambut" rapikan rambut Kaila kembali. "milih mana rambut atau gaunmu ini" pandang Pram mempercepat laju mobilnya. "tidak dua-duanya nggak ada pilihan sama sekali itu kak" kerucut mulut Kaila, Pram tertawa lebar.
__ADS_1
"habis malam nanti kamu honey" pandang Pram menatap Kaila dari atas kebawah. "aku kabur lewat jendela, berhenti untuk malam ini aku nggak kuat honey" geleng-geleng kepala Kaila meremas rambutnya, Pram tertawa terbahak bahak.
sampai kediaman Bagaskara, keadaan rumah sangat ramai semua orang berkumpul bersama "nah pengantin baru sudah datang" goda daddy. "iya, dua hari ngilang jalannya udah beda" goda ayah, Kaila batuk-batuk mendengar perkataan ayahnya, memeluk, menggelendot manja di lengan ayahnya. "nggak malu udah punya suami masih nempel ayah aja" peluk ayah mengelus-elus punggung Kaila, Pram meminta teh manis panas kepada pekerja yang siap sedia menemani mereka.
"kalian beneran mau pulang sekarang" tanya Kaila menatap semua. "kasihan anak-anak Kai ditinggal ayahnya" senyum Arden. "yang kangen sih bundanya bukan anaknya" celutuk Davi, "mending ada yang kangen daripada jomblo" ledek Arden, Davi memeluk Kris. "najis Dav" dorong Kris, mereka tertawa ngakak melihat tingkah kocak Davi dan Kris.
"sepi lagi kalo kalian pulang" pandang mommy. "tinggal lagi di Indonesia saja
bu Zaskia" pandang Kris. "pingin Kris tapi belum pas kalo sekarang nanti kalo mereka udah ngasih cucu baru mommy balik ke Indonesia" pandang mommy kearah Pram dan Kaila, Kaila yang sedang meminum teh menjadi tersedak dan batuk-batuk. mereka tertawa melihat kekonyolan Kaila yang menjadi target mommy nya. "baru dua hari mom masak langsung jadi" pandang Pram. mommy mengendurkan bahunya kebelakang sambil meminum tehnya.
"Icha juga ikut pulang" tanya Kaila menatap Icha. "noh.... pawangnya ngintilin dia melulu, sampai Indonesia ditinggal kerja soalnya bosnya baru honeymoon" pandang Davi kearah Saka.
"bodo" kesal Icha tanpa menoleh, Saka setengah berlari mengikuti langkah Icha.
"mereka kelihatan serasi kalo begitu ya...." senyum Kalai, Kaila mengangguk. "satu pesawat semuanya" tanya Kaila, daddy mengangguk. "karena book nya sejak mereka datang jadi bisa dikondisikan oleh maskapai penerbangan lagian juga bukan high season kan" kata daddy. "mau ikut pulang Kai" tanya mommy. Pram menggeleng "kita mau ke Maldives dulu mom" jawab Pram, Kris dan Davi berteriak seru, impian para penikmat alam. "kalian mau ikut" tanya Pram memandang mereka, "besuk aja kalo udah punya pasangan, kagak enak liat orang honeymoon" kesal Davi karena tawaran Pram tidak tepat waktunya.
"jika kamu berdedikasi di perusahaan tidak menutup kemungkinan kamu mendapatkan banyak bonus dari perusahaan kita" dukung daddy menyemangati Davi dan Kris.
"pak Bagaskara bisa aja saya merasa tersanjung sekali lho pak bisa mendapat kehormatan untuk menjadi orang yang dipercaya keluarga Bagaskara yang terkenal seantero dunia" tunduk Davi hormat. "atasanmu nanti itu aku Dav, bukan dad" pandang Pram memainkan rambut Kaila. "iya mas kalo jadi kesana kalo kagak ya maafin yaa...." cengir Davi keki, Kaila menepuk paha Pram. "makan yuk by" kata Kaila menopang dagunya. "kita belum makan, yang" ingat-ingat Pram menatap istrinya, Kaila menggelengkan kepalanya lemah.
__ADS_1
"ini udah jam berapa Kai, jam 10 lho... nanti masuk angin" kata mommy melihat mereka berdua, Kaila mengangguk. "bentar Kai, kita abadi moments dulu" datang Icha tiba-tiba dengan Saka. "Ok" semangat Kalai memposisikan dirinya agar terlihat epik, "paman Din, maafkan saya mau meminta tolong salah satu pekerjamau mengambil moments bersama kami" senyum Icha.
"baik nona" senyum paman Din, memberi isyarat kepada salah seorang pekerja yang suka sekali selfie dengan kameranya, Icha mengarahkan salah satu pekerja dikediaman Bagaskara itu mengambil gambar agar terlihat menarik. "para orang tua berada di sofa sedangkan yang lebih muda berada dibelakang" pinta Icha.
"yah..... kayak mau foto keluarga aja Cha" berdiri Davi, Icha mengangkat tangannya agar Davi tidak protes. "para gadis ditengah dulu deh" kata Icha, "yang masih gadis cuman kamu aja Cha" pandang Arga. Kalai memukul bahu Arga pelan, Icha diapit oleh Kaila dan Kalai, sedang para laki-laki berada di kanan-kiri mereka.
"paman Din ikutan" panggil daddy, paman Din menggeleng hormat. "paman din disampingnya Kris" pandang Pram, paman Din mengangguk hormat mendekat kearah Kris yang paling dekat dengannya berdiri. pekerja itu mulai mengambil moments keluarga dengan berbagai gaya beberapa kali.
"nah sekarang dengan pasangan masing-masing" tepuk Icha untuk merubah posisi.
"iiissshhh.... ribet sih Cha" kata Kris, "bawel banget sih laki-laki hari ini, yang jomblo jangan ngumpul jadi satu. dikedua sisi dong biar angle nya dapet" kata Icha. "tau nih Kris, nempel aku mulu" sungut Davi, Kris menjulurkan lidahnya kesal beralih ke posisi seberang sana. Arden menemani ayah duduk disebelahnya, Kaila dan Kalai berada ditengah diapit oleh suami mereka, Icha disebelah Arga dan Saka, pekerja kembali mengambil moment yang ada.
"terakhir gaya bebas ya...." seru Icha senang, Pram memberi isyarat Arga yang mengangguk mengerti. saat pekerja mengabadikan moment, Arga dan Pram mencium pipi istri mereka secara tiba-tiba membuat Kalai dan Kaila terkejut.
hai..... hai.... hai...... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak.
selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa... karya pertama ku.
luv.... luv.... luv..... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
__ADS_1
thanks a lot pisang sekebon...