
"yang, kita ada kuliah pagi" usap pipi Pram. "jam berapa sekarang" picing mata Kaila menggeliat pelan kembali memejamkan mata "jam 7 pagi" kata Pram menciumi pipi Kaila berulangkali hingga Kaila membuka matanya lebar-lebar. "mati aku.... ada kuliah pagi kan" kata Kaila buru-buru membersihkan dirinya di bathroom berlari ke walk closet mencari pakaian untuk ke kampus "mana sneakers ku" cari Kaila disudut ruangan kamarnya. "ini honey" datang Pram membawa sneakers hitam Kaila yang segera memakai ditepi ranjang sedangkan Pram mengeringkan rambut Kaila dengan pengering rambut, Kaila mengoles tipis bedak dan lip gloss agar tidak pucat Pram menyodorkan air mineral Kaila meminumnya sampai habis Pram mencium lembut bibir istrinya yang secara refleks melingkarkan kedua tangannya keleher suaminya menikmati ciuman pagi yang menggelora Pram menyatukan keningnya dengan nafas memburu menahan hasrat berlebih "ayo kita berangkat, yang. aku takut tidak bisa berangkat pagi ini" kecup Pram mengangkat tubuh Kaila keluar dari kamar.
"bangun telat lagi" kata ayah memandang anak bungsunya yang nyengir mengangguk saat didudukkan Pram dibangku makan. "kebiasaan kamu Kai" kata ayah mengelus kepala Kaila. Kaila mengangguk tersenyum. "akan berusaha yah.... nggak bisa semudah membalikkan telapak tangan butuh proses" kata Kaila mengecup pipi ayah beranjak pergi setelah diberi bik Sum bekal nasi goreng untuk sarapan "pulang jam berapa nanti kalian" tanya ayah sebelum mereka keluar rumah. "kemungkinan sore yah belum tau jadwal pastinya ini baru nyari jadwal kuliah yang nggak saling bentrok" lambai Kaila meraih jemari Pram keluar dari rumah Pram membuka pintu mobil untuk Kaila, mobil berjalan pelan keluar dari pekarangan rumah selama dalam perjalanan Kaila memakan bekal nasi goreng bersama Pram. "by nanti turunin dekat kampus" kata Kaila sambil makan "nggak, turun dikampus aja ya.... biarin orang ngomong apa" geleng kepala Pram. "by ayolah..... aku masih 1,5 tahun lagi belajarnya, kamu mau istrimu ini dijadikan bahan gunjingan mahasiswa lain" pandang Kaila meminta pengertian suaminya yang menghela nafasnya panjang. "tapi pulangnya sama aku ya.... nanti aku cari jadwal yang pulang perginya bareng" kata Pram tegas. Kaila mengangguk pasrah tidak bisa lagi membantah suaminya jika sudah begini.
"kenapa harus gonta-ganti mobil sih by gimana kalau besuk aku bawa mobil sendiri aja" sungut Kaila. "memang kenapa" tanya balik Pram Kaila menatap Pram cepat. "boros kak, mending biasa aja biarin aja orang ngomong kita nggak punya yang penting kita nyaman" jawab Kaila mengibaskan tangannya. "padahal mobil yang daddy kirim itu harganya luar biasa lho, yang" pandang Pram Kaila menatap suaminya tidak percaya, Pram menganggukkan kepalanya mengerti maksud Kaila "apa..... lalu kenapa dikirim kesini kan jadi nggak enak akunya" kata Kaila nggak enak pada daddy Pram mengelus pipi Kaila. "it's Ok honey daddy memang menyayangimu makanya dia mengirimkan itu untukmu kamu adalah anak perempuannya" pandang Pram sekilas Kaila memandang keluar kaca jendela sambil bertopang dagu. "kalo gitu apa kita jual Bumblebee lamaku aja ya...." kata Kaila Pram mengangkat bahunya. "itu terserah padamu karena mobil itu punyamu" pandang Pram Kaila menggigit bibir bawahnya pelan.
"my wife" panggil Pram Kaila menoleh pelan "jangan menggigit bibirmu seperti itu nanti akan terluka" usap-usap Pram dibibir Kaila yang hanya diam menyandarkan kepalanya ke belakang. "dah sampai, yang" tepi Pram tidak jauh dari gerbang kampus Kaila melepas seat beltnya "aku kuliah dulu, by" salam Kaila mencium tangan Pram yang mencium lembut bibir istrinya Kaila segera keluar dari mobil dan berjalan pelan kearah gerbang fakultas nya Pram meninggalkan Kaila untuk masuk dan mencari parkir sesuai tempatnya. Kaila berjalan pelan di lorong kampus dan berpapasan dengan suaminya yang tersenyum lebar mengacak rambut Kaila, ia menepis tangan suaminya Pram tertawa renyah menuju ruangannya dulu sebelum masuk ke kelas Kaila.
"aaaahhh...... akhirnya nyampe kelas juga" hempas tubuh Kaila dibangku kelas. "kita sekelas lagi nggak genks" tanya Kaila menanyakan jadwal kelas semester ini kepada kedua sahabatnya "hanya beberapa Kai karena kamu banyak mengambil mata pelajaran dasar diawal kuliah setiap semester jadi kita banyak yang tidak sama" kata Davi Kaila menghela nafasnya berat "jadi sering sendirian nih aku nantinya" pandang Kaila Icha mengangguk lesu. "paling ketemu seminggu dua kali tidak bisa setiap hari diluar kelas kita masih bisa ketemu tapi tidak untuk jam kelas dan kelasnya" kata Davi. "yah nggak papa yang penting kalian harus semangat" senyum Kaila melihat ponselnya jadwal apa saja kelas yang akan diambilnya.
"pagi teman-teman" salam Pram saat masuk kelas kemudian melihat semua mahasiswanya dikelas dilihatnya Kaila sedang serius memilih mata kuliah untuk semester ini. "pagi mas" salam mereka menjawab salam Pram serempak "Kai" panggil Pram menatap Kaila yang masih melihat mata kuliah yang akan diambilnya dan tak membalas salamnya "ya by...." dongak Kaila tanpa sadar Pram tersenyum tertahan menyadari kebiasaan Kaila yang memanggilnya berbeda setelah menikah dan dia berhasil menggodanya seketika ruangan kelas menjadi heboh oleh sorak-sorai mahasiswa lain yang mendengar jawaban Kaila Icha segera menutup mukanya dengan kertas dan Kaila seketika berubah menjadi memerah wajahnya. "iya... bisa saya bantu mas" senyum Kaila menyadari kebodohannya tadi.
"jangan terlalu fokus ke mata kuliah apa di semester ini kamu akan menjadi mahasiswi bimbingan saya mulai semester ini" pandang Pram kearah Kaila yang membelalakkan matanya lebar-lebar tidak percaya kepada perkataan Pram saat mengatakan hal itu dihadapan anak-anak yang lain ia takut menimbulkan asumsi yang berbeda-beda diantara mahasiswi lainnya. selama kelas berlangsung beberapa kali Kaila harus menjawab pertanyaan yang dilontarkan Pram saat sesi guick test membuat Kaila harus memperhatikan kata-kata suaminya dengan serius.
__ADS_1
kelas Pram telah berakhir Pram segera meninggalkan kelas namun Kaila tidak mau memperhatikan saking kesalnya melihat Pram yang menjulurkan lidahnya saat menatap Kaila keluar dari kelas "masih ada mata pelajaran lagi nggak Kai" tanya Icha menatap Kaila sambil tertawa lebar melihat kekesalan sahabatnya itu. "apa kamu punya dendam pribadi Kai dengan mas pram" senyum seorang mahasiswi melihat Kaila hari ini diberi banyak pertanyaan selama sesi mengajar Pram, Kaila tersenyum keki dibuatnya. "masih aku harus ambil di semester ini agar bisa mengambil kelas lanjutannya di semester besuk" angguk Kaila melihat jadwal yang dia lihat di website kampus. Icha menyeruput jus alpukat susunya "rasanya akan beda jika kita masuk kelas yang berbeda" aduk-aduk jus Icha merasa galau Kaila memeluk Icha dari samping.
"jangan begitu Cha kamu masih ada Davi yang bersama-sama dikelas justru aku yang malah merasa sendirian tau.... kok malah kamu yang sedih" topang dagu Kaila dibahu Icha yang menghela nafas. "ah iya.... kamu ada kelas lagi nggak hari ini" tanya Kaila. "ada sih tapi nanti abis jam makan siang" angguk Icha. "aaahhh.... kalau begitu aku harus masuk sekarang ini jam keduaku hari ini" anjak Kaila dari tempat duduknya melambaikan tangannya kearah Icha yang mengangguk tersenyum melihat kepergian Kaila.
"Kai...." panggil Bram Kaila mendongak ke atas melambaikan tangannya tersenyum menaiki tangga menuju lantai atas dimana Bram berada "kamu ikut mata kuliah ini Kai" senyum Bram saat Kaila sudah sampai ditempatnya berdiri Kaila mengangguk pelan dan duduk disamping Bram "Icha sama Davi nggak ambil juga" tanya Bram melihat Kaila yang sendirian. "mereka nggak bisa ngambil karena mata kuliah dasarnya nggak mereka ambil saat semester awal dulu karena terlalu santai" jawab Kaila menggeleng.
"kamu ngambil kelas ini juga Bram" tanya Kaila menaruh tasnya disamping dan mengetik sesuatu di ponsel nya. "iya" angguk Bram seraya berdiri tegak saat melihat Pram yang melangkah menuju mereka. "kok kalian masih diluar" kerut Pram tepat di depan Kaila Bram beranjak untuk masuk sedang Kaila mendongak menatap Pram didepannya. "ayo.... Kai...." isyarat bahu Bram, Kaila menoleh ke arah Bram dan mengangguk meraih tasnya berdiri berhadapan dengan Pram yang ada didepannya Kaila memperlihatkan layar ponsel nya yang sedang mengetik pesan untuknya bahwa dia ada kelas digedung barat Pram tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya, Kaila berjalan masuk ke kelas terlebih dahulu baru Pram menyusul kemudian, ia mulai mengajar kelas Kaila kembali. Kaila memilih duduk di depan agar lebih mudah jika Pram memberinya pertanyaan.
"kalian bisa membagi beberapa team untuk mendiskusikan masalah ini minggu depan bebas mau beranggotakan siapa saja" kata Pram "kelas ini ada 60 mahasiswa jadi bisa 6 orang satu teamnya mau campur atau homogen jenis kelaminnya juga boleh sesuka kalian mengaturnya" tambah Pram sambil melihat daftar mahasiswa yang masuk kedalam absen kelas hari itu.
"tidak mas" geleng mahasiswanya serempak Pram mengangguk mengetuk jari telunjuknya dimeja Kaila "kalau begitu kalian bisa bikin grup chat biar Kaila yang membuat tautannya" pandang Pram Kaila mengangguk pasrah dengan Pram yang menjadikan dirinya sebagai asisten pribadinya dikampus. Pram kembali ke mejanya dan menyudahi sesi mengajarnya Kaila menghembuskan nafasnya panjang setelah Pram pergi dari kelas "kamu kenapa Kai" tanya Bram melihat Kaila yang lesu, Kaila menggeleng pelan "nggak tau nih mas Pram kayaknya bikin aku harus rajin masuk kelas deh dari semester kemarin dia sudah menjadikanku seperti asistennya saat ada mata kuliahnya" raih tas Kaila beranjak dari tempat duduknya Bram berjalan disisi Kaila "makan yuk Kai" ajak Bram keluar kelas "tadi Icha ada dikantin aku tinggal karena ada kelas ini, bentar aku hubungi dia dulu abis makan siang dia ada mata mat kul lagi soalnya" ambil ponsel Kaila.
"dimana Cha" tanya Kaila.
__ADS_1
"ada di perpus" jawab Icha.
"Ok aku kesana sekarang" kata Kaila menutup panggilannya. "Bram, aku ke perpus dulu jemput Icha ketemu di kantin ya.... ntar anak itu ngambek ntar aku nggak dikasih coklat nanti" senyum lebar Kaila, Bram mengangguk melambaikan tangan mengerti, Kaila berbelok kearah ruang perpus dimana Icha sudah menunggu didepan perpus.
"ke kantin kan" kata Icha mendekati Kaila yang mengangguk semangat.
"kelaperan aku bu.... ketemu laki aku terus pingin liat yang bening napa ya" kata Kaila Icha tertawa lebar "laki lu juga bening Kai" kata Icha menepuk bahu Kaila. "ya... iya.... kalo kagak bening mah aku ogah" sungut Kaila mereka tertawa lebar menuju kantin untuk mengisi perut yang sudah protes dari tadi.
hai.... hai..... hai.... all readers luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak.
selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat, dukung yaaa..... karya pertama ku.
luv..... luv..... luv...... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
__ADS_1
thanks a lot pisang sekebon...