
Kaila dan Kalai terkejut dengan perbuatan suami mereka saat mengabadikan moment, "jahil tau by, banyak orang gini" pukul bahu Kaila pelan, Pram tertawa memeluk Kaila menyandarkan dagunya dibahu istrinya, "Kai, Kal kita bertiga" lambai Icha, "anak itu sudah mau bikin story' aja kayaknya" jalan Kalai mendekat, "kalo lama ditinggal bisa-bisa nanti setiap hari ngebut nonton Drakor atau kalo nggak nonton novel di mangatoon sampai nangis-nangis ato kesel sendirian" ikuti Kaila berjalan disamping Kalai.
"itu kita juga kan Kai, pake banget malah" tawa Kalai mengingat pengalaman seru mereka saat malam nonton Drakor sampai episodenya selesai biar nggak penasaran dan Icha yang sering menginap ditempat mereka ikutan nonton.
Kaila tersenyum lebar mengingat moments itu "masih bisa nggak ya kita seru-seruan gitu Kal" pandang Kaila menatap Icha yang tersenyum menunggu mereka mendekat. "masihlah Kai.... yakin kalo pasangan kita adalah yang paling mengerti kita jangan kuatir yang belum terjadi, jangan mendahului Tuhan kita cukup berserah diri atas takdir kepadanya. it's Ok to U" rengkuh bahu Kalai. "semongko" sahut Icha asal setelah mendengar kalimat terakhir Kalai. "lihat nih trending di media sosial ini, tarik sis semongko gitu jawabnya" liatin Icha agar mereka memperhatikan layar ponsel Icha.
"buat yuk Cha," toleh Kalai semangat setelah melihatnya "ayo.... ditaman belakang aja yang asik tempatnya" angguk Kaila, mereka segera berjalan kearah taman belakang, dua orang pekerja mengikuti mereka memastikan mereka dengan baik, Kaila, Kalai dan Icha memperhatikan gerakan yang ada di media sosial itu kemudian bergerak mengikutinya.
"Ok.... kita sudah hafal siap-siap girls" ambil posisi Icha ditengah. mereka melakukan aksinya dengan gembira.
"iiiihhhh..... langsung banyak yang lihat nih" seru Icha senang. "banyak yang nanya sama kembar ya..... yang mana Kaila yang mana Kalai". "tumben Kaila girly, biasanya tomboy". "asik banget nari nya kak... suka lho". "cantik semua, kliatan beda". "aahhhh..... jadi pingin jadi pacarnya". "komentarnya pada lucu-lucu sih" tawa Kalai. "kalian masih bisa hangout nggak sama aku setelah menikah" pandang Icha sendu.
"iiiihhh.... nih anak orang badai kayak kemarin aja masih bisa kita lewati Tuhan aja masih kasih kita kesempatan untuk memperbaiki diri pasti sekarang jadi lebih bisa dong Cha" senyum Kalai, mereka berpelukan. "ah miss you deh Kai, kamu jadi sering ngilang nih nanti" kata Icha. "maaf ya Kal.... Cha..... aku liburan sendiri dulu" goda Kaila. "iiilllliiih..... gua juga ogah ngintilin lu kalo liburan itu" kibas-kibas tangan Icha, mereka tertawa lebar menertawakan kekonyolan mereka. "apapun yang terjadi kalian adalah yang terbaik dalam hidupku" pandang Kaila. "aahhh.... co... cweet.... sih adikku" peluk Kalai, Icha memeluk mereka bertiga.
"yang, jadi makan tidak" panggil Pram, mereka menoleh, "iiissshhh..... suami satu ini keseringan muncul kagak ada tanda-tanda" manyun Kaila. "cie-cie..... yang udah punya suami" goda Icha menyenggol lengan Kaila. "makanya nikah mumpung masih ada yang mau disambar orang lain baru tau nanti" pandang Kalai, Icha tersenyum. "makan sekarang, ayo" pandang Pram, Kaila mendekat dan meraih jemari tangan Pram. "udah kangennya" tanya Pram melihat Icha dan Kalai yang mengikuti mereka, Kaila tersenyum. "tadi buat konten di media sosial Icha, udah lama nggak buat karena kesibukan saat Kalai nikah dan kita juga nikah baru kali ini kita bikin konten buat seru-seruan aja" cerita Kaila. "kapan kita berangkat honey" tanya Kaila.
"mungkin 2-4 hari lagi, aku ingin mengajakmu keliling London dulu, baru kita ke Maldives karena kita nanti lama nggak kesini lagi kamu kuliah, aku juga kerja jadi waktu pulang kesini nggak bisa sering" jawab Pram "Ok, ngikut aja" angguk Kaila duduk, Pram duduk disebelah Kaila, seorang pekerja menyajikan makanan diatas meja.
"yang lain nggak ikut makan" pandang Kaila minum, Pram menoleh ke ruang tengah melihat yang lain tengah bercengkrama karena mungkin nanti lama tidak bertemu karena kesibukan masing-masing.
"mungkin mereka masih kenyang jam 6 mereka harus berangkat ke bandara" suapi Pram, Kaila menerima suapan Pram mereka makan bergantian dan sambil mengobrol, Davi mendekat dan duduk berhadapan dengan mereka. "ada puding nggak ya" pandang Davi, seorang pekerja meletakkan piring kecil berisi puding jeruk bertabur cokelat. "makasih" senyum Davi mulai menyendok pudingnya. "mengajukan cuti kuliah nggak Kai" tanya Davi, Kaila menggeleng. "ngapain, mending cepet selesai trus bisa magang kerja" geleng Kaila. "istri CEO tajir juga masih mau kerja" tanya Davi menatap Pram.
"kalo dia nggak repot nggak masalah sih lagian nggak ada yang tahu aku punya perusahaan yang sering ketemu dengan client sih Saka" senyum Pram memandang Kaila penuh dengan penuh kasih sayang, Kaila minum dan tersenyum.
__ADS_1
"aaaahhhh... cweet.... banget sih suamiku" cium pipi Kaila, Pram tersenyum lebar. Davi tersenyum melihat kemesraan mereka "aku seneng bisa melihat kamu bahagia Kai, setelah apa yang kamu lalui kamu berhak bahagia dan aku akan selalu menjadi sahabatmu sampai kapanpun" senyum Davi lebar. "aaahhhh...... terimakasih untuk selalu menjadi sahabat terbaikku Dav" sodor tangan Kaila untuk menggenggam tangan Davi terharu, Davi membalas menggenggam tangan Kaila. "ikutan dong" pegang tangan Icha diatas tangan mereka. "kita berpisah dulu ya sebulan kurang lah, ketemu lagi di Indonesia" pandang Kaila.
"iiiihhhh...... sekarang kalo ngomong di Indonesia aja dulu kalo kita berpisah ngomongnya mah kita ketemu dikampus ya..... sekarang mainnya jauh banget padahal seminggu nggak ketemu udah nyari aja di kost-an dyavi" tawa Icha, Kaila tertawa mengingat kenangan mereka.
"iya jadi inget waktu kita ke Labuhan Bajo saat Davi dikejar mak-mak mau dijadiin menantunya" tawa Kaila. "kenangan yang mengesankan kalo diingat padahal waktu itu ketakutan setengah mati" tawa Davi. "kalian sering nge trip ekstrem sih jadi aku nggak ikut" kesal Icha. "makanya kita bertiga sama Kris kan dia setannya" isyarat dagu Davi memandang Kris yang baru ngobrol bersama Arden dan ayah, mereka bertiga tertawa ngakak. Pram menatap Kaila yang terlihat bahagia dengan kedua sahabatnya berbanding terbalik saat dia terluka dan menepi di bukit untuk melepaskan kesedihannya, dia bersyukur Kaila mampu melewati rasa sakit hatinya dan saat dia sudah menjatuhkan pilihan hatinya kepada Kaila.
"ato kita ke Raja Ampat besuk biar seru" naik turunkan alis Icha, "bayar sendiri-sendiri ah.... nggak enak kalo numpang terus" geleng Davi merasa nggak enak. "patungan aja kayak biasanya nanti kurangnya biar mereka bertiga yang tajir yang nambahin" kata Kaila antusias, "yang tajir itu sekarang milikmu, yang. aku hanya mencarikan untukmu, jadi uangnya milikmu sepenuhnya" kata Pram pelan.
"siap nanti kalo dah fix waktunya kita schedule kembali" angguk Icha. "biasanya yang paling antusias yang sering nggak bisa waktunya" topang dagu Kaila. Icha tertawa "jangan salah istrinya CEO tajir yang biasanya kebanyakan jadwal" kata Icha, Kaila memutar matanya jengah. "I'm just Kaila the ordinary girl" angkat bahu Kaila, Pram memeluk pinggang Kaila dan mengecup rambutnya "and I'm the husband of that ordinary girl" elus rambut Pram, Kaila tersenyum memeluk Pram. "keatas yuk Kai" pandang Pram.
"ehem.... ehem..... jangan mancing siang-siang deh mas besuk kita udah nggak disini lho, puas--puas in besuk aja" pandang Icha dan Davi keki, Pram dan Kaila tertawa. "makanya cari yang halal biar lebih enak" jawab Pram.
"lupa ya... situ saat mau dapetin yang halal ini perjuangannya nggak sebentar jatuh bangun ngejarnya mau aku beberin semua" pandang Icha berkacak pinggang, Pram, Kaila dan Davi tertawa ngakak. "nggak nyangka calonnya Saka garang banget" geleng kepala Pram tertawa. "banget mas sebelas dua belas sama pawangnya" angguk Davi tertawa. "jangan gitu kalo jalan sama dia aman lho nggak ada yang berani dekat paling mereka memandang dari jauh" tawa Kaila ngakak dan dipukul bahunya pelan sama Icha yang juga tertawa ngakak. "kayak kamu punya nyali untuk menolak aja, kita mah dimana-mana selalu punya penggemar" tawa Icha sadar kalo selama ini dia yang menjaga Kaila dari cowok-cowok usil, Kaila manggut-manggut membenarkan memberi tanda dengan jemarinya.
"kalo mas Pram kebanyakan senyum kalo sama kamu Kai kalo nggak ada kamu balik lagi dinginnya" pandang Davi.
"besuk kalo di kelas mas Pram gimana ya" lamun Icha bertopang dagu. "ya kayak biasanya lah emang mau gimana orang yang tau aku nikah sama dia juga cuman kita aja. biarin nggak usah pada tau berabe kalo pada tau nggak nyaman kuliah banyak hatersnya" senyum Kaila, Pram mengangguk. "iya..... iya.....aja nih mas Pram kalo dikelas datarnya minta ampun" kata Davi. "ya... kali Dav mau tebar pesona bisa nggak dapat jatah malam harinya sama si nyonya besar" timbrung Kalai duduk dekat Icha.
"wah... dah.... deh, tiga orang udah berkumpul, nyerah aku" angkat tangan Davi pasrah, mereka tertawa.
"tolong teh panas tawarnya" senyum Kaila pada salah satu pekerja yang ada disitu, seorang pekerja tersenyum mengangguk menuju ke pantry.
"kalo disini semua serba dilayani lha kalo di Indonesia semuanya dikerjain sendiri sama pesan Abang ojek" lihat Davi ke sekeliling.
__ADS_1
"makanya kamu kangen Indonesia ya Dav" tanya Kalai. "nggak kangen lagi Kal terlalu cinta sama Indonesia dan perasaan itu datangnya saat ada di negara orang lain karena sohibnya nikahan tanpa tau siapa suaminya, ealah.... ternyata dosen gua sendiri" kata Davi mengeluarkan unek-unek nya.
"tapi suka kan beri restu kan" naik turunkan alis Kaila. "kalo nggak beri restu takut kualat gue Kai, secara dia lebih tua dari gue" cengir Davi, Kaila tertawa lebar. "cuman beda 3 tahunan Dav, aku ngga setua itu" dengus Pram kesal menatap Davi. "iya mas, nggak tua tapi matang" senyum Davi, mereka tersenyum lebar mendengar jawaban Davi.
waktu menunjukkan jam 5 sore.
"Kai ngantar ayah dan yang lain kebandara" elus rambut ayah, Kaila menggeliat pelan. "sudah waktunya yah" bangun Kaila dari bagian atas kaki ayahnya yang mengangguk. "Kaila keatas sebentar ganti baju" ujar Kaila beranjak dari tempat duduknya. "honey mau kemana" tanya Pram melihat Kaila menaiki tangga. "kamar, ganti baju" jawab Kaila berlalu naik. "pake yang di paper bag baby" seru Pram, Kaila melambaikan tangannya mengerti.
"mau pergi lagi kak" pandang mommy, Pram mengangguk mendekati mommy nya. "riding mom, jalan-jalan dengan Kaila mumpung di London mungkin lama baru kesini lagi kuliahnya kan masih jalan" peluk Pram, mommy mengelus tangan Pram yang melingkar diperutnya. "jaga anak perempuan mommy ya kak, jangan ngebut" kata mommy memperingatkan Pram. "promise mom" angguk Pram. "oh ya dad Kaila menyukai mobil kecil hitam kesayangan daddy dia kemarin mengendarai hingga ke street food dua hari yang lalu" pandang Pram kearah daddy yang mendongak menatap Pram "really, ada banyak mobil yang lebih mahal kenapa dia memilih itu berarti dad kirim ke Indonesia besuk biar diurus Sam" kata daddy.
Pram mengangguk "dia tidak memandang harganya dad yang penting merasa nyaman saat mengendarai nya dia tidak akan mau jika aku yang mengirimnya kalo dari dad or mom dia tidak akan bisa menolak" kata Pram.
"sudah siap semua, yang" turun Kaila. "sudah, mereka berangkat duluan, karena kita naik motor jadi lebih cepat sampai" angguk Pram memakaikan jaket kulit dan helmet ke kaila. Pram melajukan motornya agak kencang, "that's dad car" tunjuk Pram, Kaila menoleh kekanan melihat iringan mobil menuju kedepan. "kejar by" buka visor helmet Kaila Pram mengangguk mempercepat laju motornya. motor Pram memasuki kawasan bandara, sejumlah orang menunggu Pram disekitarnya, Pram turun dan membuka helmetnya, membantu istrinya membuka helmetnya, Pram meraih jemari Kaila dan mereka berjalan dengan pengawalan orang-orang itu dengan memakai topi dan kacamata hitam.
"resikonya besar jika terlihat oleh orang lain karena kita menyembunyikan identitas Bagaskara dibelakang nama kita karena sekarang orang mengenalmu dengan nona muda Bagaskara, Kaila Dara Bagaskara. bukan lagi Kaila Dara Prayoga" genggam erat Pram menjelaskan kepada Kaila yang mengangguk pelan mereka berjalan dengan lancar menuju private lounge.
mobil Bagaskara memasuki area bandara beberapa orang membuka pintu, sebagian mengambil koper-koper di bagasi mobil agar semua bergerak cepat dan tidak menimbulkan kehebohan, mereka berjalan dengan cepat dan teratur. "sudah sampai duluan" peluk ayah, Kaila membalas pelukan ayahnya erat. "jaga diri baik-baik Kai" elus rambut ayah, Kaila mengangguk menatap ayahnya berkaca-kaca.
hai... hai... hai.... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak, selamat menikmati cerita pertama kalang jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat.
dukung yaaa... karya pertama ku.
luv..... luv ... luv U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
__ADS_1
thanks a lot pisang sekebon...