Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 74


__ADS_3

Kaila melangkahkan kaki keluar dari lounge tempat mengantar ayahnya Pram meraih jemari istrinya agar mengikuti langkahnya membawa Kaila menyusuri koridor bandara yang hanya untuk staff mekanik pesawat, ia melingkarkan tangannya dipinggang Kaila agar merapat padanya "jangan menoleh kekiri honey biarkan mereka yang mengatasinya" bisik Pram ditelinga Kaila dan mencium pipinya lembut. Pram bergerak cepat secepat anak buahnya membekuk seorang pria yang mengarahkan laras pendeknya kearah istrinya Pram membawa Kaila masuk kedalam mobil yang berbeda penjaga Kaila telah menunggu didalam dan segera membawa mereka pergi dari bandara "honey, kenapa tadi" pandang Kaila panik Pram memeluk tubuh istrinya menenangkannya karena semua baik-baik saja.


"hanya lelaki iseng yang diutus seseorang untuk memberi peringatan kepadaku karena tidak menuruti kemauannya it's oke honey" senyum Pram mengusap punggung Kaila menenangkan diri "just we go home now" tanya Kaila melepaskan pelukan memandang Pram takut, Pram menggelengkan kepalanya "kita akan makan malam bersama teman-teman, yang. kamu bersamaku tidak akan terjadi apapun dengan kalian berempat aku selalu berusaha melindungi kalian" jawab Pram mengusap punggung tangan Kaila yang menggeleng kuat, Pram merengkuh badan istrinya agar bersandar padanya mereka menuju kesebuah cafe yang cozy di daerah pinggiran Pram selalu menggenggam tangan Kaila agar selalu nyaman dimana pun mereka berada.


"sudah berangkat ayahnya Kai" senyum Tigor menyambut mereka berdua memberi salam khas pada Pram "sudah, baru saja dan kami langsung kemari" angguk Pram memandang Tigor sesaat "kamu pesan apa honey" tanya Pram menatap Kaila yang menoleh dan melihat menu "kopi hitam, aku menginginkan kopi hitam tanpa gula" jawab Kaila cepat "are U sure" tanya Pram tersenyum mengelus rambut Kaila yang mengangguk cepat, Pram memesannya untuk Kaila dan segelas coklat dingin Tigor mengamati Kaila yang sedikit bergetar ketakutan "maafkan aku Kai tidak bisa melihatmu bersama Pram kemarin di London" senyum Tigor Kaila memandang Tigor dan menggeleng "tidak apa-apa bang aku mengerti abang banyak kesibukan" angguk Kaila, Tigor tersenyum.


"kapan kamu suka kopi hitam Kai perasaan yang selalu kamu pesan adalah teh manis dingin" kerut Tigor memandang Kaila heran "sejak kami mengetahui bahwa Kai sedang membawa tiga bayi didalam perutnya" jawab Pram memotong ucapan Tigor yang menatap mereka tak percaya dan membuka mulutnya sedikit "alamak, jangan bercanda kau Pram tidak lucu sama sekali" pandang Tigor tidak percaya Pram mengangkat bahunya acuh tak acuh menyodorkan secangkir kopi hitam panas dan segelas besar coklat dingin kesukaannya selama ada triplets "benarkah itu Kai kenapa aku sampai tak tahu Saka pun tidak mengatakannya kepadaku, kalian jahat tidak menganggap ku sahabat kah" pandang Tigor tidak suka "bukan begitu bang, kami mengetahuinya dua minggu yang lalu saat tidak sengaja aku pingsan dikampus setelah itu harus menginap dirumah sakit dan tak lama aku harus sidang tugas akhir agar selesai di 3,5 tahun aku kuliah. baru kamis kemarin aku sidang dan kemarin mama mertua Kalai jatuh mau kekamar mandi makanya ayah menemani Kalai di sana sekarang. abang aja nggak pernah berkunjung kerumah kita" terang Kaila kepada Tigor tersenyum, Tigor tertawa lebar.


"aku paham Kai maafkan aku, tidak bermaksud memojokkan mu hanya merasa kesal dengan pria disamping mu kenapa tidak berbagi kabar bahagia ini lebih cepat" geleng Tigor "aku tidak memikirkan mu" geleng Pram kalem Tigor mendengus pelan.


"aku juga tidak suka kau pikirkan, najis" pandang Tigor sarkas Pram mengendikkan bahu tanda tidak peduli "oh ya Kai, selamat menjadi mama baru diusia muda sayang sekali kamu dipaksa menjadi istri diusia yang masih banyak cowok mengejar-ngejar mu" senyum Tigor menatap Kaila yang tertawa sehingga Pram menatapnya dingin "kenapa, apa ada yang salah dengan perkataan ku memang benar kan Kaila banyak disukai cowok lain" kata Tigor tidak menggubris tatapan Pram yang seperti ingin menelannya bulat-bulat saat itu juga, Kaila meraih tangan Pram untuk mengusap perutnya Pram tersenyum lebar menatap Kaila.

__ADS_1


"Saka kenapa belum datang" tanya Pram "menjemput kekasih hatinya" decak Tigor kesal "kenapa bang" tanya Kaila menyeruput kopi hitamnya "kenalkan aku dengan temanmu Kai siapa tahu ada yang mau denganku aku nggak jelek-jelek amat kan Kai kenapa mereka tidak pernah melihatku" pandang Tigor, Kaila tersenyum "aku punya teman dokter kandungan yang baru dikenal orangnya cantik, baik, mau ku kenalin" tanya Kaila "bolehkah, siapa tau nanti berjodoh denganku" angguk Tigor Kaila mengangguk "siapa yang mau dikenalin" datang Icha Kaila tersenyum lebar berpelukan.


"perasaan baru kemarin kalian ketemu udah kayak bertahun tahun ngilang pelukannya kamu nggak pernah meluk aku kayak gitu" tatap Saka Icha nyengir.


"sini peluk kak" panggil Kaila Pram memeluk Kaila dan mencium pipi istrinya berulang kali.


"dasar dosen CEO bucin akut" desis Icha lirih agar Pram tidak mendengar Pram menjulurkan lidahnya mengejek Icha dan Saka "dasar CEO bucin" lihat Tigor kesal melihat hanya dirinya yang jomblo Kaila tertawa kecil menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya


"yang mau aku peluk tuh kak Saka by, bukan dirimu" pukul bahu Kaila pelan Pram memandang Kaila dan menggeleng kuat.


"kamu mau makan apa Kai" lihat menu Icha Kaila menggeleng "kamu masih nggak bisa makan banyak" tanya Icha Kaila menganggukkan kepala "kamu pingin makan apa sekarang" tanya Icha menutup menu dan menopang dagu dengan sebelah tangannya "nggak begitu berselera Cha, kalo aku mau pasti aku bilang daripada nanti keluar lagi malah bikin lemes kan" pandang Kaila. Icha mengangguk tidak memaksa Kaila karena memang itu keinginan baby-nya padahal Icha tau Kaila sering banget makan dan mau makan apa aja, tidak pilih-pilih karena ada triplets didalam perutnya membuatnya harus mengatur pola hidupnya kembali. "by, itu apa" lihat Kaila. Pram melihat kearah yang dilihat Kaila. "apa kamu mau mencobanya" tanya Pram "jika nanti tidak mau gimana," tanya Kaila ragu-ragu Pram tersenyum "tidak apa, setidaknya kamu mau mencoba itu sudah lebih baik bukan" kata Pram Kaila hanya dapat memandang Pram yang memesan masakan timur tengah untuk Kaila.

__ADS_1


"coba aja Kai, siapa tau triplets suka apapun itu kamu harus mau mencoba walau dulu itu kamu nggak mau memakannya" senyum Icha Kaila mengangguk dan menggeleng


Icha tertawa. "nggak Kai banget kan" tanya Icha melihat Kaila yang menghela nafasnya berat pesanan Pram datang, Kaila melihatnya tidak bernafsu olahan daging kambing memang tidak begitu dia suka Icha tertawa pelan "dari dulu dia memang tidak suka olahan daging kambing, bau dan membayangkan kambing saat melihat makanannya" kata Icha mengerti Kaila.


"cobalah Kai, naik gunung aja berani masak satu suapan kagak berani" canda Tigor menyemangati Kaila yang hanya bisa nyengir mendengar ucapan Tigor, Pram menyendok nasi kebuli dan daging kambing menunggu Kaila membuka mulutnya Kaila meminum coklat dinginnya untuk meredakan mual diperutnya "aku mual by, nggak usah ya.... makan yang lain aja" geleng Kaila Pram menggeleng "cobalah sekali aja honey, jika memang tidak mau tidak apa-apa setidaknya kamu mencobanya dulu" senyum Pram memberi semangat Kaila menutup hidungnya dan membuka mulutnya Pram memasukkan suapan nasi kemulut Kaila mengunyah pelan membuka mata dan hidungnya "enak tuh nggak ada baunya" senyum Kaila mereka tersenyum lebar.


"berarti anak-anak mu memang penyuka daging daripada sayuran" pandang Icha, Kaila tersenyum karena dapat makan tanpa mengeluarkannya lagi Pram menyuapi Kaila hingga habis sepiring "mau lagi" tanya Pram Kaila mengangguk Tigor dan Icha tertawa "kayaknya anakmu banyak makannya Pram" pandang Saka "tidak apa yang penting mereka sehat daripada Kaila tidak mau makan sama sekali karena selalu mengeluarkannya lagi" pandang Pram.


"nanti pesen buat dibawa pulang" kata Kaila, Pram mengangguk "aku pesen deh liat Kaila makan jadi kepingin" pandang Tigor "aku juga bang, sekalian" senyum Icha, Tigor memberi isyarat dengan jemarinya untuk Ok "besuk senin Kaila jadi masuk kerja" tanya Saka, Icha menoleh "kamu kerja Kai, dimana" tanya Icha menatap Kaila "tuh di perusahaan mereka, kan dah jadi pengangguran abis wisuda kemarin. makanya nyari kerjaan" cengir Kaila "yaaahhh...... nggak ketemu dikampus dong, sepi banget Kai" manyun Icha "kak Pram kan masih ngajar sampai dua minggu kedepan aku menjadi asistennya jadi kemanapun dia pergi aku akan mengikutinya" jawab Kaila.


hai..... hai.... hai..... all readers luv U all sekebon pisang biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak, selamat menikmati cerita pertama kalang di sini jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat, dukung yaaa...... karya pertama ku.

__ADS_1


luv..... luv..... luv U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..


thanks a lot pisang sekebon...😘


__ADS_2